Episode 4# Pengalaman Pertama

“Siapa namamu?” tatap Leon pada wajah Alina

“Alina tuan..”

“Ada hubungan apa kamu dengan Merry?” Alina berpikir sejenak .

“Anu, saya.. Tidak ada hubungan apa-apa tuan,” bohong Alina tidak ingin Leon lebih murka lagi pada tantenya.

“Kamu tau berapa uang yang aku keluarkan untuk Merry agar kamu menemaniku?” Alina menggelengkan kepalanya.

“50 juta untuk sekali kamu menemaniku.” bisik Leon ditelinga Alina

“Dan itu belum termasuk kamu tidur denganku,” imbuhnya lagi membuat wajah Alina merah padam. Alina menutup dada dengan menyilangkan kedua tangannya takut kalau apa yang dikatakan Leon padanya menjadi kenyataan.

“EK,”

“Ya Tuan Muda,”

“Urus pembayarannya dengan wanita itu dan bawa dia ke mobil kalau sudah selesai!” perintah Leon.

“Baik Tuan Muda saya akan urus sekarang juga.” AK segera menemui Merry untuk bertransaksi.

“Tuan Muda menginginkan gadis itu, berapa bayaran yang kamu minta?” tanya AK menampakan wajah dingin, sebenarnya AK tidak suka kalau harus berhadapan dengan Merry, menurutnya Merry hanyalah seorang wanita pengeretan.

“Benarkah?”

“Iya katakan cepat!”

“Sekretaris mungkin juga tau berapa bayaran yang pas untuknya, dia gadis cantik berbeda dengan yang lainnya dan dia tidak akan mengecewakan Tuan Muda,” jawab Merry berbelit-belit membuat AK cukup kesal.

“Apa 5 milyar cukup?” tanya AK tanpa menatap sedikitpun pada Merry.

“5 milyar?” tanya Merry  dengan menunjukan 5 jari tangannya.

“Apa aku terlihat sedang membual?” AK sudah hampir hilang kesabaran.

“Tentu saja, Tuan Muda bisa membawanya pergi sekarang juga. Apa Tuan Muda berniat tidur dengannya?”

“Merry, apa kamu baru dalam dunia seperti ini? Apa kamu kira Tuan Muda mau mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk sekedar bermain dengannya?”

“Maafkan tuan aku tidak bermaksud seperti itu,”

“Ini cek mu. Tuan Muda akan membawanya.”

Merry kini berada di atas angin, ia mendapatkan uang begitu besar dengan tega menjual Alina hanya untuk satu malam saja. Lebih dari cukup malah sangat lebih untuk menebus semua hutang Alina padanya.

Ternyata Alina bisa menjadi mesin uang untukku.

***

Alina cukup jelas mendengar bahwa ia kini dijadikan budak untuk menemani lelaki hidung belang, tidak ada bedanya dengan wanita yang suka menjajakan diri. Alina berderai air mata saat dirinya dibawa Leon ke sebuah hotel bintang 5. Sedangkan AK berada di kamar persis di depan kamar yang ditempati Leon.

Alina melangkahkan kakinya lunglai, meratapi nasibnya begitu mengenaskan. Berpikir apakah malam ini ia akan menjual dirinya walaupun pria itu tampan bak pangeran, itu tidak bisa menjadi pembenaran sama sekali dalam

hidup bahkan agama sekalipun.

“Kenapa kamu menangis? Jangan sok polos dan sok suci dihadapanku. Aku banyak menemui gadis sepertimu pura-pura lugu tapi ternyata.. hahaha.” Leon tertawa terbahak-bahak melihat Alina yang semakin ketakutan.

“Mandilah dulu, bersihkan tubuhmu! Aku tidak ingin mencium bekas orang lain,” ucap Leon kasar melemparkan handuk ke wajah Alina.

“Tuan, maafkan aku. Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak menjual diriku tuan,” rengek Alina berderai air mata bersimpuh di hadapan Leon.

Leon mengapit wajah Alina dengan tangannya.

“Aku sudah membayarmu untuk satu malam ini dan kamu harus memuaskanku,” sinis Leon membuat bulu kuduk Alina meremang.

“Ayo cepat mandi!” Leon mendorong tubuh Alina kasar ke arah kamar mandi. Di dalam kamar mandi Alina kembali menangis, mendekap erat tubuhnya sendiri. Ia berpikir untuk mengakhiri hidupnya saja tapi itu lebih dosa dan tidak akan diampuni dan ia teringat pada Doni, kalau bukan karena Doni, ia tidak akan melakukan perbuatan hina ini.

Maafkan kakak Doni, kakak terpaksa demi kamu…

Leon menggedor pintu kamar mandi menyuruh Alina untuk cepat keluar.

“Apa kamu sedang tidur di dalam? Cepatlah ini sudah hampir setengah jam, kamu membuang waktuku saja.”

Beberapa detik kemudian Alina keluar mengenakan bathroub berwarna putih khas hotel. Tubuhnya gemetar tak kala tangannya di tarik Leon dan didorong ke atas tempat tidur.

Bak hewan buas ingin memangsa buruannya, Leon mengoyak bathroub yang dikenakan Alina lalu melemparkannya ke lantai. Alina tidak bisa melawan karena kedua tangannya dpegang erat oleh Leon, bahkan untuk menjerit pun tenggorokannya serasa tercekat. Leon melancarkan aksinya setelah pakaian yang ia kenakan teronggok begitu saja di lantai. Nafasnya memburu mencari celah masuk kepemilikan Alina, Leon menatap Alina seketika menghentikan kegiatannya sejenak.

“Kamu masih perawan?” tatap Leon datar dengan nafas tertahan.

“Iya tuan, saya tidak pernah disentuh oleh siapapun.” ucap Alina membuat Leon menyeringai. Penuh kepuasan Leon melanjutkannya tanpa mempedulikan lagi tangisan Alina saat ini.

Alina meremas kuat kedua pundak Leon saat berhasil menembus kepemilikannya. Entah harus bagaimana lagi ia menggambarkan perasaannya kali ini. Semuanya sudah hancur, ia sudah tidak punya masa depan lagi dan tidak ada lagi yang bisa dibanggakan sebagai seorang   gadis. Pria yang kini tengah bersamanya telah berhasil merenggut kesuciannya.

***

Semalaman Leon menikmati tubuh Alina tanpa membiarkannya istirahat sedikitpun, baru masuk waktu subuh Alina terkulai lemas. Dirinya benar-benar lelah melayani pria tampan itu. Membuatnya harus menahan sakit yang sangat teramat.

Beginikah rasanya pertama kali? Kenapa aku tidak merasakan kepuasan sama sekali?

“Kamu sudah bangun?” tanya Leon saat dirinya keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit dipingganngnya. Alina sedikitpun tidak menoleh kearahnya, ia seakan malu dan jijik kalau mengingat kejadian semalam.

“Sudah Tuan Muda,”

“Baiklah kamu akan diantarkan oleh EK pulang.” hanya itu saja kata-kata yang dia ucapkan sebelum benar-benar pergi dari hadapan Alina.

Sekilas Alina memperhatikan noda bercak darah mewarnai seprei yang digunakannya semalam untuk melayani Tuan Muda Leon, lebih tepatnya bukan ia yang melayani. Alina masih amatiran belum berpengalaman sedikitpun, Leon lah yang banyak berinisiatif hingga Alina dibuat benar-benar kewalahan.

Harusnya aku memberikan mahkota keperawananku pada suamiku kelak, tapi apa yang terjadi sekarang di luar kuasaku.

Beberapa menit kemudian AK mengetuk kamar hotel tempat Alina berada.

“Nona apa anda sudah siap untuk kembali pulang?”

“Aku sudah siap EK. Apa harus sekarang juga?”

“Tidak juga nona, Tuan Muda berpesan kalaupun anda masih ingin di sini tidak masalah. Karena hotel ini milik Tuan Muda sendiri.” jelas AK.

Sekaya apa dia sampai bisa memberikan uang sebanyak itu untuk satu malam, hotel dan juga Alexus. Apalagi yang dia punya?

“EK apa Tuan Mudamu itu adalah orang baik?”

“Kenapa nona bertanya seperti itu?”

“Aku hanya ingin tau saja tentang pria yang berani memberikan uang sebanyak itu? Apa kamu tau arti uang bagiku EK?” tatap Alina kosong.

“Maaf nona, saya tidak diperkenankan bicara apa-apa tanpa seizin Tuan Muda.” Alina tersenyum kecut mendengar jawaban AK.

Sekretaris setia, setia apa pura-pura setia!

***

Tbc…

Terpopuler

Comments

Meili Mekel

Meili Mekel

kasihan alina

2022-12-15

0

Epifania R

Epifania R

5 m

2021-03-30

1

Made Elviani

Made Elviani

sayangnya uang segitu d kasih k Tante Merry yg mata duitan.........

2021-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1# Di Tinggal Ayahanda
2 Episode 2# Alexus
3 Episode 3# Leon Hansen Wijaya
4 Episode 4# Pengalaman Pertama
5 Episode 5# Hanya Untukku
6 Episode 6# Blue House
7 Episode 7# Beradaptasi
8 Episode 8# Menjalani Hari Yang Keras
9 Episode 9# Siasat
10 Episode 10# Rasa Aneh
11 Episode 11# Menghukumnya
12 Episode 12# Kenyataannya
13 Episode 13# Menjenguk Doni
14 Episode 14 # Seperti Mainan Baru
15 Episode 15# Wijaya Grup
16 Episode 16# Bersandiwara
17 Episode 17# Membuatkan Makanan
18 Episode 18# Jagung Manis Pedas
19 Episode 19# Jangan Melewati Batasan!
20 Episode 20# Kediaman Utama
21 Episode 21# Aku Jatuh Cinta Padamu
22 Episode 22# Informan
23 Episode 23# Kejutan Pagi
24 Episode 24# Galau
25 Episode 25# Menjauh
26 Episode 26# Konferensi Pers
27 Episode 27# Kelanjutan dari Kemarahan Leon
28 PENGUMUMAN
29 Episode 28# Pesanan Mie Ayam
30 Episode 29# Masa Lalu
31 Episode 30# Kemarahan Wijaya
32 Episode 31# Kematian Doni
33 Episode 32# Memberi Status
34 Episode 33# Akad Nikah
35 Episode 34# Perayaan Pernikahan
36 Episode 35# Merebut Kembali
37 Episode 36# Aku Mencintainya
38 Episode 37# Makan Siang Bersamaku!
39 Episode 38# Kamu Penghianat!
40 Episode 39# Calon Ibu Tiri
41 Episode 40# Kita Sedang Berkencan!
42 Episode 41# Elegi Dua Hati
43 Episode 42# Ini Bukan Mimpi
44 Episode 43# Rencana Menginap di Rumah Besar
45 Episode 44# Rencana Tasya
46 Episide 45# Kecemburuan Tasya
47 Episode 46# Leon Sakit
48 Episode 47# Keberanian Alina
49 Episode 48# Panggil Aku Sayang!
50 Episode 49# Berbelanja
51 Episode 50#Menyambut Kepulangan Wijaya
52 Episode 51# Kesedihan di Pesta Pernikahan
53 Episode 52# Kekecewaan
54 Episode 53# Mengungkap
55 Episode 54# Penjelasan
56 Episode 55# Ibu
57 Episode 56# Dugaan
58 Episode 57# Biji Kacang Hijau
59 Episode 58# Temani Aku Nonton!
60 Episode 59# Aku Terima Tawaranmu
61 Episode 60# Dia Sahabatku Semasa Kuliah
62 Episode 61# Dimsum Untuk Alina
63 Episode 62# Seperti Macan Betina
64 Episode 63# Kejutan Untuk Alina
65 Episode 64# Jangan Membuatku Takut
66 Episode 65# Kenyataan Yang Tak diinginkan
67 Episode 66# Kehancuran Hatiku
68 Episode 67# Apakah Aku Harus Memaafkan Semuanya?
69 PENGUMUMAN
70 Episode 68# Dia Tak Pantas Untuk Putraku
71 Episode 69# Memberi Hadiah Untuk Menantu
72 Episode 70# Pendarahan Kecil
73 Episode 71# Memaafkan
74 Episode 72# Hari Bahagia
75 TMWS# Kaisar Wijaya
76 TMWS# Siapa Zia?
77 TMWS# Aku Kira Itu Kamu
78 TMWS# Aku Menemukanmu
79 TMWS# Kai Jelek
80 TMWS# Cepol Rambut
81 TMWS# He Looks So Cute
82 TMWS# Karena Saya Tidak Cinta
83 TMWS# Untuk Zia
84 TMWS# Langit Sore Di Rooftop
85 TMWS# Hadiah Zia
86 TMWS# Butuh Penjelasan
87 TMWS# Maafkan Aku
88 TMWS# Jadi Kekasihku Saja
89 TMWS# Hadirnya Sarah
90 TMWS# Aku Tidak Nyaman Berada Di Dekatmu
91 TMWS# Teruntuk Kaisar
92 TMWS# Aku Tak Akan Melepaskanmu
93 TMWS# Gosip Baru
94 TMWS# Kemesraan
95 TMWS# Hadiah Dari Orang Yang Patah Hati
96 TMWS# Bucin Parah
97 TMWS# Kejutan Gagal
98 TMWS# Salah Arah
99 TMWS# Kenalkan, Namaku Jovina
100 TMWS# Kai Marah
101 TMWS# Jovina hilang
102 TMWS# Masa Lalu
103 TMWS# Lebih Dekat Denganmu
104 TMWS# Mengungkap Tanya
105 TMWS# Kejadian Horor
106 TMWS# Kejadian Tak Terduga
107 TMWS# Mendapatkan Jawabannya
108 TMWS# Bukti Kuat
109 TMWS# Kekhilafan
110 TMWS# Pengacara
111 TMWS# Memastikan Rasa
112 TMWS# Aku Akan Melamarmu
113 TMWS# H-7
114 TMWS# Dua Garis Merah
115 TMWS# Menuju Halal
116 TMWS# Malam Pertama
117 TMWS# Sisi Lain Denish
118 TMWS# Menyentuh Hati
119 TMWS# Ikatan Cinta
120 TMWS# Keributan Di Pagi Hari
121 TMWS# Babak Belur
122 TMWS# Adu Pendapat
123 TMWS# Kamu Cemburu?
124 TMWS# Seumur Hidup
125 TMWS# Kai Cemburu
126 TMWS# Lega
127 TMWS# Hadiah Untuk Istri Tercantik
128 TMWS# Menghabiskan Waktu Bersama
129 TMWS# Memaafkan
130 TMWS# Hatiku Untuk Zia
131 TMWS# Keadilan
132 TMWS# Rencana Lamaran
133 TMWS# Liburan
134 TMWS# Maaf Untuk Viona
135 TMWS# Setimpal
136 TMWS# Cerita Untuk Masa Depan
137 TMWS# Permintaan Ayah
138 TMWS# Rumah Sakit
139 TMWS# Kai Malu
140 TMWS# You're The Only One
141 TMWS# Jangan Mudah Jatuh Cinta
142 TMWS# Zia Ngambek
143 TMWS# Sarah Hamil
144 TMWS# Kamu Begitu Berharga
145 TMWS# Gawat Darurat
146 TMWS# Makan Siang
147 TMWS# Alex Punya Rencana
148 TAMAT # TERIMA KASIH
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1# Di Tinggal Ayahanda
2
Episode 2# Alexus
3
Episode 3# Leon Hansen Wijaya
4
Episode 4# Pengalaman Pertama
5
Episode 5# Hanya Untukku
6
Episode 6# Blue House
7
Episode 7# Beradaptasi
8
Episode 8# Menjalani Hari Yang Keras
9
Episode 9# Siasat
10
Episode 10# Rasa Aneh
11
Episode 11# Menghukumnya
12
Episode 12# Kenyataannya
13
Episode 13# Menjenguk Doni
14
Episode 14 # Seperti Mainan Baru
15
Episode 15# Wijaya Grup
16
Episode 16# Bersandiwara
17
Episode 17# Membuatkan Makanan
18
Episode 18# Jagung Manis Pedas
19
Episode 19# Jangan Melewati Batasan!
20
Episode 20# Kediaman Utama
21
Episode 21# Aku Jatuh Cinta Padamu
22
Episode 22# Informan
23
Episode 23# Kejutan Pagi
24
Episode 24# Galau
25
Episode 25# Menjauh
26
Episode 26# Konferensi Pers
27
Episode 27# Kelanjutan dari Kemarahan Leon
28
PENGUMUMAN
29
Episode 28# Pesanan Mie Ayam
30
Episode 29# Masa Lalu
31
Episode 30# Kemarahan Wijaya
32
Episode 31# Kematian Doni
33
Episode 32# Memberi Status
34
Episode 33# Akad Nikah
35
Episode 34# Perayaan Pernikahan
36
Episode 35# Merebut Kembali
37
Episode 36# Aku Mencintainya
38
Episode 37# Makan Siang Bersamaku!
39
Episode 38# Kamu Penghianat!
40
Episode 39# Calon Ibu Tiri
41
Episode 40# Kita Sedang Berkencan!
42
Episode 41# Elegi Dua Hati
43
Episode 42# Ini Bukan Mimpi
44
Episode 43# Rencana Menginap di Rumah Besar
45
Episode 44# Rencana Tasya
46
Episide 45# Kecemburuan Tasya
47
Episode 46# Leon Sakit
48
Episode 47# Keberanian Alina
49
Episode 48# Panggil Aku Sayang!
50
Episode 49# Berbelanja
51
Episode 50#Menyambut Kepulangan Wijaya
52
Episode 51# Kesedihan di Pesta Pernikahan
53
Episode 52# Kekecewaan
54
Episode 53# Mengungkap
55
Episode 54# Penjelasan
56
Episode 55# Ibu
57
Episode 56# Dugaan
58
Episode 57# Biji Kacang Hijau
59
Episode 58# Temani Aku Nonton!
60
Episode 59# Aku Terima Tawaranmu
61
Episode 60# Dia Sahabatku Semasa Kuliah
62
Episode 61# Dimsum Untuk Alina
63
Episode 62# Seperti Macan Betina
64
Episode 63# Kejutan Untuk Alina
65
Episode 64# Jangan Membuatku Takut
66
Episode 65# Kenyataan Yang Tak diinginkan
67
Episode 66# Kehancuran Hatiku
68
Episode 67# Apakah Aku Harus Memaafkan Semuanya?
69
PENGUMUMAN
70
Episode 68# Dia Tak Pantas Untuk Putraku
71
Episode 69# Memberi Hadiah Untuk Menantu
72
Episode 70# Pendarahan Kecil
73
Episode 71# Memaafkan
74
Episode 72# Hari Bahagia
75
TMWS# Kaisar Wijaya
76
TMWS# Siapa Zia?
77
TMWS# Aku Kira Itu Kamu
78
TMWS# Aku Menemukanmu
79
TMWS# Kai Jelek
80
TMWS# Cepol Rambut
81
TMWS# He Looks So Cute
82
TMWS# Karena Saya Tidak Cinta
83
TMWS# Untuk Zia
84
TMWS# Langit Sore Di Rooftop
85
TMWS# Hadiah Zia
86
TMWS# Butuh Penjelasan
87
TMWS# Maafkan Aku
88
TMWS# Jadi Kekasihku Saja
89
TMWS# Hadirnya Sarah
90
TMWS# Aku Tidak Nyaman Berada Di Dekatmu
91
TMWS# Teruntuk Kaisar
92
TMWS# Aku Tak Akan Melepaskanmu
93
TMWS# Gosip Baru
94
TMWS# Kemesraan
95
TMWS# Hadiah Dari Orang Yang Patah Hati
96
TMWS# Bucin Parah
97
TMWS# Kejutan Gagal
98
TMWS# Salah Arah
99
TMWS# Kenalkan, Namaku Jovina
100
TMWS# Kai Marah
101
TMWS# Jovina hilang
102
TMWS# Masa Lalu
103
TMWS# Lebih Dekat Denganmu
104
TMWS# Mengungkap Tanya
105
TMWS# Kejadian Horor
106
TMWS# Kejadian Tak Terduga
107
TMWS# Mendapatkan Jawabannya
108
TMWS# Bukti Kuat
109
TMWS# Kekhilafan
110
TMWS# Pengacara
111
TMWS# Memastikan Rasa
112
TMWS# Aku Akan Melamarmu
113
TMWS# H-7
114
TMWS# Dua Garis Merah
115
TMWS# Menuju Halal
116
TMWS# Malam Pertama
117
TMWS# Sisi Lain Denish
118
TMWS# Menyentuh Hati
119
TMWS# Ikatan Cinta
120
TMWS# Keributan Di Pagi Hari
121
TMWS# Babak Belur
122
TMWS# Adu Pendapat
123
TMWS# Kamu Cemburu?
124
TMWS# Seumur Hidup
125
TMWS# Kai Cemburu
126
TMWS# Lega
127
TMWS# Hadiah Untuk Istri Tercantik
128
TMWS# Menghabiskan Waktu Bersama
129
TMWS# Memaafkan
130
TMWS# Hatiku Untuk Zia
131
TMWS# Keadilan
132
TMWS# Rencana Lamaran
133
TMWS# Liburan
134
TMWS# Maaf Untuk Viona
135
TMWS# Setimpal
136
TMWS# Cerita Untuk Masa Depan
137
TMWS# Permintaan Ayah
138
TMWS# Rumah Sakit
139
TMWS# Kai Malu
140
TMWS# You're The Only One
141
TMWS# Jangan Mudah Jatuh Cinta
142
TMWS# Zia Ngambek
143
TMWS# Sarah Hamil
144
TMWS# Kamu Begitu Berharga
145
TMWS# Gawat Darurat
146
TMWS# Makan Siang
147
TMWS# Alex Punya Rencana
148
TAMAT # TERIMA KASIH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!