Rekening baru

Motor yang di kendarai Rino, baru saja memasuki halaman rumahnya. Rino langsung membawa barang belanjaan mereka sedangkan Aurora membuka pintu rumah, setelah pintu terbuka keduanya langsung masuk ke dalam. 

“Kak, barangnya Rino taroh diatas meja ya. Rino mau mandi dulu ! “ ujarnya. 

“Iya kamu mandi sana. Barang belanjaan biar kakak yang bereskan ! “.

“Baiklah kak, kalau gitu Rino mandi dulu ! “

Sepeninggalan Rino, Aurora langsung membereskan barang belanjaan mereka.  Satu persatu barang diletakan di dalam kulkas dan barang lainnya ia simpan di dalam lemari kayu. 

“Hufffttt… . “

“Mandi dulu lah ! “ Aurora beranjak dari dapur. Badannya terasa sangat lengket untuk itu Aurora memutuskan untuk mandi. 

Sedangkan ditempat lain, Anggara  baru saja tiba di kediaman keluarga Gilbert. Wajah Anggara terlihat bingung melihat kedua orang tuanya sedang berbicara dengan seorang wanita menangis sesenggukan. Dirinya tak begitu melihat dengan jelas siapa wanita itu, karena dia menangis sambil menutup wajahnya dan anehnya lagi wanita itu dalam keadaan hamil besar. 

Anggara tak peduli, ia terus saja berjalan melewati kedua orang tuanya yang masih bersama wanita yang menangis itu. Namun, langkahnya harus terhenti saat mendengar suara panggilan daddynya. 

“Anggara ! Mau kemana kamu ! “

“Mau ke kamar dad “ sahutnya. 

“Kemari ! “ titah Gilbert tegas. 

Anggara menghela nafas kasar, ia berbalik menghampiri kedua orang tuanya. Tatapan Anggara beralih menatap datar wanita hamil yang masih menunduk sesenggukan. 

“ Duduk ! “ titah Gilbert kepada putranya itu. 

“Ada apa, dad ? Gara capek mau istirahat ! “

“Daddy bilang duduk, ya duduk !!” Arumi menarik putranya untuk duduk. 

Wajah suaminya sedang tak baik-baik saja, apalagi mereka baru mengetahui fakta bahwa putra yang mereka didik ternyata menghamili seorang wanita dan wanita itu baru memberanikan diri datang ke kediaman mereka untuk meminta pertanggungjawaban putranya.

“Daddy kenapa sih mom, dan siapa wanita hamil ini ? “ tanya Anggara bingung. 

Anggara Gilbert, pria tampan berusia 29 tahun. Sampai saat ini masih betah melajang. Bukan tanpa alasan, dirinya masih kesulitan untuk mencari keberadaan wanita yang beberapa bulan lalu dinodai oleh dirinya. Namun, hari ini ia merasa begitu tiba-tiba dengan kedatangan wanita yang mengatakan bahwa dia hamil anaknya. 

“Karena putraku sudah ada disini, sekarang kamu jelaskan maksud dan tujuanmu ! “

Suara tegas Gilbert membuat wanita itu menelan salivanya dengan tatapan takut ia melihat ke arah Anggara. 

“Sa– saya Liyana…  Sa—

“Jangan berkelit-kelit, langsung intinya saja ! “ sanggah Anggara malas. 

“Gara ! “

“Apa mom, lebih baik kita dengarkan intinya saja ! Gara mau istirahat ! “

“Saya mau anda mempertanggungjawabkan perbuatan anda ! “ jawabnya cepat. 

“Pertanggungjawab seperti apa yang kamu minta dari kami ? “ tanya Arumi lembut. 

“Anak tante harus menikahi saya ! Perut saya sudah semakin besar, saya nggak mau anak saya mendapat gunjingan dari orang-orang, sebentar lagi saya akan melahirkan keturunan kalian ! “ serunya lantang membuat Anggara menolak keras karena ia merasa tidak pernah menyentuh wanita yang ada di hadapannya ini. 

“Kapan putraku menodai dirimu ? “ pertanyaan Gilbert mengundang rasa aneh istri dan putranya. 

“Dad ! “ tegur Arumi, namun suaminya itu membalas dengan gelengan. 

Wanita itu dengan gamblang menceritakannya secara detail, membuat Anggara murka dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya. 

“Garaaaa !! “ Arumi berusaha memanggil putranya, tapi ia juga tidak mungkin meninggalkan wanita hamil itu bersama sang suami. 

“Kamu pergilah ke kamar tamu ! Bibi, tolong antarkan Liyana ke kamar tamu… “ titah Gilbert kepada Liyana. 

Sebelum beranjak, wanita yang bernama Liyana itu kembali mempertanyakan statusnya saat ini, “ Apa putra kalian akan bertanggungjawab menikahi diriku ? “.

“ Pergilah istirahat ! Itu urusan kami, kamu jangan terlalu memikirkannya ! “ seru Gilbert tegas. 

“Iya, pikirkan kandunganmu” timpal Arumi lembut. Liyana tersenyum dan pergi mengikuti bibi pelayan ke kamar tamu. 

*

*

*

*

*

Di rumah sederhana, Aurora sedang menyiapkan masakan makan malam. Setelah tiga puluh menit berperang dengan alat masak, Aurora meminta tolong Rino untuk membantunya menyediakan makanan dan dibawa ke atas meja. 

“No, tolong bawa makanan ini ke atas meja “ ujarnya pelan. 

“Baik kak ! “ sahut Rino.

Namun, Rino melihat raut wajah Aurora yang terlihat lelah. Setelah membawa makanan ke atas meja, Rino membantu Aurora untuk duduk. 

“Huft, makin besar kehamilan kaka semakin lelah untuk melakukan aktivitas padahal usia kandungan kakak baru menginjak lima bulan, tapi kenapa kakak terlihat seperti hamil sembilan bulan ? “ ujar Aurora bingung. 

“Apa ucapanku ada benarnya kak, kakak hamil bayi kembar ? Coba besok kita periksa kak, kakak kan selama hamil nggak pernah periksa.. “ ujar Rino. 

Aurora menggeleng, menurutnya periksa kehamilan membutuhkan biaya mahal dan mereka harus menghemat untuk kedepan. Aurora memilih untuk menjaga pola makan seperti yang ia baca di internet. 

Rino meminjamkan ponselnya untuk di gunakan kakak sementara dirinya belum terlalu membutuhkan. Dirinya juga berencana untuk mencari pekerjaan untuk kebutuhan mereka masing-masing, mengandalkan uang tabungan juga tidak mungkin. 

Aurora mengiyakan untuk adiknya mencari kerja namun sebelum itu, Aurora mengajak Rino untuk pergi ke bank. Ia akan mencairkan uang di dalam cek ini bersamaan dengan cek yang masih disimpan dulu. 

Setelah berbincang sedikit, Aurora mengajak Rino untuk makan malam bersama. Sementara itu di kediaman Gilbert, Anggara tak turut turun untuk ikut makan malam bersama kedua orang tuanya. 

Liyana makan dengan lahap membuat Arumi tersenyum, “ Makan jangan terburu-buru ! “ tegurnya lembut. 

“Hm, ma-maaf… “ jawabnya pelan. 

Gilbert hanya menatap datar, ia tak membuka suara setelah drama menangis yang dibuat oleh wanita di hadapannya itu. 

“Hmm, tante ! “ Arumi mengangkat kepalanya menatap Liyana. 

“Ada apa ? “

“Putra tante kenapa tidak turun makan malam bersama kita ? “ tanya Liyana. 

Arumi menghela nafasnya, “ putraku memang seperti itu, jika sudah makan sore.. “.

Liyana membalasnya dengan anggukan. Ia lalu menghabiskan makanannya hingga tuntas setelah itu meminta izin untuk beristirahat. Arumi mengijinkannya, sepeninggalan Liyana, barulah Gilbert mengeluarkan suaranya. 

“Besok bawalah Liyana untuk periksa ke rumah sakit, aku ingin tahu perkembangan bayi yang dia kandung … “

*

*

*

*

*

Sesuai dengan perkataan suaminya, Arumi membawa Liyana untuk periksa bayi yang dikandungnya. Hal tersebut membuat Liyana kaget, namun mau bagaimana lagi calon mertuanya ingin melihat keadaan bayi yang dirinya kandung. 

Selama perjalanan menuju rumah sakit, Liyana sibuk dengan ponselnya sesekali berdecak kesal membuat Arumi mengerutkan keningnya. 

“Kamu kenapa, nak ? “ tanya Arumi penasaran. Liyana tersenyum kecil, “ Nggak papa tan, “ jawabnya singkat. 

Arumi mengangguk. Sedangkan di sisi lain, Aurora dan Rino sedang dalam perjalanan menuju salah satu bank yang cukup jauh dari kediaman mereka. Setelah empat puluh menit, keduanya tiba di bank yang dituju. 

Aurora segera mengambil nomor urut antrian, sedangkan Rino memilih duduk di salah satu kursi tunggu di depan teller. Untungnya nomor urut antrian Aurora tak terlalu jauh, hanya selisih delapan antrian. 

Keduanya duduk tenang, menunggu nomor urut antriannya dipanggil. 

“Oh ya kak, mumpung di bank. Kenapa kakak nggak buat buku rekening sekalian. Setidaknya kakak punya rekening saat ini “ ujar Rino membuat Aurora mengiyakan. 

“Benar, mumpung di bank. Sekalian aja ya… “

Saat nomor antriannya dipanggil, Aurora segera melakukan pencairan uang dan membuka rekening baru untuk dirinya. Setelah selesai, Aurora mengajak Rino untuk pergi ke makam mendiang ayahnya. Baru setelah itu, Rino mengantar Aurora kembali ke rumah sementara dirinya mencari pekerjaan. 

*

*

*

*

“Aku nggak mau tahu, kamu harus membantuku mencari seorang bayi  untukku ! “

“Tenanglah, aku akan mencarinya untukmu ! Tapi ingat ini semua nggak gratis. Minimal uang tutup mulut ! “

Wanita itu mendengus kesal, ia harus mengeluarkan uang banyak hanya untuk seorang bayi. 

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

kan d'kasih cek....

2024-10-03

2

Atik Marwati

Atik Marwati

Liliyana itu siapa yakk kok bisa ngaku ngaku

2024-07-21

1

Erlinda

Erlinda

ada yg aneh dicerita ini seorang ibu lebih mempercayai anak tiri dan sangat menyayangi nya kedua Anggara yg sudah meniduri Aurora masa ga ingat wajah wanita yg ditiduri nya dan datang nya cewek jadi jadian yg mengaku hamil anak gara. dan orang tua gara main percaya tanpa berpikir mengajak wanita ular kerumah nya . apa author nya sedang menceritakan betapa goblok nya manusia manusia sekarang . ????

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!