Salah paham

Setelah perdebatan di meja makan, Liyana memilih berdiam diri di dalam kamar. Dirinya masih kepikiran tentang barang COD-nya yang belum dibayar. Setelah lama berpikir, Liyana menghubungi temannya untuk meminta bantuan. 

“Halo, Lea ! Iya, bisa tolongin aku untuk sekarang ini. Oke, terima kasih ya ! “ kata Liyana, wajahnya kembali sumringah. 

“Untung saja, Lea mau memberikan aku pinjaman. Akhirnya barang kesayanganku bisa aku miliki… “ ujarnya bangga. 

Tanpa Liyana sadari, Anggara mendengar semua percakapan Liyana dan temannya yang bernama Lea yang diketahui Anggara adalah teman arisan istrinya itu. 

“Bang Vino ? “ 

Vino mengalihkan pandangannya, dirinya baru saja tiba di kediaman Gilbert. Pria tampan itu akan bertemu dengan sahabatnya Anggara dan tuan Gilbert.  Kening Vino mengernyit heran melihat gadis itu membawa tas keluar dari rumah. 

“Kamu mau kemana, Langi ? “ tanya Vino. 

“Oh, ini mau ke rumah kak Rora. Abang mau ketemu daddy sama bang Gara, ya? “ tanya gadis cantik itu. Pria tampan itu mengangguk. 

“Kalau gitu abang, mau nemuin mereka dulu ya ! “ Pelangi mengangguk pelan, dalam hatinya ia sangat senang karena Vino akan mengantarkannya. 

Namun, gadis itu salah paham dengan perkataan Vino hingga beberapa jam kemudian gadis itu merasa lelah dan terkejut saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam itu artinya dia sudah menunggu selama tiga jam. 

Tak lama Vino keluar bersama Anggara, keduanya terkejut melihat Pelangi yang masih berada di luar. 

“ Langi, kok kamu masih di sini ? Katanya mau menginap di rumah Rora, kenapa masih belum pergi ? “ tanya Anggara kepada adiknya. 

“Kakak tanya saja sama pria itu ! “ ketus Pelangi. 

Gadis itu langsung masuk ke dalam rumah, acara menginapnya gagal karena pria tampan itu. Vino mengernyit bingung, memang apa yang dia katakan kepada gadis cantik itu. 

“Kamu bilang apa dengan adik gue ? “ tanya Anggara heran. 

“Nggak, gue nggak bilang apa-apa ! Gue juga heran adik lo ngomong gitu “ bantah Vino heran. 

“Eh, yang kemarin gue minta udah lo dapetin ? “ tanya Anggara mengalihkan pembicaraan mereka. 

Sementara dikamar, Pelangi berteriak kesal. Kedua sudut matanya sudah mengalir air mata yang membasahi kedua pipi tembemnya. 

“Hikssss !!! Kak Vino jahatttttt !!! Nggak nyangka Kak Vino bakal tega PHP-in gueeeeee !!! “.

*

*

*

*

*

Keesokan harinya seorang wanita modis sedang duduk manis ditemani secangkir kopi menunggu temannya di salah satu cafe “twilight coffee”. Wanita itu berdandan cukup mewah, jika orang melihat penampilannya pasti mengira wanita itu orang kaya namun jika benar-benar mengenalnya mereka akan tahu jika wanita itu hanyalah menantu orang kaya yang derajatnya diangkat. 

“Liya, aku membuatmu menunggu lama ya ? “ ujar seorang wanita cantik berpakaian tertutup. 

Liyana, wanita itu mengangkat pandangannya. Ia tersenyum saat melihat temannya datang bersama putra mereka. 

“Hai, Lea ! Wah, ada angin apa kamu membawa serta putramu yang cadel ini ! “ ledek Liyana. 

Lea memutar bola matanya malas, “ Mertuaku pergi berlibur, membuatku kesal ! Sedangkan suamiku tidak mau membawanya ke kantor ! Benar-benar merepotkan ! “ ujar Lea kesal. 

Liyana tertawa mengejek. Kini giliran Lea yang menanyakan putra Liyana, membuat wanita itu mendadak suram. 

“Putraku, hanya status ! “ sentak Liyana tak suka. 

“Iya deh, iya ! Sekarang dimana keponakanku itu ! “ tanya Lea kepada Liyana. 

“Biasa, bersama pengasuhnya ! “

“Owawww seorang Liyana Dewi menyewa seorang pengasuh ! Tapi, mengapa semalam meminjam uangku dalam jumlah besar ? “ ejek Lea membuat Liyana kesal. 

“Sudahlah, Lea ! Kamu selalu saja mengejekku dan hal itu membuatku kesal ! Suamiku yang katanya tampan dan kaya raya itu, tidak memberikanku uang ! “ kata Liyana kesal. 

“Semenjak ada pengasuh Almer, semua orang menjadi tidak menyukaiku ! “ ujarnya lagi. 

“Hahaha, dengan seorang pengasuh saja kamu kalah, Liya ! Hati-hati bisa jadi posisimu yang tergantikan olehnya ! “

Ucapan Lea membuat Liyana kepikiran, ia tidak akan pernah rela jika posisinya menjadi nyonya Anggara tergantikan oleh pengasuh putranya. 

*

*

*

*

*

*

Gilbert sedang mendengarkan cerita cucunya, kedua pria beda usia itu tengah duduk menatap hamparan bunga tulip milik Arumi. Almer bocah itu menceritakan kegiatannya bersama Arisha anak dari Aurora. 

Melihat cucunya yang sangat antusias membuat Gilbert penasaran dengan putri pengasuh cucunya. 

“Kalau begitu, Almer harus mengajak Arisha ke rumah ! Opa sangat ingin bertemu dengannya, Opa ingin lihat seberapa garangnya bocah itu ! “

Almer mengangguk, “ Almer nanti bilang bunda untuk ajak Arisha ke rumah ! Opa tenang saja, Arisha sangat menggemaskan walau dia sangat garang seperti singa betina ! “

“Siapa singa betina ? “

“Daddy !! “ pekik Almer saat melihat Anggara dan Vino berjalan menghampiri mereka. 

“Bocah mana yang kamu panggil singa betina ? “ tanya Vino penasaran saat keponakannya itu mengatakan singa betina. 

“Arisha, putrinya Aurora ! “  sahut Gilbert. 

“Arisha ? Kayak pernah dengar ! “ seru Anggara. 

“Dimana dia, mengapa kamu tidak mengajaknya ke rumah ? “ tanya Anggara lagi. 

“Besok, Almer minta tolong bunda bawa Arisha ke rumah ! “.

“Hei bunda siapa ? “ tanya Vino heran. 

“Bunda Rora ! “

“Almer memanggil pengasuhnya bunda, daddy nggak papa selagi Aurora tidak keberatan. Asal cucu daddy senang… “

*

*

*

*

“Lisaaaaaaaaaa kaweeeeee wel al yuuuuuu celoppppee !! “ teriak seorang bocah berambut nyiur memanggil Arisha yang entah dimana. 

“Walungna lamai sekali. Jeni lewatna dali mana ? “ bocah itu menatap warung yang sangat ramai pengunjungnya. 

Bahkan space untuk di lewatin juga tidak bisa, walau warung itu terbilang kecil namun tetap ramai pengunjungnya. Ditambah lagi ada pekerja proyek, ramainya bukan kaleng-kaleng. 

“Jenniiiiiii !!! Sebelah sini !! “ teriak Arisha dari jendela warung. 

Jennie bocah itu langsung berlari ke arah jendela yang dimana Arisha menampakkan wajahnya yang gemoy.  “Lewat sini ! “

Jennie mengangguk patuh. Arisha langsung membuka pintu samping, agar Jennie bisa masuk ke dalam warung. Bocah itu terlihat baru saja menyelesaikan setoran alamnya terlihat dari tangannya yang masih basah. 

“Tumben lamai  walungna, membuat Jeni susah masuk. Nenek Sally mana ? “ tanya beruntun Jennie. 

“Nenek, masih ke lumah sebental. Katanya mau ambil lauk buat makan siang ! “ Jennie mengangguk. 

Keduanya kembali ke depan setelah Arisha mengunci pintu samping yang hanya bisa dilewati oleh Arisha saja sedangkan untuk orang tua tidak bisa. 

“Lisa, om tampanmu kenapa nda ada kelihatan ? Dia benel ngulus istlina kan ? “ tanya Jennie polos. 

Sontak Jennie mendapat toyoran dari Arisha. Bocah itu tampak tak menyukai ucapan temannya yang berambut nyiur kelapa. Jennie memekik kesal, saat kepalanya mendapat toyoran dari Arisha. 

“Ihhh toyol ! toyol ! toyolna kepala Jeni, mentang-mentang lambut Jeni ikat nyiul di toyol-toyol ! Helan ! “.

“Makana kalau nda mau ditoyol janan asbun ! Ngulusin istli, memangna kau tahu calon pacal bundaku cudah melit ? “ tanya Arisha kesal. 

“Yaaaaaaaaa…  nda tahu hehe ! “

Lagi-lagi, Arisha menoyor kening Jennie tampaknya bocah itu sedang memikirkan perkataan Jennie. 

“Benal kali ya, tapi masa onti Pelangi banyak walna istlina om tampan. Nda mungkin lah, olang onti galau gala-gala pesanna nda dibalas ! Masa istlina om tampan. Tetap bunda Lola yang cocok jadi istlina om tampan ! “

“Kalau om tampan milihna onti pelangi banyak walna kau bicana apa, Lisa ? “ tanya Jennie yang mendengar gumaman Arisha. 

“Lebuttttttlah ! “

“Jadi pelakol kau !! “ Mata Arisha membulat sempurna, ia tak paham apa yang temannya itu katakan. 

“Pelakol itu apa ? “ tanyanya polos. 

“Pelusak Langkah Olang ! “

Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-07-21

1

Ani

Ani

😂😂😂😂😂😂😂😂😂 kram

2024-07-02

1

Ani

Ani

ya iyalah pengasuhnyakan ibu kandungnya

2024-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Garis Biru
2 Kehamilan simpatik
3 Ngidam bakso
4 Rekening baru
5 Arisha
6 Nda ucah nawal dili !
7 Bisa ditukar nda ?
8 Korban kejahilan Arisha
9 Daddy pelit sama bunda...
10 Membicarakan tentang cornet !
11 sama-sama garang
12 Kejahilan Almer
13 Icina pasti tebalkan ?
14 Salah paham
15 Pertemuan tak sengaja
16 Gilbert dan Arisha
17 Milcekek coklat dua
18 Masa lalu Aurora
19 Jadi dia ?
20 Kecelakaan
21 Donor darah
22 Hasil test DNA 99,99%
23 Arisha...
24 Arisha 2
25 Arisha sadar
26 Pertemuan Aurora dan Valenzy
27 Terima kasih, bunda
28 Ajakan ke rumah
29 Calon suami, bunda
30 Hak asuh
31 Pengacala - Reza
32 Almer ikut bunda,
33 Serangga...
34 Jaga pintunya !
35 Daddy Anggalan belanja
36 Rexo-Na & Lea-K
37 Jahil dibalik jahil
38 Aku masih pemula
39 Wewe Gombal
40 Gara-Gara GAS
41 Nggak gitu konsepnya
42 Daddy Meltua
43 Ulang tahun si kembar
44 Kapan potong kuenya ?
45 Terbongkar !
46 Terbongkarnya 2
47 Kamu tidak marah padakukan ?
48 Dia.....
49 Perumpamaan ala Arisha
50 Pelangi Bersinar
51 Bertemu oma buyut
52 Velzyku kembali
53 Wanita bertopeng
54 masa lalu Aurora kecil
55 Pertengkaran Rexo dan Lea
56 Suara misterius
57 Buku harian milik oma buyut
58 Nenek Pale-Palee
59 Persiapan Anggara
60 Surat pemecatan Rexo
61 Tentang Kita
62 TimeZoneೄྀ
63 Reza putraku ?
64 Pertemuan Aurora dan Rino
65 Reza putraku 2
66 Flashback
67 Flashoff
68 Kedatangan Alvaro
69 Berakhir !
70 Tertangkapnya Alvaro
71 Ketahuan berselingkuh
72 Pernikahan
73 Gagal Malam Pertama
74 Hari pertama sekolah.
75 Kehidupan Lea
76 Pertemuan Lea dan Rino
77 Pindah ruang kelas
78 Pernikahan Pelangi & Vino
79 Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80 Keusilan Lisa dan Lejana
81 Hari bahagia semua orang
82 Bisikan Arisha
83 Centong bekal
84 Sekolah
85 Menasehati Alvara
86 Kedatangan masa lalu
87 Letusan minyak
88 Kelucuan Reva
89 Misteri dompet Anggara
90 Petak umpet
91 Kebusukan Liyana terbongkar
92 Berakhir
93 Akhirnyaaaaaa !!!
94 Centong cayul
95 D3nd4m Liyana
96 Kebahagian Anggara dan Aurora
97 KARYA BARUUUU
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dua Garis Biru
2
Kehamilan simpatik
3
Ngidam bakso
4
Rekening baru
5
Arisha
6
Nda ucah nawal dili !
7
Bisa ditukar nda ?
8
Korban kejahilan Arisha
9
Daddy pelit sama bunda...
10
Membicarakan tentang cornet !
11
sama-sama garang
12
Kejahilan Almer
13
Icina pasti tebalkan ?
14
Salah paham
15
Pertemuan tak sengaja
16
Gilbert dan Arisha
17
Milcekek coklat dua
18
Masa lalu Aurora
19
Jadi dia ?
20
Kecelakaan
21
Donor darah
22
Hasil test DNA 99,99%
23
Arisha...
24
Arisha 2
25
Arisha sadar
26
Pertemuan Aurora dan Valenzy
27
Terima kasih, bunda
28
Ajakan ke rumah
29
Calon suami, bunda
30
Hak asuh
31
Pengacala - Reza
32
Almer ikut bunda,
33
Serangga...
34
Jaga pintunya !
35
Daddy Anggalan belanja
36
Rexo-Na & Lea-K
37
Jahil dibalik jahil
38
Aku masih pemula
39
Wewe Gombal
40
Gara-Gara GAS
41
Nggak gitu konsepnya
42
Daddy Meltua
43
Ulang tahun si kembar
44
Kapan potong kuenya ?
45
Terbongkar !
46
Terbongkarnya 2
47
Kamu tidak marah padakukan ?
48
Dia.....
49
Perumpamaan ala Arisha
50
Pelangi Bersinar
51
Bertemu oma buyut
52
Velzyku kembali
53
Wanita bertopeng
54
masa lalu Aurora kecil
55
Pertengkaran Rexo dan Lea
56
Suara misterius
57
Buku harian milik oma buyut
58
Nenek Pale-Palee
59
Persiapan Anggara
60
Surat pemecatan Rexo
61
Tentang Kita
62
TimeZoneೄྀ
63
Reza putraku ?
64
Pertemuan Aurora dan Rino
65
Reza putraku 2
66
Flashback
67
Flashoff
68
Kedatangan Alvaro
69
Berakhir !
70
Tertangkapnya Alvaro
71
Ketahuan berselingkuh
72
Pernikahan
73
Gagal Malam Pertama
74
Hari pertama sekolah.
75
Kehidupan Lea
76
Pertemuan Lea dan Rino
77
Pindah ruang kelas
78
Pernikahan Pelangi & Vino
79
Pertemuan Zara dan mantan suaminya
80
Keusilan Lisa dan Lejana
81
Hari bahagia semua orang
82
Bisikan Arisha
83
Centong bekal
84
Sekolah
85
Menasehati Alvara
86
Kedatangan masa lalu
87
Letusan minyak
88
Kelucuan Reva
89
Misteri dompet Anggara
90
Petak umpet
91
Kebusukan Liyana terbongkar
92
Berakhir
93
Akhirnyaaaaaa !!!
94
Centong cayul
95
D3nd4m Liyana
96
Kebahagian Anggara dan Aurora
97
KARYA BARUUUU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!