20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur

Awalnya, Ani tengah duduk di bangku pelaminan. Ani tengah menunggu pengantinnya sambil menikmati hiburan permainan alat musik tradisional. Permainan alat musik yang membuat Ani betah dan itu merupakan sokongan dari ki Yusna.

Hiburan musik dari alat musik tradisional memang sengaja ki Yusna sokongkan untuk mengikat Ani. Apalagi, pada kenyataannya Ani merupakan mempelai kesepian yang tengah menunggu kedatangan calon mempelainya. Hingga ketika Athan justru terjatuh tak jauh dari lokasi pelaminan Ani berada, Ani begitu yakin Athan lah calon pengantinnya!

“Pengantinku datang!” sergah Ani bersama dadanya yang mendadak berdebar-debar. Kedua matanya langsung berbinar menatap keberadaan Athan. Pria muda yang tampan dan dari auranya saja, aura sangat positif. Itu bertanda bukan hanya pemuda itu memiliki watak sekaligus agama yang baik. Namun juga menegaskan bahwa pria itu masih perjaka. Layaknya ketika pada seorang perempuan yang lebih diutamakan masih perawan, Ani juga mengharapkan suaminya masih perjaka. Dan Athan sungguh memenuhi semua kriteria itu.

Di tempat berbeda, ki Yusna yang sudah sempat-sempatnya bercinta dengan Rena di dipannya, mendapati kode keras. Mengenai damar di meja sesajennya yang nyaris mati dan itu bertanda bahwa pengantin untuk Ani, sudah berhasil ia tarik.

“Athan dan Syukur benar-benar datang?” batin ki Yusna sangat bahagia.

Tak kalah bahagia, Rena yang sudah tak berbusana dan memang masih ditindih oleh pak Yusna, yang sama-sama tak berbusana layaknya dirinya. Sebab semenjak akan memulai percintaan panas mereka, di mata Rena, ki Yusna yang sudah kurus bungkuk kecil, mendadak gagah perkasa melebihi Syukur. Terhitung, kejadian itu Rena rasakan, setelah ia meminum air kembang pemberian sang dukun. Hingga meski ki Yusna langsung meminta beronde-ronde, Rena juga ayo-ayo saja.

“Kalau dari awal apalagi sejak lama aku tahu wujud aslinya begini, aku mau-mau saja. Apalagi sama dia bisa bikin kaya! Syukur saja lewat!” batin Rena.

“Akhirnya ... semuanya benar-benar aku miliki! Berkat Ani, aku akan mendapatkan keabadian sejati!” batin ki Yusna perlahan meninggalkan Rena. Ia akan bergabung dengan Ani untuk menghabisi Syukur maupun Athan. Hanya saja, Rena tak mau ditinggal. Rena tak segan memeluk manja ki Yusna yang sampai dipanggilnya sangat manja dengan sebutan, “Ayang!”

•••

“Kau pengatinku!” ucap Ani untuk ke sekian kalinya.

Athan terdiam serius sekaligus terjaga mengawasi sosok Ani. Perlahan tapi pasti, di matanya, Ani menjadi sangat mengerikan setelah Athan sibuk memanjatkan doa dalam hati.

“Dia yang menggelar hajatan!” pikir Athan yakin. Athan belum berani bergerak karena memang, melihat yang tak kasatmata, biasanya akan membuat energinya terkuras. Athan bahkan akan mudah sakit jika kejadiannya, dirinya tidak sedang bersama Syukur.

Di penglihatan Syukur, Elra maupun Athan, semuanya ada di sana. Semuanya masih ada di hutan tua. Malahan kini, Elra yang sebelumnya belum pernah ke sana, tengah menjerit ketakutan. Sebab di hutan Tua memang banyak ular sanca berukuran besar. Jangankan Elra yang wanita dan selama ini selalu hidup penuh kasih sayang. Athan bahkan Syukur saja geli dengan banyaknya ular-ular di sana.

“Than ... Than, dengarkan aku. Jangan lupa doa! Doa dan terus doa!”

“Wanita di hadapanmu merupakan arwah penasaran korban pesugihan. Dia merupakan tumbal pertama yang sebelumnya sudah kita bahas! Dia tumbal rumah makan Juara!”

“Ingatkan dia kepada orang yang menumbalkannya. Ingatkan dia kepada dukun yang sudah menghancurkan hidup maupun cintanya!”

Syukur sengaja mengajak Athan berkomunikasi menggunakan suara. Karena meski mereka tidak bersama, asal mereka masih ada di lokasi cukup dekat, itu bisa menjadi telepati mereka. Apalagi, Syukur masih bisa melihat keberadaan Elra maupun Athan. Meski sebenarnya, selalu bersama membuat kemampuan indigo Athan maupun Syukur sempurna. Karena keduanya memang satu paket.

“Jangan pernah mengaku sebagai pengantinnya. Dia memang baru akan tenang setelah bertemu dengan pengantinnya!” tegas Syukur lagi yang kemudian pamit untuk mencari Elra. “Apa pun yang terjadi, Mas! Kita harus bertemu. Kita harus selalu bersama karena hanya dengan begitu, kemampuan indigo kita sempurna!”

“Mau tidak mau kita harus selesaikan ini. Dan jika memang dukun itu muncul, agar dukun itu tak menempati tubuh orang lain lagi, pisahkan kepala dan tubuhnya. Pastikan, keduanya tidak mendarat ke tanah. Setelah itu, bakar!” Syukur terus berlari mencari-cari keberadaan Elra.

Kejadian di masa lalu seolah terulang. Syukur sampai merinding karenanya. Bukan karena ia tengah ada di tempat dulu dan keadaan di sana lebih tidak terawat. Namun, suara seorang wanita tanpa penampakan, menjadi kembali Syukur dengar memanggil-manggil namanya.

“Syukur!”

“Mama! Mama tolong jaga Elra! Tolong jagakan Elra untukku! Lindungi dia dari marabahaya! Mama tahu maksudku! Aku mengandalkan Mama!” ucap Syukur sambil terus berlari menelusuri kegelapan hutan tua yang penuh akar besar sekaligus ular sanca.

Napas Elra nyaris habis akibat ketakutannya pada keadaan di sana. Tubuhnya pun sudah penuh keringat bercampur air mata.

“Syukur ... Athan, ... di mana kalian?” lirih Elra benar-benar ketakutan.

Tubuh Elra yang sempat tertekuk perlahan gadis itu paksa untuk bergerak. Apalagi tak lama setelah itu, ada suara cukup Elra kenal yang memanggilnya.

“Mbak Elra ...?” Senyum manis menghiasi wajah si wanita yang detik itu juga langsung Elra awasi.

“Bukankah itu Aira? Kok Aira ada di sini?” pikir Elra dan membuat Athan yang mendengarnya langsung bergegas.

“Aira siapa yang Elra dengar? Aira korban kebaya pengantin merah, maksudnya?” batin Athan benar-benar panik.

Athan sudah nyaris pergi, tapi dengan segera tangan kanan Ani menahan lengan kiri Athan.

“Jangan pergi, dan kamu tidak bisa melakukannya!” tegas Ani dan langsung membuat Athan jengkel.

“Jedueeerrr!”

Suara ledakan Elra dengar bertepatan dengan ia yang baru membuka mulut sekaligus kaki kanan akan melangkah. Tentu Elra akan membalas Aira yang keberadaannya langsung membuat Elra bahagia. Karena dengan kata lain, Elra memiliki teman kemudian sama-sama pergi dari sana. Namun, ledakan tadi terdengar sangat nyata. Bukan hanya Elra yang mendengarnya. Karena Syukur, Athan, bahkan Ani dan rombongan juga. Termasuk Ki Yusna yang masih harus memuaskan hasrat Rena dan malah masih sibuk bergulat di ranjang kayu tanpa alas empuk.

“Bedebah! Kuntilanak itu ikut campur lagi!” batin ki Yusna yang bisa melihat, alasan terdengar suara ledakan keras tadi. Itu karena sebuah makam bernisan Echa yang terbelah.

Echa yang tak lain merupakan mamanya Syukur, memang sudah terikat sumpah. Bahwa sampai kapan pun, ketika Syukur putranya diusik apalagi sampai dilukai, ia akan datang menuntut balas. Namun, setelah permintaan Syukur barusan, kuntilanak Echa juga bersumpah untuk menjaga Elra.

“Elra ... Elra kesayangannya Syukur,” ucap Echa lirih layaknya orang yang tengah belajar membaca bahasa asing. Dengan wajahnya yang pucat gelap, ia yang berpenampilan layaknya kuntilanak segera terbang mencari Elra di hutan tua.

Terpopuler

Comments

Santi Rizal

Santi Rizal

serem banget... semoga di dunia nyata gak ada yg pesugihan kaya gini

2025-02-27

0

Ray

Ray

Echa mamanya Syukur apakah korban dari Ki Yusna juga, sehingga menjadi kuntilanak?🤔
Cerita Outhor semakin Ok dan terus ingin baca, semangat💪🙏😘

2024-08-14

0

Damai Damaiyanti

Damai Damaiyanti

aduh ko serem bgt y bacanya padahal,,gimn rasanya kali di buat film,,,

2024-06-30

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2 2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3 3. Hajatan Gaib
4 4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5 5. Rumah Makan Juara
6 6. Siasat Ki Yusna
7 7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8 8. Harus Perawan!
9 9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10 10. Akhirnya Terjadi
11 11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12 12. Mulai Di Luar Kendali
13 13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14 14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15 15. Karma yang Mulai Mengincar
16 16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17 17. Iblis dan Manusia Tamak
18 18. Serangan Dadakan
19 19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20 20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21 21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22 22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23 23. Tak Boleh Terpisah
24 24. Perpisahan
25 25. Menyelamatkan Bian
26 26. Keris yang Akhirnya Terbang
27 27. Terpisah
28 28. Solusi Dan Mengatasi
29 29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30 30. Kedatangan Rega
31 31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32 32. Jebakan?
33 33. Sudah Berakhir?
34 34. Bertanda Baik?
35 35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36 36. Yang Hilang
37 37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38 38. Luka-Luka Karena Tumbal
39 39. Sudah Ada Titik Terang
40 40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41 41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42 42. Terikat Sumpah
43 43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44 44. Kelemahan Ki Yusna
45 Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46 Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48 Pengumuman Pemenang!
49 Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2
2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3
3. Hajatan Gaib
4
4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5
5. Rumah Makan Juara
6
6. Siasat Ki Yusna
7
7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8
8. Harus Perawan!
9
9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10
10. Akhirnya Terjadi
11
11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12
12. Mulai Di Luar Kendali
13
13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14
14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15
15. Karma yang Mulai Mengincar
16
16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17
17. Iblis dan Manusia Tamak
18
18. Serangan Dadakan
19
19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20
20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21
21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22
22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23
23. Tak Boleh Terpisah
24
24. Perpisahan
25
25. Menyelamatkan Bian
26
26. Keris yang Akhirnya Terbang
27
27. Terpisah
28
28. Solusi Dan Mengatasi
29
29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30
30. Kedatangan Rega
31
31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32
32. Jebakan?
33
33. Sudah Berakhir?
34
34. Bertanda Baik?
35
35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36
36. Yang Hilang
37
37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38
38. Luka-Luka Karena Tumbal
39
39. Sudah Ada Titik Terang
40
40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41
41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42
42. Terikat Sumpah
43
43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44
44. Kelemahan Ki Yusna
45
Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46
Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48
Pengumuman Pemenang!
49
Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!