13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani

“Bersekutu lah denganku, aku pastikan akan mempertemukan kamu dengan pengantinmu!” lantang Ki Yusna tak ubahnya dalang dalam sebuah cerita.

Ki Yusna begitu percaya diri hingga tak ada sedikit pun yang tampak meragukan darinya. Padahal sebenarnya, kesaktian saja ia sudah tidak punya. Bermodalkan pengetahuan mengenai sesajen dan mengundang komunikasi dengan mereka yang tak kasatmata, ki Yusna memang memanggil Ani. Ani yang ki Yusna baru ketahui ternyata sangat sakti. Hingga ki Yusna berniat memanfaatkan Ani.

Ani yang tampil sangat cantik dan jelas menjadi primadona di sana, jadi terusik. Ia menatap saksama ki Yusna yang memang tiba-tiba saja mengundangnya. Pria itu melakukan sejumlah ritual dilengkapi dengan sesajen bahkan kepala kambing maupun ayam cemani. Tentu, sebagai bagian dari bangsa lelembut, Ani tak kuasa menolak. Terlebih tidak setiap saat ada yang berjiwa besar memberinya makan seperti yang ki Yusna lakukan. Paling penting, itu mengenai janji ki Yusna yang akan mempertemukan Ani dengan pengantinnya. Karena memang, Ani sudah mulai lelah tak kunjung bertemu pengantinnya.

Kini, meski menatap Ki Yusna curiga, sebenarnya Ani mulai tertarik pada tawaran pria tua itu. Apalagi ternyata Ki Yusna sampai memberinya tawaran sekaligus janji lain.

“Aku akan memberimu semuanya, tapi kamu juga harus menjamin, bahwa kamu akan mengabdi kepadaku!” lantang ki Yusna yang dalam hatinya berkata, “Ini di luar kendali. Karena ternyata, Ani memiliki kekuatan besar yang bahkan bisa mengalahkanku dengan mudah. Dendam karena alasannya berakhir seperti sekarang, serta kebaikannya di masa lalu menjadi alasannya memiliki semua kekuatan itu. Karenanya, aku harus segera mengendalikannya sebelum dia justru menyerangku. Takutnya, suatu hal membuatnya ingat, bahwa aku menjadi bagian dari alasannya berakhir gentayangan seperti sekarang!”

Setelah merenung dan mempertimbangkan tawaran dari ki Yusna, senyum kemayu seorang Ani akhirnya terbit. Senyum kemayu yang membuat ki Yusna mengomel dalam hati.

“Ciiih ... demit kok secantik dan seseksi ini. Bikin baper saja!” batin ki Yusna.

Suara Angklung dan gendingan perlahan menggelegar menguasai keadaan. Sebagai wujud persekutuan mereka, Ani memakan kepala kambing dan juga meminum darah ayam cemaninya.

Ritual kali ini membuat lolongan suara anjing terdengar sangat berisik. Dari berbagai penjuru, lolongan yang awalnya terdengar jauh, makin lama terdengar makin dekat. Seolah, mereka sengaja datang setelah merasakan apa yang terjadi.

“Baiklah. Mulai sekarang kamu akan selalu mencari Syukur dan Athan. Karena mulai sekarang juga, misimu sungguh hanya menjadikan keduanya sebagai pengantinmu. Dengan begitu, aku tidak perlu takut lagi kepada mereka. Karena mereka berdua pasti akan mati oleh Ani. Sementara sesuai yang aku rasakan, harusnya dalam waktu dekat, Syukur dan Athan datang ke sini!” batin ki Yusna yang juga telah membuat semuanya sesuai rencananya. Karena melalui sesajen yang ia berikan dan telah Ani nikmati, arwah penasaran itu sudah langsung ia arahkan untuk mengejar-ngejar Athan maupun Syukur.

••••

Keesokan harinya, Elra baru sampai restoran. Berbeda dari sikap ibu Ajeng maupun pak Imron kepada karyawan, Elra justru sangat ramah. Setelah mengobrol sejenak dengan para karyawan dan juga pembeli, Elra baru masuk ke ruang kerjanya.

Semuanya tampak baik-baik saja. Ruang kerja yang rapi, termasuk beberapa alat tulis di meja kerjanya. Akan tetapi, ada yang menyita dan dirasa Elra jadi agak beda. Ini mengenai aroma melati yang begitu kuat sekaligus segar. Aroma yang Elra curigai berasal dari kebaya pengantin warna merah di meja kerjanya. Layaknya ketika awal pertama Ani melihat, di mata Elra, kebaya pengantin warna merah tersebut juga sangat bagus. Kebaya pengantin warna merah itu langsung mencuri hati seorang Elra. Elra yang baru melihatnya langsung berbinar-binar.

“Namun, ini kebaya siapa? Itu kebaya pengantin, kan?”

“Ih, ... sebagus apa pun suatu barang. Apalagi kalau barang yang bisa dipakai seperti baju. Aku enggak boleh memakainya atau pun sekadar menyentuhnya.”

“Takut ada guna-guna. Takut juga itu dari Bian yang dari dulu sibuk ngajak aku nikah!”

Saking niatnya tak mau menyentuh kebaya tersebut, Elra sengaja memakai kantong keresek di kedua tangannya.

“Kata opa, buat menangani hal-hal syirik harus gini. Belakangi, kentuti, terus doai, pindah deh!” Dan Elra sungguh melakukannya.

Elra memindah kebayanya dan menaruhnya di meja sebelah. Kemudian, yang ia lakukan ialah melaporkannya kepada karyawannya. Namun dari semuanya, tak ada satu pun yang mengetahuinya. Mereka bahkan kompak kaget ketika melihat kebaya yang Elra maksud. Lucunya, ada yang langsung suka juga seperti Elra. Banyak juga yang langsung muntah bahkan berdalih bahwa kebaya tersebut sangat anyir.

“Ini aneh, tapi menarik. Coba nanti aku minta Athan dan Syukur buat lihat kebayanya. Oh iya, ya. Aku juga baru kepikiran, takutnya nih kebaya justru bagian dari guna-guna lawan bisnisku. Bukannya bermaksud fitnah, tapi semenjak rumah makan juara di depan kebakaran, semua cabang mereka kan kebakaran semua. Terakhir tadi, rumah makan pusatnya malah dirampok. Sementara kata Athan dan Syukur, rumah makan juara seperti pakai tumbal pesugihan biar laris. Di sana banyak penampakan yang mengundang pembeli biar datang sekaligus betah,” pikir Elra sengaja jaga-jaga.

Akan tetapi, ketika akhirnya Syukur dan Athan benar-benar datang, kebaya pengantin warna merahnya tidak ada.

“Asli, tadi siang aku taruh di sini. Tadi, sebelum aku ke kalian pun, kebaya itu masih di sini. Eh siapa yang ambil. Masa iya, kebaya itu jalan sendiri?!” Elra uring-uringan dan terus mencari kebaya pengantin warna merahnya. Namun, di sana benar-benar tidak ada.

“Sudah, jangan dicari. Kalaupun ada lagi, ... langsung bakar saja!” tegas Athan masih bersikap misterius. Sadar, Elra langsung ketakutan sekaligus sedih menatapnya, ia berkata, “Kebaya itu punya aura enggak baik. Ke sini pun dia datang sendiri. Karena memang, dia incar kamu. Jadi, mungkin ada yang spesial dari kamu, hingga kebaya itu, datang sendiri cuma buat goda kamu.”

“Tadi siang, ... enggak semuanya suka juga sih. Ada beberapa yang mirip aku dan bagi mereka, kebaya itu wangi sekaligus menarik. Banyak juga yang jadi muntah-muntah karena bagi mereka, kebaya itu anyir parah,” jelas Elra.

“Biasanya yang begitu bakaran neror terus, kecuali kamu sudah langsung membakarnya!” tegas Athan.

Mendengar itu, Elra langsung menatap takut Athan.

“Kamu jangan gitu dong Than ....” Elra melangkah buru-buru menghampiri Syukur. Tanpa pikir panjang, ia juga mendekap sekaligus bersandar pada dada bidang milik pemuda itu. “Aku beneran takuuuuuuttt!” rengeknya, tapi Athan yang langsung muntah-muntah malah menertawakannya.

Lain dengan syukur yang tetap tak ada peka-pekanya. Justru, Syukur jadi melihat sekelebat wanita berkebaya merah berwajah gelap. Sementara Athan juga lagi-lagi mendengar gendingan dan angklung selaku suara yang terus mengiringi langkah arwah Ani.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Ani lagi cari calon pengantinnya, Syukur dan Athan, atas suruhan Ki Yusna🤔😣

2024-08-14

0

Erina Munir

Erina Munir

horoorr banget ini mah

2024-07-16

0

Tati st🍒🍒🍒

Tati st🍒🍒🍒

baru sempet baca lagih

2024-07-05

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2 2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3 3. Hajatan Gaib
4 4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5 5. Rumah Makan Juara
6 6. Siasat Ki Yusna
7 7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8 8. Harus Perawan!
9 9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10 10. Akhirnya Terjadi
11 11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12 12. Mulai Di Luar Kendali
13 13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14 14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15 15. Karma yang Mulai Mengincar
16 16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17 17. Iblis dan Manusia Tamak
18 18. Serangan Dadakan
19 19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20 20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21 21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22 22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23 23. Tak Boleh Terpisah
24 24. Perpisahan
25 25. Menyelamatkan Bian
26 26. Keris yang Akhirnya Terbang
27 27. Terpisah
28 28. Solusi Dan Mengatasi
29 29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30 30. Kedatangan Rega
31 31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32 32. Jebakan?
33 33. Sudah Berakhir?
34 34. Bertanda Baik?
35 35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36 36. Yang Hilang
37 37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38 38. Luka-Luka Karena Tumbal
39 39. Sudah Ada Titik Terang
40 40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41 41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42 42. Terikat Sumpah
43 43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44 44. Kelemahan Ki Yusna
45 Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46 Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48 Pengumuman Pemenang!
49 Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2
2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3
3. Hajatan Gaib
4
4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5
5. Rumah Makan Juara
6
6. Siasat Ki Yusna
7
7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8
8. Harus Perawan!
9
9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10
10. Akhirnya Terjadi
11
11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12
12. Mulai Di Luar Kendali
13
13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14
14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15
15. Karma yang Mulai Mengincar
16
16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17
17. Iblis dan Manusia Tamak
18
18. Serangan Dadakan
19
19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20
20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21
21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22
22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23
23. Tak Boleh Terpisah
24
24. Perpisahan
25
25. Menyelamatkan Bian
26
26. Keris yang Akhirnya Terbang
27
27. Terpisah
28
28. Solusi Dan Mengatasi
29
29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30
30. Kedatangan Rega
31
31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32
32. Jebakan?
33
33. Sudah Berakhir?
34
34. Bertanda Baik?
35
35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36
36. Yang Hilang
37
37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38
38. Luka-Luka Karena Tumbal
39
39. Sudah Ada Titik Terang
40
40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41
41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42
42. Terikat Sumpah
43
43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44
44. Kelemahan Ki Yusna
45
Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46
Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48
Pengumuman Pemenang!
49
Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!