16. Kita Belum Selesai, Cha.

Marsha tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Nafas tersengal, dan keringat dingin membasahi dahi. Ia baru saja bermimpi buruk.

Ya. Bisa di katakan sangat buruk. Karena gadis itu bermimpi tentang perbuatan dosa yang ia dan Rafael lakukan dulu.

Mereka pernah melakukannya sekali di hari kelulusan. Setelah itu, meski tidak sampai berhubungan badan, Marsha dan Rafael masih sering berbuat in-tim. Bahkan hingga seminggu sebelum mereka berpisah untuk selamanya.

Gadis itu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia lantas mengambil air minum di atas nakas. Sungguh Marsha tidak menduga akan bermimpi hal itu lagi.

Selama lima tahun ini, ia telah berusaha berdamai dengan masalalunya. Tidak ingin mengingat, meski belum bisa melupakan. Lalu kenapa kejadian itu bisa hadir dalam mimpinya?

Orang mengatakan mimpi itu hanyalah bunga tidur. Atau mungkin, sebelum tidur kita mengingat seseorang sehingga ia hadir dalam alam bawah sadar. Namun, Marsha sama sekali tidak mengingat siapa pun sebelum ia memejamkan mata.

Gadis itu pun menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Meletakan gelas kembali ke atas nakas, kemudian mengambil ponsel untuk memeriksa waktu.

Pukul tiga dini hari.

Marsha pun meletakan ponselnya di samping gelas yang telah kosong.

“Kenapa aku harus bermimpi tentang hal itu?” Ia kembali mengusap wajahnya. Rasa kantuk telah hilang, berganti dengan bayang-bayang mimpi yang memenuhi benaknya.

Sangat nyata. Membuat Marsha susah untuk memejamkan kembali indera penglihatannya.

Apa mungkin Rafael yang mengingatnya?

Marsha menggeleng cepat ketika wajah sang mantan kekasih muncul di pikirannya.

“Aku tidak boleh mengingat dia lagi. Ini hanya bunga tidur.” Ia pun meluruhkan badannya. Membenahi selimut, kemudian mencoba kembali untuk tidur.

Namun adegan-adegan in-tim dalam mimpinya kembali melintas. Membuat mata Marsha kembali terbuka lebar.

“Tolong jangan ganggu aku. Aku sudah berusaha sangat keras untuk melupakan.” Suara Marsha bergetar. Perlahan ia pun menangis terisak.

Masalalu yang perlahan ia lupakan, kini datang kembali. Hadir melalui mimpi, yang sangat menganggu pikirannya.

Sementara itu di tempat lain.

Rafael juga mengalami kegelisahan yang sama. Pembicaraannya dengan sang ibu membuat pria muda itu mengingat kembali kenangan-kenangan indahnya bersama Marsha.

Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Mengenang kembali masa-masa penuh cinta bersama sang pujaan hati, yang sampai sekarang ia tidak tahu keberadaannya.

Sungguh Rafael ingin menyewa detektif swasta untuk mencari Marsha. Namun ia urungkan mengingat janji Aldo. Rafael masih menghargai usaha sahabatnya itu. Padahal, dengan uang yang ia miliki saat ini, akan sangat mudah untuk menemukan keberadaan Marsha.

“Aku sangat merindukanmu, Cha. Semoga kita bisa segera bertemu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu.”

Pria itu kemudian mengambil foto Marsha dari dalam nakas. Mengusapnya dengan lembut.

“Kita belum selesai, Cha. Aku tidak pernah menganggap hubungan kita berakhir. Aku tahu, saat ini kamu pasti membenciku. Dan jika Tuhan mengijinkan kita bertemu lagi, aku tidak akan pernah melepaskan mu.”

Rafael mengecup wajah sang pujaan hati. Ia kemudian merebahkan diri dengan memeluk bingkai foto Marsha.

\~\~\~

Pagi menjelang. Marsha memutuskan untuk berangkat ke hotel lebih awal dari jam kerjanya. Gadis itu benar-benar tidak bisa memejamkan matanya dengan nyenyak.

Hingga subuh datang, ia memutuskan untuk bangun, membersihkan apartemen, dan mencuci pakaian kotornya.

Sebelum tiba di hotel, Marsha menyempatkan diri membeli bubur ayam untuk sarapannya pagi ini. Lelah membersihkan apartemen, membuat Marsha enggan membuat sarapan.

“Aldo.” Gumam Marsha saat melihat sang atasan yang lebih dulu duduk anteng di dalam kedai bubur ayam itu.

Pria itu pun tanpa sengaja mengalihkan pandangannya.

“Sha.” Aldo tersenyum. Ia melambaikan tangan. Meminta Marsha bergabung bersamanya.

“Pak, tambah lagi satu.” Ucap Aldo pada pedagang bubur.

“Kalau aku tahu kamu akan sarapan disini, aku pasti jemput kamu tadi.” Ucap Aldo saat Marsha telah duduk di sampingnya.

“Aku tidak merencanakannya, Al. Mumpung masih pagi, jadi aku mampir.”

Aldo mengangguk paham. “Lain kali, hubungi aku kalau kamu berangkat lebih awal. Aku akan bawa kamu sarapan di tempat lain.”

Marsha terkekeh. “Iya deh. Mentang-mentang sudah jadi asisten General Manager.” Gurau gadis itu. Namun, sedetik kemudian ia teringat sesuatu.

Aldo pun mencebikkan bibirnya.

“Oh ya, Al. Kata Chef Robby, kamu itu teman baik General Manager. Apa aku juga mengenalnya?” Tanya Marsha kemudian. Mimpi semalam tentang Rafael, membuatnya teringat akan pria itu. Dan Aldo, bukannya mereka berteman baik? Ada kemungkinan bukan?

Saat mengobrol tempo hari, Marsha hendak bertanya. Namun gadis itu lupa. Terlanjur tidak percaya jika pria tampan yang bersamanya ini adalah Aldo. Temannya yang dulu culun. Ia juga meminta maaf karena tidak tahu nama lengkap pria itu.

Aldo mengusap tengkuknya yang tiba-tiba meremang mendengar pertanyaan Marsha. Haruskah ia mengatakan pada gadis itu, jika Rafael adalah atasan mereka? Tidak. Maksudnya, tidak sekarang. Aldo belum siap jika Marsha kembali lari. Ia tidak mau kehilangan jejak gadis itu lagi.

“Itu— baru hendak mencari alasan yang tepat, pedagang bubur datang membawa pesanan mereka. Dua mangkuk bubur ayam, dan dua gelas besar teh hangat.

“Terimakasih, pak.” Ucap Marsha. Ia meraih satu gelas teh hangat. Kemudian meminumnya.

“Kamu tim bubur di aduk, apa tidak di aduk, Sha?” Tanya Aldo mengalihkan pembicaraan. Ia ingin Marsha melupakan pertanyaannya.

“Kalau aku, tim di aduk.” Ucap Marsha sembari mengaduk bubur dalam mangkuk menjadi satu.

“Sama, Sha. Rasanya lebih enak.” Ucap Aldo. Tangannya terulur meraih krupuk di atas meja.

“Pakai krupuk lebih mantap, Sha.” Ia membukakan satu bungkus untuk Marsha.

“Perhatian sekali sih kamu.” Gurau Marsha sembari terkekeh.

Aldo pun ikut tertawa ringan.

‘Andai kamu bukan milik Rafael, aku pasti akan mendekati kamu, Sha. Hanya saja, meski kalian tidak bersama, aku pun tidak berani mendekatimu. Karena aku masih sayang kalian sebagai temanku.’

“Jadi Al, General Manager—

“Marsha.” Tanya Marsha terhenti ketika seseorang memanggil namanya.

Gadis itu menoleh. Chef Robby berdiri tak jauh dari meja yang mereka tempati.

“Chef.” Gumam Marsha. Ia baru akan menyuap sesendok bubur pun menganggantung di udara.

“Selamat pagi, Chef Robby.” Aldo menyapa dengan sopan. “Sarapan juga, Chef? Bagaimana jika kita bergabung.” Tawar Aldo. “Tidak apa-apa ‘kan, Sha?” Tanyanya pada Marsha seolah meminta persetujuan.

Marsha mengangguk pelan. Jantung gadis itu berdetak lebih cepat. Ia tahu setelah ini, Chef Robby pasti akan bertanya padanya tentang Aldo.

Chef Robby setuju. Ia yang tadinya hendak membungkus dua porsi bubur—satu untuk dirinya, dan satu lagi untuk Marsha. Ternyata gadis itu sudah lebih dulu sarapan di tempat itu.

“Oh ya, Sha. Nanti aku mau bawa kamu ke kedai mang Karni. Aku sudah lama tidak makan serabi dan cendol buatannya.” Ucap Aldo tanpa melihat reaksi Chef Robby yang menatap mereka penuh tanya.

“Kalian sudah saling kenal?” Pria dewasa itu pun melempar tanya. Ia sempat memperhatikan tadi, dua orang muda mudi itu terlihat sangat akrab.

“Ah ya, Chef. Aku dan Marsha, kami dulu kuliah di tempat yang sama. Hanya beda jurusan.” Jelas Aldo penuh senyum.

Chef Robby beralih menatap Marsha. Gadis itu hanya mengangguk pelan.

Terpopuler

Comments

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

Aldo makin ketar ketir ga tuhh

2024-06-02

1

Naufal Affiq

Naufal Affiq

kenapa thor lama kali marsha jumpa sama rafael

2024-06-01

1

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!