Mbak yakin kamu wanita hebat kamu wanita kuat. Masih banyak yang sayang sama Raisa. Mereka hanya sebagian orang yang tidak tahu diri, tidak tahu rasa terimakasih, tidak pernah bersyukur sudah memiliki orang sebaik Raisa.
Lebih baik Raisa segera mengamankan semua harta milik Raisa di rumah orangtua Raisa. Ceritakan semua masalah Raisa kepada mereka. Insyaallah Raisa akan mendapatkan ganti yang lebih dari mereka. Sekarang Raisa gak usah sedih lagi ya.
Raisa sudah sarapan belum," tanya Mbak Dante lembut.
Raisa hanya menggelengkan kepalanya saja dengan tatapan mata yang kosong.
Iya sudah yuk kita sarapan barengan saja. Kebetulan mbak tadi habis masak kerang banyak. Raisa boleh incipin masakan mbak," ajak Mbak Danti lembut.
Raisa hanya mengikuti Mbak Danti dan juga masuk ke dalam ruang makan.
Masakan mbak enak ya," puji Raisa pelan.
Mbak Danti yang disipu Raisa langsung memerah wajahnya.
Enaklah Raisa orang mbak Danti pernah ikut kursus chef di luar negeri," jawab Rio menimpali.
Wah kapan - kapan boleh nih, Raisa belajar sama Chef," goda Raisa.
Ah kamu Raisa apaan sih," jawab Mbak Danti malu.
Raisa habis ini mau kemana," tanya Rio pelan.
Mau nginep ke rumah Mama Papa Rio, Raisa mau nenangin diri dulu disina. Sampai Raisa tenang baru pulang lagi. Ngadepin para benalu itu," jawab Raisa lirih.
Pasti berat ya Raisa jadi kamu. Tapi mbak yakin kamu pasti bisa ngejalani itu semua," hibur Mbak Danti.
Raisa hanya menganggukan kepala menjawab yang Mbak Danti utarakan itu. Memang benar hidup jadi Raisa berat. Sudah harus hemat, gaji hasil jerih payah di rampas suaminya, hidup sama mertua dan adik ipar yang gak pernah ngebantuin sama sekali, suka perintah, suka marah - marah, seenak jidatnya saja. Sudah menumpang belagu!!!
Tar kalau Raisa sudah sampai rumah kabari ya nak, tante takut kamu kenapa - kenapa di jalan.
Maafin Tante ya Raisa, dulu Tante gak restui hubungan kalian. Seandainya dulu Tante restui kalian, mungkin kalian sudah bahagia dan sudah memiliki anak - anak yang lucu," gumam Mamanya Rio Tante Prisca yang baru keluar dari dalam kamar.
Eh iya Tante. Gimana kabar Tante sehatkan," sapa Raisa sopan sambil menyalami tangan Tante Raisa itu dengan hormat.
Saya alhamdulillah sehat nak, gimana kabar kamu dan Mama papa Kamu," Tanya Tante Prisca sambil ikut bergabung di ruang makan.
Alhamdulillah sehat Tante," jawab Raisa sopan.
Tante ikut sedih ya Raisa atas masalah yang sedang kamu hadapi saat ini. Insyaallah Raisa bisa melewati semuanya dengan baik.
Jangan khawatir nak, kalau Raisa ada apa - apa jangan sungkan dengan kami. Pintu rumah ini selalu terbuka buat Raisa. Jangan sedih lagi ya Raisa.
Anggap saja Raisa akan naik kelas. Sebelum naik kelaskan harus ada ujian dulukan. Itulah kehidupan. Biarkan masalah itu ada. Agar membuat kita belajar menjadi lebih baik," nasehat Tante Prisca lembut.
Iya tante, terimakasih atas nasehat buat Raisa. Tante masih sama tidak berubah. Orangnya baik," jawab Raisa sopan.
Kalau begitu Raisa pamit dulu ya semua. Sudah gak sabar Raisa mau pulang ke rumah. Sudah kangen sama Mama Papa," pamit Raisa sopan.
Kamu hati - hati dijalan ya Raisa, nanti kalau sudah sampai jangan lupa kabari Rio. Biar Tante gak khawatir keadaan Raisa di jalan," titah Tante Prisca sopan.
Baik Tante, Raisa pulang dulu, Assalamualaikum," jawab Raisa sopan sambil mensetater motor milik Raisa dan langsung menancapkan gas, menyusuri kembali jalan raya menuju ke rumah Mama Papa Raisa.
Sebelum pulang mampir dulu beli Roti kesukaan mama ah, pasti Mama suka. Jam segini toko roti langganan mama juga pasti sudah buka.
Sudah lama gak, ngumpul sambil minum Teh Panas sambil ditemani cemilan Roti Langganan Mama," batin Raisa senang.
Selamat pagi, selamat berbelanja di toko Kue kami," sapa karyawan toko langganan mama ramah.
Pagi juga mbak Rita, lama tak jumpa gimana kabarnya. Inget Raisa gak. Teman sebangku sejak smp sampai sma," goda Raisa genit.
Pasti mbak inget lah Raisa, tumben beli kesini. Mau mampir ke rumah Mama Papa kamu ya Raisa. Tambah cantik saja kamu ini Raisa," puji Mbak Rita.
Gimana jualan Raisa laris maniskan langganan Raisa juga semakin banyak mesti.
Dina sini," panggil Mbak Rita sama pegawai magang di toko Roti milik ibunya.
Iya Rita namanya, teman sekolah Raisa semenjak TK sampai SMA selalu bersama - sama.
Rita memiliki Toko Roti yang sudah turun temurun dari nenek dari Ibunya itu. Dan kini Rita lah yang mengelola Toko Roti terenak di kotanya itu.
Rita seperti ibunya anaknya cantik, supel, ramah, tidak pintar dalam hal mata pelajaran. Karena selama sekolah Rita selalu mencontek Raisa yang notabenenya anak terpintar sekelas.
Raisa tidak pernah sombong walaupun Raisa anak orang kaya, anak pintar, banyak sekali teman - temannya yang suka bergaul dengan Raisa termasuk Rita. Dulu Rita dikenal sebagai siswi yang kurang mampu.
Tapi Raisa sama sekali tidak pernah menjauhi Rita. Malah mereka sangat akrab sekali sudah seperti kakak adik. Rita kakaknya dan juga Raisa sebagai adiknya.
Walaupun umur Raisa lebih tua enam bulan dari Rita. Tapi sikap Rita yang lebih dewasa dan juga keibuan yang membuat Rita sudah dianggap seperti kakak sendiri sama Raisa.
Masuk ke dalam dulu yuk Raisa," ajak Rita ramah.
Raisa hanya mengikuti teman terbaiknya itu dari belakang.
Ini ruangan kerja aku Raisa silahkan duduk," titah Rita sopan.
Gimana kabar kamu dan juga suami kamu," tanya Rita dengan raut wajah was - was.
Kabar aku baik Rita sayang," jawab Raisa manja.
Terus kabar suami kamu gimana," tanya Rita penasaran.
Dia juga baik," jawab Raisa singkat.
Kamu gak lagi ada masalahkan Raisa," tanya Rita khawatir.
Sebenarnya Rita sudah tahu perbuatan suami Raisa itu sejak lama. Tapi Rita hanya bisa diam dan tetap mengawasi sahabatnya Raisa itu dari jarak dekat. Karena Rita mengirimkan beberapa orang kepercayaannya untuk mengawasi Raisa.
Karena Rita tahu kelakuan suami sahabatnya itu dibelakang Raisa.
Kasihan kamu Raisa, andai kamu tahu kelakuan Iwan suami kamu dibelakang kamu. Apa kamu masih mau bertahan dengan Iwan yang sudah menghianati pernikahan kalian itu," batin Rita sedih.
Gak ada masalah kok Rita sayang. Memangnya Raisa ada masalah apa," jawab Raisa sambil mencoba menutupi semua masalah yang saat ini Raisa hadapi kepada Rita sahabatnya itu.
Kamu gak lagi menyembunyikan sesuatukan sama Rita," tanya Rita lagi penuh penekanan.
Gak ada Rita sayang. Memangnya apa coba yang Raisa sembunyikan dari Rita. Kamu itu ya masih saja over protective sama Raisa. RAISA SUDAH BESAR JUGA RITA!!!," jawab Raisa sedikit merajuk.
Ok lah Raisa, kamu masih belum mau bicara sama Rita. Gak apa - apa, mungkin kamu masih bisa menghandel semuanya sendiri.
Nanti pasti pada saatnya kamu Raisa akan menceritakan semuanya sama Rita. Kamu yang sabar ya Raisa. Kamu itu wanita kuat yang Rita kenal Raisa. Kamu sudah banyak mengajari Rita arti kehidupan.
Terimakasih ya sahabat aku Raisa. Rita janji akan selalu menemani kamu dan menjaga kamu dari para benalu itu," batin Rita sedih tak sadar Rita menitikkan airmata dengan cepat Rita mengusapnya dengan segera agar sahabatnya Raisa itu tidak mengetahuinya dan juga mencurigainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments