"Racunnya sama seperti racun Max." Jawab Gracella sambil masih menancapkan jarum perak ke tubuh Grace.
"Mereka sangat kejam membayar seseorang dengan cara meracunimu agar bayi dalam kandunganmu tidak selamat." Ucap dokter Maria sambil mengingat apa yang terjadi bebeberapa tahun yang lalu sambil menahan amarahnya.
xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxx
Waktu Max dan Maxi berumur 2 tahun di ruang keluarga tiba - tiba Max tidak sadarkan diri membuat Gracella menggendong Max dan di bawanya ke kamar Gracella diikuti oleh dokter Maria sedangkan Putri menemani Maxi bermain.
Gracella mengambil kain yang berisi jarum akupuntur kemudian mulai mengecek kondisi Max lalu menggunakan jarum akupuntur agar Max cepat sadar.
"Gracella, kenapa wajahmu pucat?" Tanya dokter Maria ketika melihat Gracella menghirup jarum akupuntur untuk mengetahui jenis racun.
"Selama Aku hamil tidak pernah meminum obat aborsi? Tapi kenapa di tubuh Max banyak mengandung obat penggugur kandungan?" Tanya Gracella pada dirinya sendiri tanpa menjawab pertanyaan dokter Maria.
"Apa? Obat aborsi?" Tanya dokter Maria dengan wajah yang tak kalah terkejutnya.
"Iya. Selama Aku hamil selalu meminum obat dari dokter yaitu obat penguat kandungan dan vitamin untuk janinku. Tapi kenapa di tubuh Max ada banyak obat penggugur kandungan?" Tanya Gracella sambil berpikir.
"Jangan - jangan obat yang Kakak konsumsi mengandung racun jadi racun tersebut mengalir ke tubuh Max." Ucap dokter Maria.
"Kemungkinan besar seperti itu. Aku akan meretas rekaman cctv untuk mengetahui siapa pelakunya. Jika Aku berhasil maka suatu saat Aku akan membalas perbuatan mereka berkali - kali lipat." Ucap Gracella menahan amarahnya terhadap orang yang tega menyakiti anak - anaknya.
"Apakah racun di dalam tubuh Max ada penawarnya?" Tanya dokter Maria penuh harap.
"Untuk saat ini belum ada tapi untuk sementara ini hanya bisa mengurangi rasa sakit dengan cara memberikan akupuntur sampai Aku menemukan penawarnya." Jawab Gracella.
Gracella berusaha bersikap untuk tenang karena jika dirinya emosi maka bisa saja dirinya salah menancapkan jarum akupuntur ke tubuh Max. Hal itu bisa mengakibatkan nyawa Max dalam bahaya.
Setelah selesai melakukan akupuntur Gracella menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengurangi amarah dan kesedihan yang sangat dalam pada waktu bersamaan.
Marah terhadap orang yang tega menukar obatnya dengan obat racun selain itu dirinya sangat sedih karena putranya terkena racun yang di minum oleh Gracella di saat Gracella sedang hamil.
"Tolong jaga Max, Aku akan membaca buku medis untuk mencari penawarnya." Ucap Gracella.
"Oke." Jawab dokter Maria dengan singkat.
Gracella berjalan ke arah ruangan mirip perpustakaan di mana banyak buku kuno dan buku modern yang dibelinya lewat lelang.
Hampir tiga jam Gracella membaca buku namun tidak menemukan racun yang di derita oleh Max. Hingga satu tahun kemudian Gracella dan dokter Maria ikut partisipasi acara pelelangan di kota tersebut.
Gracella membeli buku medis kuno ketika di acara pelelangan itu melelang buku medis kuno. Dalam perjalanan menuju ke rumahnya Gracella membaca buku medis kuno tersebut sedangkan dokter Maria mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
"Akhirnya penawar racun untuk Max ada." Ucap Gracella setelah selesai membaca buku.
"Syukurlah." Jawab dokter Maria sambil ikut senyum bahagia.
"Sebelum Aku melakukan pengobatan, Aku harus memperkerjakan baby sister untuk mengurus ke dua anakku selama satu bulan."Ucap Gracella.
"Lho memangnya kenapa harus satu bulan? Bukankah selama ini kita yang mengurus ke dua anakmu sekaligus ke dua ponakanku?" Tanya dokter Maria dengan wajah bingung sambil melirik ke arah Gracella yang beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Kartini Kartini
ooh begitu tokoh ceritanya,berati ada dokter pas gracela sering periksa kandungan ada orang yang udah tau terus dokter itu dan bagian stap dibagian parmasi dibagian obat udah menukarnya
2024-05-18
0
Galih Pratama Zhaqi
menarik lanjut thor
2024-05-07
0
Lydia
Lanjut Author... terima kasih 😁
2024-03-26
0