"Bisa saja saat melahirkan, bayinya di ambil oleh orang dan Ibunya berusaha untuk merebutnya namun tenaganya kalah jauh mengingat Ibunya baru melahirkan." Jawab Sandra.
"Tapi Mom ..." Ucapan Marcell terpotong oleh Sandra.
"Mike, Marcell dan Marcella, apakah kalian ingat cerita Mommy waktu melahirkan Mike?" Tanya Sandra dengan mata berkaca - kaca.
Entah kenapa ketika mengingat kejadian tersebut dada Sandra terasa sangat sesak dan sulit untuk bernafas. Sedangkan Michael yang melihat Sandra sepasang matanya berkaca - kaca langsung memeluk Sandra dari arah samping.
"Ingat, Mom." Jawab ketiga anak kembarnya dengan serempak sambil menahan amarahnya terhadap mereka yang sudah memisahkan orang tuanya.
"Mommy ..." Ucapan Sandra terpotong oleh teriakan Marcell.
"Grace!" Teriak Marcell dengan wajah panik ketika bayi dalam gendongnya tiba - tiba kejang - kejang.
"Grace?" Tanya ulang mereka dengan serempak sambil menatap Marcell dengan tatapan bingung.
"Marcella, tolong periksa putriku." Mohon Marcell tanpa sadar memanggil bayi tersebut dengan sebutan putriku.
Keluarganya terkejut dengan ucapan Marcell di tambah untuk pertama kalinya Marcell memohon namun berusaha ditepisnya hingga mereka melihat bayi tersebut kejang - kejang.
Marcella sangat terkejut begitu pula dengan yang lainnya membuat Marcella mengecek nadi Grace dan beberapa menit kemudian Marcella menggendong bayi tersebut.
"Bayinya keracunan, kita harus pergi ke rumah sakit secepat mungkin kalau tidak nyawanya dalam bahaya." Ucap Marcella.
"Apa?" Teriak mereka dengan serempak.
Mereka langsung pergi meninggalkan mansion di mana Mike mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Mike sama sekali tidak mempedulikan suara klakson yang saling bersahutan karena Mike mendahului kendaraan bahkan menerobos lampu merah.
Sandra dan Marcella akan marah jika Mike atau keluarganya melakukan hal itu tapi kejadian ini dikecualikan mengingat nyawa bayi tersebut dalam bahaya.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit, Marcella membawa bayi tersebut ke ugd untuk di periksa.
"Apakah tadi Aku menyakitinya?" Tanya Marcell dengan perasaan bersalah sambil menatap kedua tangannya.
"Marcell, apa maksudmu?" Tanya Sandra sambil menggenggam tangan Marcel begitu pula dengan Michael.
"Mommy dan Daddy, tadi Marcell gendong Grace tapi kenapa tiba - tiba Grace kejang - kejang? Apa Marcel menggendongnya terlalu kencang? Atau Marcell tidak sengaja menyentuhnya yang seharusnya tidak boleh di sentuh?" Tanya Marcell beruntun.
"Tidak, Marcell. Kamu gendongnya tidak terlalu kencang." Jawab Sandra.
"Marcell, apa tadi kamu tidak mendengar apa yang dikatakan Marcella kalau bayi itu keracunan?" Tanya Michael.
"Kita berdoa saja semoga bayinya tidak apa - apa." Sambung Michael.
Ketika Marcell ingin berbicara tiba - tiba pintu ruangan ugd terbuka membuat Sandra, Michael, Mike dan Marcell berjalan ke arah pintu dan melihat Marcella berjalan ke arah mereka.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya mereka dengan serempak.
"Bayinya memerlukan darah secepat mungkin sedangkan di rumah sakit ini tidak ada stock." Jawab Marcella sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi rumah sakit lain.
"Memangnya golongan darahnya apa?" Tanya Marcell penasaran begitu pula dengan yang lainnya.
"Rh-negatif." Jawab Marcella.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Diprediksi hanya ada 15% orang yang memiliki Rh-negatif di seluruh dunia. Sementara di Indonesia, pemilik rhesus ini terdapat 1% saja dari total penduduknya, dikutip dari situs Rhesus Negatif Indonesia. Karena itu, rhesus negatif termasuk golongan darah langka di Indonesia
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Kebetulan darah Daddy / Kakak Rh-negatif." Ucap Michael dan Marcell dengan serempak.
"Kalau begitu Daddy dan Kak Marcell ikuti perawat itu untuk di ambil darahnya." Ucap Marcella.
Tanpa menjawab Michael dan Marcell mengikuti langkah perawat menuju ke ruangan untuk dilakukan tes.
("Hallo, apakah di rumah sakit dokter Adrian ada stock darah Rh-negatif?" Tanya Marcella tanpa basa basi).
("Ada, dok." Jawab dokter Adrian).
("Kalau bagitu, tolong kirimkan 3 kantong ke rumah sakit milikku." Pinta Marcella).
("Oke." Jawab dokter Adrian).
("Apa ada yang lainnya?" Tanya dokter Adrian).
("Tidak ada. Terima kasih." Jawab Marcella).
("Sama - sama." Jawab dokter Adrian).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian Marcella menyimpan ponselnya dari saku jasnya.
"Kenapa butuh 3 kantong darah lagi? Bukankah sudah cukup darah Daddy dan Marcell?" Tanya Sandra ketika melihat Sandra sudah selesai menghubungi dokter Adrian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Elaephela
kan keracunan, kok bisa butuh darah
2025-03-18
1
Omah Tien
kasi nama yg enak dong masa mirip semua susah ingat nya
2024-09-20
2
Zanzan
ini nama banyak yg belibet🤭🤭🤭mudah2an kelanjutannya makin menarik...
2024-05-29
1