02. Terpaku Di Masalalu.

Marsha mengemas semua barang-barangnya dengan sembarang. Gadis itu memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah indekos yang saat ini ia tempati. Mungkin lebih tepatnya ia akan pergi meninggalkan ibukota.

“Marsha. Maafkan aku. Aku salah bicara.” Aldo menatap penuh rasa bersalah. Pemuda itu menyusul Marsha hingga ke tempat gadis itu tinggal.

“Kamu tidak salah, Al.” Ucap Marsha sembari menjejalkan baju-bajunya ke dalam koper.

“Aku justru berterimakasih sudah bertemu dengan kamu hari ini. Jadi, aku tidak akan berharap lebih lama lagi pada Rafael.”

Aldo menggeleng. Ia sungguh merasa bersalah karena menghancurkan hubungan kedua teman baiknya itu.

“Marsha. Mungkin aku salah dengar waktu itu.” Pemuda culun itu kembali membujuk Marsha. Ia berdiri gelisah sembari meremat kedua tangan.

“Tidak, Al. Bukan hanya kamu. Tetapi aku juga.” Marsha menunjuk dirinya sendiri. “Aku juga mendengar Rafael akan menikah.”

Aldo prihatin melihat keadaan Marsha. Gadis itu tampak menyedihkan.

Pemuda culun itu memang tak salah bicara. Ia mendengar dengan jelas Rafael berbicara dengan orang tuanya melalui sambungan telepon, mengatakan setuju untuk menikah dengan gadis bernama Sandra. Namun, tak seharusnya Aldo mengatakan hal itu kepada Marsha.

“Sha, please. Jangan gegabah. Aku yakin Rafael tidak mengkhanati kamu.” Pemuda itu mendekat ke arah Marsha, sembari menahan lengan gadis itu.

“Al. Sudahlah. Lebih baik sekarang kamu pergi. Aku harus membereskan barang-barangku.” Marsha mendorong secara halus tubuh pemuda culun itu.

“Tidak. Kamu mau pergi kemana sore-sore begini? Sebentar lagi hari gelap, Sha.” Aldo tak mau beranjak dari tempatnya.

Marsha berdecak kesal. “Aku akan pergi besok pagi. Jadi, sekarang Silahkan kamu tinggalkan tempat ini.”

Aldo pun kembali terdorong hingga depan pintu.

Saat sudah berada di ambang pintu, Aldo kembali berbalik. “Sha, apa yang aku katakan nanti jika Rafael bertanya tentang kamu?”

Marsha menghela nafas kasar. Apa mungkin Rafael akan kembali dan menanyakan keberadaan dirinya? Marsha sendiri tidak yakin. Mengingat, sudah tiga hari pria itu menghilang tanpa kabar.

“Katakan saja jika aku mendapat panggilan kerja ke luar negeri.” Gadis itu lalu menutup pintu kamar kostnya.

Setelah kepergian Aldo, Marsha kembali ke dalam kamarnya. Lemari pakaian telah kosong. Buku dan surat-surat penting pun ia masukan kedalam sebuah tas punggung.

Prakk!!

Sebuah bingkai foto terjatuh karena tanpa sengaja tersenggol. Marsha pun menoleh. Gambar dirinya yang di rangkul oleh Rafael, terlihat retak. Ia pun berjongkok untuk memungut bingkai itu.

“Lihatlah. Foto ini pun rusak, seperti hubungan kita yang telah kamu khianati, El.” Marsha pun melempar bingkai itu ke dalam tempat sampah.

“Selamat tinggal.”

Keesokan harinya.

Marsha pun berpamitan pada ibu pemilik tempat tinggal yang selama tiga tahun ditempatinya. Ia beralasan akan bekerja di luar kota, saat sang pemilik rumah menanyakan tujuan kepergiannya.

Gadis itu kembali menghela nafas kasar. Ia tak tahu harus pergi kemana. Selama ini, hanya hidup sebatang kara di ibukota karena kedua orang tuanya mengadu nasib di negeri seberang.

Sahabat pun ia tak punya. Karena selama lima tahun ini, hidup Marsha hanya berputar di sekitar Rafael. Dan di saat seperti ini, gadis itu pun menyesali kebodohannya yang terlalu menjadi budak cinta pemuda pengkhianat itu.

“Apa aku harus menyusul ayah dan ibu ke Malaysia?” Gumamnya pelan.

“Tidak. Aku tidak mau.” Kepala Marsha menggeleng kencang.

Gadis itu pun menyeret kopernya menuju jalan raya untuk menunggu taksi yang akan membawanya ke bandara. Meski belum memiliki tujuan yang pasti.

Bali.

Tiba-tiba satu nama pulau itu terlintas di benaknya.

Ya. Pulau Dewata itu bisa menjadi tempat tujuan utama pelariannya. Ia bisa mencari pekerjaan disana, mengingat Bali merupakan tempat tujuan wisata dunia. Ada begitu banyak hotel dan restoran yang bisa ia datangi untuk melamar pekerjaan sesuai bakatnya.

Gadis itu pun memesan tiket pesawat melalui aplikasi pada ponsel pintarnya.

“Selamat tinggal, El.”

\~\~\~

Lima tahun Kemudian.

“Selamat ulang tahun, Chef.”

Marsha yang baru saja memasuki pintu dapur restoran tempatnya bekerja, tersentak mendapati kejutan ulang tahun dari rekan dan juga bawahannya.

Hari ini gadis itu genap berusia dua puluh tujuh tahun. Ia sendiri tidak begitu mengingat hari kelahirannya, karena tidak ada yang istimewa.

“Terimakasih.” Ucapnya dengan senyum haru.

Terhitung, sudah tiga kali ia mendapatkan kejutan seperti ini sejak dirinya menjabat sebagai asisten Chef, di restoran salah satu hotel berbintang lima di pulau dewata, Bali.

“Berdoa dulu, Chef.” Ucap seorang gadis yang sejak tadi membawa kue berhias lilin kecil.

Marsha mengangguk, kemudian memejamkan mata.

“Semoga cepat dapat jodoh, Chef.” Celetuk salah satu rekan sejawatnya.

Dan ucapan itu pun di amini oleh orang-orang yang berada di dalam dapur itu.

Marsha hanya mencebik. Doa itu selalu terlontar setiap tahun dari orang-orang terdekatnya. Namun, ia sendiri tak pernah mengamininya. Karena, sampai detik ini hati gadis itu masih terluka akibat pengkhianatan di masalalunya.

“Selamat ulang tahun, Sha.”

Marsha yang berdiri menghadap kue ulang tahunnya dan telah meniup lilin pun menoleh ke arah sumber suara. Di belakangnya berdiri seorang pria dewasa bernama Robby, yang merupakan Chef di restoran itu.

“Terimakasih, Chef.”

“Ciieee.” Dapur kembali bergemuruh kala chef Robby memotong kue, kemudian menyuapkan kepada Marsha.

“Jadian bisa nih.” Celetuk orang yang tadi mendoakan Marsha semoga cepat mendapat jodoh. Pria yang sebagai menjabat sebagai supervisor di dapur itu bernama Made.

Marsha pun tersedak kue ulang tahun yang di makannya. Dengan sigap, salah seorang teman memberikan segelas air.

“Sudah. Jangan bicara yang aneh-aneh. Kasihan wajah Marsha merah karena ucapan kamu, Made.” Chef Robby kemudian berlalu meninggalkan kerumunan para bawahannya.

Suasana kembali riuh. Marsha pun memotong dan membagi kue pada teman-temannya.

“Sisain untuk chef Robby dong.” Ucap pria bernama Made yang kembali menggoda Marsha.

“Chef Made apa-apaan sih? Nanti kalau chef Robby marah sama aku, gimana? Mau tanggung jawab?” Marsha berpura-pura marah pada rekan kerjanya itu.

“Mana mungkin chef Robby marah sama kamu? Seisi dapur ini juga tahu, kalau dia suka sama kamu.” Ucap pria asli Bali itu dengan logat daerahnya yang khas.

Marsha mencebik. Ia tak menanggapi lagi ucapan rekannya itu. Meski gadis itu menyadari apa yang Chef Made ucapkan ada benarnya. Chef Robby menyukainya. Namun hati Marsha masih terpaku di masalalu.

Katakan saja gadis itu susah move-on. Memang pada kenyataan benar seperti itu. Rafael adalah cinta pertamanya. Pria itu pula yang menyakitinya teramat dalam.

Hingga kini pun, Marsha belum bisa membuka hati untuk pria lain. Gadis itu takut, dirinya akan tersakiti, atau bahkan ia menyakiti hati orang lain. Karena ia belum bisa melupakan masalalunya.

Terpopuler

Comments

SRi Yulina Girsank

SRi Yulina Girsank

/CoolGuy//Tongue//Sob//Shy//Silent//Grimace//Facepalm//Grin//Tongue//Angry//Awkward//Hey//Sleep//Casual//Shame//Scream//Puke//Chuckle//Proud//Slight//Smug//Curse//Determined//Joyful//Sneer/

2024-06-07

0

SRi Yulina Girsank

SRi Yulina Girsank

ushbfjudhshfjf

2024-06-07

0

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

move on aja sha ngapain ingat ingat si Rafael,dunia tak selebar daun kelor masih banyak cowok didunia bukan cuma si Rafael doang

2024-05-19

1

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!