03. Takut Bertemu Mantan?

“Masih belum bisa move-on?”

Sebuah tanya terlontar dari seorang wanita, yang merupakan rekan kerja Marsha yang berprofesi sebagai Pastry Chef—orang yang khusus membuat kue di restoran.

Mereka kini tengah beristirahat makan siang di ruangan khusus untuk para karyawan restoran.

Marsha bekerja di salah satu hotel berbintang lima. Gadis itu awalnya bekerja sebagai koki pembantu. Dan berkat keuletan dan kerajinannya, setiap tahun jabatan gadis itu meningkat hingga kini menjabat sebagai asisten Chef, atau yang sering di sebut Sous Chef.

“Siapa yang belum move-on?” Tanya gadis itu sembari menyuapkan sesendok nasi ayam ke dalam mulutnya.

“Apa kamu masih mengharapkan pria itu?” Tanya wanita yang bernama Mitha itu.

Marsha menghela nafas pelan. Dari semua rekan kerja di dapur restoran itu, hanya Chef Mitha yang mengetahui tentang masalalunya.

“Aku tidak mengharapkannya, Chef.” Jawabnya sembari menutup kotak bekal yang ia bawa.

“Apa yang kamu lakukan seandainya kalian bertemu kembali?” Tanya wanita yang tiga tahun lebih tua dari Marsha itu.

Kepala Marsha menggeleng pelan. Ia bahkan tidak berharap untuk bertemu lagi dengan Rafael.

“Apa kamu tidak ingin mendengar penjelasannya?”

Marsha yang sejak tadi duduk menunduk, kemudian memutar kepala menoleh ke arah lawan bicaranya. Chef Mitha pun sedang menatap ke arahnya menunggu jawaban.

“Aku sudah menunggunya lima tahun yang lalu, Chef. Tetapi, dia tidak datang memberi penjelasan.” Nada suara Marsha terdengar getir. Chef Mitha pun mengusap lengan gadis itu.

Ya.

Lima tahun yang lalu, Marsha menunggu kabar dari Rafael. Ia berharap pria itu menghubungi, kemudian mencarinya untuk memberikan penjelasan.

Namun, hingga dua bulan berlalu, pria itu sama sekali tidak ada menghubunginya. Bahkan, balasan pesan terakhir yang Marsha kirim, masih berwarna abu-abu tanda belum terbaca.

Hal itu semakin membuat Marsha sakit hati. Ia pun memutuskan untuk mengganti nomor ponselnya. Dan tidak berharap lagi pada Rafael.

“Bukannya sebagai manusia kita tidak boleh terlalu berharap kepada sesama manusia?” Gadis itu tersenyum getir.

Chef Mitha pun kembali mengusap lengannya.

“Aku tahu perasaanmu. Meski aku tidak pernah mengalami yang kamu alami. Setidaknya, aku bisa merasakan kesedihan dari ceritamu.”

Marsha menganggukkan kepalanya pelan.

“Oh ya. Kita lupakan pembahasan tentang masalalu itu. Omong-omong, jadwal perputaran karyawan sebentar lagi akan tiba. Kamu harus siap-siap berangkat ke Jakarta.” Chef Mitha mengalihkan topik pembahasan. Ia tidak mau melihat Marsha kembali bersedih, seperti lima tahun lalu saat pertama kali mereka berkenalan.

“Apa aku boleh menolak?” Tanya Marsha penuh harap. Jujur, ia belum mau kembali menginjakkan kakinya di ibukota negara itu.

“Mau menolak lagi? Sekarang kamu mau beralasan apalagi? Tahun lalu kamu sudah menolaknya.” Chef Mitha mengingatkan.

Marsha menghela nafas pelan. Setiap tahun, memang ada perputaran penempatan karyawan di hotel itu. Para pekerja yang sudah bekerja di atas tiga tahun, mendapat kesempatan untuk bermutasi ke hotel pusat di Jakarta.

Tahun lalu, nama Marsha masuk kedalam salah satu karyawan yang akan di pindah tugaskan. Namun, gadis itu menolak dengan dalih belum memiliki cukup pengalaman, dan ingin lebih lama mengasah kemampuannya. Pihak hotel menyetujui, dan memberikan gadis itu waktu hingga satu tahun. Kini waktu itu telah tiba. Mungkinkah nama Marsha akan kembali terpanggil?

“Semoga saja nama aku tidak masuk tahun ini.” Ucap Marsha penuh harap.

“Memangnya di dapur ada berapa asisten Chef? Cuma kamu saja.”

Ucapan Chef Mitha membuat Marsha mendengus kesal.

\~\~\~

Tiga hari berlalu.

Benar yang di katakan oleh Chef Mitha saat itu. Jadwal perputaran karyawan hotel pun di umumkan. Dan nama Marsha dan Chef Robby menjadi salah satunya.

Seperti yang sudah berlalu, para karyawan akan berangkat ke Jakarta sebulan setelah nama mereka di umumkan. Keberangkatan ke ibukota pun di tanggung oleh pihak hotel.

“Selamat Sha. Akhirnya giliran kamu tiba.” Chef Made datang sembari mengulurkan tangan.

“Bukan hal membanggakan yang harus mendapatkan ucapan selamat, Chef. Sampai disana kita juga akan bekerja seperti disini.” Marsha membalas jabatan tangan Chef Made dengan lesu.

“Tidak apa-apa. Yang penting berangkatnya sama ayang.” Gurau pria humoris itu sembari melirik ke arah Chef Robby yang sedang serius dengan buku catatannya.

Pengalihan tugas membuat pria berusia tiga puluh lima tahun itu sibuk mendata beberapa barang, yang nantinya akan di serahkan kepada rekan sesama Chef yang masih bertugas di Jakarta dan akan menggantikannya disini.

“Chef Made.” Marsha mendelik. Dan pria asli Bali itu pun tergelak.

Saat jam pulang kerja tiba, Chef Robby mengajak Marsha untuk berbicara berdua.

“Ada hal penting apa yang ingin Chef bicarakan dengan aku?” Tanya Marsha saat mereka sudah berada di salah satu kedai es krim ternama.

“Kamu sudah tahu ‘kan, jika nama kamu masuk ke dalam daftar nama karyawan yang akan berangkat ke Jakarta bulan depan?” Chef Robby menyerahkan satu cup es krim rasa coklat pada gadis itu.

Sembari mengangguk, Marsha pun menerima es krim yang katanya dari negara Italia itu.

“Kamu sudah siap?” Tanya pria yang delapan tahun lebih tua darinya itu.

Marsha menghela nafas pelan. Sejujurnya, ia tidak akan pernah siap untuk kembali ke Jakarta. Bukan karena takut akan bertemu dengan Rafael, tetapi ia pasti akan teringat kembali dengan kenangan masalalunya.

“Apa aku boleh menolaknya lagi, Chef?” Tanyanya dengan polos.

Chef Robby menyunggingkan salah satu sudut bibirnya.

“Sayangnya tidak, Sha. Asisten ku cuma kamu. Jika aku pergi, berarti kamu juga harus ikut.”

Jawaban Chef Robby membuat Marsha sedikit mendengus.

“Kalau begitu, Chef saja yang menolak. Otomatis aku juga tidak jadi pergi ‘kan?” Saran konyol pun ia lontarkan. Membuat Chef Robby terkekeh pelan.

“Andai hotel ini milik aku, Sha. Aku pasti melakukan yang kamu ucapkan itu dengan senang hati.” Pria itu menjeda ucapannya, kemudian menyuapkan sesendok es krim stroberi ke dalam mulutnya.

“Sayangnya, aku juga sama sepertimu. Hanya seorang pekerja, yang sudah terikat kontrak. Dan harus siap di tempatkan dimanapun perusahaan menghendakinya.”

Ucapan Chef Robby seolah menyindir gadis itu. Ia pun hanya menanggapi dengan anggukan kepala pelan.

“Lagipula, kenapa kamu seolah enggan pergi ke Jakarta? Bukannya disana kampung halamanmu? Apa kamu takut bertemu dengan mantan kekasihmu?” Tanya pria itu kemudian yang membuat Marsha tersedak.

Terpopuler

Comments

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

seharusnya sih ga usah takut ketemu mantan,apalagi mantan modelan Rafael terlalu sayang untuk dipikirkan kembali..buang lah mantan pada tempat nya bukan begitu sha😁

2024-05-20

4

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!