Ngidam bakso

Di sisi lain, Aurora dan Rino berhenti di salah satu minimarket  yang cukup jauh dari tempat kediaman mereka. Setelah memarkirkan motor, keduanya langsung masuk ke dalam minimarket untuk mencari susu hamil dan kebutuhan lainnya. 

Aurora dan Rino berpencar, Rino memilih mencari kebutuhan rumah yang berada di ruangan lain sedangkan Aurora memilih mencari susu hamil untuk dirinya. 

Aurora menatap rak susu hamil yang tersusun rapi di depannya. Ia mencari susu yang sesuai dengan bulan kehamilannya. Saat tangannya terangkat ingin mengambil satu kotak susu yang tersisa tiba-tiba ada sebuah tangan lain yang merebut kotak susu tersebut. 

“Eh ?! “

Aurora sontak mengalihkan pandangannya, begitu juga dengan wanita itu. Namun, saat melihat siapa yang merebut kotak susunya, Aurora merubah raut wajahnya datar. 

“Ups ! Lihat siapa yang aku temui hari ini ? “ ujar wanita itu menatap Aurora dengan tatapan merendahkan. 

Lea, adik tiri Aurora memandang Aurora dari atas hingga bawah. “Kak Aurora, kenapa penampilanmu seperti badut. Rambut cepol, pakai daster, sandal jepit hahaha…  Apa ini style kamu sekarang ? “.

Aurora tak peduli dengan apa yang dikatakan, Lea. Ia hanya diam menatap datar Lea yang sedang mentertawakan dirinya. 

“Semakin miskin, wajah tidak terawat ! Memang pantas menyandang wanita miskin ! “

“Kamu lihat kak, semenjak kejadian itu hidupku semakin berjaya. Apa yang kamu miliki dulu sekarang sudah menjadi milikku seutuhnya ! “

Aurora mengangguk. “ Iya bagus, kalau semuanya jadi milik kamu. Jadi, kamu nggak perlu ganggu hidupku lagi kan ? Sekarang, enyahlah dari hadapanku ! “

Lea tak terima, ia belum puas menghina Aurora. Apalagi saat tahu, Aurora hidupnya masih baik-baik saja membuat Lea tak terima. 

“Kamu hamil kak ? “

“Kamu nggak buta kan ? “ balas Aurora membuat Lea membulatkan matanya. 

“Suami kakak dimana, kenapa nggak nemenin kakak belanja ? Tidak seperti suamiku yang selalu menemani aku belanja… “ sindir Lea, ia ingin semua orang tahu bahwa Aurora hamil diluar nikah. 

Aurora melihat sekelilingnya, ada beberapa pasang mata yang melihat ke arahnya dan Lea. Aurora tahu jika Lea ingin mempermalukan dirinya. 

“Kamu terlalu perhatian denganku, suamiku tidak seperti suamimu yang memiliki banyak waktu. Suamiku bekerja untuk memenuhi kebutuhan istrinya dan bayi dalam kandungan kami.. “ balas Aurora sendu dan menghayati perannya untuk membalikan keadaan. 

“Oh, aku kira wanita itu hamil diluar nikah. Ternyata suaminya sedang sibuk bekerja. “

“Iya, wajar saja suaminya tidak menemani. Wong kerja buat anak bininya.. “

Desas desus pelanggan minimarket, membuat Aurora tenang dan senang akhirnya asumsi orang-orang berubah menjadi positif untuknya  berbeda dengan Lea ia tak terima mendengar asumsi orang-orang. 

“Kalian jangan percaya ! Wanita di hadapan saya ini adalah seorang pelakor ! Dia mencoba merebut suami saya dan bahkan dia berani mengatakan bahwa, dia hamil anak suami saya ! “.

Aurora menganga mendengar perkataan Lea, “ sejak kapan aku menjadi seorang pelakor ? Apa kamu mengatai dirimu sendiri ? “ tanya Aurora heran. 

“Mbak, kalau mbak  yang memakai daster itu seorang pelakor apa mbaknya ada bukti ? “ tanya salah satu pelanggan yang berdiri tak jauh dari Lea. 

Lea terdiam. Melihat diamnya Lea, Aurora kembali membuka suaranya membuat Lea semakin tersudut dihadapan orang-orang . “ Kalau aku pelakor, lalu kamu apa ? Wanita yang tega merebut calon tunangan kakaknya, sendiri. Wanita yang memohon kepada calon tunangan kakaknya untuk membatalkan pertunangannya dengan sang kakak, agar pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangan kakaknya itu membatalkan pertunangan dengan kakaknya dan beralih bertanggung jawab karena telah membuatmu hamil. Begitu maksudmu, Lea ?“

Mendengar ucapan Aurora, Lea menjadi panik. Orang-orang malah menggunjing dirinya sebagai pelakor. Rexo yang mendengar suara istrinya yang berteriak segera menghampiri. 

“Lea ! Lea ada apa, kamu kenapa Lea ? “ tanyanya setelah berada di hadapan sang istri. 

Aurora yang melihat bagaimana mantannya perhatian dengan adik tirinya tidak lagi merasa sakit hati. Ia malah tersenyum sinis melihat Lea berakting tidak sedang baik-baik saja dihadapan Rexo. 

Merasa muak dengan adegan itu, Aurora memilih pergi bersama dengan bubarnya ibu-ibu. 

“Masss, hiks.. Kak Aurora membuatku malu.. Di–dia memfitnah a-aku hikssss… “

“A–Aurora ada disini ? “ tanya Rexo menatap wajah istrinya. Lea mengangguk, namun tiba-tiba Lea merasakan sakit dibagian perutnya membuat ia meringis. 

“Akhhh !!! Massss perutku sakitttt !! “ teriak Lea kesakitan. 

Tanpa pikir panjang, Rexo membopong tubuh istrinya dan membawanya ke mobil meninggalkan barang belanjaannya yang belum sempat dibayar. 

Melihat kepergian Rexo dan Lea, Aurora kembali ketempat tadi dan mengambil kotak susu yang direbut oleh Lea. 

“Hehehe, aman deh susunya ! “ujar Aurora memegang kotak susu itu. 

“Kak ! Susunya udah ? “ tanya Rino tiba-tiba membuat Aurora terkejut.  “Astaga, kamu ini ngagetin aja ! “.

Aurora mengajak Rino untuk ke kasir membayar barang belanjaan mereka, dan setelah itu meninggalkan minimarket. 

“Hmmm, sepertinya aku ingin bakso itu ! “ tunjuk Aurora kepada Rino. 

“Ayo, mumpung masih disini ! “ seru Rino membawa kakaknya menyebrang jalan dimana lapak bakso itu jualan. 

*

*

*

*

*

“Pak, bakso uratnya dua ya.. “

“Eh, kenapa dua ! Pak saya mau lima mangkok ya ! “ seru Aurora membuat Rino dan penjual bakso itu terperangah tak percaya. 

“Se–Serius ini lima mangkok ? “ tanya penjual bakso bingung. 

“Serius pak, saya sama bayi saya mau lima mangkok… “ Rino yang mendengar itu menggaruk kepalanya. 

Tak lama setelah keduanya memesan lima bakso, datanglah dua pria dewasa yang juga memesan bakso, namun porsi baksonya hanya tersisa untuk satu orang. 

“Maaf, nak Vino ! Baksonya cuma cukup untuk satu orang lagi… “

“Loh, tumben banget pak. “ ujar Vino kaget. 

“Iya, soalnya udah diborong lima mangkuk sama mbak hamil diujung sana.. “ pandangan keduanya mengarah kepada sosok wanita hamil yang menikmati satu mangkuk bakso, dan masih tersisa tiga mangkuk yang belum tersentuh. 

“Kamu beli sana satu mangkuk, aku pengen dua porsi dari wanita itu ! “ ujar Anggara kepada sahabatnya itu. Entah mengapa dirinya sangat menginginkan porsi bakso dari wanita itu, dan sahabatnya harus bisa mendapatkan porsi bakso itu dari wanita hamil.

“Terus aku makannya apa kalau kamu maunya dua ?! “ ujar Vino gregetan. 

“Ya, jangan makan. Gitu aja ribet ! “

“Kamu ini, kayak orang lagi ngidam ! Katakan padaku, gadis mana yang kamu hamilin ! “ ucap Vino kesal tanpa sadar ia telah membuat Anggara terdiam. 

“Heh ?! Diam lagi, oke-oke aku beli sama wanita itu. Kalau dikasih, kalau nggak jangan nangis ! “ ujar Vino saat melihat wajah sahabatnya seperti akan menangis. 

“Gitu dong dari tadi ! “

Vino dengan langkah lebar menghampiri meja Aurora dan Rini. Kedua orang itu kaget melihat seorang pria tampan datang langsung membeli dua porsi bakso milik Aurora. 

“Mbak, saya beli dua mangkuk itu ya ! “ ujar Vino tanpa basa basi langsung mengatakan ingin membeli dua mangkuk bakso. 

“Nggak bisa gitu dong, bang ! “

“Tapi dek, porsinya sisa satu mangkuk, sedangkan teman saya lagi pengen makan tiga porsi.. “ jelas Vino berusaha agar wanita hamil itu mau memberikan dua porsi bakso untuk dirinya. 

“Teman abang ngidam ? “ tanya Aurora heran. 

Vino sontak menganggukkan kepalanya. Ia menunjuk dimana Anggara sedang menatap mereka dengan wajah penuh harap. 

“Istrinya lagi hamil ya bang ? “ Vino terpaksa mengangguk untuk mendapatkan dua porsi bakso, raut wajah Aurora mendadak sendu, mendadak rasa ingin makan bakso dalam jumlah porsi banyak menguap begitu saja tapi, Aurora tak mau rugi. 

Ia menatap Rino dan Vino bergantian, ia memberikan bukan cuma dua porsi melainkan tiga porsi sekaligus membuat Vino menatap tak percaya. Rino ingin protes  tetapi Aurora mencegahnya, kemudian Aurora menatap pria itu seraya mengatakan pria itu harus membayar mahal tiga porsi bakso, waktu dan rasa ngidamnya yang mendadak menguar. 

“Berapa yang harus saya bayar ? “

*

*

*

*

Sedangkan di depan ruang operasi, Rexo dan keluarganya sedang menunggu Lea yang berjuang di meja operasi. Rexo meminta sang dokter untuk melakukan operasi cesar sesuai keinginan istrinya. 

“Rexo, bagaimana bisa Lea kontraksi di minimarket ? Untung menantuku brojol di rumah sakit bukan di minimarket ! Mau simpan dimana wajah mama, jika itu terjadi ! “

“Mama, ini semua karena Aurora ! Dia yang membuat istriku seperti ini ! Dia penyebab semua ini ! “

“Apa ?! Aurora !!! Benar-benar licik wanita itu ! Rika tolong ajarkan putrimu itu dalam bersikap ! “ sentak Dea marah. 

“Maaf Dea, tapi Aurora sudah tidak ada lagi hubungannya denganku. Putriku hanya Lea, tidak ada yang lain ! “ ungkap Rika tak terima. 

Ketiganya sama-sama diam, hingga suara bayi terdengar sampai keluar. 

oeeekkk !! oekkk !! oekkk  !!!

“Mama ! Bayiku lahir ! Bayi ku sudah lahir !! “ Aku sudah menjadi seorang ayah !! “ ujarnya senang, Rexo sangat bahagia begitu juga dengan dua keluarga itu. 

“Putriku sudah jadi ibu… “ ucap Loren ayah kandung Lea, suami kedua Rika. 

“Iya mas, putri kita sudah menjadi ibu… “ ucapnya tak kalah senang, Rika memeluk tubuh suaminya dengan erat. 

Sementara itu, Anggara dan Vino tengah menikmati bakso yang mereka beli dari wanita hamil. 

“Untung banyak hari ini, “ ujar Aurora senang. 

“Harusnya kakak bilang seratus juta, lumayan kita bisa  buka usaha ! “ celetuk Rino. 

“Harusnya gitu, tapi kakak  tidak punya atm sekarang. Bagaimana jika mereka memintanya untuk di transfer, mau transfer kemana ? “

“Benar juga, ya! Ya, kali transfernya pinjam rekening orang “ 

“Rugi dong ! “

Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

pinternya bumil...
malak papanya si bayik😅😅😅

2024-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!