Apa Raisa gak salah denger nih bu. Sejak kapan orang pengangguran bisa punya uang banyak. Itu semua uang Raisa yang Mas Iwan rampas dari Raisa!!!!," seru Raisa lantang langsung melotot ke arah Ibu Mertuanya itu dengan tatapan marah.
Raisa yang sopan kamu hah sama orangtua kalau ngomong," bentak Ibu Mertua Raisa gak suka.
Raisa langsung meninggalkan Ibu Mertuanya itu masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya itu dari dalam. Biar saja Mas Iwan mau tidur dimana terserah dia saja. Suka - sukalah. Raisa lagi gak pingin diganggu oleh para benalu itu untuk saat ini.
Setelah beberapa menit Raisa di dalam kamar. Raisa langsung mengambil ponselnya yang masih ada di dalam tas miliknya.
Lalu Raisa menulis di pesan Group kuliner miliknya yang Raisa buat sepuluh tahun yang lalu.
"Mohon maaf untuk besok pesanan libur dulu ya. Bisa dipesan lagi untuk hari senin ya teman - teman. Selamat berakhir pekan"
Raisa langsung mengirimkan dan menekan tombol send ⏩. Lalu menaruh ponselnya di atas meja riasnya. Dan Raisa langsung memutuskan untuk tidur cepat.
Di rumah ini ada 4 penghuni Raisa, suaminya Raisa Iwan namanya, mertuanya Raisa Puput dan juga adik iparnya Dea.
Raisa sebenarnya tidak suka keluarga suaminya tinggal di rumah pemberian mamanya. Pasalnya mertua dan juga Dea adik iparnya hanya suka bermalas - malasan dirumah dan juga suka memerintah dirinya. Padahal ini rumah yang mereka tempati adalah milik Raisa.
Rumah ini dikasih orangtua Raisa saat dirinya berulangtahun dan itu sebelum Raisa dan Iwan kenal apalagi menikah.
Mereka lupa mereka disini hanya menumpang saja. Tapi tingkahnya sudah kayak nyonya pemilik rumah. Yang seenaknya saja memerintah sama pemilik rumah. Raisa suka heran dengan tingkah laku keluarga suaminya. Dari ibu adek dan juga Iwan sendiri. Minus.
Padahal di kampung mereka juga sudah memiliki rumah sendiri.Yah walaupun tak sebesar rumah yang Raisa miliki saat ini.
Alasan mereka tinggal dirumah ini, karena jarak sekolah Dea dengan rumah yang ada di kampung cukup jauh. Lah siapa suruh pindah sekolah kesini, mana mahal lagi.
Mereka gak mikir biaya sekolah, di sekolah elit Gak mahal apa dan Mentang - mentang uang gaji Raisa di bawa Mas Iwan suaminya, bisa seenaknya saja mereka melakukan itu semua kepada Raisa. Tanpa pernah memikirkan perasaan Raisa seperti apa. Dan tanpa bertanya dulu kepada Raisa apa Raisa setuju atas usul itu semua.
Suara Raisa selama ini tak ada yang didengar. Sekarang Dea adik ipar Raisa sudah kelas 3 sma sebentar lagi lulus.
Raisa bertekad akan menstop semua fasilitas yang telah Raisa kasih ke suami dan juga keluarga benalunya itu.
Karena sifat mereka yang rese, suka memerintah, suka seenaknya sendiri, songong, belagu sama Raisa dan juga minus itu yang akhirnya membuat Raisa jengah dan menyadarkan Raisa untuk peduli dengan dirinya sendiri untuk mengamankan aset miliknya agar tidak jatuh ditangan keluarga yang serakah haus harta.
Tak sengaja saat Raisa terbangun tengah malam, Raisa ingin pipis di kamar mandi. Sejak tadi pulang kerja Raisa memutuskan mengunci kamarnya agar Mas Iwan tidak bisa masuk. Karena Raisa sudah sangat jengkel sama kelakuan orang - orang yang tinggal menumpang di rumah milik Raisa.
Dan saat Raisa melewati kamar ibu mertuanya itu Raisa mendengar ibu mertua Raisa, Dea adek ipar Raisa dan juga tak ketinggalan suaminya Mas Iwan sedang berkumpul di dalam dan saat itu Raisa tak sengaja mendengar bahwa Mas Iwan Suaminya meminta ijin kepada ibunya untuk memberikan ijin kepada Mas Iwan untuk menikah lagi.
Saat itu Raisa langsung shock saat mendengar rencana suaminya Iwan mau menikah lagi.
Dengan beraninya, suaminya bermain api dengan wanita lain di belakang Raisa. Menyelingkuhi Raisa. Padahal selama ini semua kebutuhan mereka Raisalah yang mencukupi. Dan Raisa rela menerima bahwa Iwan Suami Raisa MANDUL!!!
Dasar keluarga tidak tahu Terimakasih!!!
Saat rasa penasaran Raisa yang besar merasuki jiwanya akhirnya Raisa memutuskan untuk menguping pembicaraan keluarga benalu itu.
Penasaran Raisa langsung menempelkan kupingnya di daun pintu kamar agar Raisa bisa langsung mendengar lebih jelas apa saja yang mereka bicarakan.
Dan saat ini Raisa juga merekam semua pembicaraan keluarga benalu itu agar suatu saat Raisa memiliki bukti atas kebusukan dari keluarga satu ini.
Dan bisa mengusir mereka semua dari rumah ini," Raisa geram dibuatnya.
*Bu, bulan depan setelah Raisa gajian Iwan akan nikah sama Romlah," begitu kata suaminya Iwan dengan percaya diri.
Cukup ibu setuju saja sama keputusan Iwan.
Soal Raisa itu soal gampang. Nanti kita singkirkan dari rumah ini. Toh Raisa anaknya goblok, gampang ditipu, sudah goblok, mandul hahaha," seru Suami Raisa Iwan tanpa mereka sadari Raisa saat ini sedang menguping dan mengetahui semua kebusukan mereka.
Iwan juga sudah menyiapkan semua uang sisa gaji Raisa selama lima belas tahun ini cukup buat beli dua rumah mewah untuk Ibu dan juga untuk Iwan nanti dan juga mobil mewah untuk Ibu.
Uangnya Iwan simpan di dalam lemari baju - bajunya Raisa. Agar Raisa tidak curiga.
Ibu tenang saja lemarinya selalu terkunci jadi aman Raisa juga jarang buka - buka lemari itu. Dan Raisa juga tidak tahu kalau Iwan selama belasan tahun menyimpan uang itu disana," seru Iwan sambil memeluk ibu mertua Raisa dari belakang.
Setelah Iwan nikah, biar saja Raisa tetap bekerja. Biarkan Raisa yang cari uang buat kita nikmati Hahaha...
Iwan males kerja. Nanti biar Romlah di rumah saja melayani Iwan, gak usah kerja. Biar Romlah bisa melayani Iwan trus di rumah. Biar si goblok Raisa yang bekerja untuk kita," seru Iwan dengan tampang songongnya.
Terserah kamu sajalah nak. Apapun keputusan kamu, ibu restui," jawab mertuanya Raisa itu sambil mengelus lembut rambut anak kesayangannya itu.
Ibu sebenarnya, juga pingin menimang cucu seperti yang lain. Umur Ibu sudah mulai tua nak, ibu pingin gendong cucu, mandiin cucu, suapi cucu.
Lihat tuh, anak Danu saja sudah 5, anaknya Mita sudah 3. Sepupu - sepupu kamu yang lainnya sudah punya anak semua.
Tinggal kalian berdua yang belum.
Padahal usia pernikahan kalian juga gak sebentar. Sudah lima belas tahun juga. Rasanya ibu pingin, kamu punya anak seperti saudara - saudara kamu yang lain," seru mertuanya Raisa lirih.
Ibu malu setiap ditanya saudara, teman dan juga tetangga soal Raisa yang sudah lama berkeluarga tapi masih juga gak hamil Gak dikasih momongan untuk kalian.
Kalau bukan karena gaji Raisa dari tempat Raisa kerja gede. Sudah dari dulu, ibu suruh kamu cerai dengan wanita mandul itu nak. Yang gak bisa kasih mama cucu," seru mertuanya Raisa lagi sambil menghembuskan nafas berat.
Udah cerewet, bawel, jelek, pelit, mandul lagi," Dea menimpali ocehan Ibu mertua Raisa itu terdengar dengan nada mengejek.
Hust kamu jangan begitu. Selama ini, semua kebutuhan kamu, Ibu dan juga mas kamu ini. Semuanya dari Mbakmu Raisa yang mencukupinya," seru Iwan membela Raisa.
Heleh mas, orang kayak gitu juga masih kamu bela," sungut Dea kesal.
Saat mendengar percakapan suami, mertua dan juga adiknya Dea. Rasanya Raisa ingin langsung masuk ke kamar itu dan melabrak mereka semua di kamar dan langsung memaki - maki semua orang yang berada di dalam kamar itu.
Tapi Raisa langsung mengurungkan niatnya itu. Raisa ingin memberikan keluarga suaminya pelajaran terlebih dahulu. Raisa akan mengamankan dan mengambil alih semua uang - uang Raisa yang Mas Iwan rampas selama ini. Yang ternyata Mas Iwan simpan di dalam lemari bajunya selama ini.
Raisa langsung masuk kembali ke kamarnya. Raisa lupa tujuan awal tadi keluar kamar untuk ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Seketika rasa ingin buang air kecil itu langsung menguap dan digantikan rasa marah yang teramat besar yang telah berkecambuk di dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Sulfia Nuriawati
kluarga toxic kok d pertahankan, ngapain mw udah numpang eh tuan rmh jd sapi perahnya yg bodoh d sini raisa, dr awal dah tw lakiknya mandul msh mw trus kok mw gaji d ambil semua diam aja, nggak bnget ak dih😡😡😡😡
2024-04-04
0