wanita bau

hueekk....

Arya berlalu ke pojok ruangan dimana ada wastafel untuk mencuci tangan di sana. Ratna yang kaget spontan menghampiri sang putra dan memijat tengkuk nya.

"antoonn!!!" teriak Ratna.

Anton yang sedang menggarap laporan pun terkejut tapi langsung datang ke ruangan sang bos.

Huek huek

Hal yang pertama di lihat oleh Anton adalah bos nya yang sedang mengeluarkan isi perut padahal baru satu jam yang lalu bos nya makan.

"bantu papah Sadewa"

Anton pun segera memapah Sadewa yang tampak lemas kemudian mendudukkan di sofa panjang yang ada di ruangan itu.

"jauh kan wanita bau amis itu dariku Ton!" perintah Sadewa.

Anton dan nyonya Ratna pun saling pandang kemudian bersamaan menengok ke arah kirana yang masih terpaku dengan rantang di tangan nya.

"usir dia Ton, perut ku rasanya seperti di aduk-aduk jika berdekatan dengan nya"

Kirana mengendus dirinya pelan, ia mengenakan parfum seperti biasanya. parfum mahal yang bahkan sebelum ia datang parfum itu sudah akan tercium wangi nya. tapi kini ada seorang pria yang mengatakan dirinya bau amis? Sungguh Kirana merasa sangat malu! tanpa mengatakan apapun Kirana langsung pergi dari ruangan Sadewa.

"kenapa kamu mengatakan itu Dewa? Kamu melukai hati Kirana" tegur nyonya Ratna.

"apa yang aku katakan benar ma, dia memang bau amis. Sangat bau bahkan sampai aku ingin muntah kembali. Apakah kalian tidak mencium bau aneh dari tubuh nya?"

Nyonya Ratna menggeleng, ia berfikir mungkin saja indra penciuman putra nya sedang terganggu.

"padahal Kirana membawa makan siang untuk mu?"

"cih! Apakah mau menarik perhatian ku?"

"apa salah nya jika kalian mencoba untuk saling mengenal Sadewa?"

"aku tidak ingin. Lagipula aku masih belum ingin menikah ma"

Nyonya Ratna hanya menghela nafas. putra memang tidak bisa di paksa dalam melakukan suatu hal.

***

Hari-hari berlalu, kondisi kehamilan Adeline semakin hari semakin kuat. Ia sengaja tak USG jenis kelam*n agar menjadi surprise nanti. Ia hanya mengikuti posyandu desa rutin setiap bulan.

Sedangkan Farhan, sejak keributan yang hampir membuat Adeline keguguran waktu itu membuat remaja itu menjadi posesif terhadap sang kakak dan tidak mau meninggalkan Adeline jika saat sendirian. sejak itu pula, ibu yang bernama Narti yang membela Adeline di pekerjakan sebagai juru masak dan bersih-bersih karena kandungan Adeline semakin terlihat dan ia kelihatan susah berjalan. Tidak mungkin juga jika harus Farhan yang mengerjakan pekerjaan rumah setiap harinya.

Usaha tanaman sayuran dan buah-buahan pun berjalan lancar. Buah jambu kristal yang di tanam oleh Farhan dan Adeline laku keras di pasaran karena mereka menjual dengan selisih harga seribu rupiah dari penjual lainnya. Tak ada yang protes karena yang membeli pada Farhan adalah penjual-penjual partai besar yang mengambil sekaligus berpuluh-puluh kilo bahkan lebih.

Seperti pagi ini, Adeline dan Farhan sedang menunggu kedatangan seorang pembeli yang katanya berasal dari ibukota metropolitan. Mereka membeli semua persediaan buah kristal milik Farhan, katanya ingin membuat minuman terbaru jus jambu kristal versi kotak. Tapi menurut Farhan jambu kristal tidak cocok di jadikan jus karena tekstur nya sedikit keras. Namun, pihak itu tetap saja ngeyel.

sembari bersantai sambil menikmati secangkir teh dan kudapan yang di sediakan oleh Bu Narti mereka mengobrol ringan.

"seharusnya ngga papa dek kalo kamu mau kuliah lagipula kandungan mbak ini sudah kuat dan bisa untuk melakukan sehari-hari"

"tapi aku khawatir mbak. Inget kata Bu bidan waktu itu mbak harus banyak istirahat dan mengurangi pekerjaan berat"

"ya Allah dek, memasak, mencuci, beres-beres rumah itu ngga berat. Lagipula mencuci piring sambil berdiri bukannya jongkok"

"tetap saja"

Adeline hanya menggeleng. Pembicaraan mereka terhenti ketika sebuah mobil pick up berhenti tepat di depan rumah mereka. Tak lama seorang pria menghampiri mereka dan menanyakan rumah Farhan.

"permisi, apa benar ini rumah nya mas Farhan yang menjual jambu kristal itu?" tanya pria itu.

"betul pak. Saya sendiri Farhan"

"syukurlah. Sebentar saya panggil teman saya dulu"

Seseorang di dalam mobil yang katanya temannya itu diam-diam memperhatikan Adeline yang sedang duduk di kursi. Ia hendak mengambil sesuatu dari saku celana nya saat temannya datang.

"oy ayo turun, benar ini rumah nya mas Farhan"

Pria itu pun turun tapi tetap sesekali mencuri pandang ke arah Adeline sampai mereka di bawa Farhan ke belakang.

"Joko! Kamu kenapa sih ngelamun aja dari tadi!" sentak temannya.

Pria bernama Joko itu pun menggeleng dan kemudian fokus pada pekerjaan nya. Biarlah nanti ia akan mengingat nya kembali karena ia merasa mengenal Adeline.

"mas Farhan udah nikah ya? Istrinya lagi hamil gitu" ucap teman Joko.

Joko memasang kuping nya tajam karena ja hendak bertanya tapi sungkan. Beruntung temannya itu yang bertanya.

"ha ha, bukan pak. itu kakak saya, kebetulan sedang LDR dengan suaminya"

Teman Joko itu pun manggut-manggut. kemudian mereka mengangkut jambu-jambu yang sudah di kemas ke dalam mobil.

"ini pembayaran nya mas. Kalau gitu saya permisi dulu"

"ngga duduk dulu pak, minum-minum kopi"

"terima kasih mas, saya harus segera sampai di kantor lagi untuk laporan pada bos"

Farhan pun mengangguk, tak memaksa lagi sebab pria itu terlihat sungkan.

***

Berbeda dengan Kirana, semenjak hari di mana ia Katai amis oleh Sadewa membuat perempuan itu merajuk. Ia tak mau di ajak bertemu keluarga itu lagi. Karena masih merasa kesal.

"bisa-bisanya dia mengatakan aku amis. Padahal Raka saja ketagihan padaku. Uppps" ucap Kirana lantang namun kemudian membekap mulut nya sendiri.

"dasar Kirana! Pelan-pelan dong" tegur nya sendiri memukul mulut nya sendiri.

Beruntung malam ini orang tua nya sedang makan malam dengan keluarga Sadewa jadi tak akan ada yang mendengar ucapannya. tapi yang tidak di sadari Kirana ada seseorang di balik pintunya yang mendengar apa yang di ucapan kan nya. pernyataan ambigu yang bisa membuat seseorang itu mendapatkan banyak uang.

***

Sadewa sendiri tak menghadiri acara makan malam itu sebab malam ini pria dewasa itu tengah menggalau di dalam apartemen mewah nya. Dengan di temani oleh Anton, malam ini mereka berdua menonton dr*k*r yang sangat sedih. Sadewa tampak mengelap pipinya dengan tisu sementara Anton tengah menatap ke arah bos nya seolah-olah bos nya lebih menarik daripada tv.

"apa yang kau lihat Anton? Televisi menghadap ke depan bukan kesamping" Tegur Sadewa.

Anton hanya menggeleng, dalam hati ia bertanya sejak kapan bos nya yang sombong dan arogan ini menyukai drama menyedikan yang menguras air mata? Dan sejak kapan pula bos nya menjadi sangat perasa dan mudah terharu.

mata Anton tiba-tiba membelalak saat ia ingat obrolannya dengan dokter Raihan tadi siang.

Terpopuler

Comments

Aurora

Aurora

istri yg hamil suami yg ngidam

2024-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 orang asing
2 akhirnya menikah
3 Pulang
4 memutuskan pergi
5 terbongkar
6 terpaksa menerima
7 garis dua
8 wanita tak benar
9 sanksi
10 wanita bau
11 kehamilan simpatik
12 mengalami pendarahan
13 ikatan batin
14 Rindu ibu
15 kecurigaan Ratna
16 ngidam sirsak
17 bayi pintar
18 keluar negeri
19 kontraksi
20 melahirkan
21 terbang pulang
22 bertemu kembali
23 mas?
24 berniat memperbaiki
25 bertemu ibu
26 maafkan ibu
27 pesona ketampanan suami Adeline
28 memulai dari awal
29 jatuh cinta
30 Raka menagih janji
31 cinta membutakan mata
32 pengumuman
33 kejutan
34 menyesal?
35 kembali
36 sarapan bersama
37 kejutan di pagi hari
38 sarapan bersama
39 Arsen sakit
40 kembali nya tuan tua
41 beruntung
42 makan malam
43 akhirnya....
44 Sadewa tau
45 malam manis
46 penuh semangat
47 mengunjungi Adeline
48 berniat melamar
49 kejutan
50 menemukan alasannya
51 kabar bapak
52 surprise
53 surprise 2
54 trauma Adeline
55 kebahagiaan Anton
56 kisah lalu
57 5 tahun kemudian
58 none
59 gejala ngidam
60 positif+
61 program adik untuk Arsen
62 ....
63 teman lama Karina
64 Arsen dan sandi
65 kisah masa lalu
66 Draft
67 bertemu masa lalu
68 masa lalu Nina
69 .....
70 cerita Nina
71 bertemu masa lalu nina
72 orang yang sama
73 program adik
Episodes

Updated 73 Episodes

1
orang asing
2
akhirnya menikah
3
Pulang
4
memutuskan pergi
5
terbongkar
6
terpaksa menerima
7
garis dua
8
wanita tak benar
9
sanksi
10
wanita bau
11
kehamilan simpatik
12
mengalami pendarahan
13
ikatan batin
14
Rindu ibu
15
kecurigaan Ratna
16
ngidam sirsak
17
bayi pintar
18
keluar negeri
19
kontraksi
20
melahirkan
21
terbang pulang
22
bertemu kembali
23
mas?
24
berniat memperbaiki
25
bertemu ibu
26
maafkan ibu
27
pesona ketampanan suami Adeline
28
memulai dari awal
29
jatuh cinta
30
Raka menagih janji
31
cinta membutakan mata
32
pengumuman
33
kejutan
34
menyesal?
35
kembali
36
sarapan bersama
37
kejutan di pagi hari
38
sarapan bersama
39
Arsen sakit
40
kembali nya tuan tua
41
beruntung
42
makan malam
43
akhirnya....
44
Sadewa tau
45
malam manis
46
penuh semangat
47
mengunjungi Adeline
48
berniat melamar
49
kejutan
50
menemukan alasannya
51
kabar bapak
52
surprise
53
surprise 2
54
trauma Adeline
55
kebahagiaan Anton
56
kisah lalu
57
5 tahun kemudian
58
none
59
gejala ngidam
60
positif+
61
program adik untuk Arsen
62
....
63
teman lama Karina
64
Arsen dan sandi
65
kisah masa lalu
66
Draft
67
bertemu masa lalu
68
masa lalu Nina
69
.....
70
cerita Nina
71
bertemu masa lalu nina
72
orang yang sama
73
program adik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!