Cek kesuburan

Setelah makan siang selesai, Saras dan Salsa pun kembali ke perusahaan Sejahtera Kontraktor sedangkan Aksa dan Ardo masih berada di dalam mall karena mencari sesuatu.

"Kamu beneran serius sama Saras, bro?" tanya Ardo.

"Ya, aku serius. Aku akan membawanya pergi dari kehidupan Arman" jawab Aksa.

"Hmm, kamu tau jika ayahmu itu keras banget. Bisa bisa kalian berdua dibunuh sekaligus karena menghianatinya" sahut Ardo.

"Tidak akan aku biarkan. Salahnya juga dia menyia nyiakan wanita sebaik dan se spesial Saras" ucap Aksa.

"Ya kamu yang udah mengambil hal spesial dari Saras sebelum ayahmu, jadi Pak Arman gak merasa Saras spesial lagi" balas Ardo.

"Hahaha, aku harus bangga dong" canda Aksa.

"Ckckckckc, memang kamu sudah gila karena cinta" sindir Ardo.

Lalu mereka pun berhenti di depan toko perhiasan terkenal.

Aksa mencari sebuah cincin dan kalung untuk Saras.

"Menurutmu selera Saras seperti apa?" tanya Aksa.

"Ya mana aku tau. Aku gak pernah deket sama dia selain dia sahabat kekasihku" jawab jujur Ardo.

"Ck, kamu tuh. Kan bisa kasih saran selera cincin yang kamu kasih ke Salsa" ucap Aksa.

"Aku selalu beli perhiasan bareng Salsa karena dia tidak terlalu suka kejutan. Jadi ya aku ajak dia beli perhiasan" jelas Ardo.

"Ada ya wanita yang gak suka kejutan, baru tau aku" ujar Aksa.

"Ya karena kita sama sama berasal dari status keluarga yang sama. Salsa juga lebih mengerti perhiasan daripada aku, so ya daripada gak dipakai, aku ajak dia milih aja" ucap Ardo.

"Betul juga, sih penjelasanmu. Tapi aku rasa Saras suka kejutan karena aku yakin Arman jarang memberikannya kejutan, mungkin juga tidak pernah" sahut Aksa.

"Aku pikir juga begitu. Yaudah, pilihlah cincin yang simple karena Saras orangnya simple juga gak menor, seleranya 11 12 mungkin sama kayak Salsa" ujar Ardo.

"Oke, aku pilih ini untuk cincinnya dan itu untuk kalungnya" ucap Aksa sambil menujuk sasarannya.

"Ukuran cincinyya kamu tau?" tanya Aksa.

"Coba pakai jari kelingkingmu. Biasanya kalau kalian cocok, jari manis si wanita akan hampir sama ukurannya dengan jari kelingking si pria. Itu berlaku di aku sama Salsa sih hahaha, coba aja" jawab Ardo asal - asalan tapi Aksa percaya. Ya meskipun menjawab asal asalan, hal tersebut memang terjadi pada ukuran jari kelingking Ardo dan jari manis Salsa.

Aksa percaya dan menuruti ucapan Ardo. Cincin yg ia pilih tadi ia masukkan di jari kelingkingnya dan terlalu sempit ternyata.

"Maaf, ada yang lebih besar dari ukuran ini?" tanya Aksa.

"Sebentar ya bapak, akan saya cek kan terlebih dahulu" jawab pelayan toko perhiasan.

Tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan membawa ukuran cincin yg lebih besar dengan model yg sama seperti pilihan Aksa.

"Ini pak, cincinnya dan ukuran ini yang terbesar dari modelnya" jelas pelayan sambil memberikan cincin itu pada Aksa yg langsung mencobanya.

Kali ini ukurannya sesuai maka Aksa berharap cincinnya pas untuk jari manis Saras nantinya. Ardo hanya menahan tawa saja melihat Aksa melalukan sesuatu hal konyol yg ia katakan.

Aksa pun segera membayar cincin dan kalung yang ia beli untuk Saras.

Setelah berbelanja, Ardo dan Aksa pun kembali ke perusahaan MomPress.

.

Waktunya pulang kerja. Salsa sudah dijemput oleh Ardo sedangkan saat ini Saras masih berada diruangan suaminya. Entah kenapa 15 menit sebelum bel pulang kerja berbunyi, Saras dipanggil.

Dalam ruangan , Arman dan Saras duduk di sofa ruangan direktur.

"Maafkan aku terlalu emosi tadi. Kamu seharusnya tidak merendahkan ku seperti tadi" ucap Arman.

"Mas Arman yang merendahkanku terlebih dahulu, menghinaku mandul. Aku sudah cek untuk kesuburanku dan hasilnya normal. Datang bulanku juga normal. Jika mas memang ingin memiliki anak denganku, mari kita ke rumah sakit dan memeriksakan kesuburan Mas Arman" sahut Saras berani.

"Hmm, baiklah jika itu mau mu. Sekarang bisa? Ayo kita ke rumah sakit karena aku sudah tidak bisa menunggu lagi untuk melahirkan keturunanku sendiri" jelas Arman yang tanpa sadar membuat Saras menanyakan kembali apa yang ia dengar.

"Keturunan mas sendiri? Kan masih ada Aksa? Dia kan juga putramu? Meskipun dia saat ini sudah pergi dari rumah, tapi kan dia pewarismu yg sah, Mas" ujar Saras membuat Arman sadar jika dirinya keceplosan.

"Iya benar. Tapi aku sudah tidak berharap banyak padanya. 2 tahun sudah menghilang dan tidak peduli lagi dengan keluarga Abimanyu jadi dia tidak bisa dihandalkan untuk mewarisi perusahaanku" ucap Arman seperti menyembunyikan sesuatu menurut Saras.

"Ada yang janggal dengan status Aksa" batinnya.

"Hmm, baiklah kalau Mas Arman bersihkukuh mendapatkan keturunan dariku. Aku pun akan mengusahakannya dan membuktikan bahwa aku tidak mandul seperti mas duga" sahut Saras.

Arman pun tersenyum dengan perkataan Saras yg masih mengusahakan memberikannya keturunan meskipun aslinya dia sudah tak sabar lagi menunggu.

Saras dan Arman pun pergi bersama ke rumah sakit internasional Jakarta dengan mobil yang dijalankan oleh Pak Tono.

Sesampainya disana, Saras membawa Arman menuju dokter yang memeriksanya memakai jalur VIP karena pasti suaminya itu tidak suka mengantri.

"Selamat malam, dok" sapa Saras pada Dokter Orlando yang mungkin usianya sudah 50an juga.

"Selamat malam, Ibu Saras. Silahkan duduk" sahut Orlando.

"Perkenalkan ini suami saya, Dok. Kami mau memeriksakan kesehatan reproduksi karena ingin segera memiliki momongan" ucap Saras langsung ke intinya.

"Baik, Bu Saras. Kalau boleh tau dengan bapak siapa ini ya?" tanya Orlando sopan.

"Saya Arman Abimanyu, Dok" jawab Arman sendiri.

"Oh Pak Arman. Iya iya saya baru ingat. Anda kontraktor terkenal di Jakarta kan? Anda juga salah satu kontraktor yang membangun renovasi rumah sakit ini" sahut Orlando mendekatkan diri pada pasiennya.

"Benar" ucap Arman.

"Baiklah. Jika saya lihat hasil pemeriksaan Ibu Saras beberapa kali, hasilnya bagus kok. Hari ini bisa dicek kembali bersama kesehetan Pak Arman. Biar bisa melihat hasil kesehatan dalam periode yang sama" jelas Orlando.

"Baik, Dok" sahut Saras.

Lalu 1 perawat wanita dan 1 perawat pria mengarahkan Saras dan Arman menuju tempat pemeriksaan yang berbeda.

Satu jam proses pemeriksaan, dokter kandungan dan kesuburan sudah mendapatkan sampel untuk cek di laboratorium. Dan hasilnya mungkin 2-3 hari, nanti akan dihubungi oleh pihak lab.

Akhirnya Arman dan Saras pun pulang kerumah mereka.

"Jika proses manual tidak berhasil, mungkin harus bayi tabung" celetuk Arman ketika diperjalanan.

"Kita usahakan alami dulu, Mas. Bayi tabung membutuhkan tenaga dan kesabaran dalam prosesnya" sahut Saras.

Arman pun tak menyahuti lagi dan suasana mobil itu hening. Pak Tono sebagai driver hanya sebagai pendengar yg harus bisa menyimpan pembicaraan yg ia dengar.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!