4. Menjadi Tumbal Pesugihan

Proses ritual tumbal Ani disaksikan oleh kedua orang tua Rega. Pak Imron dan ibu Ajeng diharuskan duduk menunduk layaknya posisi menyembah. Keduanya menghadap meja berisi Ani. Wanita yang harusnya menjadi menantu mereka itu kini sudah dibaringkan di meja yang awalnya hanya berisi sesajen. Tadi, masih pak Imron dan ibu Ajeng juga yang memindahkan tubuh Ani.

Ani yang tetap memakai kebaya pengantin warna merah, masih terisak pilu di tengah kedua matanya yang terus terpejam, ketika acara ritual berlangsung. Dadanya naik turun secara teratur karena Ani memang sampai sesenggukan. Seekor ayam hitam dan awalnya ada di meja, Ki Yusna belek lehernya tepat di atas tubuh Ani. Darah ayam tersebut ki Yusna kucurkan ke tubuh Ani dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kemudian, ayam tersebut dimasukkan ke dalam ember berisi air kembang, dan keberadaannya tidak jauh dari meja Ani berada. Menggunakan air tersebut juga, Ki Yusna memandikannya.

Beberapa kejadian aneh dan memang di luar nalar yang membuat orang tua Rega panas dingin merinding, seketika mewarnai. Dari angin yang menjadi berembus sangat kencang dan membuat suasana berantakan. Langkah-langkah berlarian tanpa penampakan. Suara tawa yang menggema dan lagi-lagi tanpa penampakan. Semua adegan itu benar-benar mirip dengan adegan ritual yang pernah pak Imron maupun ibu Ajeng tonton di acara horor. Terakhir dan memang yang paling membuat pak Imron maupun ibu Ajeng tercengang, menggunakan golok yang masih berhias darah ayam hitam, Ki Yusna menyembelih leher Ani!

Ibu Ajeng yang tak sengaja melihatnya langsung melotot sekaligus terduduk lemas. Selain jadi sesak napas mirip jantungan, lidah ibu Ajeng juga kelu. Sang suami yang mengetahuinya jadi sibuk berusaha menenangkannya.

“Demi apa pun, ini ngeri banget!” batin ibu Ajeng tak tahan dengan tangis kesakitan dari Ani. Tangis kesakitan yang berbaur dengan lolongan suara beberapa anjing dari banyak penjuru.

••••

Sekitar pukul dua belas malam, masih bersama Ki Yusna, ibu Ajeng dan pak Imron membuang tubuh Ani. Mereka melakukannya di sekitar satu kilo meter dari gubuk ki Yusna. Jalan menanjak sekaligus menikung dan kanan kirinya masih merupakan hutan Tua. Saat kejadian, tangan dan kedua kaki Ani masih bisa bergerak meski itu gerakan lemah. Namun, Ani ditinggal begitu saja. Ki Yusna yang tak lagi ikut mobil mereka, dengan begitu cepat juga menghilang tak lama setelah pak Imron melanjutkan perjalanan untuk pulang.

“Itu tadi tangan sama kaki Ani masih gerak, Pa!” heboh ibu Ajeng kepada sang suami.

“Sudah, biarin saja! Kamu enggak lihat, ki Yusna sudah kasih kita uang satu ransel penuh buat modal usaha?!” kecam pak Imron berbisik-bisik membalas sang istri.

Ransel berisi uang yang pak Imron maksud dipakai untuk bantalan Rega di tempat duduk tengah. Kancing ransel yang tak sepenuhnya ditutup membuat isinya terlihat. Selain itu, dari awal tak sadarkan diri, Rega benar-benar masih anteng. Belum ada tanda-tanda bahwa pria muda itu akan bangun. Ibu Ajeng yang kini mengawasinya jadi khawatir.

“Pa, terus si Rega gimana? Dia baik-baik saja, kan?” sergah ibu Ajeng berbisik-bisik.

“Oh ...?” refleks pak Imron. Karena ia juga lupa menanyakan perihal Rega kepada ki Yusna. Sementara yang bersangkutan, tadi tak lagi ikut dan berdalih pamit pulang.

“Eh Pa ... Ki Yusna sudah enggak kelihatan. Kok bisa cepet banget berasa ngilang tuh orang?!” lirih ibu Ajeng lagi-lagi heboh.

Sekitar lima menit kemudian, ada mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi menuruni jalan menuju Ani terkapar. Mobil yang berisi banyak anak muda dan tampak teler heboh joged sambil nyanyi itu benar-benar melindas Ani. Detik itu juga tubuh Ani tak ada yang bergerak lagi. Namun, jiwa Ani keluar penuh amarah bahkan dendam. Ani yang masih memakai kebaya merah, tapi wajah cantiknya yang penuh luka jadi gelap, menatap marah mobil yang melindasnya. Dalam sekejap, arwah Ani terbang menyusul mobil kemudian mendorongnya sekuat tenaga. Mobil itu terperosok di hutan tanpa ada satu pun penumpangnya yang bisa menyelamatkan diri.

“Kalian semua harus mati!” tegas arwah Ani.

Keberhasilannya membuat satu mobil yang menggilasnya celaka, membuat arwah Ani merasa sangat puas. Namun tiba-tiba saja, arwah Ani yang berdiri di pinggir jalan menyadari, ada yang berbeda dengan penampilannya. Bersamaan dengan itu, suara gamelan dan juga permainan angklung terdengar berkumandang. Beberapa orang juga mendadak mengiringi Ani. Para wanita memakai kebaya lengkap dengan sanggul, sementara para laki-laki memakai beskap lengkap dengan blangkon.

“Aku seorang pengantin ...? Mana pengantinku?” pikir arwah Ani.

Tak lama kemudian, para laki-laki dari penghuni mobil yang melindas Ani, berdatangan. Mereka yang kebanyakan merupakan anak muda berusia awal 20 tahun, sudah memakai pakaian pengantin kemudian menghadap Ani. Begitu pun dengan dua wanita muda yang awalnya di dalam mobil, keduanya yang memakai kebaya lengkap dengan sanggul, langsung menjadi pengiring pengantin Ani.

Padahal di paginya, beberapa warga yang melintas dengan keadaan sadar, menemukan jasad Ani. Tubuh termasuk wajah Ani ditemukan dalam keadaan remuk. Fatalnya, Ani juga tak sampai disertai kartu identitas. Semenjak kejadian tersebut, kecelakaan di jalan sekitar sana jadi sering terjadi. Namun beberapa warga khususnya para laki-laki, kerap melihat wanita cantik berkebaya pengantin merah, berkeliaran di sepanjang jalan menuju hutan Tua.

Bukan hanya di malam atau setidaknya sekadar menjelang sore. Karena saat siang hari, arwah Ani masih sering menampakan diri. Bagi laki-laki yang tidak kuat iman pasti akan tergoda dan berakhir meregang nyawa. Namun bagi mereka yang masih kuat iman apalagi memiliki indera keenam dan bisa melihat yang tak kasatmata, sosok Ani akan terlihat lain. Sosok Ani akan terlihat menyeramkan hingga tak jarang, ada saja yang ketakutan.

Hari demi hari berlalu menjadi minggu, bulan, bahkan tahun. Pak Imran dan sang istri tak lagi berpenampilan sederhana. Mereka sudah memakai pakaian serba bagus sekaligus tampak sangat mahal. Ibu Ajeng yang sekarang bahkan mirip toko perhiasan berjalan. Selain itu, wajah pak Imron dan juga ibu Ajeng juga jadi kerap menjadi sampul berita bisnis khususnya hal yang berbau dengan kuliner. Di tengah kemajuan teknologi, kabar tentang kuliner mereka makin mudah melejit.

Namun di balik kehidupan mewah pak Imran dan ibu Ajeng berikut usaha kuliner mereka yang sudah memiliki banyak cabang. Rega putra kebanggaan mereka malah jadi mirip orang bisu bahkan linglung. Rega yang tatapannya saja selalu kosong, hanya menghabiskan waktunya di kursi roda. Rega sengaja ditingg sendiri di dalam kamarnya, di rumah lama bersama seorang pembantu. Rega tak ikut pindah ke rumah baru yang lebih megah setelah kesuksesan bisnis kuliner orang tuanya.

Terpopuler

Comments

Santi Rizal

Santi Rizal

nauzubillahimjalik

2025-02-26

0

Amara

Amara

lebih baik mati saja kan rega? dari pada jadi mayat hidup gitu..
cengoh dan lumpuh

2024-10-27

0

Ray

Ray

Selain Ani ternyata Rega anaknya juga turut ditumbalkan😱 Kejam demi kekayaan dan harta🤔😣

2024-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2 2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3 3. Hajatan Gaib
4 4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5 5. Rumah Makan Juara
6 6. Siasat Ki Yusna
7 7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8 8. Harus Perawan!
9 9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10 10. Akhirnya Terjadi
11 11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12 12. Mulai Di Luar Kendali
13 13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14 14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15 15. Karma yang Mulai Mengincar
16 16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17 17. Iblis dan Manusia Tamak
18 18. Serangan Dadakan
19 19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20 20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21 21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22 22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23 23. Tak Boleh Terpisah
24 24. Perpisahan
25 25. Menyelamatkan Bian
26 26. Keris yang Akhirnya Terbang
27 27. Terpisah
28 28. Solusi Dan Mengatasi
29 29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30 30. Kedatangan Rega
31 31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32 32. Jebakan?
33 33. Sudah Berakhir?
34 34. Bertanda Baik?
35 35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36 36. Yang Hilang
37 37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38 38. Luka-Luka Karena Tumbal
39 39. Sudah Ada Titik Terang
40 40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41 41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42 42. Terikat Sumpah
43 43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44 44. Kelemahan Ki Yusna
45 Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46 Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48 Pengumuman Pemenang!
49 Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2
2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3
3. Hajatan Gaib
4
4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5
5. Rumah Makan Juara
6
6. Siasat Ki Yusna
7
7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8
8. Harus Perawan!
9
9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10
10. Akhirnya Terjadi
11
11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12
12. Mulai Di Luar Kendali
13
13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14
14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15
15. Karma yang Mulai Mengincar
16
16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17
17. Iblis dan Manusia Tamak
18
18. Serangan Dadakan
19
19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20
20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21
21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22
22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23
23. Tak Boleh Terpisah
24
24. Perpisahan
25
25. Menyelamatkan Bian
26
26. Keris yang Akhirnya Terbang
27
27. Terpisah
28
28. Solusi Dan Mengatasi
29
29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30
30. Kedatangan Rega
31
31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32
32. Jebakan?
33
33. Sudah Berakhir?
34
34. Bertanda Baik?
35
35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36
36. Yang Hilang
37
37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38
38. Luka-Luka Karena Tumbal
39
39. Sudah Ada Titik Terang
40
40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41
41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42
42. Terikat Sumpah
43
43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44
44. Kelemahan Ki Yusna
45
Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46
Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48
Pengumuman Pemenang!
49
Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!