Sahabat panutan

Sinar matahari didesa menjadi terasa lebih indah jika dibandingkan dengan perkotaan. Seperti halnya sinar yg menembus jendela kamar villa Aksa yg saat ini pemilik kamar masih nyaman memeluk wanita dalam tidurnya.

"Good morning" sapa Aksa ketika merasakan Saras mulai menggeliat dan membuka mata.

"Pagi" jawab Saras dengan senyuman tipis.

Tiba tiba wanita itu terkejut ketika melihat hari mulai pagi.

"Astaga! Pasti ayahmu mencariku!" seru Saras yg langsung mendudukan tubuhnya.

Aksa tersenyum smirk saja.

"Sepertinya begitu. Handphone mu ada di mobil karena tadi malam aku hanya menggendongmu saja tidak membawa tasmu masuk" sahut Aksa.

Saras pun memasang wajah datar dan kembali kesal dengan apa yang telah dilakukan calon anak tirinya itu namun jadi malu saat kembali mengingat kenikmatan yg ia terima tadi malam.

Ia pun langsung menarik selimut dan membuat tubuh polos Aksa terlihat.

"Wah mulai berani, main narik selimut aja" sindir Aksa sambil menutup bagian intinya dengan kedua tangannya. Saras yg memang panik tidak terlalu memperhatikan tubuh polos lelaki yang telah mengambil keperawanannya dan langsung berjalan ke kamar mandi.

Berbeda dengan Aksa yang memperhatikan bercak darah kering di ranjang.

"Dia benar benar masih gadis. Aku sangat menikmatinya" lirihnya puas.

Lalu ia pun turun dari ranjang dan memakai celananya. Aksa menarik sprei tempat tidur karena tidak ingin bercak darah Saras diketahui oleh Broto dan istrinya. Kain putih ternoda warna merah itu ia masukkan dalam tasnya untuk ia bawa ke apartemennya , entah akan diapakan.

Didalam kamar mandi, Saras buru buru membersihkan diri dan menyadari jika dirinya sudah tidak gadis lagi.

"Aku begitu bodoh. Sebegitu gampangnya, Aksa mengambil kegadisanku" lirih Saras saat melihat aliran air yg jatuh dari tubuh bagian bawahnya berwarna sedikit merah.

"Aaaaah!!! Lupakan! Dia bermain aman, aku tidak akan hamil selama dia memakai k*n**m" lanjutnya menenangkan diri.

Tak lama kemudian, Saras pun keluar kamar mandi dengan balutan handuk tapi Aksa sudah tidak ada dikamar.

"Kemana pria itu?" tanyanya.

Namun tak ingin peduli, Saras langsung memungut dressnya serta dalamannya untuk ia pakai kembali.

Ketika ia keluar dari kamar, Saras melihat Aksa sedang membawakan sepiring roti bakar untuknya.

"Makanlah dulu, pasti kamu kelaparan" ucap Aksa sambil menyodorkan roti bakarnya.

"Tidak perlu, aku tidak lapar" sahut Saras sinis dan buru buru untuk segera ke mobilnya.

Namun baru saja melangkahkan kakinya, perut Saras berbunyi hingga Aksa pun mendengarnya.

Kruuuucuuuuk....

"Hahahhahaha" tawa Aksa pun terlepas.

"Tubuhmu memang tak pandai berbohong, Ras" celetuknya dengan senyuman smirk.

Membuat Saras semakin kesal dan langsung berlari keluar villa.

Ia membuka pintu mobil yg tidak dikunci, karena kuncinya masih menempel tp sudah off.

Saras langsung masuk di bangku penumpang dan mengambil tasnya.

Ia ambil ponsel dan melihat 10 panggilan dari Arman dan 15 panggilan dari Usi.

"Aduh! Kenapa Usi telepon aku juga ya? Apakah Mas Arman mencarinya untuk mengecek keberadaanku?" lirih Saras panik.

Ia langsung menelepon Usi dulu daripada calon suaminya.

"Halo, Us" sapa Saras.

"Haduuuh, Saraaas... kemana aja kamu dari semalam, calon suamimu nyariin kamu tuh" sahut Usi dengan nada kesal campur khawatir.

"Maafkan aku, aku sedang ada urusan di Bogor ternyata" ucap Saras tak sepenuhnya berbohong.

"Aku mengaku ke Pak Arman, kamu nginep di rumahku sebelum kamu jadi istri orang. Aku bilang orang tuaku kangen kamu" sahut Usi membuat Saras bernafas lega.

"Terus Mas Arman percaya?" tanya Saras lagi.

"Sepertinya iya, karena aku kirimkan foto selfie kita tadi di restauran" jawab Usi.

"Syukurlah.. terima kasih banyaaak Usi sayaaaang" sahut Saras bahagia.

"Hmmmm. Kamu berhutang penjelasan kepadaku, Ras" ujar Usi.

"Beres. Kalau ada waktu akan aku ceritakan" sahut Saras.

Panggilan pun akhirnya diakhiri.

Episodes
1 Aku ingin Ibu Tiri
2 Salah tapi Nikmat
3 Sahabat panutan
4 Bingkisan Sarapan
5 Resepsi Mewah
6 Tak senikmat bersamanya
7 Pernah keguguran
8 Panasnya Gudang
9 Tak ingin keluar didalam
10 Pria panggilan
11 Menginap
12 Menantang
13 Kenapa tidak menikah denganku?
14 Buat lah aku hamil
15 Datang bulan
16 Hinaan untuk istri
17 Emang udah gila
18 Double Date
19 Cek kesuburan
20 Permainan belum selesai
21 Berpisah di bandara
22 Setuju
23 Terlalu cepat
24 Suami tua temperamen
25 Keluar malam
26 Membujuk suami
27 Rencana cerai
28 Semakin yakin bercerai
29 Murka
30 Terdampar di tepi sungai
31 Saras siuman
32 Akrab
33 Amnesia
34 Berteman
35 Memberi kabar
36 Saling terhubung
37 Vila menawan
38 Sah Menikah!
39 Memberi jarak
40 Membuka kembali
41 Terhenti tengah jalan
42 Menemukan passion lain
43 Enaknya Indomie
44 Hujan tapi Panas
45 Ngumpul di Vila
46 Berjalan baik
47 Pria mencurigakan
48 Mulai bekerja
49 Masuk perangkap
50 Kopi Asin
51 Bebas menyembur
52 Sky Lounge
53 Kabar bahagia
54 Tertangkap Basah
55 Kerjasama rahasia
56 Mantan kekasih
57 Syukuran Baby Boy
58 Kembali bersama (Julia&Gun)
59 Dibayar dengan nyawa
60 Ke Bandung
61 Obrolan Wanita
62 Ganti kaki tangan
63 Bukti datang
64 Kebakaran
65 Sidang hukuman
66 Ingatan yang kembali
67 Lahiran karena penyusup
68 Happy di New York
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Aku ingin Ibu Tiri
2
Salah tapi Nikmat
3
Sahabat panutan
4
Bingkisan Sarapan
5
Resepsi Mewah
6
Tak senikmat bersamanya
7
Pernah keguguran
8
Panasnya Gudang
9
Tak ingin keluar didalam
10
Pria panggilan
11
Menginap
12
Menantang
13
Kenapa tidak menikah denganku?
14
Buat lah aku hamil
15
Datang bulan
16
Hinaan untuk istri
17
Emang udah gila
18
Double Date
19
Cek kesuburan
20
Permainan belum selesai
21
Berpisah di bandara
22
Setuju
23
Terlalu cepat
24
Suami tua temperamen
25
Keluar malam
26
Membujuk suami
27
Rencana cerai
28
Semakin yakin bercerai
29
Murka
30
Terdampar di tepi sungai
31
Saras siuman
32
Akrab
33
Amnesia
34
Berteman
35
Memberi kabar
36
Saling terhubung
37
Vila menawan
38
Sah Menikah!
39
Memberi jarak
40
Membuka kembali
41
Terhenti tengah jalan
42
Menemukan passion lain
43
Enaknya Indomie
44
Hujan tapi Panas
45
Ngumpul di Vila
46
Berjalan baik
47
Pria mencurigakan
48
Mulai bekerja
49
Masuk perangkap
50
Kopi Asin
51
Bebas menyembur
52
Sky Lounge
53
Kabar bahagia
54
Tertangkap Basah
55
Kerjasama rahasia
56
Mantan kekasih
57
Syukuran Baby Boy
58
Kembali bersama (Julia&Gun)
59
Dibayar dengan nyawa
60
Ke Bandung
61
Obrolan Wanita
62
Ganti kaki tangan
63
Bukti datang
64
Kebakaran
65
Sidang hukuman
66
Ingatan yang kembali
67
Lahiran karena penyusup
68
Happy di New York

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!