Bingkisan Sarapan

Saras langsung menelepon Arman.

"Selamat pagi, Mas. Maaf yaa tadi malam aku gak terima telepon kamu" sapa Saras langsung berakting memelas.

"Hai, sayang. Selamat pagi. Gapapa, Usi udah ngasih tau aku kalau kamu tadi malam udah tidur habis bareng temen temenmu. Wajarlah anak muda. Mas juga pernah muda" sahut Arman kalem.

"Syukurlah, pria ini tidak curiga" batin Saras.

"Iyaa, Mas. Aku gak enak sama kamu sampek ada 10 panggilan gak terjawab. Maaf banget ya" ucap Saras lagi.

"Its okay. Yaudah, kamu pulang dulu aja. Aku udah di kantor pagi pagi meeting" ujar Arman.

"Oh ya udah, aku nyetir dulu ya. Selamat bekerja" pamit Saras.

"Iya hati hati yaaaa calon istriku" balas Arman romantis.

Panggilan pun terhenti.

Bersamaan dengan jendela kaca mobil Saras diketuk oleh Aksa.

Tok...tok...tok..

Saras dengan wajah datarnya bisa melihat Aksa di luar mobilnya memberikan isyarat menggunakan tangan untuk menyuruhnya membuka jendela.

Wanita itu enggan untuk membukanya namun , Aksa lagi lagi mengetuk jendela mobil.

Tok..tok..tok..

"Apaaa!??" ketus Saras.

"Aku numpang balik ke Jakarta. Tadi malam aku bawa mobilmu kan, jadi pulangnya juga harus naik mobilmu kalau nggak aku naik apa coba" ucap Aksa.

"Mohon maaf, Tuan Muda Aksara yang terhormat. Anda yang menculik saya kesini jadi saya tidak akan memberikan tumpangan pada penculik" sahut sarkasme Saras.

Bagi Aksa menghadapi wanita keras kepala padahal sudah ia layani tadi malam hingga wanita itu mend*s*h sangat indah, yaitu dengan ancaman atau reward.

"Baiklah. Aku tidak rugi juga jika kamu tinggal disini. Kamu yang akan rugi karena aku akan mengatakan kepada ayah bahwa calon istrinya sudah menghabiskan malam pertama dengan putranya. Cerita yg bagus bukan" ancam Aksa dengan nada lembut tapi menusuk.

"Kamu!" seru Saras marah.

Aksa bersikap santai saja dan melipat kedua tangannya di dada.

"Kamu memang berniat menjebakku!" seru Saras lagi.

"Hahahahahaa, memang. Aku menjebakmu untuk mengikatmu bersamaku daripada pria tua itu" sahut Aksa enteng.

Saras yg sudah lelah berdebat dan perutnya kelaparan, akhirnya mengiyakan permintaan calon anak tirinya itu untuk memberikan tumpangan ke Jakarta.

"Masuklah dan jangan berbicara denganku!" perintah Saras.

Aksa kegirangan lalu masuk ke mobil dan duduk di samping Saras. Pagar sudah dibuka oleh Broto pagi pagi sekali saat membersihkan halaman villa Aksa karena permintaan pemilik villa jika pagar harus terbuka saat pagi agar ketika keluar villa bisa langsung.

Saras langsung mengemudikan mobilnya dengan pelan diawal menyusuri pedesaan. Tapi saat sudah berada di jalan raya atau tol, wanita itu mengebut hingga membuat Aksa cukup terkesima dengan kemampuan menyetir Saras.

"Boleh juga nyetirmu" celetuk Aksa dengan santai dia hanya menikmati setiran Saras meskipun terkesan ugal - ugalan.

"Dia santai banget aku ajak ngebut" batin Saras.

"Jangan berbicara denganku!" ketus wanita itu dan hanya membuat Aksa tersenyum.

"Kamu pasti berniat membuatku takut dengan mengebut seperti ini yakan? Hahaha, aku cuma bilang, kemampuan menyetirmu ini masih dibilang payah karena sangat kasar tapi boleh juga sebagai wanita miskin kamu bisa sampai di kemampuan ini" sindir Aksa.

Saras merasa terhina dan langsung menancapkan gas maksimal hingga mobil sportnya yg dibelikan Arman itu sampai di kecepatan 150km/jam.

"Hahahahaha, aku akan senang jika mati bersamamu" ujar Aksa membuat Saras sadar jika calon anak tirinya ini tidak bisa diancam dengan kebut - kebutan. Wanita itu pun menormalkan kecepatan mobilnya dan tiba tiba menepi di rest area.

"Aku sudah tidak mau menyetir lagi. Kalau kamu numpang lebih baik sadar diri dan jadilah supir" ucap Saras lalu membuka pintu mobilnya dan keluar. Aksa tanpa berkata hanya tersenyum smirk pun menuruti pemilik mobil dan keluar juga.

Mereka switch bangku dan melanjutkan perjalanannya lagi menuju ibukota, mungkin sekitar 30 menit lagi untuk menyelesaikan perjalanan melewati jalan tol.

Kali ini Aksa yang pamer kemampuan menyetirnya.

Saras akui dalam hati setiran Aksara begitu tenang meskipun kecepatannya juga sudah menyentuh 150km/jam.

"Dia benar benar tidak mudah direndahkan" batin Saras.

"Kamu pasti memujiku dalam hati karena kemampuan menyetirku kan?" tanya Aksa dengan bangga.

"Kamu tidak pantas di puji" jawab Saras dan Aksa hanya tersenyum smirk saja.

Tidak ada pembicaraan di antara mereka lagi hingga Aksa berhenti di gerbang masuk kawasan apartemen elit Pondok Indah Jakarta.

"Terima kasih atas tumpangannya. Hati hati dijalan" ucap Aksa sambil melepas sabuk pengamannya.

Krucuuuk..

Perut Saras berbunyi lagi dan membuat Aksa tertawa.

"Hahahahaha, ditawarin roti bakar tadi gak mau. Tuh di bangku belakang udah aku bawakan tadi roti bakar sama susu sapi asli dari peternakan sapi perah dibelakang villa. Bu Asih istri Pak Broto yg meras" ujar Aksa lagi lalu ia pun keluar mobil dan diikuti Saras yg juga keluar mobil untuk duduk di bangku pengemudi.

Saras tak berkata apapun dan langsung membawa mobilnya pergi dari hadapan Aksa.

Dirasa sudah meninggalkan kawasan apartemen itu, Saras menoleh kebelakang dan memang melihat ada tas berisi satu kotak tupperware dan satu botol berisi susu. Tanpa sadar, Saras mengembangkan bibirnya alias tersenyum melihat bingkisan sarapan dari Aksa.

Ia berhenti di taman kompleks perumahaan elit dimana rumah utama Abimanyu berada dan memutuskan memakan serta menikmati bingkisan dari Aksa untuk mengisi perutnya yang kelaparan sejak bangun tidur.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!