13. Aku Hanya Orang Ketiga.

Rafael Haditama mengatakan ia hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi lima tahun lalu pada Marsha. Tentu saja ada sedikit dusta yang pria itu ucapkan.

Marsha adalah cinta pertamanya. Gadis pertama yang mampu mencuri hatinya. Segala kenakalan remaja ia lakukan bersama Marsha. Kencan, Ciuman bahkan hingga—ah, Rafael sungguh merindukan gadis itu.

Hingga saat ini, hati pria muda itu masih di bawa pergi oleh Marsha. Sandra adalah sahabatnya sejak berusia tujuh tahun, ia tidak akan pernah bisa mencintai gadis itu, seperti mencintai Marsha.

Rafael menyayangi Sandra, namun hanya sebatas sayang pada sahabat. Tinggal satu atap bersama selama lima tahun, nyatanya tidak menumbuhkan rasa cinta di hati Rafael untuk wanita itu.

Jika ada yang mengatakan, bukankah ada Safa di antara mereka? Kehadiran gadis kecil itu tidak dapat mengubah apapun. Hati Rafael tetaplah milik Marsha Aulia seorang.

Pria itu kini tengah berada di ruang kerja, di rumahnya. Setelah tadi sore berbicara dengan Aldo, ia pun memutuskan untuk pulang.

Suara ketukan pada pintu ruangan itu terdengar. Rafael mempersilahkan orang di luar sana untuk masuk. Ia yakin itu bibi Rita yang datang membawakan kopi pesanannya.

“Apa yang kamu lakukan, San?” Mata Rafael membulat sempurna. Bukan bibi Rita yang datang, melainkan Sandra dengan memangku nampan berisi kopi panas di atas pangkuannya.

Dengan cepat Rafael berdiri. Kemudian mengambil nampan di atas pangkuan sang istri.

“Bagaimana jika kopinya jatuh dan mengenai tubuh mu?” Kilat amarah terlihat pada mata pria berusia dua puluh tujuh tahun itu.

“Tidak, Raf. Bibi meletakannya dengan aman.” Bela Sandra.

Rafael membuang nafas kasar. Ia meletakan nampan di atas meja. Sandra pun memutar kursi rodanya menuju pria itu.

“Apa Safa sudah tidur?” Tanya Rafael yang melihat Sandra masuk ke ruangannya.

“Ya.” Jawab Sandra singkat.

Ibu satu anak itu menggigit bibir bagian bawahnya. Pandangan wanita itu tertuju pada tempat sampah di dekat meja kerja sang suami. Benda itu nampak telah kosong. Yang artinya, lilin ulang tahun itu sudah terbuang. Sudah satu bulan berlalu, pasti asisten rumah sudah membersihkan ruangan ini lagi.

Rafael menyadari arah tatapan sang istri. Pria itu menghela nafas pelan. Kemudian kembali duduk di atas kursi di balik meja kerjanya.

“Ada yang ingin kamu katakan, San?” Tanya Rafael kemudian.

Sandra menggeleng pelan. Dan Rafael tahu wanita itu berbohong.

“Kenapa tidak menanyakan langsung padaku? Jika kamu memang penasaran tentang sesuatu.” Rafael kembali berbicara. Sandra pun menatap ke arah pria itu.

Sandra mengerejapkan mata beberapa kali. Rafael seolah tahu isi hatinya.

“Kamu ingin menanyakan soal lilin ulang tahun di kolong laci meja kerjaku?” Tanya Rafael karena sang istri hanya diam.

Masih duduk di atas kursinya. Rafael memindai Sandra dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Aku tidak mempermasalahkan hal itu.” Jawab Sandra pelan. Jujur, meski penasaran ia tidak ingin membahasnya. Toh wanita itu juga sudah tahu jawabannya.

Rafael mencebikkan bibirnya. “Maafkan aku, San. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakannya.”

\~\~\~

Ucapan Rafael terngiang di benak Sandra. Untuk kesekian kalinya, pria itu meminta maaf karena tidak akan bisa melupakan sang mantan kekasih.

Haruskah Sandra bersedih?

Ia tahu tidak ada cinta dalam rumah tangga mereka. Tetapi, selama lima tahun ini, Sandra sudah mencoba membuka hatinya. Namun Rafael tak ingin masuk ke dalamnya. Pria itu bertahan di masalalu. Dan masih berharap bisa bertemu dengan Marsha suatu hari nanti.

“Apa yang sedang kamu pikirkan?”

Pensil di tangan Sandra seketika jatuh saat mendengar suara ibu mertuanya. Ia mencoba menggapai alat gambar itu, namun apa daya tangannya tak sampai.

“Apa yang menganggu pikiran mu?” Tanya ibu dari Rafael yang bernama Miranda itu. Ia pun memungut pensil yang jatuh, kemudian menyerahkan pada sang menantu.

“Terimakasih, Bu.” Sandra kemudian meletakkan buku gambar dan pensilnya di atas meja.

“Kapan ibu datang? Kenapa tidak memberi kabar?” Tanya Sandra kemudian menatap ibu mertuanya.

“Ibu datang sejak kamu tiba-tiba melamun. Kebetulan, ibu ada urusan di Jakarta akhir pekan ini.” Jawab wanita berusia lima puluh tahun itu.

Ibu Miranda menetap di Yogyakarta. Sementara, Rafael pindah ke Jakarta lima tahun lalu.

Sandra mengangguk. “Aku akan meminta bibi membuatkan ibu teh hangat.” Ia hendak memutar kursi rodanya. Namun, ibu Miranda mencegahnya.

“Nanti saja.” Wanita paruh baya itu menghela nafas pelan. Ia kemudian duduk di atas sofa.

“Katakan pada ibu, apa yang sedang kamu pikirkan?” Ibu Miranda kembali bertanya. Ia menatap sang menantu penuh kasih.

“Tidak ada, Bu.” Sandra tersenyum kaku.

“Jangan membohongi, ibu. Kamu lupa, ibu mengenalmu jauh sembelum kamu menjadi menantu ibu.”

Sandra menundukkan kepalanya. Tangannya bertaut di atas pangkuan.

“Kamu bertengkar dengan Rafael?” Terka wanita paruh baya itu. Dan Sandra dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Kamu tidak pandai berbohong, San.” Ibu Miranda mengusap lengan sang menantu. Seketika Sandra meneteskan air matanya.

“Kalau ada masalah, ceritakan pada ibu. Bukankah kita berteman? Jangan menyimpannya sendirian.” Ibu Miranda meraih pundak sang menantu. Kemudian mendekapnya.

“Aku menyerah, Bu.” Ucap Sandra lirih. Dan ibu Miranda tahu maksud kalimat yang menantunya ucapkan itu.

Sudah sangat sering Sandra mengatakan hal itu. Namun ibu Miranda tidak membiarkan mereka berpisah.

“Kalian bertengkar?” Tanya ibu Miranda lagi.

“Tidak, Bu. Tetapi aku tidak bisa terus seperti ini. Sampai kapanpun Rafa tidak akan bisa melupakan Marsha. Percuma kami bersama, jika saling menyiksa satu sama lain.”

Ibu Miranda mengusap punggung sang menantu yang mulai terisak. Ia sangat menyayangi Sandra. Dan sudah menganggap wanita muda itu seperti putrinya sendiri.

“Ibu yakin, suatu saat Rafa pasti akan membuka hatinya untuk kamu. Gadis itu—

“Tidak, Bu.” Kepala Sandra menggeleng. “Rafa sendiri yang mengatakan padaku. Sampai kapanpun dia tidak akan bisa melupakan Marsha.”

Wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu melepaskan diri dari pelukan ibu mertuanya. Ia pun mengusap air mata yang membasahi pipi.

Ia melirik petunjuk waktu yang berdiri di sudut ruangan. Pukul tiga sore. Itu artinya Rafael akan pulang dua jam lagi. Sandra menghela nafas lega. Takut jika tiba-tiba sang suami datang dan melihatnya menangis.

“Jangan memikirkan orang yang tidak jelas keberadaannya, San. Ibu yakin, dia tidak akan kembali.” Ibu Miranda meyakinkan.

Sandra kembali menggelengkan kepalanya. “Bu, aku hanya orang ketiga dalam hubungan mereka. Aku bersalah. Lima tahun lalu, aku tidak hanya kehilangan cintaku, tetapi juga kehilangan sahabatku.”

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

sandra kan punya orang tua dan rafael juga ada harus nya habis anak nya lair cerai bukanya masih status suami orang sibuk mencari mantan ,anak kan bisa di asuh bersama keluarga

2024-06-26

1

efvi ulyaniek

efvi ulyaniek

demi nyenengin anak orang..anak sendiri dikorbankan

2024-06-11

1

Milla

Milla

Semangat up thor 💪

2024-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!