Tak ingin keluar didalam

Tak disangka, Saras mengajak Aksa menuju rumah orang tuanya.

Ketika sudah sampai dipedesaan dimana rumah Arif dan Wanda menjadi rumah paling berbeda disana meskipun sangat berbeda dengan definisi rumah mewah di perkotaan, namun rumahnya cukup bisa membuat tetangga iri. Lalu Saras berkata "Ini rumah orang tuaku. Mereka sudah tidak bekerja dirumah Abimanyu saat aku sudah sah jadi istri ayahmu. Aku memberikan beberapa lahan sawah untuk mereka kelola"

Aksa pun menjadi pendengar yang baik.

"Sepertinya Bibi Wanda dan Pak Arif begitu bangga mendapatkan putri sebaik dirimu" ucap Aksa.

"Aku berusaha untuk membahagikan mereka dan merubah hidup tidak melayani orang lagi" sahut Saras.

"Tunggulah disini. Aku harus memberikan barang belanjaan kepada ayah ibu. Tadi aku beli seafood, tidak mungkin aku biarkan dimobil semalaman karena bersamamu" lanjutnya yg membuat Aksa terdiam tak percaya mendengar perkataan Saras yang mengisyaratkan bahwa malam ini mereka akan bersama.

"Iya" sahut Aksa dengan senyuman lebar. Saras pun tersenyum tipis melihat tingkah lucu Aksa yg sedang bahagia. Ia pun mengambil belanjaan di bangku belakang dan keluar mobil.

Saras berjalan masuk kerumah orang tuanya.

"Dia semakin dewasa. Namun aku melihat ketidakbahagiaan di sorot matanya. Apa yang telah ayah lakukan pada wanita ini?" lirih Aksa.

Mungkin sekitar 15 menit kemudian, Saras keluar rumah orang tuanya dan berjalan menuju mobil. Ia pun masuk.

"Aku sudah izin ayah ibu untuk bermalam di hotel karena besok pagi ada meeting penting" ucap Saras.

"Kamu berbohong sama orang tuamu?" tanya Aksa tak percaya.

"Oh kamu ingin aku jujur jika aku menginap dihotel bersama anak tiriku?" tanya balik Saras menohok dan membuat Aska meringis malu.

Saras pun menjalankan mobilnya keluar pedesaan dan menuju hotel terbaik di wilayah itu.

Sekitar 20 menit dijalan, mereka sudah sampai hotel.

"Ternyata ada hotel bagus disini" celetuk Aksa. Saras hanya diam saja sambil check in kamar. Ketika waktunya bayar, Aksa pun bertindak menjadi cowok keren.

"Mas, pakai kartuku saja" ucapnya sambil memberikan black card miliknya. Saras terdiam karena begitu keren cara Aksa membayar tagihan hotel sambil menahan tangannya yg akan mengeluarkan kartu atmnya.

"Baik, Pak" sahut pegawai resepsionist hotel.

Beberapa saat kemudian, kartu kamar suite exlusive bed king size pun diberikan dengan harga per malam 2.500.000 sudah include breakfast 2 orang.

Saras dan Aksa pun sama sama diam saat naik lift menuju lantai 7 dimana kamar mereka berada. Mereka sama sama gugup dan bingung harus melakukan apa atau membicarakan apa.

Ting.

Pintu lift terbuka dan mereka pun berjalan ke kamar paling pojok karena paling besar.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka dan benar benar luas. Ada king bed yang besar dan kamar mandi transparan serta bathup bundar yang cukup untuk berdua. Warna serba putih dan bersih.

Namun suasana keindahan kamar hotel itu tidak berhasil membuat kedua anak manusia itu menahan hasrat gairah lebih lama lagi. Saat pintu kamar hotel tertutup, Saras menyerang Aksa terlebih dahulu dengan mendorong ke pintu lalu menciumnya.

Aksa pun menerima dengan senang hati serangan Saras. Ia pun memberikan ciuman terbaiknya. Aksa mengiring Saras berjalan menuju ranjang tanpa melepas tautan bibir mereka.

Saras didorong hingga terlentang diatas ranjang dan Aksa pun langsung melepas pakaiannya hingga polos.

Saras pun sama, ia berniat ingin melepaskan pakaiannya juga namun ditahan oleh Aksa.

"Jangan dilepas dulu pakaianmu, biar aku yang melepaskannya untukmu Saras" minta Aksa dengan nafas mulai tersenggal senggal menahan gairah. Saras pun menurut. Ia membiarkan Aksa melepas pakaiannya satu persatu dengan sentuhan lembut dari tangannya serta kecupan pria itu di kulitnya.

"Kamu wangi" lirih Aksa membuat Saras merasa tersindir karena dia belum mandi dari pulang kerja tadi. Apa ini pujian atau sindiran? Saras pun menghentikan tangan Aksa saat melepas celananya.

"Ada apaa? Tinggal celananya aja yg belum dilepas?" tanya Aksa heran.

"Kamu menyindirku karena aromaku gak enak ya? Wangi katamu tadi itu sarksme kan?" tanya balik Saras.

Aksa tertawa keras.

"Hahahhaa, yaampun Saras. Kenapa kamu bisa menyepelakan penciumanku ? Aku bilang wangi ya wangi karena aku wangi. Kalau tubuhmu gak wangi masa aku mau sama kamu" jawab Aksa membuat Saras pun lega lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Aksa yg berniat melepas celananya. Hingga poloslah dirinya kini.

"Wow begitu indah" puji Aksa saat secara jelas melihat tubuh polos Saras yg berhasil membuat wanita itu malu.

"Jangan dilihatin gitu! Aku malu" ucapnya.

Aksa pun mengerti lalu ia langsung membuka kedua paha Saras dan memposisikan tubuhnya diatas tubuh sang wanita.

"Are you ready?" tanya Aksa.

"Yes, please make me happy" jawab Saras.

Lalu Aksa pun memulai permainannya. Ia memulai merasakan aset kembar milik ibu tirinya itu yg entah kenapa semakin besar saja daripada 2 tahun lalu. Ia menciumi seluruh bagian kulit Saras dari wajah, leher, dada, perut hingga bagian bawahnya sampai benar benar tempat pertempuran sudah siap alias sudah basah.

Aksa tidak ingin langsung memasukkan senjatanya jika tempat belum sesuai.

Setelah dirasa sudah waktunya, Aksa pun mencium Saras dengan gairah dan berlahan memasukkan senjatanya.

Bluppp.

Sudah sangat mudah untuk masuk membuat Aksa entah kenapa merasa kurang istimewa.

"Sepertinya pria tua itu sudah sering masuk kesini" batin Aksa namun ia sembunyikan dalam hatinya karena tidak ingin merusak malam indah ini.

Suara sexy Saras terdengar begitu indah dan membuat moodnya kembali lagi.

"Setidaknya suara gairah ini masih sama seperti 2 tahun lalu" batinnya lagi.

Gerakan naik turun Aksa dipercepat ketika sudah berada dipuncak namun tiba tiba ia tersadar belum memakai pengaman. Ia pun segera menarik senjatanya sebelum keluar didalam.

Namun Saras menahan Aksa.

"Apa yang kamu lakukan? Hah? Mau lepas begitu saja saat aku juga mau keluar?" tanya Saras.

"Aku..aku belum pake pengaman" jawab Aksa.

"Biarin. Keluarin didalam" sahut Saras.

"Gak mau! Benihku campur sama pria tua itu!" tolak Aksa masih keras kepala.

"Yaampuun, Aksaaa!!! Kamu masih sempat mikir beginian!" kesal Saras dan membiarkan Aksa melepaskan senjatanya namun terlambat dan merasakan ada cairan yg masuk ke intinya cukup hangat. Ternyata benih Aksa sudah terlepaskan dan membuat pria itu terdiam sesaat.

Saras pun ikut terdiam sambil mengeluarkan cairan puncaknya juga tapi dalam keadaan hening karena Aksa masih tak berbicara.

Setelah beberapa saat tidak ada suara, Aksa pun melepaskan senjatanya dan langsung berjalan ke kamar mandi. Gairahnya hilang entah kenapa ia sangat tidak suka mengeluarkan cairannya didalam tanpa pengaman. Apalagi dengan ibu tirinya yang ia ketahui juga melayani sang ayah.

Saras masih berada di atas ranjang dan ia merasakan bahwa Aksa tidak senang. Ia bisa melihat punggung Aksa yg terguyur air shower.

Dengan tubuhnya yg polos, ia berjalan menuju kamar mandi dan masuk tanpa meminta izin pria yg sudah berada didalamnya.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!