Pria panggilan

Saras memeluk Aksa dari belakang dan ikut terkena air shower.

"Maafkan aku karena memaksamu" lirih Saras membuat Aksa pun membalikkan tubuhnya menghadap wanita itu.

"Jujur, aku belum pernah mengeluarkannya didalam tanpa pengaman sekalipun karena aku tidak ingin memiliki anak yang akan merasakan penderitaan dan kesedihan yang kurasakan ketika kehilangan ibu" jawab jujur Aksa.

Saras pun memeluk Aksa dengan erat.

"Melakukannya sekali tidak selalu menghasilkan anak, Sa. Aku bisa minum pil kb besok pagi. Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak membiarkan diriku hamil tanpa persetujuanmu" ucap Saras.

"Terima kasih sudah memahamiku" sahut Aksa memeluk kembali Saras.

Beberapa saat kemudian, mereka pun saling mengosok punggung dan mandi bersama tanpa melakukan hal yg lain. Lalu mereka memakai bathrobe yang tersedia dan keluar kamar hotel. Mereka lupa tidak membawa baju ganti dan tertawa bersama.

"Hahaha, aku lupa tidak membelikan baju untuk kita" ucap Aksa.

"Baju yang tadi kita pakai masih bisa dipakai" sahut Saras.

"Benar juga. Baiklah" ujar Aksa.

"Tidurlah dulu, aku ada pekerjaan yang harus kuselesaikan malam ini agar besok bisa nemenin kamu" lanjutnya dan Saras tersenyum lalu menidurkan dirinya di ranjang terlebih dahulu sedangkan Aksa memainkan ponselnya untuk mengecek beberapa email kerjasama dan email laporan dari karyawannya.

Sekitar 1 jam kemudian, barulah Aksa selesai bekerja dan melihat Saras sudah pulas tertidur. Ia pun berjalan menuju ranjang dan tidur disamping ibu tirinya.

Aksa memanfaatkan momen tidur bersama ini dengan tenang sambil memeluk Saras dan direspon oleh wanita itu.

"Good night" ucap Aksa dan Saras malah menduselkan kepalanya di dada si pria.

.

Keesokan harinya, sinar matahari menembus jendela kamar hotel. Aksa bangun terlebih dahulu karena dia selalu sensitif dengan sinar matahari.

"Good Morning, Saras" sapa Aksa saat melihat wanita yg berada dalam pelukannya mulai membuka mata.

"Selamat pagi. Lagi lagi kamu yang bangun duluan" ucap Saras.

"Aku memang sengaja bangun duluan biar bisa lihat wajah lembutmu saat tidur lebih lama" sahut Aksa.

"Yaudah, aku tidur lagi" goda Saras mengeratkan pelukannya dan Aksa pun senang.

Tiba tiba telepon Saras berbunyi dan wanita itu segera mengambilnya.

"Mas Arman" lirihnya kepada Aksa untuk memberitaukan yg telepon adalah suaminya.

"Selamat pagi, Mas" sapa Saras.

"Kamu di hotel mana? Katanya Arif, kamu tidur di hotel tadi malam. Aku sedang perjalanan ke rumah orang tua mu, mumpung lagi libur" sahut Arman membuat Saras langsung panik.

"Ah.. iyaa benar aku nginep di hotel tadi malam karena ada reuni temen sekolah, mumpung aku di Bandung, aku ikut" ucap Saras berbohong.

"Mas udah sampai mana? Mau ke hotel dulu atau langsung ke rumah ayah ibu?" lanjutnya.

"Aku udah mau keluar jalan tol. Langsung ketemuan di rumah ayah dan ibumu aja, aku males parkiran di hotel" sahut Arif.

"Iya mas, mungkin satu jam lagi , aku sampai disana" ujar Saras.

Panggilan pun terhenti dan Saras memasang wajah datar dan bingung harus bagaimana.

"Kenapa wajahmu datar begitu? Ayahku mencarimu?" tanya Aksa dan Saras pun mengangguk.

"Satu jam lagi waktu kita. Yaudah kita sarapan dulu, kamu pasti laper" lanjut Aksa tanpa menunggu jawaban dari Saras.

Ia pun langsung mendudukan tubuhnya dan memakai pakaian yg ia pakai tadi malam. Saras pun hanya diam melihat Aksa tidak bertanya apa apa lagi.

"Aksa, apakah kita masih bisa bertemu?" tanya Saras tiba tiba.

"Bisa dong. Aku rela jadi pria panggilan untuk kamu" jawab Aksa menggoda membuat Saras malu.

"Ih, Aksa" ujar Saras.

"Hahaha, beneran. Kayaknya aku beneran udah jatuh cinta sama istri ayahku. So, aku akan melakukan apapun untuk bisa bersamamu" sahut Aksa.

"Serius kamu cinta aku?" tanya Saras memancing.

"Kamu mau bukti yang bagaimana hah? Aku akan mengusahakannya" jawab Aksa yg sudah lengkap memakai baju dan mengambil baju Saras dari lantai untuk ia berikan.

Sebelum menjawab, Saras mengambil baju itu dan memakainya dihadapan Aksa sampai pria itu tak berkedip.

"Sial! Dia semudah itu berganti baju dihadapanku!" batin Aksa dan Saras pun tau jika pria didepannya sedang tergoda.

"Ah aku tauuu sekarang. Kamu cinta aku karena tubuh ku kan? Melihatku pakai baju didepanmu begini aja udah bikin itumu tegang kayaknya" ujar Saras dengan senyuman smirk membuat Aksa sadar dan menutup senjatanya yg memang sudah mendesak di celananya.

"Kamu itu memang terlalu menggoda, ibu tiri" sahut Aksa lalu ia pun membalikkan tubuhnya dan menenangkan diri agar senjatanya melemas dengan sendirinya.

Saras pun sudah berpakaian lengkap.

"Ayo sarapan. Aku masih ada waktu 45 menit sebelum menemui ayahmu" ucap Saras yg berjalan keluar kamar dulu dan diikuti oleh Aksa.

Mereka pun berjalan bersama menuju restauran makan. Agar simple makannya, Saras hanya mengambil buah buahan dan salad sayur sedangkan Aksa mengambil omelet dan slice beef sama kentang.

Mereka makan bersama sekitar 20 menit.

Akhirnya setelah sarapan, Saras pun berniat pulang tapi baru mengingat jika Aksa ia bawa tadi malam pakai mobilnya.

"Eh, kamu pulang naik apa ini Aksa?" tanya Saras.

"Antar aku ke supermarket kemarin. Mobilku disana" jawab Aksa. Saras pun menurut dan mengantar pria itu ke supermarket yg tidak jauh dari hotel.

Ketika sampai di parkiran, Saras terkejut jika mobil Aksa adalah mobil yg ia lihat dibelakangnya selama perjalanan Jakarta-Bandung.

"Kamu ngikutin aku dari Jakarta?" tanya Saras dingin.

"Hehehe, maaf. Aku kemarin baru pulang dari New York terus kangen sama kamu dan ingin bertemu kamu" jawab Aksa jujur.

Saras kesal ternyata pertemuan mereka disengaja dan sesuai rencana anak tirinya.

"Dasar pembohong. Katanya kemarin ketemu gak sengaja" cibik Saras.

"Maaf yaa. Kalau aku gak bohong dan jujur kalau aku ngikutin kamu, mana kamu mau menerimaku lagi" ucap Aksa memberikan alasan.

Saras terdiam sesaat dan menatap Aksa dengan tatapan tajam.

"Ya sudah, turunlah. Aku harus segera ke rumah ayah ibu" ucap Saras sambil meluruskan pandangannya dengan cuek kepada Aksa.

"Hei, jangan marah dong. Beneran aku gak akan ngulangin lagi berbohong soal pertemuan kita. Aku akan jujur kalau emang lagi ngikutin kamu" bujuk Aksa sambil memegang wajah Saras dan ia arahkan untuk menoleh padanya.

Cup.

Aksa pun mencium bibir Saras tanpa izin.

"Itu ciuman permohonan maaf. Maafkan aku, sweetheart" bujuk Aksa lagi dan membuat Saras sedikit luluh.

"Turunlah, sebelum aku marah lagi. Sepertinya aku akan di Bandung sampai Senin pagi. Sekarang weekend jadi aku ingin disini lebih lama" sahut Saras.

"Oke. Aku juga akan disini sampai Senin kalau gitu" ucap Aksa lalu keluar mobil dan melambaikan tangan ke arah Saras sebelum masuk ke mobilnya.

Saras menjalankan mobilnya terlebih dahulu dan senyum senyum sendiri.

"Sepertinya aku memang sedang jatuh cinta pada anak tiriku" lirihnya dengan bahagia.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!