keluar negeri

Nyonya Ratna dan tuan Ervan diam dalam posisi nya masing-masing. Mereka mengingat kilas balik beberapa bulan lalu. tepat nya sebelum Sadewa pergi ke sebuah daerah kebun karet untuk sekedar jalan-jalan saja. Mereka sadar itu adalah bentuk protes Sadewa atas perjodohan yang di tolak nya. Tapi mereka tak sadar bahwa Sadewa bisa melakukan hal nekad.

"ini salah kita pa, kita terlalu memaksakan kehendak. Selama ini Sadewa diam dan seharusnya kita sadar. Sejak acara perjodohan itu pun Sadewa lebih banyak tinggal di apartemen ini Daripada di rumah" ucap nyonya Ratna kemudian.

tuan Ervan berdiri dan menghampiri sang istri. Memeluk nya dari samping dan mengelus bahu nya.

"kita saja dulu kabur dari perjodohan, lalu bagaimana bisa kita akan mengulangi kesalahan yang sama. Dan sekarang putra kita sudah menikah tanpa kita ketahui. Mama merasa sakit pa"

Tuan Ervan mencium puncak kepala sang istri. Ia tak menyalahkan tindakan Sadewa tapi juga tak membenarkan. Apakah wanita yang di nikahi nya itu adalah perempuan baik-baik. Kenapa tak meminta Sadewa meminta restu. atau Sadewa sudah menceritakan permasalahan nya dan perempuan itu menerima.

tuan Ervan mengeluarkan hp nya dari saku celana dan hendak menghubungi seseorang namun kemudian di cegah oleh istrinya.

"jangan pa, jangan cari tau tentang istri Sadewa sampai Sadewa sendiri yang mengenalkan nya pada kita. Mama ngga mau Sadewa semakin jauh dari kita. Yang harus kita pikirkan sekarang bagaimana cara kita menyampaikan pembatalan perjodohan ini kepada keluarga Kirana."

Tuan Ervan memasukkan kembali ponsel nya. Apa yang di katakan istri nya ada benar nya. Untuk saat ini lebih baik mereka memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak. Dan selanjutnya memikirkan bagaimana mengatakan rencana pembatalan perjodohan antara Sadewa dan Kirana.

***

Seharian ini mood Sadewa menjadi amburadul setelah sang mama membahas mengenai pernikahan yang di sembunyikan nya. Sadewa kekeh bahwa itu bukan salah nya. Selama ini ia sudah menuruti apapun permintaan keluarga nya bahkan jika itu tak di terima oleh hati dan dirinya sendiri.

Dan sekarang untuk waktu seumur hidup pun, keluarga nya masih menentukan siapa wanita yang harus mendampingi nya. Sadewa merasa bahwa ia hanya seperti boneka hidup bagi kedua orang tua nya.

"Anton!" teriak Sadewa.

Anton yang sedang mengerjakan laporan langsung bergegas menemui Sadewa.

"iya bos?"

"ayo kita keluar untuk jalan-jalan. aku sungguh bosan"

Anton berbinar. ohh akhirnya ia akan menikmati angin malam lagi setelah berminggu-minggu ia mendekam di apartemen ini untuk menyelesaikan pekerjaan bos nya.

"baik bos!" seru Anton semangat.

Tak lama mereka sudah berjalan ke lobi dan menuju parkiran. Anton mengendarai mobil dengan pelan. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Dan biasanya jalanan sedikit agak lenggang. ya meskipun tetap macet, lagipula kapan kota metropolitan ini terbebas dari macet. Mungkin hanya ketika waktu tengah malam saja.

kaca mobil di buka oleh Sadewa, ia melihat ke arah samping di mana banyak bangunan pencakar langit berjejer. Di pinggiran jalan pun tampak begitu banyak pedagang kaki lima. Di bangku-bangku pinggiran jalan pun penuh oleh anak mudah yang nongkrong bersama teman-temannya. Sungguh indah sekali dunia mereka.

Sadewa menatap datar ke arah mereka yang sedang menikmati angin malam bersama teman nya. Dulu saat Sadewa seusia mereka, Sadewa tidak memiliki waktu untuk sekedar nongkrong dengan temannya. Karena yang di tekan kan kedua orang tua nya hanya lah belajar dan bagaimana cara mengembangkan bisnis.

Namun, tak dapat di pungkiri juga jika dari situ ia sudah bisa membangun A.S company di usia muda. tapi tetap saja, sebagai seorang pria muda terkadang ia merasa harinya kesepian sebab ia tak memiliki seorang teman pun. Hanya Raihan dan Anton yang menjadi teman nya.

"tuan anda ingin kemana?" tanya Anton.

Sadewa memperhatikan sekitar. Matanya tertuju pada seorang bapak yang sedang membakar jagung. Tampak beberapa pembeli yang sedang menunggu jagung bakar itu.

"kita berhenti di penjual jagung bakar itu"

Anton melihat ke depan, setelah melihat orang yang di maksud oleh bos nya. Anton pun menepikan mobilnya.

"kau beli lah beberapa jagung bakar itu, aroma nya tampak sedap. aku ingin jalan-jalan sebentar"

"baik bos"

Sadewa berjalan ke arah kiri jalan sementara Anton ke kanan jalan dan menghampiri pedagang jagung bakar itu.

"pak, saya beli jagung bakar nya 10 biji ya" ucap Anton.

"ehh, 20 biji saja pak"

"waduh, banyak banget mas" ucap salah satu pembeli.

"iya mbak, bos saya sedang ngidam dan ingin menikmati jagung bakar"

"owalah,,, iya mas. Apalagi malam-malam begini emang enak banget makan jagung bakar"

Anton hanya menanggapi ucapan wanita itu dengan senyuman. Hal yang paling tidak ia suka adalah ketika ia harus berada di tempat ramai seperti ini di tambah jika di tempat itu ada wanita-wanita muda yang selalu mengincar om-om.

di sebelah sana, Sadewa sedang duduk di bangku kosong. Ia menatap sekitar dimana banyak sekali orang-orang yang sedang bercanda dengan teman-teman nya. Sadewa melihat ke arah mana saja. Dan matanya menyipit saat ia melihat seseorang yang tampak tidak asing.

Sadewa gegas berdiri dan dengan setengah berlari ia mendekat ke arah sepasang kekasih yang sedang asyik menikmati bakso pinggir jalan. Mereka tampak bahagia, Sadewa bisa merasakan itu. tatapan tulus pria yang sedang menyuapkan pentol bakso ke mulut kekasih nya itu membuat Sadewa yakin bahwa perasaan cinta nya tak pernah terukur oleh harta. Sayang sekali jika cinta mereka tak di restui.

Tiba-tiba Sadewa memiliki sebuah ide. Ia tersenyum miring kemudian menghampiri pasangan kekasih itu.

"ekhem..."

Pasangan kekasih itu menoleh dan sendok yang di pegang oleh Kirana pun terjatuh.

****

Pagi ini Sadewa bangun lebih pagi dari biasanya. tadi malam selepas ia pulang dari menikmati angin malam ia mendapat pesan untuk kembali ke rumah utama. Meskipun masih malas dan enggan tapi karena ini adalah perintah sang kakek maka mau tak mau ia pun harus kembali.

"kau ke kantor lah, aku akan ke rumah sendiri"

"baik bos"

Mereka berpisah di lobi, Anton membawa mobil Sadewa dan Sadewa sendiri sudah di jemput oleh supir pribadi. Setelah 30 menit Sadewa sampai di kediaman. Ia di sambut oleh sang kakek, tanpa basa-basi Sadewa langsung di bawa masuk kembali ke mobil.

"kenapa kek?"

"kita harus segera terbang ke negara X, ada masalah di sana"

"tapi kek...."

"bersikap baik lah jika ingin perjodohan antara kau dan Kirana di batalkan"

Sadewa langsung duduk anteng, ia memejamkan matanya menikmati perjalanan ini. oh akhirnya tanpa harus membuang tenaga sang kakek akan membatalkan sendiri perjodohan itu.

Episodes
1 orang asing
2 akhirnya menikah
3 Pulang
4 memutuskan pergi
5 terbongkar
6 terpaksa menerima
7 garis dua
8 wanita tak benar
9 sanksi
10 wanita bau
11 kehamilan simpatik
12 mengalami pendarahan
13 ikatan batin
14 Rindu ibu
15 kecurigaan Ratna
16 ngidam sirsak
17 bayi pintar
18 keluar negeri
19 kontraksi
20 melahirkan
21 terbang pulang
22 bertemu kembali
23 mas?
24 berniat memperbaiki
25 bertemu ibu
26 maafkan ibu
27 pesona ketampanan suami Adeline
28 memulai dari awal
29 jatuh cinta
30 Raka menagih janji
31 cinta membutakan mata
32 pengumuman
33 kejutan
34 menyesal?
35 kembali
36 sarapan bersama
37 kejutan di pagi hari
38 sarapan bersama
39 Arsen sakit
40 kembali nya tuan tua
41 beruntung
42 makan malam
43 akhirnya....
44 Sadewa tau
45 malam manis
46 penuh semangat
47 mengunjungi Adeline
48 berniat melamar
49 kejutan
50 menemukan alasannya
51 kabar bapak
52 surprise
53 surprise 2
54 trauma Adeline
55 kebahagiaan Anton
56 kisah lalu
57 5 tahun kemudian
58 none
59 gejala ngidam
60 positif+
61 program adik untuk Arsen
62 ....
63 teman lama Karina
64 Arsen dan sandi
65 kisah masa lalu
66 Draft
67 bertemu masa lalu
68 masa lalu Nina
69 .....
70 cerita Nina
71 bertemu masa lalu nina
72 orang yang sama
73 program adik
Episodes

Updated 73 Episodes

1
orang asing
2
akhirnya menikah
3
Pulang
4
memutuskan pergi
5
terbongkar
6
terpaksa menerima
7
garis dua
8
wanita tak benar
9
sanksi
10
wanita bau
11
kehamilan simpatik
12
mengalami pendarahan
13
ikatan batin
14
Rindu ibu
15
kecurigaan Ratna
16
ngidam sirsak
17
bayi pintar
18
keluar negeri
19
kontraksi
20
melahirkan
21
terbang pulang
22
bertemu kembali
23
mas?
24
berniat memperbaiki
25
bertemu ibu
26
maafkan ibu
27
pesona ketampanan suami Adeline
28
memulai dari awal
29
jatuh cinta
30
Raka menagih janji
31
cinta membutakan mata
32
pengumuman
33
kejutan
34
menyesal?
35
kembali
36
sarapan bersama
37
kejutan di pagi hari
38
sarapan bersama
39
Arsen sakit
40
kembali nya tuan tua
41
beruntung
42
makan malam
43
akhirnya....
44
Sadewa tau
45
malam manis
46
penuh semangat
47
mengunjungi Adeline
48
berniat melamar
49
kejutan
50
menemukan alasannya
51
kabar bapak
52
surprise
53
surprise 2
54
trauma Adeline
55
kebahagiaan Anton
56
kisah lalu
57
5 tahun kemudian
58
none
59
gejala ngidam
60
positif+
61
program adik untuk Arsen
62
....
63
teman lama Karina
64
Arsen dan sandi
65
kisah masa lalu
66
Draft
67
bertemu masa lalu
68
masa lalu Nina
69
.....
70
cerita Nina
71
bertemu masa lalu nina
72
orang yang sama
73
program adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!