Kalau masih bisa memilih, rindu tidak ingin berada dalam situasi seperti ini.tatapan orang orang yang penuh curiga, belum lagi tekanan demi tekanan yang di berikan oleh si iblis itu, rasanya hampir membuat frustasi.
seolah berpacu dengan waktu, ia masih membangun wacana untuk melanjutkan kuliahnya.masuk jurusan sastra menjadi cita citanya dari dulu.walaupun ia memiliki cukup kecerdasan untuk menyerap ilmu ilmu baru namun rindu merasa bekerja kantoran tidak terlalu cocok dengannya.
***
Aldebaran hendak membawa rindu ke sebuah restaurant.tentu saja ini bukan keinginan rindu, untuk duduk bersebelahan dalam mobil yang sama.
"kau akan membawa aku kemana"tanya rindu.
"bukankah cacing dalam perutmu sudah kelaparan" jawab al dengan nada mengejek.
"tapi aku tidak berniat makan satau meja denganmu"
seketika al menghentikan mobilnya.
"turun"!!!
rindu terdiam seketika, dia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari al.
"bukankah kau tahu jika aku tidak mengenal lingkungan di kota ini" jawab rindu,menutupi rasa malu.
"jangan bawel dan kunci saja bibirmu itu"
al kembali melajukan mobil nya. sudut matanya masih memperhatikan rindu, hatinya tergelitik melihat mulut rindu yang komat kamit sedang mengumpat.
dasar iblis licik,rindu masih saja mengutuk dalam hatinya.
sampailah mereka pada satu restauran,di lihat dari disain dan tampilannya yang elegan,sudah tentu tempat itu disediakan untuk orang orang kelas atas.
"duduk lah" perintah al.selang beberapa waktu tibalah pelayan membawakan buku menu.
"silahkan" kata pelayan dengan ramah.
"pilihlah makanan apa yang kau mau"
rindu menatap daftar menu tersebut,terdapat banyak pilihan menu makanan khas perancis. dia tidak berselera dengan hidangan asing yang mungkin tidak bisa ditoleransi oleh lidahnya.lama pelayan itu menunggu namun rindu masih saja terpaku pada daftar menu tersebut.
"kenapa hanya di tatap saja, tidak perlu malu" al sedikit menggoda.rindu mencebikan bibirnya.
"aku tidak suka semua hidangan yang ada di sini" seketika mata al terbelalak.
ternyata gadis ini punya selera yang teramat sangat tinggi.tempat makan sebagus ini saja tidak membuatnya terkesan sedikitpun.padahal al sudah sering mengajak banyak wanita untuk makan di tempat ini,dan respon semua wanita yang pernah ia ajak kemari akan selalu berdecak kagum dengan tempat dan hidangan terbaik yang disediakan.bahkan ia pun telah mendapatkan member eksclusive dari restauran tersebut karena seringnya ia berkunjung.
"apakah menu restauran terbaik ini tidak sesuai dengan keinginanmu?kalau begitu aku akan membawamu ke restauran termahal di kota ini"dengan cepat rindu menyela perkataan aldebaran.
"a.. aku sebenarnya hanya ingin mencari rumah makan pinggir jalan yang menyediakan menu khas minang"
sungguh perkataan rindu membuat al terkejut bukan kepalang.
"apa kau bercanda"al tidak kuasa menahan tawanya.dan membuat para pengunjung lain menatap ke arah nya. sudah lama al tidak tertawa lepas seperti itu, dan baru kali ini ia menemukan wanita yang tidak menjaga urat malunya seperti ini.
"apa ada yang salah" tanya rindu polos.
"kau ini lucu gadis kecil. aku ajak ke restauran berkelas,dengan menu mewah dan super mahal.kau malah meminta mencari makanan di pinggir jalan"
"a..aku hanya sedang rindu kota kelahiranku tuan direktur"tanpa sadar rindu telah sedikit membuka asal usulnya.
"baiklah terserah padamu"
mendengar perkataan al, tiba tiba mata rindu berbinar.
"apakah tidak masalah kalau kita pergi tanpa memesan dulu sesuatu" tanya rindu.
"tenang saja"
al kembali memanggil pelayan tadi, dia memberikan bebepa lembar uang sebagai gantinya.
beberapa saat kemudian, mobil melaju ke arah rumah makan sederhana di pinggir jalan.
dengan semangat dan tanpa aba aba rindu pun masuk, ia memesan beberapa menu kesukaan nya.seolah melupakan aldebaran yang berada di sampingnya. rindu menyantap makanan itu dengan lahap hingga tandas.
"anda tidak mau makan"tanya rindu.
"melihatmu serakus itu saja sudah membuatku kenyang.ternyata selera makanmu sangat berlawanan dengan tubuh mungilmu itu" jawab al.
***
sementara di perusahaan al,rumor semakin cepat dan gencar merebak. rindu menjadi topik pembicaraan mereka. dan bima tentu saja selalu pasang mata dan telinga,ia khawatir kalau rindu menjadi sasaran sarkasme para karyawan usil disana.
"aku sudah selesai" rindu memberi isyarat pada al.
"baiklah"
merekapun melangkah kembali memasuki mobil.
sebenarnya ada hal yang ingin rindu sampaikan pada al, dia menginginkan bekerja di bagian kebersihan saja seperti pekerjaannya terdahulu. sebab kalau dia harus berada di ruangan lelaki tersebut, membuatnya tidak nyaman dan tentu saja menakutkan baginya.
mungkin ini saat yang tepat untuk bicara padanya, akhirnya rindu pun memberanikan untuk mengutarakan maksudnya.
"bolehkah aku bekerja di bagian kebersihan seperti di tempat yang dulu" rindu membuka pembicaraan.
al sedikit terkejut dengan permintaan gadis itu. "dikantor ini siapa yang menjadi atasan nya"al malah berbalik tanya.
"aku tahu,tentu saja kau yang menjadi atasanku "
"bagus, dan aku baru saja mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk mu, bukan sebagai tukang bersih bersih di ruanganku"
mendengar perkataan itu membuat rindu bernafas lega.setidaknya ia tidak harus melihat sosok lelaki itu lagi.
"lalu di bagian mana kau akan menugaskanku"tanya rindu kembali penuh antusias.
"jadi sekretarisku.karena secara tidak langsung kaulah penyebab cindy di pecat.sebelumnya cindy adalah sekretaris bima, bisa dikatakan ia juga membantu mengurusi pekerjaanku jika bima sedang sibuk"
rindu terperanjat, begitu kagetnya dia mendengar kata kata al.
"aku tidak mau.aku tidak pantas dengan posisi itu, terlebih aku hanya lulusan smk"
"bukankah tadi kau yang berkata bahwa akulah atasan nya.lalu apa hak mu untuk merubah keputusanku"
dan rindu kalah lagi, adu argumen dengan lelaki macam ini tentu dia tidak akan menang. ia hanya bisa pasrah dan menerima saja.
Dan mengenai cindy sekretaris itu, dia menyimpan kebencian dan dendam pada rindu.dia merasa kalah telak di tangan seorang gadis kecil.rencana membalas dendam pun menjadi tujuan utamanya,
dan hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.
***
Al melajukan kendaraan nya menuju sebuah pusat perbelanjaan, rindu yang belum hafal seluk beluk jalanan ibukota tidak mengetahui rencana yang al buat, dia fikir hanya akan kembali ke kantor saja.
"kenapa menuju kemari" tanya rindu.
"kau fikir apa pantas bekerja sebagai sekretarisku dengan pakaian seperti itu"
al mengalihkan pandangannya pada tubuh rindu.
memang saat itu rindu hanya mengenakan pakaian casual.celana jeans dan kaos santai berwarna putih yang ia kenakan memanglah terlihat cocok di tubuh nya, imut dan manis ciri khas gadis remaja kebanyakan.
"pekerjaan itu kau yang berikan, bukan saya yang meminta" al tidak menghiarukan sikap protes rindu.
sesampainya di sebuah outlet.petugas keamanan segera membukakan pintu untuk al.rindu hanya patuh mengikutinya dari belakang.
"tolong pilihkan baju kerja yang cocok untuk gadis ini" perintah al kepada pelayan toko.
"silahkan nona ikut saya"rindu mengikuti langkah pelayan tersebut.
sementara al hanya terduduk menunggu di sudut ruangan itu.ia terlihat duduk di atas sebuah sofa dengan memainkan ponsel di tangannya.
pelayan itu memilihkan beberapa stel pakaian untuk ia coba.lalu ia pun memasuki ruangan ganti dan mencoba pakaian pakaian tersebut.
setelan blazer dan rok berwarna navy menjadi pilihan rindu.setelah beberapa menit ia keluar dari ruang ganti itu.
"tuan bagai mana dengan pilihan ini, sepertinya sangat cocok dikenakan oleh adik anda" rindu dan al hanya saling bertatapan.
rindu yang tidak kuasa menahan tawa akhirnya pecah dan membuat pelayan toko itu sedikit kebingungan.
"cocok" jawab al singkat.padahal dalam hatinya ia ingin sekali menampar mulut lancang pelayan itu.setua itukah? fikir al. aku baru mau kepala tiga, dan masih kurang satu tahun lagi!umpatnya dalam hati.
mata al tidak berkedip memperhatikan rindu.
sungguh sosok sempurna, pakaian berwarna navy itu sangat cocok di kulit putih nya. rok potongan selutut di padukan dengan heels setinggi tujuh centi cukup membuat kaki mulusnya terlihat jenjang.di tambah lagi wajahnya yang polos,bersih natural tanpa pulasan make up, semakin menambah aura kecantikan gadis ini.al terpana di buatnya.
"mari kita lanjut kerja"ajak al sambil berlalu meninggalkan tempat tersebut.
namun dalam hati rindu,keputusan yang al buat malah menjadikan sebuah beban untuknya. ia takut kalau pekerjaan itu tidak sesuai dengan kemampuan nya.
"kau tidak usah khawatir, nanti bima yang akan menjadi mentormu dan mengarahkan hal apa saja yang akan kau kerjakan sebagai sekretarisnya dan merangkap pula sebagai sekretarisku. kau bisa belajar dan menyerap ilmu darinya"
"baik tuan direktur "jawab rindu singkat namun terselip nada ejekan dalam ucapannya.
"tolong jangan panggil saya tuan, kau bukanlah babu ku"
dasar iblis, apa aku harus memanggil mu seperti itu, rindu menggerutu dalam hati.
"lalu bagai mana saya harus memanggil anda"
"terserahlah" jawab al salah tingkah dengan wajah yang sedikit bersemu merah.
***
silahkan tinggalkan jejak like dan favorit nya.
dan terimakasih juga buat yang sudah menyumbangkan vote poin untuk novel ini.
silahkan bergabung di grup chat untuk berbagi hal hal positif
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Tuti
liat aj tar juga bucin .......malahan g mau di tinggal
2020-12-27
0
Nathania Astria Maharani
foto nya dong kak
2020-11-18
3
Lidya carlton
bucin bucin
2020-11-11
1