Nda ucah nawal dili !

Sedangkan di kediaman orang tua Anggara, seorang bocah laki-laki sedang menatap ibu asuhnya. Bocah itu terlihat nyaman di dekat ibu asuhnya setelah berpuluh-puluh pengasuh dibuat angkat kaki dengan kelakuannya. Bahkan sering membuat oma dan opanya pusing tujuh keliling. 

Namun, semenjak kedatangan ibu asuh yang baru perubahan bocah laki-laki itu sangat terlihat. Bahkan ia tak sekeras dulu saat bersama mantan pengasuhnya. 

“Lihat cucu kita, dad ! Sepertinya dia sangat nyaman dengan kehadiran Rora “ bisik Arumi kepada suaminya. 

“Kamu benar mom, semenjak kehadiran Rora cucu kita menjadi penurut. Tapi, ketika Rora pamit pulang dia seperti tak rela, namun mau bagaimana lagi Rora sendiri menitipkan putrinya bersama pemilik kontrakan… “

Keduanya menatap Aurora dan cucunya dari jauh, sehingga mereka hanya memperhatikan gerakan dari keduanya tanpa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. 

Almer Anggara, bocah berusia 3 tahun. Dari kecil tidak pernah diurus oleh orang tuanya. Anggara dan Liyana sibuk dengan kegiatannya masing-masing, jika Anggara sudah pergi bekerja, Liyana akan memberikan bayinya kepada pengasuh kemudian dirinya akan pergi bertemu teman-teman sosialitanya. 

Hal tersebut yang membuat adik iparnya mengomeli kakak iparnya. Dari awal Pelangi sangat menentang pernikahan kabangnya dengan Liyana, namun orang tuanya mengatakan bahwa Anggara harus bertanggung jawab dengan perbuatannya. 

“Almerrrrrrr, ponaaan ontii Langiiiiiii !!!! “ teriakan Pelangi membuat Almer langsung menyembunyikan diri di dalam pelukan Aurora. 

“Tolong ! Tolong sembunyikan Almellllllll ! “ ujarnya panik. 

Almer bocah itu terkadang bisa menyebut R, namun jika saat dalam keadaan panik  R nya berubah menjadi L membuatnya begitu

 terlihat sangat menggemaskan. 

Aurora tertawa, ia membawa Almer ke dalam pelukannya. Bahkan pelukan itu terasa sangat nyaman untuk keduanya. 

“Kak Rora, dimana keponakan tampanku ? “ tanya Pelangi yang datang membawa sesuatu ditangannya. 

Aurora menatap Pelangi, kemudian menatap Almer yang berada dalam pelukannya. Dapat Aurora rasakan saat ini bocah laki-laki itu sedang berusaha menyembunyikan dirinya. 

“Oh, nggak ada ya. Ya, sudah croissant nya Langi makan sendiri… ! “ serunya berpura-pura pergi. 

Mendengar kue kesukaannya, Almer langsung memunculkan kepalanya, “  croissant Almerrrrr !! “.

*

*

*

*

*

*

Liyana tengah menatap dirinya di pantulan cermin. Tubuhnya semakin berisi membuat wanita itu terlihat sangat gendut. Wajahnya mencebik kesal, ia harus kembali melakukan perawatan.

Ceklek ! 

Anggara keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah, tangan kanannya menggosok rambut hitamnya menggunakan handuk kecil. 

Wajahnya terlihat lebih segar dari sebelumnya. Anggara melangkahkan kakinya mendekati sang istri. “Pakaianku mana ? Kenapa belum disiapkan ? “ tanya Anggara datar. 

“Ambil sendiri, mas ! Aku itu bukan pembantumu ! “ ketusnya tanpa mengalihkan pandangannya dari pantulan cermin. 

“Badanku semakin besar, pakaianku sudah tidak cukup lagi” Liyana membalikan tubuhnya menghadap Anggara yang menatapnya datar. “Aku minta uang mas, aku ingin perawatan. Tolong kirimkan uang lima puluh juta ke rekening aku ! Besok aku harus mulai perawatan ! “ ujarnya santai tanpa memperdulikan wajah suaminya yang sudah memerah. 

“Kenapa wajahmu memerah, mas ? Kamu marah padaku ? Aku hanya meminta uang untuk perawatanku, biar kamu bangga punya istri cantik dan seksi ! “.

Anggara menggelengkan kepalanya, ia berbalik berjalan menjauh dari istrinya menuju lemari pakaian mereka meninggalkan Liyana yang menatap punggung suaminya. Wajah Anggara terlihat sangat kesal mendengar ucapan enteng yang keluar dari mulut istrinya. 

Ia menggerakkan pintu lemari kaca ke kanan, dimana tumpukan pakaian dirinya dan sang istri yang tersusun rapi. Tangan Anggara meraih salah satu pakaian yang berwarna biru muda miliknya tak sengaja 

sretttt ! 

Sebuah amplop coklat jatuh ke lantai membuat isi didalamnya berceceran. Anggara mengerutkan keningnya bingung, ia menoleh sebentar ke arah istrinya yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang lalu tatapannya beralih

“Rumah sakit Citra Bunda ? “

*

*

*

*

*

Seorang bocah menggemaskan dengan rambut berkuncir dua tengah duduk di kursi plastik, melipatkan kedua tangannya diatas meja sambil menatap anak-anak bermain ponsel. 

Bocah cantik itu sedang menunggu warung yang saat ini tengah ramai di datangi abang-abang proyek. Tidak jauh dari tempatnya jualan, ada beberapa mobil yang keluar masuk daerah tempat proyek. Terkadang mereka membeli minum di sana membuat bocah itu senang luar biasa. 

“Hai cantik ! “  Merasa ada yang memanggilnya, bocah itu mengangkat wajahnya. 

Senyum manis terpatri di wajahnya saat melihat pria tampan yang beberapa hari ini menjadi langganannya. 

“OMMMM PINOKIOOOOOOO !! “ pekiknya heboh. 

Pria tampan itu tertawa saat namanya dipanggil pinokio. Ia mengelus pucuk rambut bocah menggemaskan itu. 

“Kenapa melamun ? “

“Lisa nda melamun kok, Lisa cuma liat meleka main poncel” jawabnya pelan. 

“Oh, ya om Pinokio mau beli apa ? “ tanya Arisha bersiap turun dari kursi. 

“Om mau beli es seperti biasa.. nambah sepuluh lagi ya, berarti —“ 

“Tiga puluh cup ya !” seru Arisha segera membuatkan es pesanan pria itu.

Walaupun begitu Arisha sudah terbiasa membuat banyak pesanan membuatnya tak kesulitan yang terpenting ada kursi untuk menunjang tubuhnya yang pendek.

*

*

*

*

Di ruang kerjanya, Anggara kembali menatap amplop coklat yang belum ia buka sedari tadi. Hatinya bertanya-tanya tentang isi amplop yang dirinya temukan di lipatan pakaian sang istri. 

Jari-jari tangannya masih mengetuk amplop yang belum sempat ia lihat. Tak lama, tangan kanannya meraih ponselnya dan menghubungi asistennya yang sedang melakukan pengecekan di lokasi proyek. 

“Halo Vino, tolong kamu selidiki ini untuk aku. Sudahku kirim ke ponselmu ! “

Setelah itu, Anggara memutuskan panggilan tersebut. Kedua matanya kembali menatap amplop di atas meja. 

“Sebaiknya aku buka saja, daripada penasaran sama isinya… “

Anggara mengambil amplop tersebut dan langsung membukanya dengan tergesa. 

“I—ini… “

Sementara itu, 

“Om, sudah semuanya yaaa ! “ seru Arisha memasukan satu persatu cup ke dalam kantong plastik yang di isi masing-masing sepuluh cup. 

“Terima kasih, cantik. Ini uangnya.. “ Vino asisten Anggara memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada Arisha. 

“Tunggu sebental kembaliannya Lisa ambil dulu… “ Namun, Vini menghentikan pergerakan Arisha, “ Kembaliannya untuk kamu saja Risha, Om pergi dulu ya ! “.

“ Telima kasih om,  seling-seling belanja dicini ya ! Bial lalis manis !! “ teriak Arisha gembira, bahkan ia melompat-lompat membuat orang-orang menatapnya gemas. 

“Eh, Risha dapat gebetan anak proyek ya ? “ tanya salah satu abang langganannya. 

“Iya, gebetan bunda Lisa hihi… “

“Wah, kamu nggak mau milih salah satu dari kita, Risha ? “ tanya salah satu remaja berambut kuning. 

Arisha menatap mereka dengan wajah yang menggemaskan. Bocah itu menggeleng, “ Lisa nda mau, masa punya bapak cimpancee !!! Iihhhh amit-amit, nda mau Lisa… “

Remaja pria itu mengangga tak percaya dirinya dipanggil simpanse oleh bocah menggemaskan dihadapannya itu. 

“Kauuuu !! “

“Apa mau malah ? Kelja aja nda macih nganggul cudah nanya-nanya ! Citu nda belduit nda ucah nawal diliiii !! “ sentak Arisha berani. 

*

*

*

*

“Jadi,selama ini kau menipuku dan keluargaku ? “ Wanita itu terdiam. 

“Katakan padaku, anak siapa yang kau bawa itu !  “ teriak pria itu murka membuat istrinya diam dalam ketakutannya. Kebohongannya akhirnya terbongkar. 

Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

yang dirumahmu itu putramu sendiri...

2024-07-21

2

Pasrah

Pasrah

anak mu sendiri pasti hasil curian

2024-07-12

2

Nani Haryati

Nani Haryati

😅kena mental lah itu

2024-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!