8. Harus Perawan!

Arga yang tak lain kekasih Rena, tengah bergandengan mesra dengan seorang wanita cantik. Ia yang awalnya tak menyadari tengah lewat salah satu rumah makan milik orang tua Rena, santai-santai saja menatap, merangkul, bahkan mengecup mesra wajah sang wanita. Namun ketika Arga menoleh ke sebelah kanannya, dan di sana merupakan rumah makan milik orang tua Rena, pemuda beranting hitam itu langsung terperanjat ketakutan.

“Ya ampun ... itu kan om Imron papanya Rena!” batin Arga sambil menatap takut pak Imron.

Di pintu masuk utama dekat jalan, pak Imron yang masih memakai hem biru tua dipadukan dengan celana bahan panjang warna hitam lengkap dengan ikat pinggang, berdiri. Namun, wajah pak Imron terlihat pucat gelap. Selain itu, wajah pak Imron yang tipikal wajah galak juga tak berekspresi. Bahkan, tatapannya saja kosong.

“Ngeri banget mirip zombie gitu! Ini aku harus buru-buru pergi dari sini,” batin Arga buru-buru menuntun wanita cantik bertubuh semampai yang memakai rok mini kuning di sebelahnya pergi. Padahal, pertanyaan si wanita berambut lurus sepundak tersebut saja belum sempat Arga balas.

“Katanya kita mau makan sekalian shoping dulu,” protes si wanita tak mau meninggalkan pusat perbelanjaan sekaligus keramaian keberadaan mereka.

Padahal di tempat berbeda, di suasana berkabut dan kanan kiri merupakan hutan, pak Imron duduk di sebelah sang sopir. Namun seperti yang sempat Arga lihat, pak Imron yang di situ juga berwajah pucat gelap dan tak sedikit pun berkomunikasi. Bahkan meski ia diajak berkomunikasi.

Seperti biasa, pak Soleh selaku sang sopir, kembali melihat wanita cantik berkebaya merah dan juga berdandan ala-ala pengantin. Pak Soleh yang kerap bertasbih langsung istighfar dan membuat sosok berkebaya itu langsung minggir. Namun, Ani yang gentayangan di sana tetap tersenyum guna menggaet hati pak Soleh.

Berhubung di sana ibu Ajeng ia pergoki mengawasi sekitar Ani berdiri, sang sopir sengaja mengajaknya untuk membahas Ani.

“Lihat apa, Pak?” tanya ibu Ajeng yang memang tidak lihat melihat. Ketika ia menoleh ke Rena yang duduk di sebelahnya pun, putri yang akan ia tumbalkan itu malah ngorok.

Sedangkan ketika ibu Ajeng melihat sang suami, pak Imron tetap saja mirip patung keramat. Sebab tampangnya yang datar juga terasa menakutkan bagi ibu Ajeng dan notabene merupakan sang istri.

“Wanita sangat cantik dandan ala-ala pengantin pakai kebaya merah, Bu. Selalunya di sekitar jalan sini. Namun sepertinya memang penunggu jalan sini,” jelas pak Soleh.

“Wanita cantik dandan ala-ala pengantin pakai kebaya merah?” batin ibu Ajeng yang langsung teringat Ani. Ia refleks mengusap lehernya sambil agak menunduk. “Jangan-jangan itu memang Ani. Soalnya tiga tahun lalu, si Ani kan dibuang di sini. Untungnya, ini pak Soleh yang agamanya memang kuat, enggak kenal Ani. Karena memang, dia baru kerja setengah tahunan ke aku,” batinnya lagi yang tak sengaja melihat ke Rena lagi. Tiba-tiba saja hatinya jadi terasa sangat ngilu. “Rena ... kalau aku tumbalkan Rena, ... dia juga akan mengikuti jejak Ani. Karena setiap manusia yang Ani buat celaka, juga menjadi tumbal penglaris usahaku!” pikirnya.

Ibu Ajeng memang merasa sedih. Takut, bahkan wanita itu menitikkan air mata. Namun, ketimbang kesedihannya, tekadnya menumbalkan Rena lebih besar. Tak masalah kehilangan anak asal usahanya kembali jaya. Termasuk restoran Elra juga bisa ia tundukan. Setidaknya jika Elra tak sampai sakit-sakitan, gila, bahkan mati, minimal ibu Ajeng ingin usaha Elra bangkrut dan tak bisa bangkit lagi.

Di gubuknya, ki Yusna membuka kotak kayu yang baru ia buka tutupnya saja sudah membuat ya mual. Kotak kayu mirip peti berukuran kecil itu berisi beberapa kecil, benda pusaka, dan juga kebaya merah.

“Anyir banget ... uwee! Ini bekas Ani dan memang enggak sampai dicuci biar kekuatan arwah Ani tetap tertinggal di sini. Biar hasilnya juga bisa bikin aku makin sakti,” ucap Ki Yusna yang tetap mengambil kebaya merah dari dalam petinya, meski ia terus mual.

“Enggak tahu kenapa, ... sejak tahu bahwa Syukur dan Athan menjadi bagian dari saingan Ajeng dan Imron, ... hidupku jadi enggak tenang.”

“Ini saja ... jelas-jelas aku sudah mau dapat tumbal perawan lagi, ... rasanya tetap enggak bisa tenang. Aku tetap enggak bisa yakin, aku bisa.”

Berbeda saat akan mendapatkan tumbal perawan dan itu Ani, perasaan ki Yusna kali ini amat sangat gelisah. Apalagi tak bisa pak Yusna tampik, selain ketakutannya kepada Syukur dan Athan, mencari gadis perawan memang sangat sulit.

“Harusnya sih hari ini Ajeng dan Imron datang bawa tumbal perawan buat jadi pengantinku,” pikir ki Yusna lagi sambil memastikan keluar gubuknya. Keadaan di sana benar-benar sepi. Selain tak sembarang orang bisa melihat keberadaan gubuknya. Selain memang mereka-mereka yang berniat meminta bantuan sekaligus bersekutu dengannya.

Di tempat berbeda, di rumah Athan dan itu di kolam renang, Syukur dan Athan tengah balap renang. Sementara si cantik Elra yang nyaris selalu ceria, tak mau kalah dan buru-buru menghampiri. Elra buru-buru menaruh tas pundaknya di meja dekat kolam renang kemudian mengambil sebuah handuk dan ia berikan kepada Syukur. Maksudnya begitu, tapi ia yang gampang jatuh malah terpeleset dan terjun masuk ke kolam.

“Hahahaha!” Athan yang meski pendiam, tetap tidak bisa untuk tidak tertawa. Terlebih Athan tahu, Elra sangat menyukai dan memang bucin tingkat dewa ke Syukur.

Sementara Syukur yang meski terus diam bahkan cuek, juga tidak pernah bisa membiarkan Elra susah apalagi terluka. Syukur yang awalnya sudah duduk di pinggir kolam, segera meluncur menyusul Elra.

Elra yang sempat panik dan juga kesal setelah mendengar tawa jahat dari Athan, langsung tersenyum bahagia. Sebab tatapannya mendapati Syukur menyusul dan tentu saja akan menyelamatkannya.

“Selalu sekeren ini memang Syukur. Beneran mirip papa Elmer!” batin Elra dan langsung di dengar oleh Athan sang pembaca isi hati sekaligus pikiran.

“Elra ... Elra ....” Athan masih cekikikan dan berangsur beranjak dari sana. Ia meraih handuk dari meja tas Elra berada kemudian mengeringkan tubuhnya.

“Hati-hati,” lirih Syukur sangat perhatian kepada Elra. Ia membantu Elra duduk di pinggir kolam.

“Weekend besok jadi ke kampung kamu, kan, Kur? Kalau iya, aku atur jadwalnya sekalian izin ke papa mama. Soalnya kita belum izin,” ucap Athan sambil duduk di kursi kayu kemudian membuka tutup botol air mineral yang sudah ada di sana.

Mendengar itu apalagi Syukur ia pergoki mengangguk, Elra langsung heboh minta ikut. Yang dengan kata lain, mereka akan ke lokasi dekat gubuk ki Yusna berada. Karena memang, kampung keluarga Syukur ada di sana.

Sementara itu, di tempat berbeda, di dalam gubuk ki Yusna, Rena tengah muntah-muntah parah.

“Loh, kok Rena ikut muntah-muntah? Dia beneran masih perawan, kan? Soalnya jika memang iya, harusnya dia enggak muntah-muntah!” pikir ki Yusna jadi makin gelisah. “Apakah ini bertanda? Apakah ini jawaban dari kegelisahanku? Karena jika Rena memang tidak perawan, celakalah aku! Pantanganku tidak boleh bersetub.uh dengan yang tidak perawan!” batin ki Yusna.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Mungkinkah ini saat kehancuran Ki Yusna?

2024-08-14

0

Erina Munir

Erina Munir

tak sumpahin amblesss ilmu mu ki gendeng 😏😏😏

2024-07-16

0

Hilmiya Kasinji

Hilmiya Kasinji

hmmm...Rena hamil ada untungnya kalo gitu ya

2024-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2 2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3 3. Hajatan Gaib
4 4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5 5. Rumah Makan Juara
6 6. Siasat Ki Yusna
7 7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8 8. Harus Perawan!
9 9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10 10. Akhirnya Terjadi
11 11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12 12. Mulai Di Luar Kendali
13 13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14 14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15 15. Karma yang Mulai Mengincar
16 16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17 17. Iblis dan Manusia Tamak
18 18. Serangan Dadakan
19 19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20 20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21 21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22 22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23 23. Tak Boleh Terpisah
24 24. Perpisahan
25 25. Menyelamatkan Bian
26 26. Keris yang Akhirnya Terbang
27 27. Terpisah
28 28. Solusi Dan Mengatasi
29 29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30 30. Kedatangan Rega
31 31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32 32. Jebakan?
33 33. Sudah Berakhir?
34 34. Bertanda Baik?
35 35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36 36. Yang Hilang
37 37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38 38. Luka-Luka Karena Tumbal
39 39. Sudah Ada Titik Terang
40 40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41 41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42 42. Terikat Sumpah
43 43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44 44. Kelemahan Ki Yusna
45 Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46 Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48 Pengumuman Pemenang!
49 Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2
2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3
3. Hajatan Gaib
4
4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5
5. Rumah Makan Juara
6
6. Siasat Ki Yusna
7
7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8
8. Harus Perawan!
9
9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10
10. Akhirnya Terjadi
11
11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12
12. Mulai Di Luar Kendali
13
13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14
14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15
15. Karma yang Mulai Mengincar
16
16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17
17. Iblis dan Manusia Tamak
18
18. Serangan Dadakan
19
19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20
20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21
21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22
22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23
23. Tak Boleh Terpisah
24
24. Perpisahan
25
25. Menyelamatkan Bian
26
26. Keris yang Akhirnya Terbang
27
27. Terpisah
28
28. Solusi Dan Mengatasi
29
29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30
30. Kedatangan Rega
31
31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32
32. Jebakan?
33
33. Sudah Berakhir?
34
34. Bertanda Baik?
35
35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36
36. Yang Hilang
37
37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38
38. Luka-Luka Karena Tumbal
39
39. Sudah Ada Titik Terang
40
40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41
41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42
42. Terikat Sumpah
43
43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44
44. Kelemahan Ki Yusna
45
Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46
Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48
Pengumuman Pemenang!
49
Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!