Episode 8

Abbey sedang beristirahat setelah melayani pembeli. Ia ingin sholat ashar terlebih dahulu, ia dan Mama nya gantian untuk sholat.

Sang Mama masih melayani pembeli ada 2 orang lagi.

Setelah selesai barulah Abbey yang menjaga warung tersebut. Sebuah mobil mewah berhenti didepan warung mereka. Abbey melihat ada 2 orang pria dan wanita paruh baya keluar dari mobil.

"Selamat sore," sapa wanita itu. Abbey tersenyum dan membalas ucapan wanita itu.

"Nyonya mau beli?" tanyanya.

Ardina mengangguk, "mana pemilik warung ini? Saya mau beli 3 porsi."

"Oh, beliau sedang sholat, sebentar lagi selesai," jawab Abbey.

"Kamu ...?"

"Aku anak dari pemilik warung ini."

"Maaf, saya pikir pelayan baru. Soalnya kemarin saya tidak melihat kamu disini."

"Aku hanya kadang-kadang membantu mama."

Saat mereka sedang ngobrol, Sunita pun keluar. Karena warung tersebut ada ruang tempat sholat. Sunita tersenyum melihat pembeli yang datang.

"Beli berapa porsi nyonya?" tanya Sunita.

"Tiga porsi," jawab Ardina. Setiap orang yang membeli, jarang yang makan disini. Rata-rata dibungkus dan dibawa pulang.

Abbey sudah mengulek bumbu untuk gado-gado tersebut. Sementara sang Mama menyiapkan yang lainnya. Agar lebih cepat selesai.

"Sudah berada lama jualan ini, Mbak?" tanya Billy yang sejak tadi diam.

"Cukup lama, dan Alhamdulillah inilah penghasilan untuk kami makan sehari-hari," jawab Sunita.

"Suaminya kemana?" tanya Ardina. Sunita terdiam, menurutnya itu pertanyaan pribadi. Tapi tetap akan dia jawab juga.

"Suami saya menikah lagi nyonya, dan sekarang tinggal bersama istri barunya. Saya memilih cerai daripada dimadu."

"Maaf jika pertanyaan saya menyinggung perasaan anda."

"Tidak apa-apa nyonya, saya sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti itu."

Pesanan Ardina sudah siap, harganya 10 ribu satu porsi. Ardina menyerahkan uang 50 ribu tanpa meminta kembaliannya.

"Terima kasih nyonya, silakan datang lagi," ucap Abbey.

"Siapa namamu, Nak?" tanya Ardina sebelum ia berbalik.

"Abbey Cantika Putri, nyonya," jawab Abbey.

"Nama yang bagus, yang artinya cerdas dan cantik," kata Ardina. Abbey hanya tersenyum lalu mengangguk.

Ardina dan Billy pun pergi dari tempat itu. Sunita pun segera menutup warungnya karena tinggal sedikit lagi. Nanti untuk mereka makan malam saja.

Abbey mulai membereskan dan mengemasi barang-barang. kursi dan meja pun ia susun dengan rapi.

Setelah itu merekapun kembali kerumah. Ada beberapa orang datang hendak membeli, tapi saat melihat warung sudah tutup, mereka mengurungkan niatnya.

Jarak warung dengan rumah tidak jauh. Hanya beberapa puluh meter saja. Dari kejauhan ada seorang pria paruh baya sedang memperhatikan mereka. Pria itu tidak berani mendekat. Hanya memperhatikan saja dari jauh.

Ia melihat anak yang ia tinggalkan ternyata sudah besar. Hatinya diliputi penyesalan. Istrinya yang baik di sia-siakan. meskipun ia juga mendapat anak dari pernikahan nya yang kedua.

"Ternyata hidup kalian jauh lebih baik dari yang aku kira," gumam pria itu. Kemudian iapun pergi dari situ sebelum ketahuan oleh orang lain yang mengenalnya.

"Ma, tadi aku melihat sepertinya Papa datang," kata Abbey.

"Biar saja lah, dia datang pun tidak akan merubah kehidupan kita," jawab Sunita.

"Apa Mama masih sakit hati dengan papa?" tanya Abbey.

"Tidak, tapi mama tidak bisa lupakan penghinaan dan pengkhianatan yang Papamu lakukan. Dan kamu jangan ikut membenci Papamu. Walau bagaimanapun ia adalah Papa kandungmu. saat kamu menikah nanti, kamu masih mencari dia."

"Aku tidak pernah membenci papa."

Kemudian Abbey pun masuk kedalam kamarnya. Ia ingin mandi karena sudah seharian tidak mandi. Sedangkan Sunita menyiapkan sisa gado-gado untuk mereka makan nanti.

Sementara Ardina dan Billy sudah datang ke mansion mereka. Alvaro yang sedang duduk santai diluar rumah pun segera bangun dari duduknya.

"Ma, sudah pulang?" tanyanya.

"Belum, ini bayangan nya," jawab Ardina.

Alvaro mencebikkan bibirnya, matanya tertuju pada plastik yang dibawa oleh sang Mama. Alvaro tidak perlu bertanya karena ia sudah tahu isinya.

"Ini tidak kamu tanya?"

"Tidak perlu, aku sudah tahu isinya. Pasti gado-gado, kan?"

"Itu tahu, mengapa tadi bertanya mama sudah pulang?" Alvaro garuk-garuk kepala tidak gatal.

"Sudah masuk, sampai kapan berdiri diluar?" tanya Billy menengahi.

Merekapun masuk langsung ke ruang makan. Ardina menyiapkan piring, sendok dan garpu untuk mereka makan gado-gado tersebut. Alvaro yang melihat gado-gado dalam piring pun tidak berkomentar.

Ia hanya mengaduk-aduk makanan tersebut. Ardina yang melihat itupun jengah. Langsung merebut sendok tersebut dan menyendok sedikit gado-gado.

Kemudian menyuapkan kedalam mulut Alvaro. Alvaro mengunyah sebentar lalu terdiam. Ia menikmati makanan tersebut.

"Kalau gak suka jangan makan, kasihkan pelayan saja," kata Ardina.

Tanpa berkata Alvaro langsung memakan gado-gado tersebut. Tadi ia sempat ragu saat melihat bentuknya. Karena ia belum pernah makan makanan seperti itu.

"Tadi tidak mau, sekarang doyan," kata Ardina.

"Siapa bilang tidak mau?" tanya Alvaro. Dalam sekejap gado-gado tersebut sudah habis.

"Nanti beli lagi ya ma," katanya. Lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tangga.

"Anak itu," gumam Ardina. Sedangkan Billy tidak berkomentar apapun. Ia hanya menikmati makanan tersebut.

....

Abbey sudah bangun, dan bersiap untuk pergi bekerja. Biasanya setelah sholat subuh ia akan tidur lagi. Tapi sekarang tidak, karena sudah ada pekerjaan dan bukan lagi pengangguran.

Setelah selesai sarapan, Abbey langsung pamit kepada Mama nya. Seperti biasa, Abbey mencium pipi sang Mama dan mencium tangannya.

Aku pergi dulu ma," pamit Abbey. Sunita mengangguk.

Ia akan ke pasar untuk membeli bahan-bahan membuat gado-gado. Untuk memastikan mendapatkan sayuran segar, jadi Sunita setiap pagi pergi ke pasar.

Abbey masih dalam perjalanan, ia sengaja pergi pagi untuk menghindari kemacetan jalan raya. Meskipun ia memakai motor, kadang juga terkena macet jika terlambat pergi bekerja.

Tiba di perusahaan, terlihat masih sepi. Satpam pun segera membukakan pintu gerbang, karena mereka sudah tahu Abbey bekerja disini.

"Selamat pagi Pak!" sapa Abbey ramah.

"Pagi nona," jawab satpam serentak. Kemudian Abbey langsung masuk.

Setelah memarkirkan motornya, Abbey langsung menuju lift. Terlihat di lobby para pekerja cleaning service sudah bekerja. Mereka memang datang lebih awal dari pekerja lain.

"Heh kamu, baru kerja disini saja sudah sombong," ucap Mustika.

Abbey yang hendak masuk kedalam lift pun menoleh. Tapi Abbey tidak menghiraukan sama sekali.

"Siapa juga yang sombong," ujar Abbey saat masuk kedalam lift. Mustika mengepalkan tangannya. Saat pintu lift tertutup.

"Ngapain kamu disini? Bukankah tugasmu disana?" tanya senior. Mustika mendengus kesal lalu pergi ketempat nya semula.

Abbey sudah tiba di meja kerjanya. Ia langsung duduk di kursinya. Tidak ada yang ingin ia kerjakan karena belum ada perintah dari atasan.

Abbey masih baru jadi belum terbiasa dengan pekerjaan ini. Namun jika ada yang ingin dikerjakan maka ia akan cepat mengerjakan nya hingga selesai.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

MUSTIKA CARI MASALAH TERUS GAK KAPOK AMPUN DEH

2025-01-15

1

💕Bernadet Wulandari💕

💕Bernadet Wulandari💕

si mustika udah jadi cleaning service aja masih belagu. nama lu ga pantes mustika kebagusan. Mak lampir lebih cocok deh.

2024-07-13

4

Allenn

Allenn

Gado-gado.. 😍 i like it

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Part bonus 1
99 Part bonus 2
100 Promosi novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Part bonus 1
99
Part bonus 2
100
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!