Gilbert dan Arisha

Setelah menghubungi pihak keluarga Reza dan akan segera menjemputnya, Arumi mengajak Aurora dan anak-anak untuk masuk ke dalam. Arumi yang baru bertemu dengan Arisha mendadak menjadi akrab kedua wanita beda usia itu bahkan berjalan lebih dulu meninggalkan Aurora bersama Almer dan Reza. 

“Lihatlah, bunda ! Oma sangat menyukai Arisha, apalagi opa ! “ celetuk Almer tiba-tiba. 

Aurora tersenyum, ia sangat bersyukur jika putrinya disukai oleh keluarga majikannya. Berbeda dengan Almer, anak itu tersenyum penuh arti. 

“Bahkan daddy juga pasti menyukai Arisha ! Lalu menyukai bunda ! Memang pintar pikiranku “.

Sedangkan di belakang, Reza sedang memegang ponselnya dengan erat tanpa memasukan kembali ke dalam saku celana panjangnya. Anak itu tampaknya ragu untuk ikut masuk ke dalam, apalagi dirinya saat ini sudah menahan rasa takut dan malu berada di rumah orang lain selain rumah kedua omanya. 

“Ayo Reza ! “ panggil Aurora lembut, dirinya tak ingin anak itu merasa takut dengan mereka. 

Apalagi mereka masih menunggu kedatangan keluarga Reza. 

“Daddy ! Coba lihat siapa yang aku bawa ! “ teriak Arumi cempreng memanggil suaminya yang berada di ruang keluarga. 

Pria yang dipanggil istrinya itu menoleh ke sumber suara. Terlihat istrinya datang merangkul seorang gadis kecil yang sangat menggemaskan. Pria sontak melihat perpaduan wajah putranya, waktu kecil. 

“Mom ! I–ini ? “

“Ini putrinya Rora ! Gimana ? Cantikkan, iyalah kembaran Lisa Blackpink ! Tapi yang ini KW, “ bisik Arumi di akhir kalimat. 

Arisha yang melihat Arumi berbisik dibuat bingung. Berbeda dengan Gilbert, ia merasa melihat Anggara kecil versi perempuan. 

Tak lama, masuklah Almer membawa Reza ke ruang keluarga sementara Aurora berbelok ke ruangan lain yang menembus ruang dapur untuk membantu para pelayan yang sedang beberes setelah sarapan. 

“Almer, siapa yang kamu bawa itu ? “ tanya Gilbert bingung. 

“Anak olang, ditinggal mama na dijalanan ! Depinici mama lupa anak ! “ 

Bukan Almer yang menjawab, Arisha yang berada di depan Gilbert menjawab dengan menggemaskan. Hal itu membuat Gilbert dan Arumi saling pandang, keduanya tampak memikirkan sesuatu hingga suara seorang pelayan menyadarkan mereka dari pikiran masing-masing. 

“Tuan, keluarga Sanjaya datang ingin menjemput cucu mereka ! “

“Cucu ? “ tanya Gilbert bingung. 

Berbeda dengan Gilbert, Reza yang mendengar marga neneknya memekik girang. Bahkan sampai melupakan jika dirinya sedang di lihat oleh semua orang termasuk Arisha yang memandang garang Reza. 

“Bibi ! Ayo, antal Leja ketemu Nenek Losaaaa !! “ pekiknya senang meraih tangan pelayan itu. 

Karena sungkan dipegang oleh cucu dari teman majikannya pelayan itu melepaskan lembut pegangannya. 

“Ayo, bibi !! “ pekik Reza kesal. 

Rosa bersama besannya datang menemui keluarga Gilbert dengan wajah tak sedap dipandang. Reza yang melihat kedua omanya bejingkrak senang dan berlari menghampiri keduanya. 

Tanpa basa-basi, keduanya membawa Reza keluar dari sana membuat Arumi kesal. Reza yang ingat dirinya belum berpamitan melepaskan pegangannya dari kedua omanya. 

“Leja belum pamit ! “ jawabnya pelan, saat Rosa menatap bingung cucu laki-lakinya. 

Reza berlari menghampiri Arumi dan lainnya. 

“Ku kila kau lupa copan cantun telnyata masih ingat ! “ sindir Arisha datar. Anak itu tersenyum malu, ia menatap Arumi dan Gilbert. 

“Leja pamit pulang ya, telima kasih sudah membawa masuk Leja kelumah sampai dijemput kelualgana Leja .., –” ucapannya terhenti, kedua matanya mencari keberadaan Aurora yang tak terlihat disana. 

Namun, teriakan Dea membuat Reza terburu-buru. “ Bilang onti tantik, Leja pamit pulang ! “ ujar Reza. 

“Jangan lama-lama berbicara dengan mereka ! Mereka itu tidak selevel dengan kita, Reza ! “ teriak Dea merendahkan keluarga Gilbert. 

“Eeee Nenek oplocan !!! Sulam bibilmu cedikit bengkok !! “ teriak Arisha kesal membuat Dea sontak meraba bibirnya. 

“Nah, oplocan benelan telnyata ! “ Arumi yang mendengar itu hampir menyemburkan tawanya sedangkan Gilbert tersedak hingga terbatuk-batuk. 

“Kau benel, oma ku itu oplocan ! “ bisik Reza kepada Arisha dan Almer. Ketiga bocah itu sontak tertawa bersama. 

“Rezaaaa !! “

“Iya oma ! “ balas Reza dan langsung bergegas menghampiri kedua omanya. 

Sepeninggalan mereka, Arumi menghela nafas kesalnya. Dirinya mengomeli sifat kedua orang itu. Ya, mereka adalah salah satu teman arisan Arumi. Tapi mereka tidak pernah bertegur sapa, apalagi Arumi yang hanya mengenakan pakaian sederhana dan tidak terlalu mencolok di acara arisan membuat kedua orang itu merendahkannya. 

Kediaman mereka yang terlihat sederhana membuat siapa saja akan berpikir jika rumah itu terlalu kecil dan tampak tidak ada yang menarik selain pelayan yang bekerja hanya beberapa orang saja. 

Gilbert menenangkan istrinya yang mengomel namun dikompori oleh bocah gembul yang kini memanas-manasi Arumi. 

“Susah-susah aku nenangin istri yang sedang kesal, malah dikomporin sama bocah ini. Memang bener kata cucuku, mulut bocah ini sangat ganas… “ gumam Gilbert dalam hati. 

“Aku akan membawanya nanti, Rora pasti mengijinkan aku untuk membawa putrinya bertemu teman lamaku… Habislah kalian hari ini hihihi… “

Gilbert berencana membawa Arisha untuk menemaninya bertemu teman lama, apalagi teman-temannya semua memiliki cucu perempuan sedangkan dirinya hanya memiliki cucu laki-laki. Saat melihat istrinya menggandeng Arisha, Gilbert sudah sangat senang apalagi saat tahu bocah itu adalah putri Aurora. 

Almer yang sadar jika opanya menatap Arisha seperti itu mengingatkannya dengan janji sang opa. 

“Opa, jangan lupa ya ! “ bisik Almer ditelinga opanya. 

Gilbert mengangguk, ia mengeluarkan uang merah dari dalam dompet tebalnya dan langsung memberikannya kepada Almer. Gilbert yang tak sengaja melihat Arisha menatapnya mengernyit bingung. 

“Ada apa ? “ katanya. 

Arisha yang terpergok menatap Gilbert langsung memasang senyum malunya., “ Uangna banyak. Bagi selembal boleh ! “.

Ucapan lucu Arisha membuat Gilbert sedikit syok, bahkan Arumi yang sedang mengomel kedua wanita tadi mendadak berbalik mengomeli suaminya. “Cucu perempuanmu di kasih juga ! Percuma dompet tebal, cuma cucu laki-lakinya yang dikasih ! Dasar pelit !  “.

“ A—aku nggak pelit kok ! Ini ! Ini mau aku kasih kok ! “ kata Gilbert takut. 

Arisha mengangguk setuju, bahkan ia sampai melupakan janjinya kepada sang bunda. Tanpa melawan, Gilbert justru memberi uang banyak kepada Arisha. 

“Ada syaratnya ! “ ujar Gilbert yang membuat Arisha menatap bingung dirinya. 

“Syalat na apa ? Lisa bisa lakukan misi apapun telkecuali … “ Kali ini Gilbert dan Arumi menatap Arisha bingung. 

“Terkecuali apa ? “ tanya Gilbert. 

Arisha menatap kedua orang dewasa dihadapannya. Gilbert yang tak sabar langsung memberikan sejumlah uangnya kepada Arisha bersamaan dengan Aurora yang muncul bersama Almer. Entah sejak kapan Almer pergi dan kini datang bersama Aurora. 

“Rishaaaa !! “

*

*

*

*

“Gimana opa ? Udah tantik belum ? Lisa halus menjadi yang telcantik dali cucu-cucu temanna opa ! “

“Harus itu ! Harus ! Kamu harus terlihat cantik ! Kita harus menang ! “ timpal Gilbert memberi dukungan kepada Arisha. 

Keduanya masih berada di dalam mobil. Tak sia-sia Gilbert membeli gaun mahal untuk dipakai Arisha siang ini. Sepasang anting berlian menggantung di kedua telinga bocah menggemaskan itu. Wajahnya yang sudah dipermak oleh MUA terkenal begitu juga rambutnya yang hitam legam panjang. 

“Ayo, kita masuk ! Kita hadapi mereka semua ! “, ajak Gilbert. 

Arisha mengangguk semangat, ini adalah hal yang dirinya tunggu-tunggu. 

“Mali kita mulai ! Pamelkan kehebatan Alisaaa !!! “

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

Onty mendukungmu Almel🤭🤭🤣🤣🤣

2024-10-03

2

Pasrah

Pasrah

lah ini kok jadi ada acara taruhan ya

2024-07-12

1

Ani

Ani

akhirnya opa menyadari muka Arisha mirip anaknya..

2024-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!