Tak senikmat bersamanya

Ketika masuk kamar hotel yang begitu mewah, Arman sudah tidak sabar untuk menikmati malam pertama bersama sang istri karena sudah cukup lama tak menyalurkan hasrat di tempat yg tepat.

Terakhir kali dia melakukannya dengan wanita sewaan atau panggilan ketika 1 tahun lalu saat memutuskan akan menikahi Saras. Ia menunggu momen terindah dari wanita yang ia cintai setelah Siska Yudono, istri pertamanya yang telah meninggalkan dunia terlebih dahulu.

Ia membayangkan akan merasakan keperawanan seorang gadis lagi dari istrinya.

Arman yg sudah tak tahan ingin meniduri Saras karena hasratnya sudah terlalu lama ia tahan, langsung mengajak wanita muda itu untuk berhubungan.

"Istriku, aku udah gak tahan nih" minta Arman seperti kakek kakek hidung belang.

Saras jadi gugup karena saat ini dia sudah bukan gadis lagi. Apakah Arman akan menerimanya?

"Mas, gak mau mandi dulu? Aku mandi dulu ya" ucap Saras mengindar.

"Hmm, boleh juga. Yaudah, mandi bareng aja gimana?" tawar Arman sambil melangkah mendekat kearah Saras yg malah memundurkan kakinya.

"Mas Arman, aku mau jujur sama kamu" spontan Saras karena ia tidak ingin Arman marah padanya ketika mengetahui sendiri hal yg sensitif itu.

"Soal apa?" tanya Arman.

"Hmmm, maafkan aku baru jujur. Aku...aku sudah tidak gadis lagi,Mas" jawab Saras jujur dan membuat Arman terpaku diam membisu dan memundurkan kakinya seakan akan dirinya kaget.

"Hah? Kamu udah gak perawan? Kok bisa hah?" tanya Arman dengan nada yg tidak lembut lagi tapi malah seperti menahan marah. Saras jadi takut dengan ekspresi suaminya.

"Maafkan aku, aku...aku pernah melakukan prosedur pembersihan leher rahim karena terjadi pengumpalan darah menstruasi disana. Dokternya menggunakan alat yg merobek selaput darahku" entah kenapa dalam ketakutan kepada suaminya yg lebih tua puluhan tahun itu akhirnya berbohong.

Tapi berbohongnya ini membuat Arman sedikit lega.

"Ah, syukurlah. Hampir saja aku meledak karena marah mendengar apa yang kamu katakan tadi sebelum dijelaskan. Aku menikahimu karena aku yakin kamu itu wanita baik baik yakaan, ibu dan ayahmu tidak mungkin mengajarkan menjual diri disembarang orang. Aku lah pemenangnya" sahut Arman bangga.

"Mas gak masalah soal kondisiku?" tanya Saras memastikan dan Arman menjawab "Gapapa sayang. Kamu jujur, aku udah seneng dan aku juha gak kaget nanti waktu memeriksanya sendiri dengan senjataku"

Saras pun memaksakan senyumannya.

"Ayoo deh, mandi bareng. Katamu kita harus mandi dulu? Tapi aku pingin mandi bareng istriku" ucap Pak Arman.

Saras pun mau tidak mau menuruti suaminya.

"Baiklah, Mas. Ayo ke kamar mandi" ajak Saras dengan jantungnya yang berdebat kencang.

"Astaga, aku sehina ini sampai berusaha menjaga pria tua ini agar tetap bersamaku" batinnya.

Akhirnya mereka berdua pun mandi di tempat yang sama. Awalnya Arman yang dengan lancarnya membuka setiap helai benang di tubuhnya hingga terlihat polos tanpa pakaian sama sekali didepan Saras yg terdiam dan malu malu melihat senjata suaminya itu masih loyo. Saras memalingkan wajahnya kesamping dan memilih mengisi bathup.

"Hei, jangan diem aja. Lepas gaunmu dong, aku juga mau lihat tubuh istriku" sahut Arman.

Saras pun mulai menarik resleting disamping dan gaunnya jatuh ke lantai , menyisakan 2 aset penutup intinya.

"Wah mulus sekali kamu sayang. Lepasin sisanya tuh" puji Arman sekaligus meminta tontonan yang lebih membakar gairah.

"Mas Arman masuk dulu aja di bathup. Biar aku gosok punggungnya" tawar Saras karena ia sebenarnya sangat enggan polos didepan suaminya.

Arman pun tak menolak. Ia masuk ke bathup yg sudah diisi air hangat. Saras pun duduk di belakangnya.

Tiba tiba tangan Saras ditarik oleh Arman dan diletakkan disenjatanya.

"Gerakin gini" minta Arman sambil mengarahkan tangan istrinya naik turun di senjata yg masih lotoy. Saras begitu membenci dirinya saat ini. Begini rasanya jika berhubungan dengan pria yang tidak ia cintai namun ia tetap melakukan arahan Arman.

Semakin cepat gerakan itu semakin terasa senjata yg dipegang sudah tegak dan kaku.

"Sayaaaang, aku udah on. Langsung ajaaa yaa" minta Arman langsung menarik tangan Saras lagi untuk berpindah tempat di pangkuannya dalam bath up.

"Mas..Mas mau disini aja? Gak mau di ranjang aja?" tanya Saras gugup.

"Hmmm, udaaah tegak nih. Disini aja gapapa, lagian di air aku rasa tidak terlalu menyakitimu yg baru pertama kali kan?" jawab Arman.

Saras pun sangat malu karena Arman masih mengira hal seperti ini adalah yang pertama baginya. Memang benar, tp itu sudah terjadi 3 hari yang lalu, moment pertamanya terjadi.

Arman membantu melepas penutup aset bawah Saras dan melemparkannya keluar bathup. Lalu penutup aset atasnya juga akan pria itu bantu lepaskan, namun tangannya ditahan oleh sang istri.

"Mas,.. sakit nggak?" tanya Saras menunda nunda waktu.

"Hmm, dikit. Namanya juga pertama kali. Rasanya aku jamin lebih enak daripada tangan dokter yang membersihkan leher rahimmu dulu" jawab Arman.

Saras pun tak bisa mengelak lagi. Akhirnya ia diam dan membiarkan Arman melepas penutup aset kembarnya. Setelah polos, Arman langsung meraih aset kembar itu dan meremasnya. Saras merasa kesakitan karena pria tua itu terlalu kencang memainkan asetnya.

"Aaah mas, jangan kencang kencang" protes Saras, tapi Arman sudah dibakar gairah tidak menyahuti.

Dan tak lama kemudian, Arman mengangkat pinggul Saras dan ia turunkan untuk memasukkan senjatanya.

Blubbbbb...

Akhirnya Arman membobol gawang Saras yg tanpa ia ketahui sudah dibobol terlebih dahulu oleh putranya.

"Aakh!" seru Arman puas.

Saras menahan sakit dan entah kenapa ia tidak ingin mengeluarkan rintihan atau suara sexy dari gerakan sang suaminya.

Arman menaikkan naik turun pinggang sang istri. Saras hanya mengeluarkan suara kecil yg bagi Arman kurang memuaskan.

"Apakah terlalu sakit sampai kamu tidak bisa mend**ah, sayang?" tanya Arman di sele sela pergerakannya.

"Aaah...iya...mas" jawab Saras apa adanya, tapi sebenarnya bukan hanya sakit saja yg membuatnya tak bersuara antusias namun rasanya sangat berbeda saat bersama Aksa.

"Apakah memang rasanya berbeda jika dilakukan dengan orang yang berbeda?" batin Saras.

"Baiklah, aku akan pelan pelan. Kamu jangan diam saja sayaaang, suaraa mend**ah mu itu adalah gairahku juga" ucap Arman membuat Saras sadar jika suaminya ini membutuhkan rang**ngan dari suara.

Saras akhirnya berakting membut suara suara sexy yang dipaksakan alias orgasme palsu. Namun ketika ia merasa sendiri suaranya tidak natural, ia pun mencoba membayangkan dan mengingat momen bersama Aksa. Dan itu berhasil. Setiap sentuhan Arman pada tubuhnya, ia rasakan sebagai sentuhan dari anak tirinya yaitu Aksara Abimanyu.

"Aksaraaaaa!" seru Saras dalam hati.

Permainan di kamar mandi pun, selesai saat Arman melepaskan cairannya. Pasangan pengantin baru itu berpindah di atas ranjang dan melakukan kegiatan yg sama dengan gerakan Arman yang menggebu gebu. Bagi Saras apa yang dilakukan Arman saat ini sangat terburu buru dan menyakitkan, tidak membuatnya nikmat.

...Flashback Off...

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!