Datang bulan

Saras tak bisa menjawab pertanyaan Aksa terkait status anak yg akan ia kandung milik siapa nantinya, jika dia berstatus sebagai istri Arman namun juga bersama Aksa.

"Kenapa kamu diam? Permintaanmu itu sungguh membuatku tak habis pikir. Aku rasa hubungan kita ini atas dasar suka dan saling memberikan nikmat, jika ada anak, mungkin saja akan mempersulit hubungan kita nantinya. Kecuali..." ucap Aksa yg sengaja ia jeda.

"Kecuali apa?" tanya Saras penasaran.

"Kecuali kamu menceraikan ayahku dan menikahiku. Aku rasa status pernikahan untuk kita akan lebih nyaman untuk anak yang kamu inginkan itu. Jika anak itu menyadari ayahnya bukan suamimu saat ini malah kakak tirinya, apa yang akan dia rasakan nanti?" lanjut Aksa membuat Saras membalikkan badannya dan menatap Aksa dengan lekat.

"Benar juga apa yang kamu katakan. Anak yang akan aku lahirkan akan kesusahan mengetahui statusnya nanti" ucap Saras.

"Hmmm, coba katakan kenapa kamu ingin aku membuatmu hamil padahal kamu istri ayahku?" tanya Aksa.

"Aku pernah keguguran setahun yang lalu. Sejak saat itu ayahmu memperlakukanku dengan tidak baik dan hanya ingin membuatku memberikan keturunan keluarga Abimanyu sebagai penggantimu karena kamu sudah memutuskan untuk meninggalkannya karena menikahiku. Aku rasa sakit hati Mas Arman padamu karena kehilangan istrinya, masih menjadi luka terdalamnya" jawab Saras membuat Aksa sedikit kaget jika Arman benar benar berusaha menyingkirkannya meskipun tanpa disingkirkan pun, ia sudah menyingkir dari ayahnya dengan membuat perusahaan sendiri atas bantuan keluarga ibunya, Yudono.

Aksa terdiam. Lalu ia pun melepaskan pelukannya dan menatap langit yg sudah gelap.

"Aku rasa. Aku tidak bisa memberikan keinginanmu itu, Saras. Aku turut berduka atas kehilangan calon anakmu waktu itu tapi tetap saja kondisi kita tidak memungkinkan untuk anak kita akan bahagia. Kamu tau sendiri menjadi orang tua adalah hal terberat meskipun juga menjadi hal paling menyenangkan di dunia ini karena membesarkan fotocopy kita" jelas Aksa.

Saras terdiam dengan penjelasan Aksa. Ia memang terlalu egois jika memaksa Aksa untuk menghamilinya tanpa status yang jelas.

"Baiklah, kalau memang dari pendapatmu seperti itu. Tidak salah juga karena kamu menginginkan anak bisa tumbuh bahagia dengan kamu menjadi orang tuanya. Aku pun sama, ingin anakku bahagia. Aku akan bercerai dengan ayahmu, tapi setelah Aku menjatuhkannya dari perusahaan. Itu sebagai balas dendam karena dia sudah memukul ayahku, membuatnya masuk rumah sakit beberapa hari, dan membentak ayahku didepanku waktu itu. Sesuai dugaanmu tadi pagi, aku menikah dengan ayahmu untuk balas dendam. Meskipun ayah dan ibuku tidak mempermasalahkan momen menyedihkan itu karena ayahmu tetap memperkerjakan mereka dan menyekolahkanku hingga sarjana, tapi luka sebagai anak yg melihat ayahnya sendiri diperlakukan tidak adil hanya karena tidak bisa mencegah istrinya meninggal, itu sudah memberikanku kenangan terburuk" akhirnya Saras pun jujur akan alasannya menikahi Arman Abimanyu, membuatnya meneteskan air mata karena begitu sakit melihat ayahnya memohon untuk dimaafkan dengan tubuh yg sudah memar dan bibir yg berdarah akibat pukulan Arman.

Aksa merasa iba dengan rasa sakit dari wanita disampingnya ini. Ternyata Arman memberikan luka tidak hanya padanya namun pada anak kecil perempuan yang saat itu sering menemani orang tuanya bekerja dirumah utama Abimanyu.

Aksa mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Saras lalu memeluknya.

"Ungkapan hatimu ini yang aku perlukan untuk membantumu mendapatkan apa yang kamu inginkan dari pria tua itu. Dia harus meminta maaf kepada kita untuk luka masa kecil yg masih membekas" lirih Aksa sambil mengelus punggung Saras yg terisak dalam dekapannya.

Beberapa saat membiarkan Saras menangis di pelukannya, tiba tiba terdengar suara perut keroncongan entah dari perut siapa. Saras pun melepaskan pelukannya dari Aksa.

"Kamu laper?" tanya Saras sambil mengusap sisa air mata di pipinya.

"Hehe, aku belum makan sejak pulang dari rumahmu tadi" jawab Aksa sambil meringis.

Saras pun tersenyum lebar dan menahan tawanya.

"Ayo kita makan malam. Aku traktir di restauran hotel" ajaknya.

Aksa pun memberikan jawaban dengan senyuman lebar dan menggenggam tangan Saras.

"Come on, beb. Kasih aku makan" manja Aksa.

Saras merasa Aksa ini terkadang memang menujukkan sisi manja seorang anak laki laki pada ibunya, ya meskipun jika dilihat status mereka memang sebagai anak dan ibu tiri. Tapi kenyataannya, status mereka lebih dari itu.

Akhirnya Aksa dan Saras dinner di restauran hotel bintang 5 dan menambah pesanan wine.

"Kamu wanita nakal juga ya, pake pesen wine segala" celetuk Aksa.

"Menurutmu, aku wanita baik baik? Sejak aku membiarkan diriku kamu perkaos saat itu di Bogor, aku sudah bukan wanita baik baik apalagi menikahi ayah dari pria yg mengambil kegadisanku" sindir Saras.

"Hahahaha, aku tidak memperkaosmu beb. Aku memberikan pengenalan hubungan suami istri sebelum kamu bisa melayani ayahku yg doyan begituan" sahut Aksa.

"Hist! Kamu selalu berbicara buruk tentang ayahmu" ujar Saras dan Aksa hanya tersenyum smirk tak peduli sambil menikmati makan malamnya dan segelas wine.

Setelah menghabiskan makan malam mereka, Aksa dan Saras pun berbincang kecil layaknya sepasang kekasih di meja makan restauran hotel sambil menikmati wine yg masih ada digelas mereka.

Hingga dirasa sudah cukup berada di restauran, Aksa pun mengajak Saras untuk ke kamarnya.

Sampai di kamar, entah Saras merasa tidak nyaman dibagian bawahnya dan sepertinya ia menduga jika sedang datang bulan.

"Aku ke kamar mandi dulu" ujar Saras buru buru.

"Kenapa dia? Mungkin ya kebelet pipis kali ya, sampai buru buru gitu" heran Aksa lalu tak memikirkannya lagi dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

"Aaah enaknyaaaa!" ucap Aksa bahagia.

Tak lama kemudian, terdengar suara Saras memanggilnya. "Aksa, aku butuh bantuanmu"

Aksa pun dapat mendengarnya dan berjalan mendekat ke pintu kamar mandi.

"Iya beb? Apa yang bisa aku bantu?" tanya Aksa.

"Aku butuh pembalut, aku lagi halangan" jawab Saras malu malu.

Aksa pun terdiam. Seumur umur dia belum menjalin hubungan serius dengan wanita sampai disuruh beli pembalut.

"Hmm, aku belum pernah beli pembalut. Tapi biar aku belikan. Katakan yang seperti apa?" tanya Aksa.

"Belikan yang ada sayapnya ya, buat malam hari" jawab Saras.

"Baiklah. Tunggu sebentar. Dibawah ada minimarket hotel" sahut Aksa lalu berjalan keluar kamar setelah mengambil dompetnya.

Saras didalam kamar mandi terduduk di closet. Entah kenapa kali ini mengetahu dirinya datang bulan membuatnya bahagia.

"Syukurlah benih pria tua itu tidak jadi. Aku akan pastikan benih Aksa yang akan tumbuh dirahimku setelah datang bulan ku selesai" ucapnya sambil memegang perut, berharap ia akan mengandung anak dari Aksa daripada Arman.

Menunggu sekitar 10 menit, akhirnya Aksa kembali sambil membawa kresek hitam berisi beberapa merk pembalut bersayap.

"Saras, ini yang kamu minta" ucap Aksa.

Saras pun membuka pintu kamar mandi sedikit dan kaget Aksa membawakannya kresek yg penuh dengan pembalut, mungkin bisa ia pakai selama 6 tahun berturut turut.

"Banyak banget!" seru Saras.

"Maaf, merknya beda beda. Aku gak tau yg mana biasa kamu pake, jadi tadi aku minta tolong mbaknya buat nyariin pembalut bersayap semua merk" sahut Aksa dengan wajah polosnya, membuat Saras gemas.

"Makasih sayaang" ucap Saras dengan senyuman mengembang dibibirnya lalu mengambil bungkus pembalut yg paling atas.

"A..apa? Kamu manggil aku sayang?" gugup Aksa merasa diperutnya ada kupu kupu terbang.

"Iya, aku ngucapin makasih sama kamu, Aksaku sayang" ujar Saras membuat Aksa benar benar salah tingkah dan pipinya merona.

Saras pun langsung menutup pintu kamar mandi dan memakai pembalut yang sudah ia terima.

Aksa masih tak menyangka dirinya akan mendengarkan panggilan sayang dari wanita yang memang ia cintai.

Sampai karena rasa bahagianya, dia tak bisa bergerak dari depan pintu kamar mandi hingga Saras keluar pun kaget.

"Kok masih disini? Kamu nungguin aku keluar kamar mandi?" tanya Saras.

"Aku gak bisa bergerak habis kamu panggil sayang" jawab Aksa dengan wajah sumringah.

"Oh ya, oke. Kamu manggil aku beb dan aku manggil kamu sayang ketika kita berdua. Gimana?" tanya Saras.

"Aku suka" sahut Aksa lalu pria ini tak sabar mencuri ciuman dari bibir Saras.

"Ih main cium cium" ucap Saras.

"Biarin, katanya sayang" sahut Aksa menggoda.

Saras pun menjadi malu sendiri dengan sikap Aksa yg menggodanya. Lalu ia pun mengambil alih kresek pembalut yg masih dipegang Aksa.

"Ini pembalut bisa buat 6 bulan kedepan. Makasih ya sayang" giliran Saras yang menggoda Aksa hingga pria itu tak tahan ingin memangsanya.

Aksa langsung menggendong Saras dan ia baringkan di ranjang.

"Hei hei, ingat aku lagi datang bulan, Aksa. Jadi gak bisa" ucap Saras sambil menahan kedua pipi Aksa saat akan mencium bibirnya.

"Aku tau mana yang tidak bisa kita lakukan beb ketika kamu datang bulan. Jangan remehkan pengalamanku bersama wanita ya" sahut Aksa dengan senyuman smirk.

"Dasar playboy" ejek Saras dengan senyuman smirk pula. Lalu Aksa melanjutkan aksinya mencium bibir wanita dibawahnya ini.

Saras menerimanya dengan lembut dan sudah menjadi kebiasaan tangannya ia kalungkan di leher Aksa saat ciuman semakin bergairah.

Aksa benar benar mampu membawa Saras ke langit dengan sentuhannya. Dan seperti yang ia katakan tadi bahwa ia tau batasan jika bermain dengan wanita yang sedang datang bulan , itu benar ia pegang.

Selama menyentuh Saras kali ini, ia tidak menyentuh wilayah dibawah perut sama sekali. Ia menikmati mencium bagian atas wanita itu saja dan sudah mampu membuat mereka berdua terbakar gairah.

Untuk memuaskan Aksa, Saras pun memberikan pelayanan yang mampu membuat pria itu menyelesaikan puncaknya dan berhasil, namun pakaiannya yang menjadi sasaran.

"Aaah, Aksaa!!! Kamu mengotori bajukuu" protes Saras.

"Hehe, maaf beb. Udah gak tahan lagi" sahut Aksa tanpa rasa bersalah.

Saras terlihat kesal namun, Aksa pun menghiburnya.

"Maaf beb, next aku bakal bilang kalau mau keluar ya" bujuk Aksa dan membuat Saras kembali bahagia lalu memberikan senyumnya kembali.

Terkadang wanita hanya butuh maaf dari pria. Entah karena hal kecil atau hal besar, kata maaf dari pria sangat berarti untuk wanita. Namun wanita juga menyadari bahwa kata maaf dari pria tidak selalu memperbaiki keadaan karena akan terulang lagi untuk beberapa kasus 😁

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!