Pernah keguguran

Saat ini tahun 2020, saat usia Aksa sudah 28 tahun. 2 tahun pernikahan Arman dan Saras pun sudah terlewati.

Sejak pernikahan ayah dan ibu tirinya 2 tahun lalu, Aksa memilih untuk kembali ke New York mengambil pelatihan bisnis dengan trainer ekspedisi ternama serta membangun relasi Internasional. Selain alasan bisnis, ternyata Aksa memang sengaja menjauhi berita dan pertemuan dengan Arman beserta ibu tirinya.

Sangat menyakitkan mengingat ayahnya pemain wanita bersama dengan wanita muda yg sudah berada di hatinya sejak awal bertemu ketika masih kecil tapi ia sembunyikan dan baru sadar saat bertemu kembali di acara makan malam dimana Saras diumumkan sebagai calon istri ayahnya.

Ekspedisi MomPress miliknya dikelola oleh asisten dan sahabatnya yaitu Robi dan Ardo selama 2 tahun kepergiannya.

"Hei, bro. Pulanglah. Ada kerjasama besar untuk perusahaan food mengirim produk ke penjuru Indonesia" sapa Ardo saat menelepon Aksa.

"Urus aja sendirilah. Aku masih ada perlu disini buat tanda tangan kontrak armada ekspedisi dengan New York Express" sahut Aksa.

"Ck, kamu tuh direktur di MomPress , semudah itu melepaskan kita sendiri disini. 2 tahun dah lama banget brooo, lagiaan..." ucap Ardo terpotong karena ingin memancing kekepoan Aksa.

"Lagian apaaa?" tanya Aksa penasaran.

"Aku akan menikah!" seru Ardo membuat Aksa terkejut.

"Wow! Selamat ya broooo! Kabar baik banget nih! Akhirnya pujangga MomPress nikah jugaa" sahut Aksa antusias.

"Yakaan aku nunggu ketemu orang yang tepat dan Salsa menjadi pilihanku" ucap Ardo.

"Salsa? Salsa anaknya Pak Hendro, manajer logistik perusahaan kita?" tanya Aksa.

"Hahaha, iya broo. Salsa kerja di perusahaan ayahmu ternyata, usianya sama kayak ibu tirimu dan mereka berteman. Aku beberapa kali bertemu Saras di kantor Pak Arman karena menjemput Salsa" jawab Ardo.

Aksa terdiam. Nama Saras sudah lama ia tidak dengar dan memang ia hindari.

"Hei, kamu masih disanaa bro? Udahlah, lupakan Saras. Dia udah jadi ibu tirimu, gak baik ngerebut istri ayahmu" lanjut Ardo.

"Sok tau! Aku udah gak peduli sama dia lagi" sahut Aksa terdengar marah.

"Hahahahaha, pembohong. Eh tapi kamu beneran gak peduli? Aku ada kabar yg kurang enak buat dia sama ayahmu" ucap Ardo.

"Apaa??" tanya Aksa langsung membuatnya menelan ludah sendiri.

"Hahaa, yakan. Buktinyaa kamu kepo" ejek Ardo.

"Yaudah kalau gak mau ngasih tau" balas Aksa jengkel.

"Oke oke. Aku ini denger dari Salsa yaa kan mereka temen sekantor meskipun beda jabatan. Aku rasa Saras tidak bahagia" ungkap Ardo.

"Gak bahagia gimana maksudmu? Seharusnya dia bahagia jadi istri pengusaha kaya. Banyak duit kerjanya juga di perusahaan yg sama" elak Aksa.

"Dia tidak bahagia karena ayahmu bersikap kasar pada Saras mungkin udah terjadi setahun yang lalu. Saras tidak bisa memberikan anak untuk ayahmu" jelas Ardo.

Aksa terdiam dan mencerna penjelasan Ardo.

"Terus?" tanya Aksa lagi.

"Terus terus emang mau terus kemana. Pulanglah dan lihatlah sendiri kondisi keluargamu. Perusahaan Sejahtera Kontruksi juga mengalami gejolak internal dengan emosi yang tidak stabil" jawab Ardo.

"Hmmm, biarlah. Emang emosi pria tua itu sudah tidak stabil dari zaman aku tumbuh remaja" sahut Aksa.

"Yaudah, aku ada meeting mendadak. Bye" lanjutnya lalu mematikan telepon duluan.

Ardo ganya geleng geleng dengan tingkah sahabat sejak SD nya itu.

Di New York, Aksa sedang mempertimbangkan apakah dia harus pulang ke Indonesia segera dan akhirnya ia putuskan besok akan kembali karena tanda tangan kontrak bersama New York Express beberapa hari yang lalu.

.

Sesampainya di Jakarta, tempat yang pertama kali ia kunjungi adalah perusahaan MomPress dan membuat Ardo dan Robi terkejut.

"Wowww akhirnya Bos pulang juga!" seru Robi bahagia.

"Hahaha, akhirnya kamu mendengarkanku, Bro" celetuk Ardo dengan senyuman smirk.

"Siapa yang mendengarkanmu, memang aku ada rencana untuk balik kesini sebelum teleponan denganmu kemarin" bohong Aksa.

"Hahahhaa" tawa Ardo yang terdengar karena ia tau kebohongan sahabatnya.

"Ini berkas perjanjian dengan New York Express, tolong urus lanjutannya ya Rob" ujar Aksa sambil menyerahkan satu map berisi kertas kertas kerjasama.

"Keren banget emang, bos MomPress ini. Terima kasih Pak Aksa sudah bekerja keras untuk perusahaan" ucap Robi.

"Tugasku untuk mengusahakan perusahaan berkembang dan maju. Kamu dan Ardo juga sudah bekerja keras, terima kasih" sahut Aksa.

"Terima kasih doang yaaa kurang lah Bro, kasih aku hadiah karena menggantikanmu 2 tahun" sela Ardo yang memang suka menggoda sahabatnya itu.

"Hahaha amaan, nanti kalau aku sudah kepikiran ngasih hadiah apa, bakal aku kasih" ucap Aksa dengan enteng.

3 pria muda menjelang pria dewasa 30 tahunan itu melanjutkan obrolan bisnis hingga malam hari.

Aksa sampai ke apartemen yang sudah ia tinggalkan 2 tahun pada jam 10 malam. Apartemennya terlihat bersih karena setiap minggu ia menyuruh orang untuk membersihkankannya.

"Aah, enak banget di apartemen sendiri" ucapnya sambil duduk bersandar pada sofa.

Lalu ia menatap langit langit ruangan dan teringat wajah Saras.

"Apa yang dia lakukan sekarang? Apakah sedang melayani pria tua itu?" lirihnya menduga.

Di sebuah kamar cukup luas, terlihat seorang pria tua sedang berada diatas tubuh wanita muda untuk berhubungan badan. Benar dugaan Aksa bahwa Saras sedang melayani ayahnya.

Arman begitu cepat mengerakkan tubuhnya keatas dan kebawah untuk menyelesaikan permainannya yg terasa hambar karena si wanita tidak banyak memberikan respon.

"Aaaakh!!!" seru Arman sambil mengeluarkan cairannya didalam, lalu ia pun berpindah posisi untuk duduk di tepi ranjang dan berkata "aku harap kali ini benihku bisa tumbuh di rahimmu, atau aku akan tetap menggempurmu sampai benar benar jadi"

Saras hanya diam dan tak merespon. Arman langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan sang istri masih meratapi nasib.

"Dasar pria tua! Diajak ke rumah sakit buat program gak mau, merasa perkasa tapi ternyata lemah. Aku sudah periksa untuk diriku sendiri, rahim dan sel telurku baik baik saja. Jadi kemungkinan besar ya karena benihmu yg tidak kuat" batin Saras kesal.

Saras pun turun dari ranjang dan membalut tubuh polosnya dengan dress rumahan sebelum ia keluar kamar untuk menggunakan kamar mandi di ruangan kamar lainnya, lebih tepatnya kamar Aksa yg sudah kosong bertahun tahun.

Ketika masuk kamar Aksa, aroma tubuh anak tirinya itu menyeruak ke hidung hingga entah kenapa membuatnya suka daripada aroma kamarnya bersama sang suami.

"Dia benar benar sudah melepaskan diri dari keluarga ini" lirihnya.

"Apa aku mencarinya? Aku rasa sudah waktunya melawan pria tua itu. Aku ingin menghancurkannya dan membuat hidupnya menderita karena sudah memperlakukan ayah sangat kejam waktu itu hanya karena tidak berhasil menyelamatkan istrinya" lanjutnya.

Badannya semakin terasa lengket dari permainan bersama sang suami, Saras merasa jijik dengan dirinya sendiri. Langsung masuk ke kamar mandi Aksa dan mandi.

.

Keesokan harinya, Saras tetap melayani Arman di meja makan. Sesuai permintaan Arman jika di meja makan ia ingin disiapkan makanannya seperti yang dilakukan Siska dulu.

Wanda dan Arif pun sudah kembali ke Bandung karena permintaan Saras kepada sang suami jika ia tidak bisa membiarkan orang tuanya melayani dirumah yg ia tinggali. Arman pun menuruti waktu itu karena masa masa pengantin baru dan memilih mencari asisten rumah tangga baru dan supir yang lebih muda.

"Mas, aku ingin ke Bandung untuk menemui ayah dan ibu. Sudah 2 bulan aku tidak menjenguk mereka" ucap Saras.

"Pergilah" jawab singkat Arman sambil menikmati sarapannya.

Saras pun tak menyahuti. Ia melanjutkan sarapannya juga. Sikap dingin sang suami sudah mulai terasa biasa karena sudah satu tahun lebih seperti ini karena mengalami keguguran sebelum kehamilan itu diketahui.

Arman waktu itu sangat marah. Ia menunggu momen dimana akan memiliki anak lagi untuk penerusnya, namun harapannya sirna ketika mengetahui Saras jatuh terpeleset di kamar mandi dan terjadi pendarahan.

Arman menyalahkan Saras mati matian hingga memberikan tatapan benci pada istrinya itu.

"Bodoh! Masa hamil gak kerasa! Kamu sudah membunuh bayiku! Apa yang kamu perbuat hah? 10 bulan kita menikah, kamu tidak segera hamil dan memberikan kabar bahagia kepadaku. Malah memberikan kabar jika kamu keguguran! Dasar wanita sial!" teriaknya saat Saras sudah pulang dari rumah sakit.

Saras hanya menangis dan tidak bisa melawan karena ia benar benar tidak tau jika dirinya sedang hamil jika sesuai informasi dokter baru 3 minggu.

Dari saat itulah sikap Arman berubah. Dia hanya fokus bikin anak tanpa melihat perasaan dan keinginan Saras.

Niat Saras menikahi Arman untuk membuat pria itu tunduk padanya tapi malah dirinya yg terjebak dalam balas dendamnya.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!