15. Hari Kelulusan SMA.

FLASHBACK ON.

Marsha sedang bersama teman-teman sekelasnya, merayakan kelulusan masa putih abu-abu dengan mencoret dan mewarnai seragam yang mereka gunakan.

Ada yang membubuhkan tanda tangan, ada pula yang menuliskan nomor ponsel dan sosial media. Ini adalah hari terakhir kebersamaan mereka. Pihak sekolah mengijinkan para siswa beruporia, asalkan masih di halaman sekolah dan tidak membuat onar di jalanan.

“Sha. Pacarmu tuh.” Salah seorang teman yang sedang menulis di punggung Marsha memberitahu. Gadis itu pun menoleh. Rafael datang dengan tampilan yang sama. Seragam berwarna putih bersih itu, kini berubah menjadi abstrak.

“Selamat, sayang.” Ucap Rafael sembari menyerahkan buket bunga pada sang kekasih. Hal itu mengundang sorak dari teman-teman sekelas Marsha.

Bagaimana tidak, selama empat semester mereka menjadi saksi dua insan yang di mabuk asmara itu. Rafael dan Marsha berbeda kelas, namun setelah menjalin hubungan, pemuda itu selalu datang ke kelas Marsha di saat ada kesempatan.

“Bisalah traktir kita untuk terakhir kali, bos.” Celetuk salah satu teman laki-laki Marsha.

“Setuju.” Yang lain menimpali.

Rafael menggangguk. “Kita ke kantin.” Ucapnya sembari menarik lengan sang kekasih.

“El, mereka ada tiga puluh tiga orang.” Bisik Marsha agar tidak di dengar oleh teman-temannya.

Hanya Marsha yang memanggil Rafael dengan nama ‘El.’ Atas permintaan pemuda itu karena ingin panggilan lain daripada yang lain. Karena Keluarga dan teman-temannya memanggilnya Rafa.

Meski sudah dua tahun berpacaran dengan Rafael, ada rasa sungkan di hati Marsha karena selama ini pemuda itu selalu memanjakannya.

“Tidak masalah, Cha. Ini hari terakhir kali kita di sekolah ‘kan? Anggap saja salam perpisahan untuk mereka.” Ucap Rafael dengan lembut.

Ya, setelah hari ini, para siswa kelas dua belas tidak akan datang lagi ke sekolah karena telah di nyatakan lulus seratus persen. Mereka hanya akan kembali nanti saat acara pelepasan siswa tingkat akhir atau wisuda.

“Terimakasih, El.” Ucap Marsha. Ia mengeratkan genggaman tangan pada sang kekasih.

Tiba di kantin sekolah, teman-teman Marsha pun memesan satu porsi makanan dan satu gelas minuman. Mereka sudah sepakat, hanya meminta Rafael membayar itu saja. Tidak enak hati jika meminta lebih.

Sepasang sejoli yang sedang di mabuk kasih itu pun ikut bergabung. Seperti biasa, mereka akan makan satu piring dan minum satu gelas berdua. Sangat berlebihan memang. Namun, yang namanya jatuh cinta hal konyol seperti apapun akan terasa menyenangkan.

“Kita pulang duluan.” Bisik Rafael pada Marsha saat suapan terakhir gadis itu.

“Mau kemana?” Tanya gadis itu sembari meraih gelas es jeruk di tangan Rafael.

“Aku ada kejutan untuk kamu.” Bisik pemuda itu lagi.

Senyumnya tak pernah luntur saat bersama Marsha. Gadis itu telah mencuri hatinya sejak hari pertama mereka melakukan masa orientasi siswa, tiga tahun lalu.

Marsha tersenyum, gadis itu pun mengangguk pelan. “Tetapi kita ganti baju dulu.”

“Tentu.” Rafael pun berdiri kemudian membayar makanan teman-teman Marsha.

“Guys. Kita duluan, ya. Sekali lagi terimakasih untuk dua tahun yang indah ini.” Ucap Rafael sembari melambaikan tangan.

Teman-teman Marsha kembali bersorak. “Sama-sama, bro. Kita titip Marsha. Jangan lupa, kita tunggu undangan dari kalian.”

“Pasti.” Ucap Rafael sembari menggandeng sang pujaan hati keluar dari kantin.

\~\~\~

“Bawa baju ganti. Kita pulang besok sore.” Ucap Rafael sembari merebahkan diri diatas tempat tidur Marsha di kamar kost gadis itu.

Dahi Marsha sedikit berkerut halus. Namun sedetik kemudian ia mengangguk. Rafael pasti akan membawanya ke luar kota. Apa mungkin bertemu dengan keluarga pria itu?

Memikirkan hal itu membuat Marsha bergidik ngeri. Ia belum siap bertemu dengan keluarga Rafael. Mereka masih remaja belasan tahun. Bahkan hari ini baru lulus sekolah menengah atas.

Ah, Marsha tidak mau menduga-duga.

Setelah selesai membersihkan diri dan berganti baju. Marsha keluar dari kamar mandi, kemudian memasukkan dua pasang pakaian ke dalam ransel.

“Sudah?” Tanya Rafael bangkit dari tidurnya. Dan Marsha menganggukkan kepalanya.

Mereka kemudian meluncur menuju rumah indekos yang di tempati oleh Rafael. Pemuda itu melakukan hal yang sama dengan sang kekasih. Membersihkan diri, berganti baju kemudian mengambil dua pasang pakaian dan di titipkan pada ransel sang kekasih.

“Kita pergi ke puncak, El?” Tanya Marsha dari balik badan Rafael. Mereka pergi menggunakan motor sport milik pemuda itu.

Meski sekali, namun Marsha pernah melewati jalan ini. Rafael membawanya setahun yang lalu, saat liburan kenaikan kelas.

“Ya, Cha.” Rafael menganggukkan kepalanya. Tangan kiri pria itu mengusap lingkaran tangan Marsha di perutnya.

Perjalanan itu memakan waktu dua jam. Dan tepat pukul empat sore, mereka pun tiba di villa pribadi milik keluarga Rafael.

Pemuda itu memarkirkan motornya di garasi villa. Kemudian menggandeng sang kekasih menuju pintu masuk.

“Selamat sore, den.” Sapa pekerja yang menjaga villa itu.

“Selamat sore, mang. Apa semuanya sudah siap?” Tanya Rafael.

“Sudah, den. Bahan makanan juga sudah Mamang siapkan.” Jelas pria berusia empat puluh tahun itu.

Rafael mengangguk sembari merogoh saku. Ia mengeluarkan lima lembar uang seratus ribu, kemudian memberikan pada pria yang ia panggil Mamang itu.

“Ini terlalu banyak, den.” Si Mamang menghitung uang itu.

“Sisanya untuk Mamang. Sekarang, Mamang pulang. Kembali lagi besok, saat kami akan kembali ke Jakarta.”

Si Mamang mengangguk paham. Ia kemudian meninggalkan dua sejoli itu.

“Jadi, apa yang akan kita lakukan, nyonya?” Tanya Rafael sembari memeluk tubuh Marsha dari belakang. Gadis yang tengah meminum air itu, seketika terbatuk.

“Maafkan aku, Cha.” Rafael mengusap punggung sang kekasih dengan lembut.

Marsha menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu apa yang akan kita lakukan disini. Kamu tidak memberitahu terlebih dulu, jika kita akan kesini.”

Rafael terkekeh melihat wajah imut sang kekasih. Pemuda itu seketika mengecup singkat bibir yang sedang mengerucut itu.

“Ikut aku.” Rafael menuntun sang kekasih ke arah halaman belakang villa.

Marsha terkesima. Sebuah tenda, dilengkapi dengan peralatan dan bahan barbeque mini.

“Kita rayakan kelulusan ini dengan pesta barbeque.” Ujar Rafael sembari mendorong pelan tubuh Marsha mendekat ke arah tenda.

“Silahkan duduk, nyonya.” Rafael menuntun Marsha duduk di atas tikar yang telah di gelar. Ada makanan dan minuman ringan sudah tersedia.

Marsha menurut. Ia membuka satu botol minuman ringan rasa jeruk, kemudian meminumnya. Gadis itu memperhatikan sang kekasih. Rafael sedang menata daging di atas piring, kemudian menyerahkan pada Marsha.

Pemuda itu lantas menyalakan kompor kecil yang sudah di lengkapi dengan alat panggang mini.

Mereka pun mulai memanggang irisan daging di atas alat panggang itu.

“Kamu suka?” Tanya Rafael sembari menyuapkan irisan daging yang telah matang ke dalam mulut sang kekasih.

Marsha yang tengah mengunyah, hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepala.

“Terimakasih, El. Sudah lama aku ingin piknik seperti ini.” Ia pun bergiliran menyuapi sang kekasih.

“Apapun yang kamu inginkan, katakan saja, Cha. Sebisanya, aku akan memenuhinya.” Rafael meraih kepala Marsha, kemudian mengecup kening gadis itu.

Pesta barbeque mini, ala sepasang muda-mudi yang sedang di mabuk cinta itu, berlangsung hingga larut malam. Irisan daging telah habis satu jam yang lalu. Namun, masih ada camilan dan minuman ringan yang menemani obrolan mereka.

“I love you, Cha.” Ucap Rafael sembari mendekap sang kekasih dari samping.

Mendapat perlakuan penuh kasih sayang, Marsha pun membalas dekapan pemuda itu. Wajah kedua sangat dekat, hingga tanpa di sadari, mereka telah larutan dalam pertautan bibir yang mendebarkan hati.

“Kita pindah ke dalam tenda.” Ucap Rafael setelah pagutan mereka terlepas.

Marsha yang tersengal hampir kehabisan pasokan udara, hanya bisa mengangguk patuh. Mereka kemudian masuk kedalam tenda.

Rafael perlahan merebahkan tubuh Marsha di atas matras yang tersedia di dalam tenda. Dan mereka kembali larut dalam buaian asmara.

“El, Mmhh.” Dalam keadaan setengah sadar, Marsha menghentikan tangan Rafael yang hendak melepaskan jaket yanh gadis itu gunakan.

“Tidak apa-apa, Cha.” Pemuda itu melanjutkan aksinya. Membuat Marsha kembali terbuai. Hingga dua sejoli yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu tenggelam dalam kubangan dosa.

“Aku berjanji akan menikahimu. Terimakasih sudah menjadi yang pertama dalam hidupku.” Rafael mengecup kening Marsha yang kini telah terlelap dalam dekapannya.

FLASHBACK OFF.

Terpopuler

Comments

Milla

Milla

Ahhh kamu rafael janji2 manis mu semua dusta 🥺😔 itulah wanita kenapa kalau di puja dan puji langsung meleleh kayak coklat hingga semua yang ada pada nya rela dia kasi in gratis cuma2 sama pasangan yang bukan halal 🥺🥺🥺 sedih sih sedih bangeett mirrisss

2024-06-01

5

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

untung ga hamil Marsha...justru istri nya yg ga dia cintai hamil🤦

2024-06-01

0

lihat semua
Episodes
1 01. Kamu Jahat, El.
2 02. Terpaku Di Masalalu.
3 03. Takut Bertemu Mantan?
4 04. Perpisahan
5 05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6 06. Rafael Haditama.
7 07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8 08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9 09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10 10. Akan Memberitahunya Nanti.
11 11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12 12. Bagaimana Dengan Sandra?
13 13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14 14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15 15. Hari Kelulusan SMA.
16 16. Kita Belum Selesai, Cha.
17 17. Apa Dia Melihat Marsha?
18 18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19 19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20 20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21 21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22 22. Sandra Bertemu Marsha.
23 23. Siapa Tante Baik Itu?
24 24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25 25. Tolong Lepaskan Aku.
26 26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27 27. Tidur Bersama.
28 28. Rafael Telah Berbohong?
29 29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30 30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31 31. Mari Kita Berpisah.
32 32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33 33. Kita Harus Bicara.
34 34. Lima Tahun Lalu.
35 35. Kepergian Farel.
36 36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37 37. Please, El. Hentikan!
38 38. Bukankah Kita Impas?
39 39. Tolong Maafkan Rafael.
40 40. Maafkan Ibu, Nak.
41 41. Kembalikan Dia Padaku.
42 42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43 43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44 44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45 45. Karena Kamu Suami Orang.
46 46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47 47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48 48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49 49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50 50. Maafkan Aku, San.
51 51. Sepakat Untuk Berpisah.
52 52. Resmi Berpisah.
53 53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54 54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55 55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56 56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57 57. Aku Belum Tahu, El.
58 58. Aku Butuh Waktu, Al.
59 59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60 60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61 61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62 62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63 63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64 64. Cukup Dengarkan Aku.
65 65. Alasan Apa Lagi?
66 66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67 67. Mengenang Masa Lalu.
68 68. Pergi Berdua.
69 69. Aku Lepas Kendali.
70 70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71 71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72 72. Aku Akan Kembali Padamu.
73 73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74 74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75 75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76 76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77 77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78 78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79 79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80 80. Apa Marsha Melarangmu?
81 81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82 82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83 83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84 84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85 85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86 86. Kamu Dan Malioboro.
87 87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88 88. Dia Seorang Duda.
89 89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90 90. Kita Kawin Lari Saja.
91 91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92 92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93 93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94 94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95 95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96 96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97 97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98 98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99 99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100 100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101 101. Hadiah Pernikahan
102 102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103 103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104 104. Hari Pernikahan.
105 105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106 106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107 107. Apa Aku Boleh Menolak?
108 108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109 109. Pengantin Baru.
110 110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111 111. ExtraPart. Bulan Madu.
112 112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113 113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114 114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115 115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116 116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117 117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118 118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119 119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120 120. Happy Ending.
121 PENGUMUMAN !!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
01. Kamu Jahat, El.
2
02. Terpaku Di Masalalu.
3
03. Takut Bertemu Mantan?
4
04. Perpisahan
5
05. Akhirnya Aku Menemukan Mu.
6
06. Rafael Haditama.
7
07. Apa Kita Pernah Bertemu?
8
08. Kamu Merayakan Ulang Tahun Gadis Itu.
9
09. Sudah Menghancurkan Masa Depannya.
10
10. Akan Memberitahunya Nanti.
11
11. Aku Baik-Baik Saja, Al.
12
12. Bagaimana Dengan Sandra?
13
13. Aku Hanya Orang Ketiga.
14
14. Kami Telah Melewati Batas, Bu.
15
15. Hari Kelulusan SMA.
16
16. Kita Belum Selesai, Cha.
17
17. Apa Dia Melihat Marsha?
18
18. Apa Dia Bertanya Tentang Aku?
19
19. Aku Harus Mengundurkan Diri.
20
20. Aku Sangat Merindukanmu, Cha.
21
21. Anda Sungguh Tidak Sopan.
22
22. Sandra Bertemu Marsha.
23
23. Siapa Tante Baik Itu?
24
24. Aku Memang Ingin Menculikmu, Cha.
25
25. Tolong Lepaskan Aku.
26
26. Beraninya Dia Menyentuh Marsha.
27
27. Tidur Bersama.
28
28. Rafael Telah Berbohong?
29
29. Dua Pria Di Apartemen Marsha.
30
30. Jadi Kamu Tante Baik Itu.
31
31. Mari Kita Berpisah.
32
32. Maukah Kamu Menjadi Kekasihku?
33
33. Kita Harus Bicara.
34
34. Lima Tahun Lalu.
35
35. Kepergian Farel.
36
36. Hanya Kamu Satu-satunya.
37
37. Please, El. Hentikan!
38
38. Bukankah Kita Impas?
39
39. Tolong Maafkan Rafael.
40
40. Maafkan Ibu, Nak.
41
41. Kembalikan Dia Padaku.
42
42. Apa Yang Terjadi Dengan Rafael?
43
43. Penyakit Rafael Kambuh Lagi.
44
44. Apa Yang Sedang Kalian Lakukan?!
45
45. Karena Kamu Suami Orang.
46
46. Cari Tahu Keberadaan Putraku.
47
47. Maafkan Aku Merepotkan Mu.
48
48. Ingin Semuanya Cepat Berakhir.
49
49. Jika Rafael Menolak Bercerai?
50
50. Maafkan Aku, San.
51
51. Sepakat Untuk Berpisah.
52
52. Resmi Berpisah.
53
53. Aku Mengenal Ibu Dengan Baik.
54
54. Ibu Mau Ikut Kamu Ke Jakarta.
55
55. Aku Terlalu Memanjakan Mu.
56
56. Bisakah Kita Memulai Dari Awal?
57
57. Aku Belum Tahu, El.
58
58. Aku Butuh Waktu, Al.
59
59. Mama Kira Cupu, Ternyata Suhu.
60
60. Apa Kamu Tahu Dimana Rafa Tinggal?
61
61. Bertemu Kembali ( Marsha—Ibu Miranda )
62
62. Sepertinya Kalian Sangat Akrab?
63
63. Aku Akan Melakukan Apapun.
64
64. Cukup Dengarkan Aku.
65
65. Alasan Apa Lagi?
66
66. Siapa Sebenarnya Kekasihmu, Sha?
67
67. Mengenang Masa Lalu.
68
68. Pergi Berdua.
69
69. Aku Lepas Kendali.
70
70. Merasa Tidak Adil Dengan Sandra.
71
71. Jadi Kalian Tinggal Bersama?
72
72. Aku Akan Kembali Padamu.
73
73. Melihat Calon Menantu Di Tempat Kerja.
74
74. Ibu Hanya Ingin Kamu Bahagia.
75
75. Apa Kamu Menerima Aku Kembali?
76
76. Aku Menerima Kamu Kembali, El.
77
77. Seperti Wangi Parfum Wanita?
78
78. Bukannya Dia Sedang Sibuk Di Kantor?
79
79. Aku Hanya Meminta Kejujuranmu.
80
80. Apa Marsha Melarangmu?
81
81. Marsha Adalah Calon Istriku.
82
82. Cukup Pikirkan Kebahagian Kita.
83
83. Membawa Marsha Ke Yogyakarta.
84
84. Ibu Titip Rafa Padamu, Sha.
85
85. Terimakasih Karena Masih Mencintaiku, El.
86
86. Kamu Dan Malioboro.
87
87. Apakah Posisinya Telah Tergantikan?
88
88. Dia Seorang Duda.
89
89. Ayah Ingin Bertemu Dengannya.
90
90. Kita Kawin Lari Saja.
91
91. Masih Berani Muncul Di Hadapanku?
92
92. Tidak Ada Lagi Penghalang.
93
93. Apa Kamu Mau Merancang Gaun Pengantin Marsha?
94
94. Tidak Ada Yang Boleh Menggantikan Posisinya.
95
95. Jangan Katakan Jika Kamu Cemburu.
96
96. Karena Aku Mencintaimu, Raf.
97
97. Tolong Biarkan Rafael Hidup Sesuai Keinginannya.
98
98. Bagaimana Jika Dia Mencintaimu, El?
99
99. Rafael Akan Tetap Menjadi Milikku.
100
100. Apa Aku Boleh Memelukmu?
101
101. Hadiah Pernikahan
102
102. Berhenti Membandingkan Milikmu Dan Sandra.
103
103. Se-Amin Namu Tak Se-Iman.
104
104. Hari Pernikahan.
105
105. Aku Pastikan Kami Akan Selalu Bahagia.
106
106. Aku Akan Membantumu Membukanya.
107
107. Apa Aku Boleh Menolak?
108
108. ( 21++ ) Tidak Akan Pernah Bosan.
109
109. Pengantin Baru.
110
110. Dia Selalu Bisa Membuat Aku Tidak Waras.
111
111. ExtraPart. Bulan Madu.
112
112. ExtraPart. Kamu Yang Memulai, Cha.
113
113. ExtraPart. Aldo Dan Sandra.
114
114. ExtraPart. Empat Anak Cukup.
115
115. ExtraPart. Bau Parfum Yang Membuat Mual.
116
116. ExtraPart. Sandra Butuh Teman Yang Selalu Ada.
117
117. ExtraPart. Marsha Pingsan?!
118
118. ExtraPart. Jadi Istriku Benar Hamil?
119
119. ExtraPart. Kabar Bahagia.
120
120. Happy Ending.
121
PENGUMUMAN !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!