Episode 4

Mustika kebingungan hendak mengerjakan dokumen tersebut. Semasa kuliah, Mustika selalu mengandalkan orang lain untuk membuat tugas yang diberikan oleh dosen.

Sehingga Mustika bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. Meskipun masih jauh dari nilai Abbey. Karena Abbey termasuk murid terpintar dimasa itu.

Sebab itulah ia mendapatkan beasiswa penuh. Dari mulai SMP, hingga kuliah ia selalu mendapatkan beasiswa.

Juga prestasinya di bidang lain membuat dirinya meraih banyak penghargaan. Namun sayangnya, prestasi dan kepintaran nya tidak berlaku saat melamar pekerjaan.

"Aduh bagaimana ini?" batinnya.

Ia hanya membolak-balik kertas dan tidak mengerti untuk mengerjakan. Tanpa sepengetahuannya Dary dan Alvaro memperhatikan lewat pintu yang tidak tertutup rapat.

Alvaro dan Dary pun menghampiri Mustika, "bagaimana, sudah selesai?" tanya Alvaro.

"Belum tuan," jawab Mustika. Dary langsung mengambil kertas tersebut dan dilihat masih belum dikerjakan sama sekali. Dary hanya geleng-geleng kepala.

"Apa begini cara kerja seorang sekretaris? Siapa yang merekrutnya?" tanya Alvaro dingin.

"Nanti saya tanyakan ke bagian HRD," jawab Dary.

"Nanti, nanti, nanti, aku mau sekarang!"

"Baik tuan!"

"Batalkan rapat hari ini dan tunda setelah mendapatkan sekretaris baru."

"Baik tuan!"

Dary segera menelepon bagian HRD, dan memintanya untuk menghadap CEO. Donita pun heran setelah menerima telepon dari asisten pribadi CEO.

"Ada apa ya? Apa ada yang salah?" tanyanya dalam hati. Tania pun segera pergi ke lantai 20.

Tiba didepan ruang CEO, Donita pun mengetuk pintu, setelah mendengar perintah dari dalam. Donita pun segera masuk.

"Maaf tuan, ada apa memanggil saya?" tanya Donita.

Donita belum menyadari jika ada Mustika dan Dary didalam ruangan itu. Karena saat ia masuk, Donita hanya tertunduk tanpa menoleh kiri kanan lagi.

"Siapa yang merekrut sekretaris tidak berguna ini?" tanya Alvaro dengan nada pedas.

Tania menoleh kearah tunjuk Alvaro, barulah ia tahu jika ada Mustika diruangan ini. Dary berjalan mendekat ke Donita.

"Bukankah kamu yang bertugas mewawancarai pelamar?" tanya Dary.

"Be-benar tuan, sa-saya hanya menjalankan perintah dari manager umum," jawab Donita gugup.

"Disini siapa yang bos? Aku atau manager umum? Jawab...!"

"Tu-tuan, ampun, saya salah tuan, saya minta maaf,"

"Dary, panggil manager umum. Dan buka lagi lowongan pekerjaan untuk jabatan sekretaris!" perintah Alvaro.

Dary pun menelpon manager umum untuk datang keruangan CEO. Sedangkan Mustika sudah tidak bisa berkutik lagi. Tadinya ia berpikir gampang karena ada orang dalam. Ternyata dugaannya salah total.

Setelah menelepon manager umum, Dary pun membuka lowongan pekerjaan melalui media. Disitu juga dicantumkan ciri-ciri dan kelayakan.

"Nanti biar aku sendiri yang wawancarai mereka," kata Alvaro.

Tidak berapa lama manager umum pun datang dengan tergesa-gesa. Ia takut jika ia berbuat kesalahan. Makanya dipanggil oleh bos mereka.

"Tuan, ada apa memanggil saya kemari?" tanya Efendi.

"Kamu tahu kesalahanmu?" tanya Alvaro. Efendi menggeleng. Dia memang tidak tahu kesalahannya, lebih tepatnya tidak menyadari.

"Dia keponakanmu?" tanya Alvaro lagi.

Efendi menoleh kearah yang ditunjuk oleh Alvaro. Karena tadi ia belum menyadari jika ada Donita dan Mustika diruangan ini.

"Habislah," batin kata Efendi dalam hati.

"Bagaimana bisa kalian merekrut karyawan seperti ini? Kalian ingin perusahaan ini bangkrut? Jawab...!"

Meskipun perusahaan nya tidak akan bangkrut hanya karena hal sepele seperti itu. Tapi Alvaro tidak suka jika ada bawahan bertindak semena-mena.

Efendi terlonjak kaget saat dibentak oleh Alvaro. Tangannya sudah gemetar karena takut. Dia takut kalau-kalau dipecat oleh bosnya itu.

"Baiklah jika tidak ada yang menjawab, aku bisa memaafkan kalian. Tapi kalian harus memulai lagi dari bawah. Agar kalian bisa sadar," ucap Alvaro.

Alvaro meminta rekaman cctv diruang HRD. Kemudian ia memutar rekaman tersebut didepan mereka semua. Disana terlihat jelas bahwa mereka bersekongkol untuk memasukkan Mustika menjadi sekretaris.

"Bisa kalian jelaskan ini?" tanya Alvaro.

Donita langsung berlutut didepan Alvaro, ia mengakui jika sudah memanipulasi wawancara tersebut. Bahkan tidak segan-segan menghina orang lain.

"Kamu pikir dengan berlutut kamu bisa meluluhkan hatiku? Tidak!"

Alvaro tidak akan luluh sedikitpun. Sikapnya yang tegas menurun dari sang papa yaitu Billy Desmond.

"Tapi saya sangat membutuhkan pekerjaan ini tuan," ucap Donita. Sedangkan Efendi dan Mustika tidak bisa berkata apa-apa lagi.

"Baiklah, aku berbaik hati pada kalian. Dary, tugaskan Donita dan Efendi dibagian marketing. Dan dia, tugaskan dibagian cleaning service. Biarkan mereka belajar lagi dari bawah. Biarkan mereka bisa menghargai orang lain," ucap Alvaro.

Efendi terduduk lemas dilantai. Begitu juga dengan Donita dan Mustika. Sementara Dary tersenyum sinis pada mereka, seolah mengejek.

Dary pun membawa mereka pergi dari ruangan itu. Alvaro kembali duduk dikursi kebesarannya. Ia memutar kembali rekaman cctv tersebut.

"Gadis itu," gumamnya. Alvaro seketika tersenyum. Sebenarnya Abbey cantik, hanya saja penampilan nya yang membuatnya terlihat jelek.

Disisi lain...

Abbey sejak tadi kesana kemari mencari pekerjaan. Sudah beberapa cafe dan restoran ia kunjungi. Namun mereka semua menolak. Dengan alasan yang sama.

"Kamu tidak layak bekerja di sini, kalau ingin bekerja disini penampilan menarik yang paling utama." Kata-kata itu seakan duri yang menancap dihatinya.

Namun Abbey tidak putus asa. Abbey berhenti disebuah rumah makan. Bukan makanan yang menarik perhatiannya. Tapi kompetisi pertandingan catur.

"Pak, boleh ikutan gak?" tanyanya. Beberapa orang menoleh kearah Abbey. Pandangan mereka seperti meremehkan.

"Jangan bercanda Neng, kami saja tidak ada yang menang dalam bermain catur," ucap salah satu pria paruh baya ditempat itu.

"Tapi saya tergiur hadiah nya pak, 10 juta lumayan," jawab Abbey.

"Neng, kami aja kalah. Apalagi kamu?"

"Saya kan belum mencoba Pak? Bagaimana bapak tau kalau saya bisa kalah?"

"Mus, ada yang nantangin nih!" teriak salah satu dari mereka.

Karena Mustofa sedang makan di meja lain, dan jarak nya beda 5 meja dari meja tempat catur tersebut.

"Ntar, tunggu saya habis makanan ini dulu. Mau main juga butuh tenaga," jawab Mustofa.

Selama ini belum ada yang bisa mengalahkan Mustofa, dan dia digelar raja catur didaerahnya. Sebab itulah ia menjadi sombong.

Setelah selesai makan, Mustofa pun menghampiri mereka. Dengan gaya khasnya yang sombong dia duduk dikursi berhadapan dengan Abbey.

"Yakin mau lawan saya, neng?" tanyanya.

"Yakin Pakde, kebetulan saya butuh uang nih," jawab Abbey.

Mustofa melihat penampilan Abbey yang sangat sederhana, kemudian tersenyum meremehkan. Gimana tidak sederhana, pakaian saja jarang beli.

Yang ada pun semua pakaian lama. Tapi menurut Abbey masih layak pakai meskipun sudah pudar warnanya.

"Pikir-pikir lagi Neng, kalau Eneng kalah maka akan bayar satu juta pada saya," kata Mustofa.

"Kalau saya menang Pak?" tanya Abbey.

"Kalau kamu menang, saya akan bayar sesuai yang tertulis disitu."

Abbey menghela nafas, iya sangat yakin kalau bisa mendapatkan uang tersebut. Uang 10 juta sudah sangat banyak baginya.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

SMG ABBEY DITERIMA. RASAKAN MANUSIA BELAGU SOMBONG MUSTIKA😡

2025-01-15

1

Ulfatun Ningsih

Ulfatun Ningsih

mang sedih ya Thor,, cari kerja aja harus penampilan menarik... kepintaran nomer sekian

2024-10-15

1

Rita Riau

Rita Riau

selalu yg di pandang luar nya,,
ayok Abbey buat mata mereka terbuka,,

2024-07-14

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Part bonus 1
99 Part bonus 2
100 Promosi novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Part bonus 1
99
Part bonus 2
100
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!