Double Date

Sesampainya di restauran yang dituju, Saras dan Salsa memesan makanan yg mereka inginkan. Harga per menu paling murah satu juta itupun belum kena pajak.

"Aku pesan semauku loh ya" ucap Salsa membuat Saras tersenyum.

"Bebas, pesan apa yang kamu mau pokoknya kamu habisin" sahut Saras.

"Beres" ucap Salsa yg mencoba menyingkirkan rasa keterkejutannya tadi dan menganggap itu pilihan hidup dari temannya. Ia hanya ingin mendukungnya saja.

Tiba tiba dari belakang Salsa ada yang memeluknya.

"Hello, Salsa sayang" sapa pria yang memeluknya, siapa lagi kalau bukan tunangannya, Si Ardo.

Saras terkejut melihat pria dibelakang Ardo.

"Eh, kok kamu disini Mas? Kamu ngikutin aku ya?" tuduh Salsa tapi niat bercanda.

"Ih siapa yang ngikutin kamu. Aku kesini karena menuruti kemauan bosku" sahut Ardo membuat Salsa langsung menduga jika kekasihnya itu bersama Aksa.

"Aksara Abimanyu?" ucapnya sambil menatap tajam Saras yang terpaku menatapnya juga.

Ardo yg sudah sangat mengenal respon kekasihnya itu menduga jika Salsa juga sudah tau hubungan Aksara dengan Saras.

"Aduh sayang, jangan ngasih tatapan menakutkan gitu dong ke Saras. Aku duduk sini yaa, kita makan siang bareng" ucap Ardo langsung duduk di bangku kosong sebelah Salsa.

"Hey bro, jangan berdiri doang disana. Kamu gak laper? Katanya mau makan steak? Sini" lanjutnya.

Aksa pun berjalan mendekati bangku Saras lalu bertanya "apakah aku boleh duduk disini?"

Saras pun menoleh kearah Aksa.

"Ya duduklah" jawabnya.

Salsa menatap Aksa dan Saras bergantian dengan tatapan tajam. Ardo bisa memahami respon kekasihnya itu dan membisikkan sesuatu.

"Sayang, anggap saja mereka sebagai anak muda ya. Jangan anggap mereka anak dan ibu tiri, biar makan siang ini gak canggung. Nanti aku ceritain waktu jemput kamu pulanh kerja" bisik Ardo lalu Salsa menoleh kapada kekasihnya itu dan mendapatkan senyuman manis membuatnya sadar jika sikapnya yg kaku akan membuat suasana jadi tidak enak.

Ardo dan Aksa pun ikut memesan makanan.

Setelah pesanan selesai, pelayan meninggalkan mereka berempat. Awalnya tidak ada pembicaraan tapi Ardo lah yang mencairkan suasana.

"Hey, bro. Sekarang kan diluar kantor jadi aku bersikap sebagai sahabatmu yaa" ucap Ardo pada Aksa.

"Terserah, biasanya di kantor pun kamu tetap menganggapku sahabat di area bisnis kita" sahut Aksa dingin.

"Hahahaha, maklum. Kamu kan temenku sejak SD" ungkap Ardo lalu kembali hening. Sepertinya usaha Ardo mencairkan suasana gagal.

Tapi beberapa saat kemudian terdengar suara Aksa,

"Salsa, aku mau mengucapin selamat atas rencana pernikahan dengan Ardo. Semoga lancar dan makasih undangannya" .

Melihat Aksa yang sudah bersikap santai dengannya, Salsa pun berusaha memberikan respon baik juga meskipun hatinya masih kaget dengan hubungan rumit sahabatnya itu.

"Terima kasih, Pak Aksa" sahut Salsa.

Saras masih diam saja karena saat ini tiba tiba dia tidak bangga dengan hubungan gelapnya dengan Aksa seperti tadi ketika mengungkapkan kepada Salsa tanpa ada rasa bersalah.

"Aduh kenapa jadi canggung begini" batinnya,

"Sepertinya kamu tau hubunganku dengan Saras, mangkanya sikapmu tak seramah seperti biasanya kepadaku" celetuk Aksa yang memang tidak suka keheningan diantara perkumpulan bersama beberapa orang.

"Iya, aku barusan tau dan jujur sangat membuatku kaget" jawab jujur Salsa yang memang tidak bisa menyembunyikan raut muka tidak senangnya.

Aksa tersenyum pada Salsa lalu menoleh ke arah Saras dan memegang tangan wanita itu di bawah meja.

"Aku memang salah tapi aku sangat mencintai sahabatmu ini" ucap Aksa membuat Saras kaget, bisa bisanya pria itu mengaku mencintainya sefrontal itu.

Padahal ia pun tadi mengakui jika mencintai Aksa didepan Salsa secara frontal dan tanpa merasa bersalah.

Salsa tersenyum smirk dan berkata "Ternyata memang kalian saling cinta. Ya sudah, aku pun tak mempermasalahkannya jika memiliki perasaan yang sama. Lagiapula, ini pilihan hidup kalian, aku dan Mas Ardo sebagai sahabat hanya bisa memberikan dukungan meskipun itu salah" sahut Salsa yang mendapatkan sahutan dari kekasihnya.

"Sayaang, jangan begitu dong. Mereka tau mereka salah, tapi maklumlah namanya juga anak muda. Biarkan mereka yang menjalani keputusannya, kita mah sebagai penonton drama hihi" ucap Ardo sambil bercanda.

Salsa menghembuskan nafas kasar dan merilekskan diri.

"Oke, aku akan santai dengan kenyataan ini. Mulai hari ini, aku akan melihat Pak Aksa sebagai kekasih sahabatku, bukan anak bosku" ujar Salsa membuat semuanya tersenyum.

Saras pun lega jika akhirnya Salsa bisa memahaminya.

"Tapi aku ingin menanyakan satu hal, Pak Aksa?" lanjutnya.

"Tanyakan saja" sahut Aksa.

"Benar kah kamu tidak setuju dengan pemikiran Saras yg agak gila karena menyuruhmu menghamilinya bukan?" tanya Salsa dan lirih tapi bisa didengar 3 orang lainnya.

"Sayaang!" seru Ardo yg merasa pertanyaan istrinya frontal sekali.

"Salsa, kamu udah keterlaluan tanya begitu sama Aksa" kesal Saras namun Aksa merespon sebaliknya.

"Ya, aku tidak setuju menghamilinya selama dia masih menjadi istri ayahku. Ya mana ada, anakku akan jadi adikku" jawab jujur Aksa.

"Hei!" seru Saras kesal kepada Aksa karena sejujur itu.

Salsa tersenyum puas.

"Baiklah, aku setuju hubungan kalian" ucapnya bahagia.

Ardo kembali membisikkan sesuatu.

"Kamu benar benar to the point sayang. Aku suka" bisik Ardo dan Salsa pun langsung mencium pria disampingnya itu.

Cup.

Membuat Aksa dan Saras didepan mereka terpaku.

"Ah sayang, jangan didepan mereka dong" goda Ardo.

"Sebagai balasan karena kamu sudah memujiku, sayang" sahut Salsa kembali ceria seperti biasanya.

Saras dan Aksa pun hanya saling menatap dan tersenyum bersama.

Tak lama kemudian, pesanan mereka berempat datang dan langsung menikmati sebelum jam istirahat selesai.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!