Episode 17

Alvaro menonton video rekaman cctv tersebut. Yang menampilkan bagaimana kelakuan Mustika. Dan bahkan Mustika bertindak semena-mena terhadap rekan satu kerjanya.

Alvaro menyeringai, hal itu semakin membuat wanita yang tadi berlutut semakin ketakutan. Meskipun belum ada desas-desus bahwa seorang Alvaro itu kejam, namun mereka juga takut akan dipecat dari pekerjaannya.

Kemana lagi mereka akan mencari pekerjaan? Disini walaupun sebagai cleaning service, tapi cukup juga untuk menghidupi keluarganya dari bulan ke bulan. Kalau sampai dipecat bagaimana nasibnya?

"Aku sudah memperhatikan gerak-gerik mu di perusahaan ini, kamu pikir aku diam, aku tidak tahu? Kamu salah, sekarang juga kamu dipecat. Dan aku akan mem-blacklist mu agar tidak diterima dimana pun," kata Alvaro.

"Bagaimana dengan saya bos?" tanya wanita itu.

"Lanjutkan pekerjaanmu, karena bukti sudah menunjukkan bahwa kamu tidak bersalah."

"Terima kasih bos," ucapnya. Kemudian wanita itupun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena Mustika.

"Apalagi yang kamu tunggu? Cepat pergi dari sini...!" bentak Alvaro.

"Tuan, ampuni saya Tuan, saya masih ingin bekerja disini," rayu Mustika memohon.

"Aku sudah berbaik hati tidak memecat mu hari itu. Namun sekarang, tidak ada toleransi lagi buatmu," kata Alvaro lalu melangkah pergi dari situ.

Baru berjalan empat langkah, ada tangan melingkar di perutnya. Siapa lagi kalau bukan Mustika. Alvaro segera melepaskan tangan yang melingkar diperut nya itu.

Alvaro sedikit mendorong tubuh Mustika hingga jatuh ke lantai. Kemudian Alvaro pergi meninggalkan Mustika yang meringis kesakitan.

"Alvaro, aku menyukaimu. Aku bekerja disini pun agak bisa dekat denganmu!!!" jerit Mustika.

Hingga para karyawan yang mendengarnya mencebikkan bibirnya mereka masing-masing. Mustika malah dianggap gila karena berani mengatakan itu kepada Alvaro.

Alvaro tidak peduli, ia terus melangkah hingga kedepan pintu lift. Alvaro yang tadinya kesal, saat turun kebawah malah bertambah kesal.

Mustika menjadi bully-an mereka saat ini. Mereka mengatakan Mustika macam-macam, kebetulan mereka tidak suka dengan Mustika yang selalu mencari masalah.

...

"Sibuk kah?" tanya Alvaro saat tiba didekat meja kerja Abbey.

"Ehh bos, sejak kapan bos disini?"

"Sejak tadi, tapi gak dilirik sama sekali."

"Maaf bos saya terlalu fokus."

Alvaro tidak menjawab, ia hanya masuk kedalam ruang kerjanya. Alvaro sejak tadi, satupun tidak ada yang ia kerjakan. Bahkan berkas yang menumpuk pun ia biarkan saja.

Alvaro menyuruh Abbey masuk ke ruang kerjanya. Dengan patuh Abbey menurutinya. Abbey diminta duduk didepan Alvaro yang berpura-pura sibuk memeriksa berkas.

"Bantu aku menyelesaikan ini," pinta Alvaro memberikan map yang berisi berkas.

Abbey hanya mengangguk sebagai jawaban. Abbey yang memang tekun dalam bekerja, dengan cepat ia mengecek nya. Dan menyerahkan kepada Alvaro untuk di tandatangani.

Jam makan siang pun tiba, Abbey segera keluar dari ruangan bos nya itu. Alvaro juga menyusul. Alvaro meminta Abbey untuk masuk kedalam lift bersamanya.

Dary yang juga ingin kebawah, tapi terlambat karena pintu lift keburu tertutup. Dary pun menendang angin. Terpaksa ia turun melalui lift karyawan.

Saat didalam lift, tiba-tiba listrik mati. Lift pun seketika berhenti. Abbey yang terkejut karena lift sempat bergetar pun menjerit.

"Aaach...!" tanpa sadar Abbey memeluk Alvaro.

Alvaro terdiam mematung dan membiarkan Abbey memeluknya. Abbey takut jika lift yang mereka naiki terhempas.

Beberapa menit kemudian, lift kembali normal. Tapi Abbey belum sadar jika ia masih memeluk bos nya itu.

Lift tiba dilantai dua, dan pintu lift pun terbuka. Abbey yang sadar pun mendorong tubuh Alvaro hingga terbentur pada dinding lift. Tanpa rasa bersalah, Abbey pun segera keluar dari lift dan berjalan santai seperti tidak terjadi apa-apa.

Alvaro meringis menahan rasa sakit dipunggung nya karena terbentur. Alvaro meregang kan ototnya untuk mengurangi rasa sakit tersebut.

"Gila tuh cewek, mendorong orang tidak tanggung-tanggung," gumam Alvaro. Lalu keluar dari dalam lift.

Suasana di kantin yang tadinya heboh kini senyap dan sepi seperti kuburan. Tidak ada yang berani bersuara saat melihat bos mereka datang ke kantin.

Mereka yang tadinya membicarakan Mustika yang dipecat, kini semuanya terdiam. Bahkan yang sedang mengantri mengambil makanan pun menepi memberi jalan kepada bos mereka.

"Lanjutkan saja, saya hanya ingin melihat-lihat saja," kata Alvaro.

"Tumben bos kemari, ada apa ya?" tanya karyawan 1 sambil berbisik.

"Tidak tahu, mungkin ada hubungan nya dengan pemecatan Mustika," jawab karyawan 2 berbisik pula.

Bagi yang mengantri mengambil makanan pun melanjutkan kembali. Oya, disini makanan sudah tersedia, hanya tinggal memilih lauk dan sayurnya saja. Ada yang tidak ingin nasi juga ada seperti mie goreng dan bakso.

Semua sudah disediakan hanya tinggal memilih saja, dan mereka harus mengambil sendiri dan tidak dilayani. Lebih kurang seperti prasmanan.

"Bos mau makan?" tanya Abbey.

"Apakah enak?" tanya Alvaro balik.

"Saya ambilkan sedikit dulu untuk bos mencicipinya," jawab Abbey. Alvaro mengangguk.

Abbey pun mengambil nasi dan lauknya kemudian menyerahkan nya ke Alvaro. Kemudian Abbey melanjutkan makannya.

"Bos, mengapa tidak bilang kalau ingin kemari?" tanya koki kantin.

"Saya hanya melihat-lihat. Dan ini, saya mau mencicipi nya," jawab Alvaro.

Setelah selesai makan, Alvaro langsung bangkit, dan akan kembali keruang kerjanya. Setelah kepergian Alvaro, suasana kembali ramai.

Abbey tersenyum, "tadi senyap, sekarang riuh lagi."

Istirahat makan siang sebentar lagi habis, merekapun kembali ke divisi masing-masing. Dengan tugas masing-masing tentunya.

"Apa aku harus meminta maaf ya, tadi aku gak sengaja mendorongnya," gumam Abbey.

"Bagaimana kalau bos marah, terus aku dipecat. Apa nasibku akan sama seperti Mustika?" batin Abbey.

Abbey menjadi dilema saat ini, jujur ia takut jika sampai dipecat. Padahal ia bekerja baru beberapa hari. Tapi sudah membuat kesalahan yang fatal.

"Abbey, bos memanggil mu," kata Dary.

"Ada apa bos memanggil saya?" tanya Abbey.

"Tidak tahu, tapi bos bicara tentang tanggung jawab," jawab Dary. Kemudian ia segera pergi dari situ.

Abbey semakin ketakutan di buatnya, tangannya terasa dingin seperti es. Ada rasa bersalah, tapi yang paling dominan adalah takut dipecat.

"Bagaimana ini, bagaimana jika aku dipecat? Aku tidak punya pekerjaan lagi. Aduh bagaimana?" gumamnya.

Abbey mondar-mandir didepan meja kerjanya. Sebentar duduk, sebentar berdiri. Duduk lagi berdiri lagi.

"Aku pasrah saja deh, apapun konsekuensinya aku akan terima." Akhirnya Abbey memantapkan hatinya dan menguatkan dirinya.

Tanpa Abbey sadari, gerak-gerik nya diperhatikan oleh Dary. Dary tertawa terpingkal-pingkal melihat kelakuan Abbey seperti itu.

"Kena kau, waktu itu kamu banting aku, sekarang tuan yang kena. Aku kerjain biar tahu rasa kamu," ucap Dary berbicara sendiri.

Sementara Abbey masih ragu, antara ingin masuk dan tidak. Jika tidak masuk, ia takut bos nya makin marah. Diam-diam Dary merekam kelakuan Abbey. Kemudian ia tersenyum penuh kemenangan.

Terpopuler

Comments

Nayla Sasha

Nayla Sasha

lanjuttt

2024-03-20

3

Yurniati

Yurniati

tetap semangat terus update nya thorr

2024-03-20

1

Yurniati

Yurniati

rasain gantian bos kena juga,,,,,,🙈😜

2024-03-20

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Part bonus 1
99 Part bonus 2
100 Promosi novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Part bonus 1
99
Part bonus 2
100
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!