Episode 10

Tanpa sadar, waktu jam makan siang sudah tiba. Abbey membawa bekal dari rumah, karena ia ingin mengirit pengeluaran.

Abbey tidak tahu jika di kantin perusahaan gratis untuk makan siang. Kalau di jam selain makan siang baru beli.

Alvaro dan Dary keluar dari ruang kerjanya. Melihat Abbey sedang makan bekal yang dibawanya.

"Kamu tidak ke kantin?" tanya Alvaro.

Uhhuk ... Uhhuk ...Abbey yang sedang menyuapkan makanan langsung tersedak karena terkejut.

Alvaro segera berlari masuk kedalam ruangannya untuk mengambil air. Kemudian menyerahkan nya kepada Abbey. Abbey mendongak karena posisinya duduk.

"Terima kasih," ucap Abbey.

"Lain kali hati-hati, kalau mau makan siang ke kantin saja. Gratis untuk karyawan," kata Alvaro.

Dary melongo melihat pemandangan ini, tidak biasanya bos nya bersikap seperti itu. Belum genap sehari, sikap bos nya berubah perhatian.

"Tuan," ucap Dary sambil meletakkan punggung tangannya dikening Alvaro.

"Apaan sih?" tanya Alvaro ketus, sambil menepis tangan Dary.

"Saya kira bos demam," jawab Dary santai.

"Gak lucu!"

Alvaro pergi meninggalkan Dary dan segera masuk kedalam lift, Dary yang tidak sempat mengejar Alvaro pun terpaksa turun melalui lift karyawan.

Abbey yang sedang makan cuek-cuek saja, lalu meneruskan makannya. Alvaro tiba dilantai bawah dan langsung menuju parkiran. Ia ingin ke restoran untuk mencari makan siang.

Dary yang baru keluar dari lift pun langsung mengejar Alvaro. Dan segera membuka pintu mobil. Alvaro hanya terdiam saat Dary masuk kedalam mobilnya.

"Hah, untung sempat," ucap Dary.

"Kamu yang nyetir," pinta Alvaro. Kemudian keduanya tukar posisi.

Mobil pun bergerak perlahan, setelah keluar dari pintu gerbang, Dary melajukan mobilnya. Tujuan mereka adalah sebuah restoran mewah yang tidak jauh dari perusahaan milik Alvaro.

Dary memarkirkan mobilnya saat tiba ditempat yang dituju. Keduanya masuk dan disambut ramah oleh pelayan restoran tersebut.

Alvaro dan Dary mencari tempat kosong, mereka sengaja tidak menyewa ruangan VIP. Tapi hanya meja biasa saja.

"Silahkan tuan," ucap pelayan menyodorkan buku menu.

Alvaro yang sudah hafal menu di restoran ini tidak lagi melihat buku menu, langsung menyebut pesanan yang ia mau. Begitu juga dengan Dary.

"Mohon tunggu sebentar Tuan," ucap pelayan itu.

"Alvaro!" panggil seorang wanita, dan langsung menghampiri Alvaro dan Dary.

Kedua pria tampan itu menoleh ke asal suara. Dary kemudian mencebikkan bibirnya, sedangkan Alvaro malah terlihat tidak peduli. Wanita itu tanpa ragu duduk disamping Alvaro.

"Al, mengapa jutek amat sih? Apa kamu tidak merindukan aku?" tanyanya.

"Kapan kamu datang?" tanya Alvaro basa-basi.

Wanita itu tersenyum dan memegang tangan Alvaro, tapi Alvaro segera menepis tangan tersebut. Wanita itu tidak peduli, ia kembali memegang tangan Alvaro lagi.

"Apa sih?" Alvaro menepis lagi tangan wanita itu.

"Bisa gak jangan seperti ini? Kurang sopan tau, gak?"

"Al, kamu kok berubah."

Dary semakin jengah melihat tingkah manja didepannya itu. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan baru melangkah dua langkah, Alvaro sudah mengancamnya.

"Jika kamu pergi selangkah lagi, bersiaplah menjadi gembel dijalanan," ancam Alvaro.

"Habisnya aku eneg rasanya pengen muntah kalau lama-lama disini," jawab Dary tanpa sensor.

"Maksudmu apa?" tanya wanita itu tidak terima.

"Tidak apa-apa, lebih baik aku kembali ke perusahaan," jawab Dary akhirnya.

Kemudian Dary pergi menemui pelayan, dan membayar makanan yang ia pesan tadi. Pelayan mengatakan tidak perlu karena belum siap juga belum dihidangkan.

Lalu Dary minta dibungkus saja. Pelayan itupun mengangguk patuh. Setelah makanannya siap, Dary pun segera pergi dari restoran itu. Ia tidak peduli jika Alvaro memecatnya sekalipun.

"Semua gara-gara kamu!" ucap Alvaro pedas. Lalu pergi dari situ menyusul Dary.

"Al, Alvaro...!" panggil wanita itu.

Wanita itu bernama Desi, masih sepupu Alvaro. Tapi sejak dulu ia menyukai Alvaro meskipun Alvaro selalu menolak.

Karena Alvaro tau jika Desi bukan wanita baik-baik. Dary yang seangkatan dengan Alvaro dan Desi waktu kuliah dulu, tentu saja tahu dengan kelakuan Desi.

Itu sebabnya Dary tidak suka jika Alvaro dekat atau didekati oleh Desi. Hingga sekarang pun Dary akan seperti itu saat ada Desi.

"Tuan mau pecat saya silahkan," kata Dary saat mereka sudah didalam mobil.

Alvaro terdiam, mana mungkin ia akan memecat asisten pribadinya itu. Yang sudah menemaninya sebelum Alvaro menjabat sebagai CEO perusahaan.

"Mengapa kamu begitu benci sama dia?"

"Entahlah, setiap melihat tingkahnya yang sok polos membuat saya muak."

"Jalan!" perintah Alvaro. Mobil pun mulai bergerak.

Ternyata Desi mengejar mereka hingga ke parkiran. Tapi mobil Alvaro sudah keduluan pergi dari tempat itu.

"Aaach. mengapa sulit sekali untuk aku mendapatkanmu sih," ucap Desi dengan menghentakkan kakinya.

"Awas saja kamu Al, akan aku buat kamu tunduk padaku. Bagaimanapun caranya kau harus aku dapatkan."

Sementara Alvaro dan Dary sudah berada diparkiran perusahaan. Keduanya langsung menuju lift. Dary menenteng kotak makanan didalam plastik.

Saat tiba dilantai 20, keduanya melihat Abbey sedang sibuk bekerja. Tanpa menyapa, keduanya langsung masuk kedalam ruang kerja Alvaro.

"Ini makanan mu," ucap Dary.

Begitulah Dary, kadang formal kadang non formal saat berbicara dengan Alvaro. Alvaro pun mengambil satu kotak makanan, dan satunya lagi untuk Dary.

"Ku pikir kamu lupa membawanya untukku."

Dary hanya terdiam, ia hanya makan hingga makanan pun habis. Setelah selesai makan, Dary pun keluar dari ruangan Alvaro, ia akan melanjutkan pekerjaannya.

"Abbey!" panggil Alvaro saat ia menghampiri sekretaris nya itu.

"Bos, maaf saya tidak menyadari jika bos sudah datang."

"Ini, jika kamu mau," Alvaro menyerahkan makanan yang belum ia sentuh. Karena tiba-tiba saja ia tidak ingin makan.

"Terima kasih bos, tapi aku sudah kenyang."

"Kalau kamu tidak mau akan aku buang."

"Jangan! Sayang dong kalau dibuang. Mentang-mentang orang kaya buang-buang makanan. Bos tau gak, berapa ramai diluar sana kekurangan makanan?"

Alvaro terdiam, kata-kata Abbey sedikit mirip dengan kata-kata sang mama saat ngomel. Hingga Alvaro berpikir, jika perempuan sedang ngomel akan seperti itu.

"Sini biar saya makan, daripada bos buang."

Alvaro tersenyum, ia masih berdiri didepan Abbey dan memperhatikan Abbey sedang makan.

"Bos mau?" tanyanya, kemudian menyodorkan sendok kemulut Alvaro. Perlahan Alvaro membuka mulutnya.

"Pasti bos belum makan, kan?" tanya Abbey. Alvaro mengangguk.

Awalnya satu suapan, lama-kelamaan habis juga. Tanpa Abbey sadari, perlakuan nya membuat sang bos baper.

"Terima kasih," ucap Alvaro. Abbey mengangguk.

Alvaro kembali keruang kerjanya, ia langsung ke kamar mandi untuk mencuci mukanya yang memerah. Perlahan ia memegang dadanya yang berdebar.

"Mengapa aku bisa patuh saja saat dia menyuapi ku!" batin Alvaro.

Alvaro masih memegangi dadanya yang semakin berdebar.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

CERITA PA'TAM TK JAUH2 DARI WANITA ULAT BULU..

2024-08-14

3

💕Bernadet Wulandari💕

💕Bernadet Wulandari💕

Alvaro udah ketemu pawangnya nih. 🤭🤭🤭

2024-07-13

2

Puput

Puput

Berasa ditinggal pacarnya gegara ketauan selingkuh ama cewe😭, Kata katanya Alvaro bikin salah Paham😭😭🤣

2024-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Part bonus 1
99 Part bonus 2
100 Promosi novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Part bonus 1
99
Part bonus 2
100
Promosi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!