"Aku temani." Ucap Veni sambil ikut berdiri.
Gracella hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah lift sedangkan Brandon mengirim pesan ke seseorang setelah selesai Brandon menyusul ke dua gadis tersebut sambil sesekali tersenyum menyeringai.
Skip
Kini Gracella berada di kamar pribadinya yang dulunya milik orang tuanya bersama Veni.Namun tiba - tiba muncul seorang pria dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk miliknya membuat Gracella sangat terkejut.
"Tuan Tian ... Kenapa Tuan Tian ada di kamarku?" Tanya Gracella dengan sikap waspada.
"Karena Aku yang menyuruhnya tinggal di kamar ini agar bisa melayani Kakak dan Aku melayani Kak Brandon." Jawab Veni yang menjawab pertanyaan Gracella.
Gracella sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Veni membuat Gracella menatap ke arah Veni dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Apa maksudmu? Kenapa kamu tega sama Kakak?" Tanya Gracella dengan wajah penuh kecewa.
"Karena Aku dan Kak Brandon ingin menguasai semua harta milik orang tua Kakak yang sudah diwariskan ke Kakak." Jawab Veni tanpa punya perasaan.
"Bukankah harta itu milik kita bersama? Kenapa kamu sangat serakah ingin memiliki semuanya?" Tanya Gracella sambil berusaha menahan ha sratnya yang sudah mulai naik.
"Memang benar tapi Aku hanya dapat warisan dua puluh persen dan itu sangat tidak adil untukku." Jawab Veni.
Selesai berbicara Veni mendorong tubuh Gracella membuat Gracella menabrak dada Tian membuat Tian memeluk tubuh Gracella agar tidak terjatuh.
"Layani Kakakku dengan sangat baik karena Kakakku masih menjaga kehormatannya. Ingat setelah melakukan ini, proyek yang Aku minta Tuan Tian penuhi." Ucap Veni tanpa ada rasa empati sedikitpun.
"Tenang saja, Nona." Jawab Tian sambil tersenyum mesum.
Gracella yang mendengar ucapan Veni langsung menginjak salah satu kaki Tian agar melepaskan pelukannya. Setelah terlepas Gracella berjalan ke arah Veni di mana Veni berjalan mundur.
"Kalau seandainya Aku tahu hatimu sebusuk ini, Aku tidak akan meminta orang tuaku untuk mengambilmu dari panti asuhan." ucap Gracella kemudian menampar Veni dengan sangat keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Setelah melakukan hal itu Gracella melarikan diri mengingat saat ini dirinya dalam bahaya. Jika saja Gracella tidak terkena obat perang sang Gracella akan menyiksa Veni dan Brandon kemudian membawanya ke kantor polisi.
"Gracella! Jangan lari!" Teriak Veni sambil ikut keluar dan diikuti oleh Tian bersamaan kedatangan Brandon.
"Kejar gadis itu!" Perintah Brandon pada anak buahnya.
"Baik, Tuan." Jawab anak buahnya dengan serempak.
Sedangkan Gracella berlari ke arah lift setelah sampai di depan lift, Gracella menekan tombol lift. Setelah pintu lift terbuka, Gracella masuk ke dalam lift kemudian menekan tombol lift.
"Gracella kamu harus kuat dan berikan kehormatan yang selama ini kamu jaga." Ucap Gracella memberikan semangat untuk dirinya.
Ting
Pintu lift terbuka kemudian Gracella keluar dari kotak persegi empat tersebut lalu berjalan untuk mencari kamar kosong.
"Kebetulan Aku punya kartu akses kamar jadi Aku akan cari kamar yang kosong." Ucap Gracella.
"Kejar ..!" Teriak seorang pria.
Gracella yang mendengar teriakan seseorang membuat Gracella berlari sambil berusaha menahan ha sratnya yang sudah memuncak. Hingga Gracella tanpa sengaja melihat pintu hotel terbuka membuat Gracella berjalan ke arah pintu tersebut.
'Lebih baik Aku bersembunyi di kamar ini.' Ucap Gracella dalam hati sambil masuk ke dalam kamar tersebut.
Gracella menutup pintu dengan rapat dan mendengar suara ribut - ribut dari luar.
"Gadis cantik ini pasti tidak bisa lari jauh setelah diberikan obat perang sang, jadi cari sampai ketemu." ucap pria tersebut.
"Baik, Tuan." Jawab anak buahnya dengan serempak.
'Mereka pasti orang suruhan Kak Brandon dan Veni. Aku tidak ingin niat jahat mereka berhasil.' Ucap Gracella dalam hati.
Tanpa Gracella sadari kalau kamar tersebut di sewa oleh Marcell di mana saat ini Marcell sedang mandi dengan menggunakan air shower untuk menghilangkan ha sratnya.
Setelah mulai agak berkurang Marcell keluar dari kamar mandi dan melihat seorang gadis yang bernama Gracella berjalan mundur ke arahnya. Hingga punggung Gracella menabrak tubuh kekar Marcell.
Gracella sangat terkejut dan langsung membalikkan badannya bersamaan Marcell memeluk dirinya agar tidak terjatuh. Mereka saling menatap beberapa saat di mana mata mereka membulat sempurna. Marcell mendorong perlahan tubuh Gracella namun tidak melepaskan pelukannya.
"Siapa ka ..." Ucapan Marcel terputus karena jari telunjuk Gracella diarahkan ke bibir Marcell.
"Sssttttt ... " Ucap Gracella.
'Daripada pergi keluar dan ditemukan oleh salah satu dari mereka di mana Brandon dan Veni akan menghancurkan harta berharga yang selama ini Aku jaga untuk diberikan ke Tuan Tian. Lebih baik Aku berikan ke pria tampan ini.' Ucap Gracella dalam hati sambil menatap wajah tampan Marcell yang masih menatap dirinya dengan tatapan terkejut.
"Pinjamkan tubuhmu untukku." Pinta Gracella.
Setelah mengatakan hal itu Gracella memeluk leher Marcell kemudian menciumnya hal itu membuat Marcell terkejut dengan apa yang dilakukan Gracella.
Marcell yang juga masih dalam pengaruh obat perang sang tidak bisa menahannya. Marcell membalas pelukan Gracella kemudian mendorongnya ke arah ranjangnya. Mereka pun melakukan hubungan suami istri setelah selesai mereka tidur sambil berpelukan dan mencari kehangatan masing - masing.
Mereka melakukan sampai tiga kali setelah itu mereka tidur dengan pulasnya hingga pagi menjelang. Di mana Gracella membuka matanya dan menatap sekeliling kamar sambil berusaha mengingat apa yang sudah terjadi.
'Ini bukan kamarku.' Ucap Gracella dalam hati.
Setelah beberapa saat Gracella ingat dengan kejadian semalam membuat Gracella sangat dendam terhadap tunangan dan sahabatnya. Hingga Gracella melihat dirinya memeluk seorang pria asing begitu pula sebaliknya membuat Gracella dengan perlahan melepaskan pelukannya.
'Lebih baik Aku pergi dari sini sebelum pria ini bangun.' Ucap Gracella dalam hati.
Gracella dengan perlahan turun dari ranjang sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya kemudian memunguti pakaiannya dan dengan cepat memakainya.
Selesai memakai pakaian Gracella berjalan ke arah meja dekat ranjang kemudian menulis sesuatu setelah selesai Gracella meletakkan kertas tersebut kemudian meletakkan kartu atm.
'Lebih baik besok saja Aku akan menemui mereka karena hari ini Aku tidak fit.' Ucap Gracella dalam hati.
Gracella kemudian keluar dari kamar tersebut meninggalkan Marcell yang masih tertidur dengan pulas. Hingga dua puluh lima menit kemudian Marcell meraba - raba mencari keberadaan Gracella namun matanya masih terpejam.
Karena tidak ada membuat Marcell memaksakan membuka matanya kemudian bangun dengan wajah bantalnya. Marcell menatap sekeliling kamarnya untuk mencari keberadaan Gracella hingga tanpa sengaja Marcell melihat kertas dan atm.
Marcel mengambil kertas tersebut kemudian membacanya, matanya yang semula masih mengantuk tiba - tiba sepasang matanya berubah membulat sempurna.
"Terima kasih atas kerja samanya dan Aku meninggalkan atm yang berisi 10 juta sebagai upah karena semalam sudah melayaniku. Namun sayang Aku kurang puas karena itu gunakan uang itu untuk biaya pengobatan agar bisa memuaskan wanita."
Marcel mengambil atm tersebut kemudian menatap ke dua benda itu secara bergantian dengan wajah yang sangat kesal.
"Wanita yang baik merayu dan mengajakku untuk tidur bersama, Dia juga mengatakan bahwa Dia kurang puas karena itu gunakan uang itu untuk biaya pengobatan agar bisa memuaskan wanita." Ucap Marcell.
"Si*l memang Aku gigolo."Sambung Marcell sambil mengambil ponselnya yang diletakkan di meja dekat ranjang.
("Cari gadis yang masuk ke dalam kamarku dan tangkap Dia." Pinta Marcell dengan wajah masih kesal).
("Baik, Tuan." Jawab orang kepercayaannya dengan patuh).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Marcell kemudian Marcell turun dari ranjang untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Ranny
gak bersyukur hanya anak angkat saja mau berkuasa 🤬🤦🏻♀️
2025-01-16
2
Yayuk Triatmaja
benar sekali, di dunia nyata juga ada seperti itu
2024-05-27
0
Kuro
GK ada darahnya gitu di spreinya ?
2024-05-27
0