20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.

“Kamu kenapa, Sha?” Tanya Chef Robby. Mereka kini tengah makan malam berdua di unit apartemen yang di tempati oleh Marsha.

Sejak memasak tadi, Chef Robby melihat gadis itu lebih banyak diam dan melamun. Pasti ada sesuatu yang membebani pikiran gadis berusia dua puluh tujuh tahun itu.

“Sha?” Chef Robby memberanikan diri menyentuh punggung tangan Marsha.

Plang.. !!

Suara alat makan terjatuh di atas piring.

Marsha terkejut dengan sentuhan tiba-tiba di tangannya.

“Maafkan aku, Sha.” Ucap Chef Robby melihat keterkejutan gadis itu. “Apa terjadi sesuatu? Kenapa sejak tadi, aku perhatikan kamu lebih banyak diam?”

“Chef, bagaimana jika aku mengundurkan diri dari hotel?” Tanya Marsha kemudian.

Dahi Chef Robby berkerut halus. Ia ikut meletakan alat makannya di atas piring.

“Kamu ingin berhenti bekerja? Kenapa? Ada masalah?” Tanya Chef Robby penasaran.

Kepala Marsha menggeleng pelan. Untuk saat ini, belum ada masalah yang menghampirinya di tempat kerja. Tetapi, tidak tahu kedepannya. Apalagi, Aldo mengetahui keberadaan gadis itu. Itu artinya, Rafael juga pasti sudah tahu dan akan segera menemuinya.

Apa mungkin Rafael akan menemuinya?

“Aku— Marsha menjeda ucapannya. Ia menghela nafas pelan. “Seandainya, Chef. Aku ingin mencari pengalaman baru.”

“Yakin kamu tidak apa-apa? Kita baru satu bulan disini. Apa terjadi sesuatu?” Chef Robby masih percaya ucapan Marsha.

“Tidak ada, Chef. Aku hanya bertanya saja. Bagaimana jika aku mengundurkan diri. Hanya berandai-andai jika aku ingin mencari pengalaman baru. Siapa tahu, ada hotel yang menawarkan gaji yang lebih besar.” Ucap Marsha sembari terkekeh. Ia pun kembali melanjutkan makannya.

Chef Robby menghela nafas pelan. Sepertinya membuat Marsha jujur padanya sangat sulit.

“Jika kamu tidak lupa, kamu baru menandatangani perpanjangan kontrak kerja dua bulan yang lalu. Kamu ingatkan, berapa penalti yang harus kita bayar jika melanggar atau memutus kontrak di tengah jalan? Bukan di tengah jalan, lebih tepatnya di awal. Apa kamu punya simpanan sebanyak itu untuk membayar penalti? Kalau iya, ya Silahkan. Aku tidak keberatan memiliki asisten yang baru.” Gurau pria itu di akhir kalimatnya.

Ucapan Chef Robby membuat selera makan Marsha hilang seketika. Bagaimana ia bisa lupa dengan isi kontrak kerja yang mengharuskan karyawan membayar penalti, jika memutus kontrak sebelum waktunya?

“Kenapa? Jadi kapan kamu mau mengundurkan diri? Biar aku bisa membuka lowongan calon asisten yang baru—

“Tidak jadi.” Ucap Marsha seraya bangkit membawa piring yang masih terisi ke arah dapur. Ia membuang makanan ke dalam tong sampah, kemudian mencuci piringnya di wastafel.

Sungguh sangat menyebalkan. Perusahaan macam apa yang membebani karyawannya dengan membayar penalti jika memutuskan kontrak kerja.

\~\~\~

Pagi menjelang.

Marsha bersiap untuk pergi bekerja walau dengan berat hati. Langkahnya pun terasa sangat gontai. Ia ingin lari, namun apa daya ada tali tak kasat mata yang mengikat pergerakannya.

Dan dengan menghela nafas kasar, gadis itu pun keluar dari unit apartemen, menuju halte bis di depan gedung.

“Sha, tunggu. Aku ingin bicara denganmu.” Aldo melebarkan langkahnya ketika merasa Marsha menghindar darinya.

Aldo sengaja datang ke gedung apartemen itu untuk menemui Marsha. Ia merasa perlu berbicara dengan gadis itu.

Perasaan pria itu menjadi tidak tenang setelah kemarin ia mendapati Marsha melihat ke arahnya yang sedang berbicara dengan Rafael.

“Sha, please. Aku ingin bicara sama kamu.” Aldo menahan lengan gadis itu dengan lancang. Ia sungguh takut jika Marsha akan pergi lagi. Pria itu masih sayang dengan nyawanya. Tidak ingin mati muda karena di habisi oleh Rafael.

“Aku merasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, Al.” Marsha mendorong tangan Aldo agar terlepas dari lengannya.

“Tidak. Kita memang harus bicara. Ikut aku.” Aldo bersikap semau dirinya. Ia menarik pelan lengan Marsha dan membawa gadis itu ke dalam mobilnya.

Tak jauh dari mereka, Chef Robby menyaksikan dan mendengar semuanya. Pria dewasa itu merasa di bohongi. Sepertinya, ada sesuatu di antara Marsha dan Aldo yang gadis itu sembunyikan darinya.

“Apa pemuda itu alasan di balik kamu ingin mengundurkan diri dari hotel, Sha?”

Chef Robby ingin mengikuti kemana perginya mobil Aldo, namun ia urungkan. Ia tidak punya hak untuk ikut campur urusan pribadi muda-mudi itu.

Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pria itu membawa Marsha ke taman dimana gadis itu merenung kemarin.

Kini mereka tengah duduk bersisian di atas bangku taman. Tempat itu cukup sepi, mengingat, hari masih sangat pagi. Hanya ada beberapa pasang lansia yang sedang berjalan-jalan.

“Sha.”

Aldo membuka suara setelah mereka cukup lama diam. Sepertinya, gadis itu marah padanya karena tidak mau berkata apapun.

“Jadi, General Manager itu adalah dia, Al? Apa kamu sengaja merahasiakannya dari aku?” Tanya Marsha kemudian.

“Maafkan aku.” Ucapnya sembari menghela nafas pelan.

“Kenapa Al?” Tuntut Marsha.

“Rafael juga tidak tahu kamu disini, Sha. Aku tidak pernah mengatakan keberadaanmu padanya.” Jelas Aldo.

“Jangan bohong, Al. Kamu teman baiknya. Kenapa aku harus percaya sama kamu?” Suara Marsha terdengar sedikit bergetar.

“Kamu boleh tidak percaya padaku, Sha. Tetapi itulah kenyataannya.” Pria itu kemudian berjongkok di depan Marsha.

“Lihat bekas lebam ini, Sha.” Pria itu menunjuk sudut bibirnya yang masih ada bekas sedikit membiru.

Marsha menatap tidak perduli. Ia merasa telah di bohongi oleh pria yang di anggapnya baik itu.

“Ini adalah bekas pukulan Rafael. Kemarin, dia melihatmu. Kemudian dia marah padaku karena tidak mengatakan keberadaan mu padanya.”

Marsha menatap ke dalam manik mata Aldo. Terlihat kesungguhan disana, pria itu tidak membohonginya.

“Aku tidak mau kamu pergi lagi, Sha. Karena itu, aku merahasiakan keberadaan kamu. Walau aku tahu, cepat atau lambat Rafael akan mengetahuinya.” Ucap Aldo yang kemudian menundukkan kepalanya.

“Bangun, Al. Kita jadi tontonan orang-orang.” Ucap Marsha melihat sekitar taman. Ada beberapa orang yang memperhatikan mereka.

Aldo menurut. Ia kembali duduk di samping Marsha.

“Aku ingin mengundurkan diri, Al.”

Kalimat yang Marsha ucapkan membuat Aldo gelagapan. Gadis itu ingin pergi lagi.

“Sha, please. Aku tahu, sangat sulit untuk kamu tetap disini. Apalagi, Rafael sudah tahu. Tetapi, aku mohon ijinkan dia menjelaskan apa yang terjadi lima tahun lalu. Setelah itu, kamu boleh pergi.”

Marsha kembali menatap Aldo. Pria itu juga sedang melihat ke arahnya penuh harap.

“Aku hanya tidak ingin menjadi sasaran amukan dia lagi, Sha. Jika kamu pergi lagi, maka habislah aku saat itu juga.”

\~\~\~

Marsha berjalan gontai menyusuri lorong penghubung dapur menuju gudang penyimpanan. Ia teringat ucapan Aldo. Rafael akan menghabisi pria itu jika Marsha pergi lagi.

Gadis itu juga kasihan melihat luka lebam pada wajah tampan Aldo. Apa Rafael semarah itu saat Marsha pergi? Lalu, apa pria itu tidak memikirkan bagaimana perasaan Marsha saat ia tinggalkan?

Sibuk berkutat dengan pikirannya, gadis itu tak menyadari jika ada orang lain yang mengikutinya, bahkan hingga masuk ke dalam gudang.

Ia menjerit tertahan, saat dua pasang lengan melingkari pinggangnya.

“Aku sangat merindukanmu, Cha.”

Terpopuler

Comments

Milla

Milla

Yaaa yaaaa Rafael okey jelaskan sejelas jelas nya pada Marsya setelah itu hidup lah pada jalan kita masing2 yeeee tapi El pasti nya g mau 😌🥺

2024-06-06

3

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

gercep banget Rafael untuk menemui Marsha...selesaikan urusan kalian biar ga terjadi salah paham terus

2024-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!