Kejahilan Almer

“Daddy ! Wake up ! “

Aurora dan Arumi menatap Almer dengan tatapan tersentuh, lihatlah bocah itu berusaha membangunkan ayahnya tanpa menyenggol jarum infus yang masih menancap di tangan Anggara. 

“Daddy, bangunlah. Anakmu belum dikasih jajan ! “ bisik Almer takut di dengar oma dan bundanya. 

“Cepatlah ! Nanti Almer kenalin putrinya bunda Rora ! Dia sangat garang, bisa membantu daddy melawan mommy.  Setelah mommy kalah, daddy harus menikah dengan bunda Rora pilihan Almer !! “ bisiknya lagi di telinga Anggara. 

Tak tahukah Almer, jika saat ini daddynya itu sedang menahan geli di telinganya. Wajah Anggara memerah saat putranya mengatakan dia harus menikah dengan pilihan putranya itu. Apakah putranya ini sengaja mengatakan hal seperti itu. 

“Almer, apa yang kamu bisikan kepada daddy mu, oma jadi kepo ! “ katanya. 

Bocah itu menatap omanya, “ rahasia… “

Aurora tanpa sadar melepaskan tawanya, ia duduk di ujung ranjang karena kakinya masih terasa sakit.  Arumi menatap kesal cucunya hingga mereka terkejut dengan suara Liyana. 

“SIAPA YANG SURUH KAMU MASUK KE DALAM KAMAR INI !!! “

Arumi menoleh, ia melihat ke arah menantunya yang menatap tajam Aurora. Bahkan, Liyana terlihat bergegas menghampiri Aurora. Tanpa diduga, Liyana memberikan tamparan keras di wajah Aurora. 

“KAU PANTAS MENERIMA TAMPARAN INI JALANG !! “

“Bunda Rora bukan seperti yang mommy katakan  !!! “ teriak Almer, ia melempar bantal dan mengenai tepat di wajah Liyana. 

Wanita itu sangat marah kepada putranya. Tapi matanya malah tak sengaja melihat suaminya yang tertidur dengan tangan yang tertancap jarum infus. 

“Mas Gara kenapa mom ? “ tanya Liyana kepada mertuanya. 

“Kamu lihat sendiri… Mommy mau antar Rora istirahat. Ayo, Almer mau ikut oma atau tidak ? “

“Ikutlahhhh !! “

“Almer kamu disini temani mommy ! “ bentak Liyana kepada putranya itu. 

“Nda mau ! Almer mau sama bunda dan oma !! “ Mata Liyana membulat tajam, ia tak suka saat Almer memanggil pengasuh putranya Bunda. 

“Almerrr !!! aku itu ibumu bukan pembantu itu !! “ bentak Liyana membuat Anggara terkejut namun berusaha untuk tidak terlihat bahwa dia sudah sadar. 

“Almer lebih suka bunda daripada mommy !! “ setelah mengungkap rasa ketidaksukaannya terhadap ibunya, lalu Almer berlari keluar menyusul bundanya. 

“Kamu bahkan lebih dekat dengan pengasuh, ketimbang mommy kamu, nak “ ucap Anggara dalam hati. 

Liyana yang hatinya masih panas, sontak mengalihkan pandangannya ke arah sang suami yang masih terpejam. Matanya menilisir wajah suaminya yang tampak pucat. Tangannya yang masih tertancap jarum suntik membuat Liyana meringis. 

Tampak Liyana tak peduli, ia masih memikirkan bagaimana caranya untuk meminta uang dengan suaminya itu. Bahkan dirinya sudah memeriksa isi tas suaminya tidak ada uang sepeserpun, mau tak mau Liyana mencari dompet suaminya karena setahunya suaminya itu menyimpan uang cash. 

“LIYAAAAAAAANAAAAA BARANG KAMU DATANG NIHHHHH !!! “ teriakan Arumi membuat fokus Liyana buyar, dia menggerutu kesal saat mertuanya memergoki paketannya. 

“Hais, orang tua itu ! Dibayar ngapa sihhh !! Nggak ada hati apa, tinggal bayarin kenapa harus manggilll !! “

“Mana lagi, dompetnya mas Gara ! “ Liyana terus berusaha mencari dompet suaminya hingga suara Arumi kembali terdengar membuat Liyana segera keluar dengan mulutnya yang tak berhenti mengomel. 

Sementara itu, Almer sedang tersenyum senang duduk di sebelah Aurora. Ia menatap senang saat melihat wajah mommy nya yang merengek kepada oma-nya agar membayar barang  COD mommy-nya itu. 

“Tidak ! Mommy nggak punya uang sebanyak itu ! “ tolak Arumi. 

“Mommm, ini barangnya sudah Liyana tunggu dari seminggu lalu ! Masa dikembalikan sihhh !!! Dimana Liyana simpan muka Liyana, kalau barangnya nggak dibayar mommmm… “ rengek Liyana. 

“Derita kamu ! Sudah tahu nggak punya uang masih ngotot beli barang branded ! Kayak kerja aja kamu ! “ sindir Arumi yang sudah jengah dengan kelakuan menantunya. 

Liyana yang di sindir mertuanya menjadi semakin tidak terima, ia menatap kurir yang masih setia memegang barang pesanannya. 

“Maaf mba, barangnya tolong segera dibayar. Saya harus muter lagi antar paket pelanggan yang lain… “

Liyana tak tahu harus bagaimana, ia tak punya tabungan ataupun uang yang tersisa. Liyana membuka m-bankingnya, saldonya hanya tersisa lima puluh ribu rupiah. Ia tersenyum tak enak kepada kurir. 

“Gimana mbakkk ??? Senyum mbaknya nggak membuat barang ini dibayar langsungkan ? “ omel si kang kurir. 

“Ta—, “

“Benar kata ibunya, kalau nggak punya uang jangan ngotot beli barang branded. Gaya elit, uang sereettt…  Makanya mbak, bergaya sesuai realita. Jangan bergaya kalau isi dompet kering ! Malu sendiri kan ! “

“Sudahlah, saya pulang saja ! Lain kali jangan beli kalau uang nggak punya ! Kami yang kurir rugi waktu, rugi tenaga ! “ 

Liyana kesal sekaligus syok dipermalukan kang-kang kurir. Sehingga dirinya langsung memberi ulasan negatif dan memberi bintang satu kepada kurir tersebut. Belum ada satu menit, kurir itu datang lagi dengan wajah kesal membuat Arumi yang masih berdiri di depan pintu dibuat bingung. Dirinya mengira menantunya sudah membayar dengan transfer tapi tanpa di duga menantunya kembali kena semprot kang kurir. 

“Maksud mbaknya apa ya ! Yang nggak profesional itu mbak bukan saya ! Yang harus dinilai itu mbaknya, enak aja kasih saya bintang satu udah gitu ulasannya seenak jidat lagi !! “ pekik kang kurir kesal luar biasa. 

“Itu wajar kalau anda di kasih bintang satu ! Nggak becus kerjanya ! “ sahut Liyana tak mau kalah. 

“Kalau saya nggak becus, terus mbaknya apa dong ? Memesan barang branded nggak mampu bayar ! “ sahut kang kurir. 

Perdebatan kang kurir dan Liyana semakin memanas membuat Arumi menengahi kang kurir dengan menantunya itu, Arumi meminta maaf atas perlakuan menantunya. Untung saja kurir itu menerima maafnya Arumi tapi tidak dengan Liyana, customer bergaya elit dompet kering. 

“Bu, saran saya mending suruh anak ibu ceraikan istri yang seperti ini ! Terlalu banyak menuntut, jangan-jangan pekerjaan sebagai istri tidak pernah dilaksanakan, “ kata kang kurir yang membuat Liyana tak terima. 

“ Kauuuu !! “

“Apa ?! Marah ?! Kelihatan mbak dan itu fakta ! Orang kayak mbak ni banyak ! Mertua pada nyesel punya menantu pemalas dan cuma tahu menghabiskan uang anaknya ! “

“Bukan contoh lagi tapi fakta ! “ 

“Kauuu !!! “

“Liyana !! “ bentak Arumi. “ Berlaku sopan sama orang yang bekerja, itu semua salah kamu juga ! Jangan merasa kamu disini korbannya ! “

“Mommy apa-apaan sih ! Pelit ya pelit aja ! Jangan bilang nggak punya uang ! Dasar mertua pelit ! “ Liyana langsung pergi begitu saja meninggalkan mertuanya yang siap untuk mengomeli dirinya. 

“Kamu !! “

*

*

*

*

“Sudah sore, ayo pulang ! “ ajak Pelangi yang sudah seharian berada di warung, dirinya begitu lelah melayani abang-abang proyek membeli minuman. 

Dirinya juga tidak menyangka bertemu pujaan hatinya. Jika tahu begitu dia akan setiap hari berada disini, hitung-hitung memantau pujaan hatinya yang sedang bekerja. 

“Hussss ! Jangan seling melamun onti , abang itu memang danteng. Tapi cocoknya sama Lisa bukan sama onti  telalu tua untuk onti… “

“Terus, kalau sama kamu terlalu apa ? “ tanya Pelangi gemas. 

“Telalu cucah dimiliki !! Coalnya abang itu cocok sama bunda na Lisa “

“ Eeee nggak bisa gituuuu !!! “

“Bisaaaa !! “ sahut Arisha tak mau kalah. 

“Abang Vino milik ontiiii !! “

“Milik bundaaaa naaa Lisaaaa !! “

“Milik Ontiiii !! “ pekik Pelangi kesal. 

“Milik bundaaaa na Lisa ! “

“Hiiiii, bunda Rora milik Daddyyy Garaaaa !! “ sahut seorang bocah kesal melihat kedua wanita beda usia memperebutkan satu laki-laki. 

“Kau !!! Bundaaaaaa !! “ pekik Arisha senang saat melihat bundanya sudah pulang, namun tatapan Arisha menatap Almer tajam. Ya, Almer kembali pulang bersama Aurora membuat Arisha mendelik kesal. 

“Kauuuu !!! Kauuuu napa ikut pulang lagiii !!! Mau nginap lagi ? Oooi nda bicaaa !! Kau halus bayal sewa lumahnya duluuuu, balu bicaa masukkk !! “

“Eeee !! Rampok !! “

“Cialna diliku dibilangna lampok ! “ cicit Arisha kesal. 

...***...

Satu kalimat untuk kang kurir !

Terpopuler

Comments

Imroatul Mufidah

Imroatul Mufidah

pintar 👍👍👍

2024-12-08

0

Ervina

Ervina

Joossss... /Kiss/

2024-11-03

0

Aprilia

Aprilia

Anggara nya kok lembek si karakter nya

2024-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!