Hinaan untuk istri

Subuh subuh, Aksa dan Saras check out hotel karena mereka harus kembali ke Ibukota sebelum jam kerja.

Mobil Aksa tetap mengawal mobil Saras hingga sampai Jakarta dan mereka berpisah di pintu keluar tol.

Aksa langsung menuju apartemennya dan Saras pun pulang kerumah suaminya.

Saras sampai dirumah saat Arman baru saja selesai mandi.

"Kamu sudah pulang" sapa Arman.

"Iya mas, maafkan aku pulangnya tidak sepagi biasanya karena tadi menyiapkan sarapan ayah ibu dulu" bohong Saras.

"Hmmm, aku mengerti menjadi anak tunggal memang melelahkan bukan? Seharusnya kamu menyewa jasa asisten rumah tangga untuk rumah orang tuamu" sahut Arman.

"Ayah dan ibu tidak mau, Mas" ujar Saras.

"Memang Arif dan Wanda itu menyusahkanmu" kesal Arman membuat Saras tersulut emosi.

"Aku mohon mas Arman tidak mengatakan hal buruk tentang mereka. Selama 20 tahun, mereka melayanimu hingga tidak banyak menghabiskan waktu denganku. Mereka begitu menghormatimu sebagai majikannya dan saat ini pun meskipun mas sudah jadi menantunya, mereka masih menganggap mas majikannya. Mas jangan pernah lagi menjelekkan orang tuaku" marah Saras membuat Arman tak mau kalah.

"Hahahahahaha, ayahmu itu adalah salah satu pria yang aku benci setelah Aksa karena tidak berhasil melindungi istriku. Apa yang bisa ia berikan kepadaku hah? Dia tidak bisa mengembalikan istriku yg paling aku sayangi. Memberikan putrinya untuk melayaniku pun tak bisa mengembalikan cintaku Siska" sahut Arman sambil berjalan mendekat kearah Saras.

Greeep..

Tangan besar Arman karena postur tubuhnya yang berisi alias cukup gemuk mencengram rahang Saras.

"Aakh! Sakit mas!" rintih wanita itu.

"Sekali lagi kamu membela orang tuamu apalagi ayahmu itu didepanku, aku tidak segan segan akan menamparmu" ancam Arman lalu ia hempaskan cengkramannya.

Arman pun berjalan menuju walk in closet untuk berganti baju meninggalkan Saras.

Saras menahan tangisnya. Sikap Arman semakin lama semakin kasar padanya. Lalu ia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ia mengikuti suaminya bekerja.

Arman yg lebih dulu selesai berteriak dari luar kamar mandi.

"Cepetan, Saras! Aku ada meeting pagi ini! Aku tunggu di ruang makan 5 menit" teriaknya.

"Iya..iya mas.. tinggal pakai baju" sahut Saras dari dalam.

Arman keluar kamar dan langsung turun menuju ruang makannya. Disana sudah tersedia beberapa hidangan sarapan kesukaan pria itu. Sambil menunggu istrinya. Arman memainkan ponselnya entah untuk pekerjaan atau melihat sesuatu video kesukaannya yg membuat dia bergairah.

Sesuai waktu yg diberikan Arman yaitu 5 menit, Saras sudah turun menuju ruang makan dengan penampilan cantik dan sexy. Yap, Arman menjadikan Saras sebagai sekretarisnya di kantor. Ia pun menyuruh sang istri berpenampilan sexy agar dirinya pun bersemangat.

Saras langsung menyiapkan sarapan suaminya dan dirinya sendiri. Lalu suami istri itu makan dengan tenang dan tanpa suara obrolan selain suara alat makan.

Ketika sudah selesai sarapan, mereka berangkat kerja bersama menggunakan mobil Arman dengan driver Pak Tono pengganti Pak Arif.

Didalam mobil pun , Arman dan Saras sibuk menggunakan gadgetnya.

"Oh ya Mas, hari ini meetingnya pukul 9 pagi bersama PT Angkasa, sudah aku reminder ke perwakilan perusahaan" laporan Saras.

"Iya. Ini proyek penting dan tender besar. Semoga presentasimu bersama Salsa nanti sukses" sahut Arman.

"Kami usahakan" ujar Saras.

Tak lama kemudian , mereka sudah sampai perusahaan Sejahtera Kontraktor.

Saras berjalan disamping Arman seperti biasanya ketika masuk perusahaan. Para karyawan sudah tidak berani menggosip bosnya karena ketika awal menikah dulu, Arman tegas menghukum karyawannya yg menyebarkan informasi buruk tentang perbedaan usia dengan istrinya. Hukuman pemecatan tidak hormat tanpa pesangon.

Sampai di ruangan direktur, Arman langsung masuk, sedangkan Saras menuju ruangan meeting yang akan digunakan .

Disana ia sudah bertemu dengan Saras.

"Hi, Bu Saras. Anda sudah datang" sapa Salsa ramah pada temannya dengan gaya formal.

"Selamat pagi, ibu Salsa, calonnya Pak Ardo" goda Saras.

"Ih kamu tuh, aku berusaha bersikap formal dan profesional eh kamunya malah bercanda" kesal Salsa.

"Hahaha, maafkan aku. Aku suka menggodamu" sahut Saras.

Salsa pun tersenyum kembali. Lalu ia menarik Saras ke pojokan ruangan blind spot dari cctv karena ia ingin membahas sesuatu yg sensitif bagi keluarga si bos.

"Hei, Ras. Aku dengar anak Pak Arman alias anak tirimu udah pulang? Udah ketemu dia? Kata Mas Ardo sih dia udah pulang Jumat kemarin waktu kamu ke Bandung" tanya Salsa dengan bisikan pelan membuat Saras kaget namun berusaha ia sembunyikan.

"Aku juga dengar dia sudah kembali, namun Mas Arman tidak membicarakannya. Kamu tau sendiri anak itu melepaskan diri dari keluarga Abimanyu karena ayahnya menikah dengan aku" sahut Saras yang juga pelan berusaha bersikap biasa saja tapi jantungnya berdetak cepat karena takut hubungan gelap dengan Aksa terbongkar.

"Hubungan Pak Arman dan anaknya sangat buruk ya. Semoga saja kamu segera memberikan anak untuknya biar kamu pun tidak diperlakukan buruk" ucap Salsa lirih.

"Hust! Kamu jangan ngomong sembarangan. Bisa bisa Mas Arman denger. Udah jangan gosip mulu, ayo kerja, 30 menit lagi perwakilan PT Angkasa datang" lirih Saras lalu ia pun berjalan menuju posisi semula. Salsa pun juga mengikuti Saras untuk menyiapkan perlengkapan meeting.

Meeting pun dimulai tepat pukul 09.00 pagi. Saras dan Salsa begitu apik memberikan presentasi kerjasama tender kepada calon klien dan akhirnya mendapatkan kesempatan itu.

PT Angkasa sangat puas dengan bahan materi, desain dan perhitungan biaya untuk pembangunan kantor barunya.

"Pak Arman anda beruntung mendapatkan istri yang pintar presentasi dan menjelaskan bisnis" puji direktur PT Angkasa.

"Terima kasih atas pujiannya, Pak Bernard. Saya memang beruntung mendapatkannya" sahut Arman.

Setelah meeting selesai, Arman memanggil Saras untuk keruangannya.

"Iya mas? Mau aku pesankan makan siang dulu? Mau makan apa?" tanya Saras karena saat ini sudah menjelang istirahat dan biasanya suaminya itu akan memesan makan siang kepadanya.

"Aku bangga sama kamu, sayang" puji Arman dengan lembut sambil meraih pinggang Saras dan mencium leher istrinya.

"Mas, jangan sekarang, aku lagi datang bulan" lirih Saras sambil berusaha menahan tubuh Arman agar tidak menciumi lehernya.

Seketika mood Arman turun dan memasang wajah datar.

"Ah, merusak suasana aja kamu" ucap Arman langsung badmood.

Saras hanya diam.

"Sepertinya kamu mandul" lanjutnya ketika sudah duduk di kursinya.

Duaar!!!

Hati Saras seperti tersambar petir ketika mendengar ucapan Arman barusan.

"Mas...mas bilang apa?" tanya Saras dengan suara bergetar karena tidak menyangka Arman tega mengatakan itu.

"Apa salah aku bilang gitu? Selama 2 tahun menikah, kamu tidak berhasil melahirkan anakku" jawab Arman tanpa rasa bersalah.

"Tarik perkataanmu, Mas!" seru Saras dengan mata berkaca kaca.

"Hahahahhaa ngapain menarik perkataanku, itu kenyataan bukan? Jika kamu tidak mandul, seharusnya kamu sudah hamil lagi setelah aku gempur setiap saat" sahut Arman.

Tes..

Air mata Saras sudah tak tertahankan.

"Aku mau minta cerai!" teriak Saras.

Arman malah tertawa keras.

"Hahahhaha, lelucon apa apan ini. Aku tidak akan menceraikanmu, Saras. Jujur aku menikahi mu karena aku fikir akan mendapatkan anak yang tampan atau cantik sebagai penerusku selain Aksa yg memilih pergi dari rumah. Ternyata, pilihanku salah" ujar Arman.

"Ini semua bukan sepenuhnya salahku. Mas sendiri aku ajak kerumah sakit tidak mau memeriksa kualitas benihmu! Bisa jadi kamu yang tidak mampu membuahi sel telurku dengan baik" sahut Saras berani melawan.

Arman merasa tersinggung. Ia pun kembali berdiri dan menghampiri Saras lalu menampar wanita itu.

Plak!

Pipi kanan Saras pun terasa panas.

"Sekali lagi kamu meragukan, benihku. Aku tidak segan membuatmu benar benar tidak bisa memiliki anak sampai kapanpun" ancam Arman membut Saras pun diam sambil menahan tangis agar tidak terisak meskipun air mata tetap menetes.

"Pergi sana! Aku tidak ingin menemui mu untuk beberapa hari!" seru Arman dan Saras pun keluar ruangan direktur sambil menangis.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!