Icina pasti tebalkan ?

Dikontrakan, Arisha masih saja memasang wajah cemberut. Dia sedikit tidak suka melihat Almer yang terus menempel dengan sang bunda. 

Tapi dirinya juga senang saat melihat Almer yang kembali menginap dirumahnya. Dirinya merasa memiliki seorang abang yang seumuran. Tak sengaja, mata elang Arisha menatap sebuah benda gemuk yang isiannya terselip kertas berwarna merah dan biru. Mata bocah itu mengerjap pelan, ia menggunakan dua tangannya menjadi teropong untuk melihat benda itu. 

“Apa yang sedang kau lihat ? “ tanya Almer bingung. 

Sedari tadi ia menyadari tatapan Arisha kepadanya, namun Almer sendiri belum menyadari hal apa yang dilihat oleh bocah perempuan itu. 

“Yang gemuk itu icina pasti tebalkan, “ kata Arisha pelan. 

“Kau bilang aku gemuk gitu ? “ tanya Almer yang salah menangkap ucapan Arisha. 

“Bukan… “ Arisha berjalan menghampiri Almer yang bersiap untuk kabur. 

“Janganlah kabul, mumpung belum gelap ayo kita ke depan. Di lual banyak olang jualan… “ bisik Arisha memegang tangan Almer yang hendak kabur. 

“Jualan apa ? “ tanya Almer yang mulai tenang saat Arisha berdiri di sebelahnya. Tidak ada lagi rasa takutnya kepada Arisha, namun Almer sendiri belum menyadari apa tujuan Arisha. 

Saat ini keduanya tengah duduk di ruang tengah menunggu Aurora yang sedang memasak untuk makan malam. 

“Banyakkkkk, citu mau apa cemuana lengkap ! “ seru Arisha semangat. 

“Kue leker ada nda ? “ tanya Almer semangat. 

“Lekel ? Banyakkkk !! Ayo, ke depan cebelum bunda lihat kita ! “

“I—iyaaaa ! Bental dulu ! Kau ada duit nda ? “ tanya Almer panik, lagi-lagi bocah itu kambuh membuat Arisha senang. 

“Cudahlah, kalau cadel ya cadel aja janan telalu dewasa. Dewasa itu nda ena, libettt lasana ! “ kata Arisha yang membuat Almer menatapnya datar. 

“Kau nanya duit ? Lisa nda ada duit, jadi kau cebagai abang Lisa yang bayal, “

“Enak aja bayar, masing-masing lah ! “ seru Almer memeluk erat dompet tersebut. 

“Cih, pelitna ! Ya cudah, citu nda ucah panggil bunda na Lisa bunda. Panggil bibi ! “

“Ndaa bisa gituuuuu !!! Ya sudah deh, ayo ! Aku traktir ! “ seru Almer. 

Bocah itu mengambil dua lembar uang berwarna merah dari dompet tebal milik daddynya. Arisha yang melihat uang merah lewat di depan matanya membuat jiwa matrenya keluar. Almer meletakkan dompet tersebut di atas kasur tipis di dalam kamar. 

Lalu keduanya pergi keluar, untuk membeli jajanan yang mangkir di depan rumah. Almer terpesona melihat deretan jajanan. Dirinya tak sabar untuk mencari leker kesukaannya. 

“Benar katamu, jajanan nya banyak ! “ seru Almer berdiri di depan kontrakan. 

Dua bocah seumuran berusia 3 tahun lebih itu berjalan beriringan, keduanya mencari jajanan kesukaan mereka. Arisha yang sering melihat corndog ingin rasanya  mencoba jajanan itu. Tapi dirinya sadar tidak memiliki uang, di saku celana pendeknya hanya uang lima ribu mana cukup membeli corndog yang seharga lima belas ribu. 

“Ini, kau beli lah corndog itu. Beli yang coklat saja, “ ujar Almer memberikan uang merah kepada Arisha. 

Bocah itu tersenyum senang, ia mengambil uang merah itu dan berlari ke arah penjual corndog sedangkan Almer memilih menunggu Arisha hingga bocah itu kembali membawa corndog di tangannya. 

“Ayo, cekalang gililanmu. Aku beli tiga, catu untukku, catu untukmu dan catu lagi untuk bunda, “ kata Arisha gembira memperlihatkan tiga bungkus corndog. 

Almer tersenyum tipis, ia merasa senang saat melihat wajah berseri Arisha. Tak ingin berlama keduanya mendatangi penjual leker. Antrian panjang membuat kedua bocah itu ikut mengantri. 

Sedangkan di kontrakan, Aurora terkejut dengan kedatangan orang-orang yang mengantar perabotan rumah hingga kasur. Aurora mengaku tidak pernah memesan semua itu membuatnya takut untuk menerima. 

“Permisi, nona Rora ! Kami ingin mengantar perabotan rumah dan kasur untuk nona, “

“Ta–tapi saya nggak merasa membeli ini semua… “ jawabnya bingung. 

“Tapi kami disuruh tuan Gilbert untuk mengantarkan perabotan ini ke kontrakan anda, “ jelas pria itu. 

“Tuan Gilbert ? “  Pria itu mengangguk. 

Satu persatu barang diangkut masuk ke dalam rumah kontrakan. Aurora hanya diam mematung menatap beberapa orang mengangkut barang-barang tersebut. Wanita itu belum menyadari jika kedua bocah tidak ada dirumah. 

Satu jam berlalu, setelah mobil pengangkut perabotan pergi. Aurora langsung masuk ke dalam rumah kontrakannya, tak lupa menutup pintu rumahnya. 

Wanita itu melihat, kursi sofa tersusun rapi di ruang tengah. Satu meja dan ada televisi yang sudah terpasang di sudut ruangan. Jangan lupakan kamar dan ruang tengahnya sudah terpasang AC yang mana membuat Aurora merasa dingin seketika. Kontrakan yang terasa panas kini menjadi adem. 

Di dalam kamarnya terdapat lemari berukuran sedang dan kasur empuk, di dapur sudah ada lemari pendingin, meja makan dan mesin cuci.  Aurora merasa mimpi bisa mendapatkan barang-barang mahal seperti ini, bahkan token listriknya sudah diisi mahal oleh majikannya. 

“Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam. Secepat inikah, aku mendapatkan kebaikan dari majikanku ! Terima kasih orang baik “ ucapnya bersyukur. 

Tiba-tiba saja, pintu depan terbuka dari luar. Muncul dua bocah yang memegang jajanannya masing-masing, tak lupa tiga cup es teh di tangan Almer. Benar-benar memborong semua jajanan. 

Penampilan Arisha dan Almer membuat keduanya seperti habis bertarung bagaimana tidak, Rambut Arisha kusut parah, begitu juga Almer. 

“Astaga  ?! “ ujar Aurora kaget sekaligus heran. Sejak kapan kedua bocah ini jajan. 

Arisha yang melihat ada sofa pun bergegas menyentuh benda itu. Ia penasaran sejak kapan munculnya sofa di rumah mereka, bukan itu saja, televisi dan barang lainnya membuat Arisha memekik girang. Bocah itu melupakan rasa sakit dikepalanya akibat tarikan bocah sendul di tempat jajanan. 

Almer tersenyum puas, “ Opa memang yang terbaik ! “.

*

*

*

*

*

Di kediaman Gilbert, Anggara keadaannya sudah membaik. Kini mereka semua sedang makan malam, Pelangi gadis itu terpaksa makan malam dirumah padahal dia akan menyusul keponakannya yang kembali menginap di rumah Aurora. 

“Kalian berdua kapan memberikan daddy cucu perempuan ? “ 

Pertanyaan Gilbert yang tiba-tiba membuat pasangan suami istri itu tersedak. Terutama Liyana, bagaimana mungkin mertuanya membahas soal anak. 

“Daddy, ngapain nanya seperti itu ? Apa nggak ada pertanyaan lain ? “ ujar Liyana kesal. 

“Loh kenapa, daddy hanya bertanya kapan ? Bukan meminta untuk dibuatkan sekarang.“ sarkas Pelangi kesal. 

“Sama aja ! Kenapa pertanyaannya seperti itu ! Almer saja sudah ada kenapa masih minta ! “ sentak Liyana, ia membanting sendok dan garpu menatap tajam keluarga itu. 

“Aku bukan mesin pencetak anak ! “ ujarnya berdiri. 

Arumi dan Gilbert tentu saja terkejut dengan ucapan Liyana yang sangat berlebihan. Anggara, pria itu menahan kesal hingga akhirnya mulutnya kelepasan. 

“Iya ! Karna kau hanyalah wanita mandul tanpa rahim !! “

Degh ! Lagi-lagi Arumi dan suaminya dibuat terkejut, termasuk Pelangi. Liyana juga terkejut, namun ia berusaha mengelak sehingga ia memilih tidak melanjutkan makan malamnya. 

“Apa itu benar, bang ? “ tanya Pelangi tak percaya. 

“Kepo ! “

Wajah Pelangi mendadak datar, ia memalingkan wajahnya dari sang abang dan melanjutkan makannya. 

...***...

Huwaaa maafffffkan akuuu, salahh up tanggal malah tanggal 11 bukan 12

Terpopuler

Comments

Aidul Putra

Aidul Putra

y ampun sdh jelas2 d bodohi.. koq malah d biarin aja..... CEO bodoh ...

2024-11-14

1

Atik Marwati

Atik Marwati

😅😅 dompetnya diambil almer...
untung dari pada yang ambil si Mak lampir😂😂😂

2024-07-21

2

Pasrah

Pasrah

terus nanti di kemanain si Amer itu ya

2024-07-12

2

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!