Episode 2

Sementara dilantai 10, wawancara sedang berlangsung. Ada 200 pelamar yang datang untuk mengisi 3 posisi jabatan. Yaitu sekretaris CEO, dan yang lainnya adalah karyawan biasa.

Hingga saat ini belum ada satupun yang memenuhi kriteria yang dipilih. Abbey sudah gelisah, karena giliran nya masih jauh. Ada banyak yang keluar dengan wajah lesu.

"Kamu yakin akan diterima disini?" tanya Mustika. Mustika adalah teman satu kampus dengan Abbey.

Keduanya mengambil jurusan yang sama yaitu manajemen dan bisnis. Karena Abbey ingin sekali bekerja di kantoran.

"Gak yakin sih, tapi setidaknya sudah mencoba," jawab Abbey santai.

Mustika tersenyum sinis, "Jangan harap kamu bisa diterima. Kamu tahu manager umum disini adalah pamanku."

Abbey menghela nafas, ia juga belum yakin dengan dirinya sendiri. Diterima menjadi karyawan biasa juga tidak apa-apa. Begitulah pemikiran Abbey.

"Lihat dirimu, dengan pakaian kucel seperti ini mana mungkin kamu bisa diterima?"

Abbey yang malas berdebat pun mengabaikan saja. Sejak dari zaman kuliah, Mustika selalu mengejeknya. Entah apa yang salah dengan dirinya?.

Giliran Mustika masuk untuk wawancara, hanya beberapa menit sudah keluar dengan wajah cerianya. Ia diterima menjadi sekretaris CEO. Semua berkat orang dalam, yaitu sang paman.

Sekarang tiba giliran Abbey, dengan perasaan gugup Abbey masuk. Pegawai HRD melihat penampilan sederhana nya pun langsung menghinanya.

"Dengan pakaian seperti ini, ada niat untuk melamar pekerjaan disini?" tanyanya.

"Bu, saya ingin bekerja bukan ingin menjual tubuh," jawab Abbey.

"Kamu berani menjawab?"

"Lah ibu nanya, ya saya jawab lah."

"Kamu tidak diterima! Cepat pergi dari sini!"

Abbey pun pergi tanpa menoleh kearah wanita itu. Wanita yang hanya memandang penampilan, bukan kemampuan.

Sewaktu Abbey mengirimkan lamaran kerja, Abbey masuk seleksi untuk diwawancarai. Sebab itulah Abbey datang dengan harapan bisa diterima. Dengan begitu ia bisa menghasilkan uang untuk merubah perekonomian keluarganya.

Abbey berjalan lesu menuju lift. Setelah sampai dibawah, Abbey langsung ke parkiran motor. namun siapa sangka ia kembali bertemu dengan Mustika.

"Aku bilang juga apa? Gak bakal diterima, disini tidak menerima karyawan miskin sepertimu," ucapnya pedas.

Abbey mengabaikan saja kata-kata itu. Dibalas pun percuma, hanya saja ia akan mencari pekerjaan ditempat lain. Sebagai pelayan cafe atau restoran juga tidak apa-apa.

"Maaf, aku sudah terbiasa mendengar gonggongan mu, jadi gak akan mempan," sahut Abbey.

Wajah Mustika seketika memerah, ia mengangkat tangannya hendak menampar Abbey. Tapi Abbey bukan gadis yang mudah ditindas. Selama ini ia mengalah karena takut dicabut beasiswa miliknya yang ia dapatkan dengan susah payah.

"Sialan kau!" maki Mustika, kemudian mengayunkan tangannya ke wajah Abbey.

Dengan cepat Abbey menangkap tangan tersebut, hal itu sempat dilihat oleh Alvaro yang ingin keluar makan siang.

"Gadis itu, cukup berani juga," gumamnya. Alvaro yang sedang berada didalam mobil seketika tersenyum. Senyum yang jarang ia perlihatkan pada siapapun kecuali orang tuanya.

"Dulu aku mengalah setiap kali kamu tindas. Karena aku tidak ingin beasiswa ku dicabut. Sekarang aku sudah lulus dengan nilai terbaik, maka aku tidak akan tinggal diam jika ditindas," kata Abbey.

Abbey pun menyentak tangan Mustika dengan kasar, sehingga ia terhuyung. Dan terduduk di aspal.

"Awas saja kau, aku akan balas!" ucapnya sambil mengepalkan tangannya, perlahan ia bangkit dan hendak mengejar Abbey.

Namun Abbey sudah lebih dulu naik ke motornya dan segera pergi dari situ. Alvaro diam-diam mengikuti motor Abbey.

"Siapa dia? Sepertinya mobil itu mengikuti ku?" gumam Abbey dibalik helmnya.

Abbey menggunakan helm full face jadi wajahnya tidak terlihat. Abbey melajukan motornya, mobil yang mengikutinya pun melaju.

"Mau main-main denganku?" batin Abbey.

Abbey menambah kecepatan motornya. Abbey juga menyalip kendaraan lain, hingga Alvaro yang menggunakan mobil pun sedikit kesulitan.

Abbey seketika tersenyum di balik helmnya, karena Alvaro kehilangan jejaknya. Kemudian Abbey kembali kejalan raya, setelah tadi ia sempat bersembunyi di sebuah gang kecil.

"Siapapun kamu, kamu tidak akan bisa mengejar ku," ucap Abbey berbicara sendiri.

Abbey kini kembali kerumahnya, setibanya di rumah. Abbey memarkirkan motornya ditempatnya. Kemudian ia menemui sang Mama yang sedang berjualan gado-gado.

"Bagaimana wawancaranya?" tanya Sunita.

"Gagal ma, ditolak sebelum wawancara," jawab Abbey.

"Memangnya Abbey melamar pekerjaan di mana?" tanya pelanggan yang membeli gado-gado tersebut. Masih tetanggaan dengan Sunita.

"Perusahaan Desmond company," jawab Abbey.

"Wah, itukan perusahaan besar. Beruntung kalau bisa diterima di perusahaan itu."

"Ya mbok, tapi aku tidak diterima. Karena perusahaan itu ternyata memandang fisik dan penampilan, bukan kepintaran."

"Sabar ya Bey, mungkin belum rezeki. Nanti mbok akan tanya pakde mu, siapa tahu ditempatnya bekerja masih ada lowongan kosong."

"Terima kasih mbok, aku sangat ingin bekerja."

Pesanan si mbok pun sudah siap, kemudian iapun membayarnya. Abbey duduk disamping Mamanya, kebetulan saat ini pembeli sedang kosong.

"Abbey bantuin Mama aja deh, daripada nganggur," katanya.

"Iya, tapi kamu harus cari kerja juga, biar penghasilan kita bertambah," ucap Sunita.

"Bagaimana hari ini ma, apa banyak pembeli?"

"Lumayan, ada juga buat modal besok dan untuk simpanan meskipun sedikit."

Tiba-tiba perut Abbey berbunyi. Karena ia belum makan siang. Sunita yang mendengar itupun langsung membuatkan gado-gado untuknya.

"Dirumah tidak ada makanan, karena mama tidak masak," kata Sunita.

"Gak apa-apa ma, makan ini juga sudah kenyang," ucap Abbey.

Sementara Alvaro yang kehilangan jejak Abbey pun kebingungan. Ia sendiri juga tidak tahu kawasan ini. Karena tempat ini cukup sepi.

Bahkan kendaraan juga jarang lewat daerah ini. Alvaro pun membuka ponselnya dan mengikuti arah yang ada diaplikasi. Alvaro yang tadinya ingin makan siang pun tidak jadi.

"Hah ... Ternyata aku dikerjain oleh gadis itu. Awas saja jika aku bertemu lagi denganmu, gadis nakal," gumam Alvaro.

Alvaro penasaran dengan gadis itu, dari saat gadis itu membanting asistennya, hingga tadi saat ia mendengar gadis itu berdebat.

Meskipun Alvaro kurang tahu pasti perdebatan mereka karena apa? Tapi cukup membuatnya penasaran. Jika sang asisten mengetahui bahwa bos nya itu berubah menjadi kepo, mungkin Dary adalah orang yang pertama membully Alvaro.

Alvaro pun kembali keperusahaan, ia hanya memesan makanan dari aplikasi. Beruntung Alvaro tidak memilih soal makanan. Yang penting baginya higienis.

Tapi makanan pinggir jalan, Alvaro memang belum pernah. Karena menurutnya itu tidak higienis.

Tiba diperusahaan, ternyata Dary sudah selesai memeriksa keadaannya. Beruntung Dary tidak kenapa-kenapa. Saat diperiksa ternyata hanya ada sedikit memar. Dan dokter hanya memberi salep untuk dioleskan agar cepat sembuh.

"Tuan, tuan darimana?" tanya Dary.

"Sudah kamu cari tahu gadis itu?" tanyanya. Bukannya menjawab malah balik bertanya.

"Belum tuan, saya belum sempat," jawab Dary.

Jelas aja tidak sempat, pekerjaan dilimpahkan ke Dary. Apalagi Dary baru saja pulang dari rumah sakit setelah untuk pemeriksaan.

Terpopuler

Comments

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Mas Alvaro niat amat... Sm si abbey

2024-11-27

1

Isabela Devi

Isabela Devi

dary sih cari masalah

2024-05-26

4

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2024-04-26

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Part bonus 1
99 Part bonus 2
100 Promosi novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Part bonus 1
99
Part bonus 2
100
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!