11. Nasib Kebaya Pengantin Merah

“Anakmu sudah tidak perawan!” teriak ki Yusna yang juga menyampaikan, pantangan baginya mendapatkan wanita tidak perawan.

“Ya tentu sudah tidak perawan karena sudah kamu perawani!” tegas pak Soleh masih berusaha membela sekaligus melindungi Rena. Bahkan, ia juga yang menutupi tubuh Rena menggunakan kemejanya yang basah. Ia sengaja melepas kemejanya untuk Rena lantaran ibu Ajeng hanya diam.

Ibu Ajeng langsung tercengang dan menatap marah Rena dengan mata merah sekaligus basah. “Rena sudah enggak perawan? Memang karena ki Yusna seperti yang dikatakan pak Soleh, atau sebelumnya sudah begitu?” pikir ibu Ajeng.

Pada akhirnya, ibu Ajeng memilih pergi dari sana menyusul pak Soleh yang memboyong Rena. Tak ada obrolan atau sekadar tuntutan berarti kepada ki Yusna yang ia lakukan. Namun sebelum memboyong Rena, pak Soleh sengaja memboyong tuntas barang-barang Rena termasuk itu celana dal.am dan juga bra yang sempat dilucuti ki Asnawi. Sesajen di meja juga turut pak Soleh obrak-abrik. Pak Soleh melakukannya sambil melafalkan doa. Termasuk juga untuk air kembang dilengkapi ayam cemani yang disembelih, pak Soleh mengguyurkannya ke ki Yusna. Ember yang sempat pak Soleh nyaris taruh begitu saja, buru-buru pak Soleh tutupkan di kepala ki Yusna.

“Bedebah ....” Hanya kata itu yang terus terucap lemah dari bibir seorang ki Yusna yang sekadar bernapas saja kesulitan. Ia yang tak berbusana masih meringkuk di tanah tempat dirinya tadi dibanting oleh pak Soleh.

Ibu Ajeng pergi dari sana tanpa sang suami. Semuanya lupa ke pak Imron. Alih-alih memikirkan nasib Rena, ibu Ajeng justru kebingungan ke mana lagi ia meminta tolong agar ia dan usahanya bisa sukses dalam waktu cepat.

“Andai harus kasih banyak tumbal, enggak masalah. Masalahnya ke siapa aku harus minta bantuan? Ki Yusna? Kok ki Yusna ... tadi dia ke Rena begitu. Atau memang, ... atau memang prosesnya harus begitu? Pas ke Ani juga gitu, kan?” pikir ibu Ajeng yang jadi tak mempermasalahkan apa yang ki Asnawi lakukan.

Ibu Ajeng ingat, saat Ani hanya di ruangan ki Yusna hanya berdua dengan ki Yusna. Sebelum akhirnya Ani dimandikan bahkan disembelih. Ibu Ajeng yakin, derit dari suara dipan yang diguncang-guncang dilengkapi dengan suara desahan dari ki Yusna, juga karena Ani sedang dieksekusi secara khusus oleh sang dukun.

“Makanya ki Yusna mintanya yang perawan? Karena mungkin memang buat kesaktian dia?” pikir ibu Ajeng yang sama sekali tidak menyalahkan Ki Yusna.

Sepanjang perjalanan, meski Rena hanya diam, ia yang duduk di sebelah sang mama, tetap tidak bisa menyudahi ketakutannya. Pun dengan air matanya, Rena tidak bisa untuk tidak menangis. Hanya saja, sang mama tampak jelas tak sedikit pun iba kepadanya. Melalui lirikan, ia memastikan itu. Hati sang mama seolah terbuat dari batu, hingga sekadar iba saja, tak ada untuknya.

“Padahal Mama yang sudah giniin aku! Mama yang sudah menumbalkan aku ke dukun itu!” kesal Rena dalam hatinya.

Sampai rumah, Rena yang masih memakai kebaya merah, sengaja ganti tanpa mandi. Rena meninggalkan kebaya merah itu begitu saja di kamar mandi. Selanjutnya, Rena yang sudah memboyong sebagian pakaiannya ke dalam ransel memilih pergi secara diam-diam.

“Mau ke mana, Non?” tanya pak Soleh yang juga disaksikan oleh seorang satpam.

Rena sama sekali tidak menjawab, tapi kedua orang tersebut juga tak kuasa menahan. Apalagi pak Soleh yang sebelumnya tahu, Rena sempat ditumbalkan ke ki Yusna.

Setelah naik taksi online, kost Arga menjadi tujuan Rena. Kost Arga tinggal dan terbilang elite, bukanlah yang dikhususkan dan hanya boleh dimasuki oleh laki-laki. Kost di sana bebas karena beberapa kali saja, Rena juga tinggal di sana. Saking bebasnya, Rena juga punya kunci serepnya dan itu Arga yang memberinya. Akan tetapi, niat hati mendapatkan dukungan sekaligus perhatian dari sang kekasih yang juga sudah menghamilinya, Rena justru mendapatkan fakta mencengangkan. Karena di tempat tidur yang biasanya menjadi tempat dirinya dan Arga merajut cinta, justru ada wanita lain yang tengah melakukannya dengan Arga.

Rena tidak bisa untuk tidak mengamuk apalagi teriak. Beberapa tetangga kamar sampai keluar untuk melihat.

“Aku bahkan sedang hamil anak kamu! Namun hanya karena kamu tahu aku sedang keluar kota, kamu justru enak-enakan dengan wanita lain? Bancci kamu ya! Tunggu pembalasanku! Aku enggak terima kamu ginikan! Kamu lagi, ... dasar wanita murrahan!” teriak Rena meronta-ronta.

Seorang pemuda menahan kuat tubuh Rena dari belakang. Pemuda tersebut membawa Rena pergi dari dalam kost Arga. Terlebih, pemilik kost bertubuh gendut dan kepalanya penuh rol, sudah masuk ke dalam untuk melakukan sidang ke Arga dan si wanita. Kebetulan, tadi si Arga dan wanitanya masih sama-sama tak berbusana.

“Apa-apaan kamu Ga, sementara selama ini, kamu ngakunya sayang sekaligus cinta ke aku!” ucap suara ibu kost tak kalah teriak dari Rena, beberapa saat lalu.

“Lah ... membagongkan sekali,” komentar beberapa pria selaku tetangga kost dan memang masih berdiri di depan pintu kost Arga.

“J—jadi, ... Arga enggak hanya sama aku, terus sama wanita tadi? Karena Arga juga sama ibu kos yang tubuhnya saja mirip bab—bi?” batin Rena benar-benar syok.

“Kur, ... ayo pulang. Mama sudah nyariin, barusan telepon,” ucap suara seorang pemuda dan memang Athan kepada pemuda yang sampai detik ini masih menahan kedua lengan Rena dari belakang.

Yang menahan lengan Rena dari belakang memang Syukur. Rena bahkan langsung terpesona ketika dirinya menengadah dan mendapati pemuda bertopi bertubuh kekar. Pemuda yang sedari tadi terus berusaha menenangkannya.

Namun, alasan Syukur tetap menahan lengan Rena. Alasan Syukur tetap melakukan kontak fisik dengan Rena tak lain ketika ia tak sengaja melakukannya, ia melihat apa yang Rena alami dengan ki Yusna, sekaligus tumbal pesugihan yang sudah ibu Ajeng lakukan.

“Yang ditumbalkan selalu pakai kebaya merah. Pesugihan buat rumah makan,” batin Syukur hanya menatap heran Rena. Padahal wanita cantik itu mengucapkan terima kasih kepadanya dengan tampang sangat manis.

“Kenapa, Kur?” bisik Athan karena baginya, tanggapan Syukur ke Rena sangat berbeda. “Tuh cewek pakai susuk apa gimana? Kamu lihat apa?” kepo Athan lagi sambil terus membawa Syukur pergi dari sana.

“Aku lihat, orang tuanya melakukan tumbal pesugihan buat usahanya. Dan setiap tumbal memakai kebaya pengantin warna merah. Sementara yang aku lihat, dia juga sempat dijadikan korban dan sudah sampai ... maaf ya aku harus bilang bahwa dia sudah sampai disetubuhi si dukunnya. Namun entah kenapa, dia gagal dijadikan tumbal,” cerita Syukur yang kemudian mengingat-ingat wajah si dukun.

“Terus apa lagi? Kamu jangan bikin aku kepo, ... nah ... akhirnya aku bisa dengar suara kisah yang kamu maksud. Duh, ... aku dengar suara gamelan sama angklung kayak hajatan pengantin khas daerah pesundan, Kur!” heboh Athan masih berbisik-bisik.

Ketika Syukur bisa melihat hal-hal tak kasatmata maupun hal yang tak orang biasa lihat, Athan memang hanya bisa mendengar suaranya. Jadi, pemuda yang sama-sama berusia dua puluh tahun itu ibarat paket yang sempurna dalam memecahkan sebuah rahasia tak kasat mata.

Meski Syukur dan Athan sudah masuk ke dalam mobil, Rena masih menyaksikannya. Rena bahkan mengikuti dan hanya sampai pintu masuk kost karena mobil yang Syukur kemudikan telanjur pergi.

“Bapaknya Ibra ... dukunnya mirip bapaknya Ibra, Mas!” yakin Syukur.

“Hah? Yang bener kamu ... dia kan sudah meninggal setelah menjalani hukuman di penjara karena disiksa narapidana lainnya!” heboh Athan.

Di tempat berbeda, dan itu di kamar Rena, kebaya pengantin merah yang awalnya terdampar di lantai kamar mandi, menjadi bergerak-gerak. Pelan tapi pasti, kebaya tersebut benar-benar pindah tanpa ada yang memakai!

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Semakin Seru dan horor, bikin penasaran dan ingin baca terus cerita Outhor👍😘

2024-08-14

0

Hilmiya Kasinji

Hilmiya Kasinji

ya Allah ... novelnya kak Ros bagus Lo kalo dibuat film

2024-06-28

2

lah /Sweat/

2024-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2 2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3 3. Hajatan Gaib
4 4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5 5. Rumah Makan Juara
6 6. Siasat Ki Yusna
7 7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8 8. Harus Perawan!
9 9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10 10. Akhirnya Terjadi
11 11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12 12. Mulai Di Luar Kendali
13 13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14 14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15 15. Karma yang Mulai Mengincar
16 16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17 17. Iblis dan Manusia Tamak
18 18. Serangan Dadakan
19 19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20 20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21 21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22 22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23 23. Tak Boleh Terpisah
24 24. Perpisahan
25 25. Menyelamatkan Bian
26 26. Keris yang Akhirnya Terbang
27 27. Terpisah
28 28. Solusi Dan Mengatasi
29 29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30 30. Kedatangan Rega
31 31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32 32. Jebakan?
33 33. Sudah Berakhir?
34 34. Bertanda Baik?
35 35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36 36. Yang Hilang
37 37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38 38. Luka-Luka Karena Tumbal
39 39. Sudah Ada Titik Terang
40 40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41 41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42 42. Terikat Sumpah
43 43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44 44. Kelemahan Ki Yusna
45 Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46 Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47 Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48 Pengumuman Pemenang!
49 Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
1. Tumbal yang Menjadi Solusi
2
2. Kebaya Pengantin Warna Merah
3
3. Hajatan Gaib
4
4. Menjadi Tumbal Pesugihan
5
5. Rumah Makan Juara
6
6. Siasat Ki Yusna
7
7. Keadaan Rena dan Pantangan Ki Yusna
8
8. Harus Perawan!
9
9. Semuanya Benar-Benar Akan Dimulai!
10
10. Akhirnya Terjadi
11
11. Nasib Kebaya Pengantin Merah
12
12. Mulai Di Luar Kendali
13
13. Persekutuan Ki Yusna Dengan Ani
14
14. Teror Kebaya Pengantin Merah
15
15. Karma yang Mulai Mengincar
16
16. Kekuatan Tumbal yang Mulai Luntur
17
17. Iblis dan Manusia Tamak
18
18. Serangan Dadakan
19
19. Lorong Waktu dan Hutan Tua
20
20. Termakan Sumpah : Elra Kesayangannya Syukur
21
21. Dendam Masa Lalu yang Mendarah Daging
22
22. Gara-Gara Tumbal Pesugihan
23
23. Tak Boleh Terpisah
24
24. Perpisahan
25
25. Menyelamatkan Bian
26
26. Keris yang Akhirnya Terbang
27
27. Terpisah
28
28. Solusi Dan Mengatasi
29
29. Makam Aira dan Jejak Makam Wanita Berkebaya Pengantin Merah
30
30. Kedatangan Rega
31
31. Lahirnya Bayi Bajang Bermata Merah
32
32. Jebakan?
33
33. Sudah Berakhir?
34
34. Bertanda Baik?
35
35. Tumbal Pengantin Sepasang Perjaka
36
36. Yang Hilang
37
37. Hilangnya Jasad Pak Imron
38
38. Luka-Luka Karena Tumbal
39
39. Sudah Ada Titik Terang
40
40. 5 Tahun Setelah Syukur Ditemukan
41
41. Masih Ada Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah?
42
42. Terikat Sumpah
43
43. Eksekusi dan Ritual yang Gagal
44
44. Kelemahan Ki Yusna
45
Akhir Dari Tumbal Pengantin Perawan Kebaya Merah
46
Novel Athan Daisy : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
47
Novel Bian : Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda
48
Pengumuman Pemenang!
49
Novel Elra Syukur : Kejar Aku Mas Mafia (Kisah Cinta Dua Dunia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!