17. Apa Dia Melihat Marsha?

Chef Robby menatap penuh tanya ke arah Marsha yang sedang asyik menikmati buburnya. Sementara, Aldo telah pamit lebih dulu karena mendapat panggilan dari seseorang.

“Jadi, pak Revaldo itu teman kuliahmu?” Tanya Chef Robby kemudian. Sungguh ia di rundung rasa penasaran. Baru saja dekat dengan Marsha, sekarang gadis itu sudah ada yang mendekati.

Marsha meminum sisa teh yang rasa hangatnya mulai berkurang. Padahal ia mendapat bubur lebih dulu, namun justru Chef Robby yang selesai makan bersamaan dengan Aldo.

Bukannya Marsha lelet, namun gadis itu sengaja mengulur waktu, memikirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Chef Robby.

“Iya, Chef.” Jawab Marsha berusaha tenang.

Gadis itu bukannya hanya menjaga perasaan chef Robby yang sebulan terakhir dekat dengannya. Namun, ia juga menjaga hatinya untuk mengingat kembali masa-masa kuliahnya.

“Lalu, kenapa saat itu kamu tidak mengenalinya?” Tanya Chef Robby penanasaran.

“Itu, karena penampilan Aldo yang sekarang jauh berbeda dengan penampilannya dulu, Chef.” Marsha tersenyum. Ia teringat dengan wajah Aldo saat kuliah dulu. “Dia culun. Rambutnya selalu disisir rapi dan mengkilap. Pakai kacamata minus, dan baju yang selalu masuk ke dalam celana.” Gadis itu kemudian menatap Chef Robby.

“Bukankah, sekarang sangat berbeda? Rambutnya tidak lagi mengkilap. Tanpa kacamata, dan menggunakan setelan formal. Wajar jika aku tidak mengenalinya.”

Chef Robby menghela nafas pelan. “Jadi, dia bukan mantan kekasihmu, atau pria yang sedang mendekatimu saat ini?” Tanyanya kemudian.

Marsha menggelengkan kepalanya. “Tidak, Chef. Aku dan Aldo hanya berteman.”

Sementara itu, Aldo telah tiba di kantor Rafael. Ia meletakan sekotak bubur ayam di atas meja kerja atasannya itu.

Pria satu orang anak itu menghubungi, meminta di belikan sarapan dan membawanya ke kantor.

“Kenapa tidak tidur di dalam ruang istirahat?” Tanya Aldo pelan, saat mendapati sang sabahat sekaligus atasannya itu sedang terbaring di atas sofa.

Rafael pun mengangkat lengan yang menutupi wajahnya. Pria itu tidak benar-benar tidur.

“Ada ibu di rumah.” Ucap sembari bangkit. Padahal Aldo tidak bertanya sama sekali.

Sang asisten menghela nafas pelan. Ia kemudian mengambil kotak bubur dan meletakan di hadapan Rafael. Aldo juga mengambilkan sebotol air mineral dari lemari pendingin yang tersedia di ruangan itu.

“Tadinya, aku mau mampir langsung sarapan di tempat.” Ucap Rafael sembari membuka kotak bubur itu.

Ia kemudian mengaduk isi di dalamnya menjadi satu.

‘Aku lebih suka makan bubur di aduk, El. Rasanya lebih enak.’

Segala sesuatu yang pria itu lakukan, selalu berhubungan dengan Marsha.

“Lalu?” Tanya Aldo sembari duduk di seberang sang atasan.

Sebenarnya, Aldo sudah tahu jawabannya. Setiap kali sang nyonya besar datang berkunjung, Rafael pasti akan pergi ke kantor lebih pagi. Putra bungsu Haditama itu enggan tinggal bersama sang ibu terlalu lama, karena mereka hanya akan berdebat.

“Aku mengantuk, dan ingin merebahkan diri. Jadi, memilih langsung kemari. Lagi pula, ada dirimu. Sekali-kali biar datang ke kantor ini. Aku merasa, akhir-akhir ini, kamu begitu betah berada di hotel. Apa sudah menemukan calon istri disana?”

Aldo mencebikkan bibirnya. Bagaimana mau mencari calon istri, hari-hari pria itu di sibukkan dengan urusan pekerjaan yang Rafael limpahkan.

“Kalau bos mau membantu aku di hotel, aku pasti bisa sering-sering datang kemari. Aku juga sangat merindukan ruang kerjaku disini.” Jawab Aldo berterus terang.

Rafael memicingkan matanya. Dan sang asisten nampak tidak perduli.

“Sudahlah, bos. Nikmati sarapanmu.”

\~\~\~

Akhir pekan tiba.

Seperti biasa, Rafael akan membawa sang putri untuk ikut pergi bekerja dengannya. Di akhir pekan, pria itu hanya bekerja setengah hari. Karena itu, ia membawa serta Safa ke kantor.

Pagi-pagi sekali, ibu Miranda telah pergi meninggalkan kediaman sang putra. Wanita paruh baya itu akan menghadiri acara amal bulanan bersama rekan-rekan sejawatnya.

Kini di rumah itu tinggal Rafael, Sandra, Safa dan para pekerja.

“Kamu senang akan pergi bersama papa?” Tanya Sandra sembari menyisir rambut sang putri.

Surai hitam lebat itu Safa warisi dari sang ayah.

“Senang, mama.” Safa bertepuk tangan.

Setelah siap, Sandra membawa putri kecilnya ke luar dari kamar.

“Sudah siap?” Rafael baru saja tiba di ujung tangga. Ia pun meraup tubuh sang putri dan membawanya ke meja makan.

“Aku mau makan es klim di hotel, papa.” Ucap Safa sembari melingkarkan kedua lengan mungilnya pada leher Rafael.

“Iya. Nanti setelah dari kantor, papa akan membawamu ke hotel.” Ucap Rafael. Ia kemudian mendudukkan Safa di atas kursi khusus balita.

Seperti biasa, suasana di meja makan itu selalu didominasi oleh celotehan Safa. Sandra hanya menjadi penonton kedekatan Rafael dan gadis kecil itu.

“Ayo. Pamitan dulu sama mama.” Rafael mengangkat tubuh Safa, kemudian mendekatkan wajah gadis itu pada sang mama yang duduk di atas kursi roda.

“Apa kamu mau ikut?” Tanya Rafael saat hendak melangkah keluar dari ruang makan. Ia teringat akan ucapan sang ibu yang mengatakan jika Sandra bukanlah pajangan.

Sandra tergugu. Untuk pertama kalinya Rafael menawari dirinya ikut pergi bersama pria itu.

“Tidak, Raf. Aku di rumah saja. Hari ini, aku harus menyelesaikan dua desain.” Ucapnya penuh senyum.

Rafael menganggukkan kepalanya. Ia kemudian membawa Safa pergi.

Menjelang makan siang, Rafael menepati janjinya pada sang putri. Sejak sampai di kantor tadi, gadis kecil itu terus mengingatkan Rafael untuk makan es krim yang ada di hotel mereka.

“Kamu mau makan banyak es krim?” Tanya Rafael sembari menggendong sang putri menuju parkiran kantor.

Beberapa orang karyawan kagum melihat kedekatan Rafael dan putrinya.

“Mau banyak-banyak, papa.” Ucap Safa merentangkan kedua tangannya.

“Tidak boleh terlalu banyak. Nanti kamu bisa sakit.” Jelas Rafael. Mereka sudah berada di dalam mobil. Safa duduk di belakang, dengan kursi khusus balita.

“Iya, papa.” Jawab gadis kecil itu.

Rafael tersenyum gamang. Safa adalah alasan kenapa ia dan Sandra menikah. Dan gadis kecil itu pula yang membuat Rafael tetap mempertahankan rumah tangga mereka sampai saat ini.

Dua puluh menit kemudian, mobil sedan mewah milik Rafael tiba di depan lobby hotel. Pria itu kemudian keluar lebih dulu. Lalu, mengendong Safa, dan membawanya serta.

“Selamat siang, pak.” Ucap seorang petugas valet, saat Rafael menyerah kunci mobilnya.

Dengan masih menggendong Safa, Rafael berjalan memasuki lobby. Beberapa Staff yang melihat pun menyapa dengan hormat.

“Papa, om Dodo.” Ucap Safa.

“Kamu mau bertemu om Dodo?” Yang di maksud Safa adalah Aldo.

Kepala gadis kecil itu mengangguk.

“Nanti, sampai di restoran kita hubungi om Dodo.”

“Oke, papa.”

Pasangan papa dan anak itu pun tiba di restoran. Rafael mendudukkan Safa pada kursi khusus balita yang telah di sediakan oleh seorang pramusaji.

“Bapak mau pesan apa?” Tanya pramusaji itu sembari menyodorkan daftar menu.

Rafael yang baru selesai mengirim pesan pada Aldo pun mengalihkan pandangannya. Ia kemudian menyebutkan makanan yang di pesannya.

“Es krimnya kalau makanan Safa sudah habis.” Ucap Rafael sembari mengembalikan daftar menu.

“Baik, pak.” Pramusaji itu undur diri.

“Sayang, kamu tunggu papa disini. Papa mau melihat para pekerja dulu.” Rafael memberikan ponselnya yang sudah menampilkan acara anak-anak pada sang putri.

“Oke, papa.”

Pria itu kemudian bangkit. Ia menghampiri pramusaji yang tadi, meminta untuk mengawasi Safa.

Setelah itu, Rafael melanjutkan langkah memeriksa keadaaan di restoran itu. Mulai dari membaca kritik dan saran para konsumen di papan saran. Kemudian berpindah pada tempat pembuatan minuman.

“Sejauh ini, kita belum mendapat kritikan dari konsumen, pak. Mengingat, beberapa Staff dapur pindahan dari cabang Bali.” Ucap Manager restoran yang menemani Rafael berkeliling.

Ah, ya. Mengingat cabang Bali. Ia belum pernah menyapa Staff yang datang dari pulau dewata itu.

“Apa di dapur sedang sibuk?” Tanya Rafael, mengingat sekarang menjelang makan siang.

“Sepertinya, belum pak. Apa bapak ingin berkunjung?” Tanya Manager itu lagi.

“Ya. Aku belum sempat berkenalan dengan Staff dari Bali.”

Rafael melangkahkan kakinya menuju dapur. Dari kejauhan sudah terlihat aktivitas di dalam tempat memasak itu.

Semakin mendekat, mata Rafael seolah menangkap sesuatu. Seorang wanita dengan Chef jaket di dalam dapur sana. Ia merasa tidak asing dengan perawakannya.

Langkah Rafael melebar. Jantung pria itu berdegup kencang. Apa mungkin wanita itu adalah kekasih hati yang selama ini di carinya?

“Table 10, out.”

Ya. Rafael tak salah lagi. Ia mengenali suara itu, meski mereka telah berpisah selama lima tahun.

“Cha-Cha. Itu kamu, sayang.” Gumamnya. Pria itu seketika mematung di tempat, tak jauh dari pintu masuk dapur.

“Pak. Ada apa?” Tanya sang Manager.

“Sejak kapan gadis itu— ucapan Rafael terhenti, ketika ia mendengar suara tangis sang putri.

Kepalanya pun memutar. Aldo datang menggendong Safa, yang sedang menangis.

“Ada apa?” Tanyanya meraih tubuh sang putri. Ia menatap penuh dendam pada sang asisten.

“Raf— pandangan Aldo tiba-tiba menangkap pergerakan Marsha di dalam dapur.

‘Astaga. Apa dia sudah melihat Marsha?’

“Katakan!!”

Aldo mengusap keningnya yang tiba-tiba berair. “Bi Rita menelpon.” Aldo menyerahkan ponsel Rafael pada pemiliknya. “Sandra jatuh di kamar mandi.”

Terpopuler

Comments

efvi ulyaniek

efvi ulyaniek

ihhhh biang kerok...ganggu aja

2024-06-11

0

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

aku curiga nih jangan jangan Sandra ga selamat dan Marsha jadi ibu pengganti buat Safa..hehehe padahal masih terlalu dini tapi nya mau langsung aja ke inti cerita aja🤭

2024-06-02

1

Milla

Milla

iihhh g sabar deh gimana pertemuan mereka nanti yaaa lanjut thorrr gantung nih 🤭🥺😔

2024-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!