Raisa ibu minta uang donk, Ibu mau belanja ke Mall. Ibu pingin belanja Perhiasan yang ada di mall sana," ujar Ibu Mertua Raisa yang masuk ke dapur. Saat Raisa mulai sibuk di dapur mempersiapkan semua bahan - bahan pesanannya untuk Raisa masak esok hari.
Raisa gak ada uang bu," jawab Raisa pelan.
Masak kamu gak ada sih Raisa, kamu juga kerja sudah belasan tahun di perusahaan besar gitu. Apalagi gaji kamu juga sudah pasti naik berkali - kali lipat.
Uang Raisa sudah Raisa buat beli bahan - bahan makanan buat jualan besok bu," jawab Raisa lagi.
Gak mungkin kamu Gak punya uang Raisa. Gaji kamu saja sudah naik berkali - kali lipat ini juga Ditambah lagi, kamu juga punya usaha kuliner gitu. Tiap hari saja orderan yang masuk banyak. Sampai kamu sibuk terus di dapur kayak gini," seru Ibu Mertua Raisa sambil menunjuk - nunjuk ke arah Raisa yang sedang sibuk di dapur
Masak gak ada uang sama sekali sih kamu ini Raisa, bohong banget kamu ya. Mau bohongin orangtua kamu Raisa. Dosa lho!!!
Raisa, pasti kamu punya simpanan uang banyakkan. Yang kamu sembunyiin dari ibu dan Irwan. Bagi sini sama ibu!!!," titah ibu mertua Raisa.
Raisa gak ada bu," jawab Raisa pelan.
Kamu itu ya Raisa Sudah berani bohong ya sama ibu !!!
Kamu kira ibu gak tahu, gajimu satu bulan itu berapa. Dua puluh lima juta rupiah!!!
Ditambah kamu jualan setiap hari. Pasti duit kamu banyak!!! mertua Raisa terus saja mencerocos tanpa henti.
Raisa beneran gak ada bu.
Bagi sini sama ibu sedikit. Ibu cuma mau belanja perhiasan saja. Sepuluh juta cukuplah," ujar ibu Mertua Raisa sombong.
Raisa beneran gak ada bu. Gaji aku dibawa Mas Iwan semua.
Suruh tuh anak ibu kerja. Bukannya suka malas - malasan di rumah dan kerjaannya suka klayapan gak jelas begitu. Padahal jadi pengangguran abadi!!! Raisa menimpali sambil tersenyum mengejek.
Kamu itu ya sudah berani ngejawab omongannya Ibu. Kualat kamu nanti.
Minta saja sama anak kesayangan Ibu yang pemalas dan cuma pengangguran itu," cibik Raisa kesal.
Kamu itu ya!!!," seru Ibu Mertua Raisa kesal.
Lah memang nyatanya begitukan ibu mertua Raisa yang terhormat. Apa yang diomongin Raisa semua betulkan Ibu Mertua," jawab Raisa menatap tajam ke arah Mertuanya.
Lima belas tahun Raisa nikah sama anak ibu. Memangnya Mas Iwan bisa betah kerja. Paling kerja seminggu terus nganggur lagi. Gak bisa berubah sama sekali," ejek Raisa puas.
Nanti ibu bakalan bilang semua omongan kamu sama anak ibu Iwan. Biar kamu dimarahin," seru mertua Raisa berlalu meninggalkan Raisa di dapur sendiri.
Emangnya Raisa takut ancaman dari ibu mertuanya. Gak sama sekali. Coba saja sana ibu mertua laporanin Raisa ke Mas Iwan suaminya. Raisa mau lihat sampai mana Mas Iwan berani macem - macem sama Raisa.. Orang gak bisa kerja gitu, mana mandul lagi," batin Raisa dongkol.
Apa ibu mertua Raisa tahu ya Mas Iwan mandul. Gak bisa kasih Raisa keturunan sama Kasih Ibu Mertua Raisa itu cucu.
Kok sudah lima belas tahun nikah gak pernah ungkit - ungkit soal momongan sama sekali.
Ah, pasti Ibu Mertua Raisa sudah tahu semuanya. Kalau anak kesayangannya Mas Iwan mandul," batin Raisa lagi.
Raisa langsung melanjutkan aktivitasnya di dapur, yang sempat tertunda gara - gara mengurusi ibu mertua Raisa yang ngajak Raisa debat dan bikin Raisa menjadi dongkol itu
Hufh," Raisa hanya bisa menghela nafas melihat tingkah laku Ibu mertua Raisa yang sukanya menghambur - hamburkan uang milik Raisa.
Saat keluarga Raisa sedang asik makan malam. Memang menu makannya tidaklah mewah. Sederhana saja. Karena Mas Iwan tidak pernah memberikannya uang buat Raisa belanja.
Padahal Gaji Raisa dibawa semua sama Mas Iwan. Sehari pokoknya 20.000 jatah yang diberikan Mas Iwan uang bensin plus buat belanja untuk hari itu.
Raisa sebenarnya heran sama suaminya Mas Iwan. Katanya Raisa orangnya boros, gak bisa ngatur uang. Makanya gaji milik Raisa semuanya dirampas sama Mas Iwan.
Alibinya Mas Iwan untuk di tabung sama Mas Iwan. Tapi selama lima belas tahun mereka berumahtangga. Raisa belum pernah melihat jumlah tabungan milik Raisa itu.
Karena setiap Raisa bertanya tentang Gaji miliknya itu dipergunakan untuk apa saja sama Mas Iwan.
Karena Raisa hanya dijatah 20.000 sehari itu artinya sebulan Raisa hanya diberi jatah enam ratus ribu saja. Sedangkan gaji Raisa sudah dua puluh lima juta rupiah.
Lalu kemana sisa gaji Raisa yang lainnya..
Kalau untuk beli rumah nyatanya sampai saat ini keluarganya Mas Iwan. Mas Iwan, Ibu dan juga adiknya Mas Iwan masih menumpang di rumah Raisa. Pemberian dari orangtuanya Mama Papanya Raisa.
Sedangkan kalau untuk Makan. Makan saja seadanya. Karena jatah yang diberikan Mas Iwan sehari - hari sangat - sangat kurang. Dan makan juga semua yang masak Raisa.
Kebutuhan membeli sabun dan yang lain. Paling sebulan cuman habis sejutalah kalau dihitung - hitung.
Atau untuk beli kendaran motor atau mobil. Toh nyatanya Mas Iwan masih memakai motornya yang lama peninggalan almarhum Ayah mertua Raisa.
Lalu kemana sisa gaji milik Raisa itu. Banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yang bersarang di pikiran Raisa.
Mas Iwan selalu berkelit dan selalu mencari - cari alasan
Mana cukup coba uang sepuluh ribu rupiah buat belanja makanan untuk empat orang. Untungnya Raisa memiliki uang lainnya. Uang dari berjualan makanan yang setiap harinya. Jadinya Raisa masih memiliki uang untuk belanja untuk membuat pesanannya sekalian untuk belanja buat makan sehari - sehari. Untuk semua orang di rumah. Yang berjumlah empat orang
Wan, ibu minta uang sepuluh juta donk. Ibu mau beli perhiasan lagi. Minggu nantikan, ibu mau arisan," Ibu mertua Raisa mulai membuka obrolan saat makan. Padahal biasanya tidak ada yang berani ngobrol saat makan di meja makan.
Iwan gak ada bu, minta uang Raisa," titah Iwan pelan.
Raisa yang mendengarnya langsung tersedak makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.
Mata Raisa langsung membulat besar dan langsung menatap Mas Iwan tajam yang sama sekali tidak ada rasa bersalahnya saat Mas Iwan bicara seperti itu.
Raisa langsung menelan makanan miliknya dan menimpali ucapan suaminya itu.
Apa Mas, Raisa gak salah denger," tanya Raisa menatap tajam Mas Iwan suaminya itu.
Iyalah Mas kan gak kerja, mana punya mas uang. Kamu ini aneh deh pertanyaannya sama Mas," jawab Mas Iwan tenang.
Gaji Raisa yang tiap bulan Mas ambil mana," tanya Raisa penuh selidik.
Gaji Raisa kan mas tabungkan. Buat masa depan kita nanti sayang," jawab Mas Iwan yang langsung melunak menjawabnya.
Memangnya tabungan Raisa sudah dapat berapa Mas," tanya Raisa penasaran.
Mas belum cek saldonya sayang. Besok deh Mas cekkan saldonya," kilah Mas Iwan.
Raisa semakin penasaran. Sebenarnya gaji milik Raisa ditabung sama Mas Iwan dimana. Coba nantilah Raisa tanya Mas Iwan lagi. Uangnya ditabung dimana sama Mas Iwan," batin Raisa sambil menyelesaikan makanannya yang tinggal sedikit itu.
Setelah selesai makan malam Raisa langsung ke dapur. Raisa mau siapin dulu buat pesanan besok ah. Daripada lama - lama di meja makan, Raisa pusing sama Ibu Mertuanya yang minta uang ke Raisa. Padahal semua gaji Raisa dibawa sama Mas Iwan suaminya," batin Raisa lirih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Anonymous
mager dh…ya jgn goblok2 bget jek gitu tokohnya
2024-04-22
0
Lửa
Ngga nyangka! Keren abis!
2024-02-28
1