Daddy pelit sama bunda...

Saat ini, Arisha duduk di sebelah Pelangi. bocah itu sangat senang memiliki teman, apalagi keduanya sama-sama pecinta pria tampan. Layar persegi panjang diletakan di depan keduanya, tak lupa dua gelas es teh manis dan gorengan pisang yang baru saja di goreng oleh Aurora. 

Arisha yang baru pertama kali melihat benda persegi itu dibuat takjub bahkan sebelum film dimulai ia lebih dulu bertanya tentang seputaran ipad milik Pelangi. 

“Tombolna mana, onti ? “ tanya Arisha bingung. 

“Ini namanya touch screen, “ jelas Pelangi kepada Arisha. 

“Soklin ? “ tanya Arisha menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. 

“Bukan soklin, tapi touch screen. Bahasa indonesianya itu layar sentuh… kalau soklin itu beda lagi… “ ujar Pelangi geli. 

“Oooo layal centuh, pantasan dia nda malah olang kusus di centuh-centuh… “ gumam Arisha yang masih di dengar oleh Pelangi. 

Gadis itu terkekeh pelan, dia lalu mengajak Arisha untuk menonton salah satu drama korea di netflix. Untung gadis itu membawa modem unlimited nya sehingga ia bisa menggunakannya dikontrakan Aurora. 

Pelangi, gadis berusia 22 tahun. Tiga tahun di bawah Aurora membuatnya mudah akrab dengan Aurora ketimbang istri abangnya. Sebelum Aurora bekerja dan abangnya yang masih tinggal bersama mereka, Pelangi memilih menginap di rumah sahabatnya atau tidur di hotel. 

Setiap hari, ada saja ulah kakak iparnya membuat Pelangi muak. Setiap hari barang belanjaan kakak iparnya itu datang tanpa henti, bahkan ada yang COD tapi kakak iparnya itu sama sekali tidak dirumah sehingga Pelangi lah yang menalanginya. 

Gadis itu harus merelakan jatah jajannya untuk membayar tagihan COD kakak iparnya. Ketika kakak iparnya pulang, bukan uangnya kembali dirinya malah difitnah sehingga sang daddy tidak memberinya uang jajan selama tiga bulan membuat Pelangi kesal dan mulai dari saat itu Pelangi mengklaim tidak menyukai istri abangnya. 

“Bunda, kenapa rumah bunda tidak ada kulkas dan mesin cuci ? Apa bunda nda capek nyuci sambil berjongkok ? “ tanya Almer yang kini duduk di sebelah Aurora yang sedang mencuci pakaian. 

“Bunda, apa daddy tidak memberikan uang yang cukup untuk bunda ? Nanti biar Almer yang ngomong sama daddy… “

“Daddy itu pelit sama bunda, sedangkan sama mommy dia nda pelit.. “ oceh bocah laki-laki itu membuat Aurora meringis. 

“Kan ibu hanya pengasuh Almer, bukan istri daddy kamu. . .  Ya, jelas daddy kamu nggak pelit sama mommy… “ ujar Aurora seadanya. 

“Kenapa bunda nda nikah aja sama daddy, biar daddy nda pelit sama bunda ?”

Pertanyaan Almer ternyata baru dipahami oleh Aurora, wanita itu menghela nafasnya. Bagaimana mungkin dirinya menikah dengan ayah dari anak asuhnya sementara dirinya juga tidak tahu statusnya apa selain mengatakan janda ditinggal mati suami. 

Beberapa menit berlalu, Almer merasa mengantuk. Cucian Aurora belum selesai membuat bocah laki-laki itu tertidur dalam kondisi duduk dengan kepala yang menyandar sisi pintu kamar mandi. 

Aurora belum mengetahui Almer yang tertidur di sebelahnya, dirinya masih sibuk membilas pakaian dirinya dan sang putri yang sudah menumpuk. Setelah membilas hingga sedikit lembab, Aurora berniat langsung menghanger pakaian yang dicuci nya dan di gantung di jemuran kamar mandi, agar besok pagi bisa dipindahkan ke jemuran belakang. 

“Ah, akhirnya pekerjaanku sudah selesai… “ ujarnya meregangkan otot-otot badannya. 

Saat menoleh ia mendapati anak asuhnya yang tertidur menyandar pintu kamar mandi. “ Astaga !” pekiknya. 

“Merrr, sayang bangun dulu yuk. Pindah ke kamar. . “ ujar Aurora membangunkan Almer dengan pelan. 

Almer yang mudah dibangunkan, membuat Aurora langsung mengajaknya pindah ke kamar. Bocah laki-laki itu berjalan memegang tangan Aurora dengan kedua mata yang tertutup. Padahal jam baru menunjukan pukul delapan tiga puluh, Almer sudah tertidur. 

Biasanya, Almer tertidur jam sepuluh malam. Itu harus ditiduri oleh sang opa agar cucunya cepat tidur tapi malam ini Almer tidur sudah jam delapan. 

“Mom, dimana Almer dan Pelangi ? Kenapa dari tadi Gara tidak melihat keberadaan mereka ? “

“Mereka berdua menginap di rumah Aurora, “ sahut Arumi menatap putranya itu. 

“Aurora ? “ tanya Anggara. 

“Aurora ibu asuh Almer ? Kenapa mommy ijinkan ? “ tanya Liyana tak terima. 

“Iya ibu asuh, Almer. Kenapa ? Apa salahnya Almer menginap di rumah ibu asuhnya. Lagian anak kalian lebih nyaman bersama Aurora ketimbang kalian orang tua kandungnya… “ jelas Arumi heran. 

“Mom, tapi mommy nggak bisa gitu ! Bagaimana mommy bisa mengijinkan putra kami bersama pengasuhnya. Bagaimana bila Almer disakiti, disiksa dan dijual ?? Apa mommy mau tanggung jawab ?! “ sentak Liyana. 

Arumi mengernyit dahinya, dia heran dengan ucapan menantunya yang sangat berlebihan. Bagaimana bisa dirinya melarang sang cucu, jika tadi saja sudah hampir menangis kejer saat Aurora mengayuhkan sepedanya keluar bagasi.

“LIYAAAA !! “

“Apa mas ?! Mommy kamu ngijinin putra kita menginap di rumah pembantu ! Kamu gila ya !! “ sentak Liyana marah. 

“Almer hanya menginap bukan tinggal, besok pagi pasti sudah kembali ke rumah. Kamu jangan berlebihan seperti itu ! “

“Kamu yang aneh mas !! Kamu tahu dia itu janda ?! Pasti dia gunakan Almer untuk mendapatkan kamu ! “ ujar Liyana berlebihan. 

Anggara menggelengkan kepalanya, hari ini istrinya sudah membuat kepalanya sakit. Arumi melerai perdebatan anak dan menantunya berbeda dengan Gilbert ia tampak tak peduli  dengan perdebatan suami istri itu. 

Liyana yang marah langsung meninggalkan suami dan mertuanya, entah mengapa pengasuh putranya itu seperti sedang mencari muka dihadapan keluarga suaminya membuat Liyana harus melakukan sesuatu. 

“Aku harus menyingkirkan wanita itu dari rumah ini ! “ ucapnya dalam hati. 

Sementara itu, Anggara merebahkan dirinya di sofa. Kepalanya terasa nyut-nyutan, sakit yang dia rasakan hari ini membuatnya tubuhnya sedikit hangat. Arumi menghela nafasnya melihat putranya yang terlihat lelah. 

Naluri seorang ibu, membuat Arumi menghampiri putranya. Ia mengusap anak rambut putranya, tak sengaja tangannya menyentuh kening putranya yang terasa hangat. 

“Sayang, kamu sakit ? “. Tak ada sahutan dari putranya membuat Arumi kembali mengecek kening putranya. 

Mendengar istrinya mengatakan bahwa putranya sakit, Gilbert segera beranjak dari duduknya menghampiri istrinya yang berusaha membangunkan sang putra. 

“Coba bangunin, Gara ! “ ujar Gilbert tenang sementara dirinya langsung menghubungi dokter pribadi mereka. 

Arumi mencoba membangunkan putranya, namun sepertinya putranya itu sudah tak sadarkan diri. Setelah menghubungi dokter pribadi keluarganya, Gilbert membopong putranya ke kamar tamu, karena jika ke kamar putranya itu membutuhkan tenaga ekstra menaiki tangga. 

*

*

*

*

“Bagaimana keadaan putraku, Jovi ? “ tanya Arumi kepada Jovi, dokter pribadi keluarganya. 

“Putra kakak hanya kelelahan., “ jelas Jovi setelah memeriksa keadaan keponakan laki-lakinya. 

Jovi menatap kakak iparnya, “ Sepertinya Gara mengalami tekanan yang membuatnya seperti ini. Apa akhir-akhir ini, Gara mengalami sesuatu atau bercerita mengenai kesehariannya ? “.

Arumi menggeleng, “ sebelumnya Gara berdebat dengan Liyana mengenai Almer yang menginap di rumah Aurora.. “

“Ibu asuh Almer ? “ Arumi mengangguk. 

“Wajar sih, kalau Almer lebih dekat dengan Aurora ketimbang istrinya Gara. Aurora yang mengurusnya dari usia Almer dua tahun, sedangkan Liyana saja tidak pernah mengurusnya dan melepaskan tanggung jawabnya kepada pengasuh lama Almer… “

“Aku jadi merasa jika Aurora ibu kandungnya Almer ketimbang Liyana, karena mereka berdua sedekat itu… padahal Almer tipe anak yang susah dekat sama orang asing… “ jelas Yovi membuat keduanya mengangguk membenarkan ucapan Yovi. 

“Shhht, sudahlah nanti menantu kita salah paham ! “ tegur Gilbert. 

Sedangkan dikontrakan Aurora, kedua gadis beda usia baru saja selesai menonton drama korea. Gadis itu langsung menyimpan ipadnya di dalam ranselnya. Pelangi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. 

“Apa abang memberi gaji sedikit sehingga kak Aurora tidak bisa membeli furniture rumah ?“ ringisnya. 

Arisha yang setengah sadar, berdiri dari duduknya. Wajahnya terlihat mengantuk, rambutnya semakin amburadul membuat Arisha seperti singa yang habis ribut. 

“Onti, Ayo ke kamalna bunda ! “ ajak Arisha. 

Pelangi mengangguk ragu, tapi mau bagaimana lagi kamar dikontrakan ini hanya satu. Saat masuk ke dalam kamar, Pelangi dibuat tertegun saat melihat keponakannya tidur dalam pelukan Aurora. Terlihat seperti ibu dan anak, apalagi Aurora membalas pelukan Almer. 

Lalu matanya melihat kasur busa yang kecil sekitar ukuran 90x 100. Dia menatap Arisha yang menarik kasur kecil di bawah lemari. 

“Tidul dulu. Lisa nantuk ! “ ujar Arisha setelah kasur kecil itu di gelarnya asal. 

“Onti, sini tidul sama Lisa. Masih muat untuk beldua.. “

Pelangi mengangguk pelan, “ besok suruh daddy belikan perabotan sama kasur. Masa Kak Rora sama anaknya tidur kayak gini mana enak… “ ucapnya dalam hati. 

“Ontiii… “

“Iya iya ! “

Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

😤😤😤😤😤

2024-07-21

0

Pasrah

Pasrah

kenapa tuh si Anggara itu gak ingat waktu nidurin rora waktu itu

2024-07-12

2

Retno Harningsih

Retno Harningsih

lanjut

2024-06-10

1

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!