Pelajaran mapel matematika oleh ibu Hesti sasiati, telah usai dan bel jam istirahat telah dibunyikan oleh petugas sekolah. murid-murid pun berlarian keluar kelas, menuju kantin sekolah. hanya ada empat orang yang tinggal, dalam kelas. aku, Rasti, dan teman-teman kelasnya.
"Ras, siapa lagi teman barumu ini?" ucap Nanda dengan begitu, penasaran dan antusias.
"Dia temanku, bernama Dilla Arelita. Kami sangat dekat dan bertetangga."
"Apa kalian sudah lama mengenal?"
"Iya, sangat lama. sejak masih taman kanak-kanak."
"Kenapa baru kami lihat, dia sekolah hari ini?"
"Apa dia libur selama ini?"
"Eheem. suara deheman mengawali jawaban yang diberikan Rasti kepada teman-temannya. begini, dia memang baru, masuk sekolah hari ini. Dilla murid baru di sekolah ini, dan saya harap kalian menerimanya, sebagai teman kelas baru kita.
"Oh ya Ras, apa dia mau mengenal kami berdua? tanya findi dengan sangat penasarannya
"Hmmm." Rasti menyenggol lenganku, seakan meminta penjelasan padaku, agar aku menjawab tanya mereka.
"Saya bernama Dilla Arelita, saya seorang murid baru disini. semoga kita semuanya bisa mengenal dan menjadi teman yang terbaik. tentu saya ingin mengenal kalian, dengan baik lagi." jawab Dilla dengan kikuk.
"Baiklah, kami berdua juga, akan memperkenalkan diri masing-masing." ucap Nanda dengan senyuman manis.
"Nama aku, Nurul Ananda Sari, saya punya saudara enam orang. ayah ibu ku, seorang pekebun pisang. dan aku anak yang rajin di rumah. pekerjaan rumah selalu aku jalani dengan lincah dan lancar. aku anaknya rajin dan tentunya bisa diandalkan dalam melakukan bersih-bersih rumah."
Ku tatap arah ke wajah teman satunya Rasti. dan iapun mengenalkan dirinya padaku.
"Perkenalkan nama aku, Findi Arlinda. Saya empat bersaudara. ayah saya seorang penjual sapi. sedang ibu saya, hanya ibu rumah tangga biasa. saya harap kita bisa jadi teman terbaik."
"Saya berharap, Kita semua bisa bersahabat dalam kelas ini. Apa kalian setuju?" tanya Rasti pada teman-temannya.
"Iya, kami setuju." Jawab mereka serempak.
"Oh ya Ras, kemarin itu. ada PR bahasa Indonesia loh, dari ibu Hesti? Apa kamu ada contekan buat kami?" ucap Nanda tanpa rasa malu.
"Kalian ini yah! maunya yang enak dan santai saja."
"Aku juga lupa kerja PRnya." ucap Findi dengan entengnya.
"Kami juga sama, makanya minta nyontek." balas ucap Nanda dengan wajah lucu.
"Ya udah sama-sama mengerjakan." ucap Findi dengan entengnya.
"Tapi.. bagaimana dengan teman mu ini? Dia kan belum mengerjakan PR bahasa Indonesia. Iya kan, baru masuk sekolah hari ini." Jawab Nanda dengan begitu serius.
"Kamu udah Jawab itu. Emang temanku ini, belum ada PR. Dia kan baru masuk sekolah. bagaimana dia punya PR? kamu Nanda, ada-ada saja. kok itu, masih bingung?"
"Maaf, kirain."
"Kalau Dilla masuk hari ini, dan hari ini ada PR. artinya besok atau lusa, Dilla harus siap-siap untuk mengumpulkan PR pada bapak/ibu guru di sekolah. begitu kan?"
"Iya yaya. aku paham."
Aku hanya bingung, memperhatikan mereka dalam mengerjakan yang katanya PR. seumur-umur, baru mendengar dan belum mengerti apa itu, namanya PR. apa aku, ini orang bodoh? kata itu saja, susah buat aku mengerti! gimana nanti, kalau aku. ditanya macam-macam oleh pak guru, bu guru di sekolah? apakah aku bisa menjawab pertanyaan dari bapak dan ibu guru di sekolah.
"Dil, Dilla. kok kamu, diam aja disitu?"
"Maaf, teman-teman. aku hanya bingung aja."
"Malah melamun kamu. takutnya, kamu kesurupan loh!"
"Iya, yaya. maaf teman-teman, aku lagi perhatikan kalian. kalian sibuk mengerjakan PR. sedang aku, hanya duduk, diam disini. apa tugas dari para guru itu? susah ya? buat dikerjakan."
"Tergantung kita paham atau tidak! kalau kamu, bisa mengerti penjelasan dari pak guru dan bu guru. maka, tidak akan susah buat jawabnya." jawab entengnya findi.
"Oh ya? kalian kalau sekolah berapa hari?"
"Dari hari senin-sabtu. emang kamu belum tahu? masalah ginian!" jawab Nanda dengan seriusnya.
"Tentu kalian tahu! aku baru masuk sekolah hari ini."
"Kayaknya kamu Dilla! banyak-banyaklah bertanya pada kami. bagaimana itu sekolah? supaya kamu gak bingung kedepannya." Jawab findi dengan senyum sumringah.
"Dil. Dilla. kamu gak usah ragu, mereka orang baik kok. mereka adalah teman-teman kita juga, sama halnya kamu adalah temanku. sekarang! Kita harus saling menguatkan satu sama lain." tutur panjang Rasti pada Dilla.
"Iya, kamu tidak usah ragu pada kami. Insyaallah kita bisa jadi besti. saling mendukung satu sama lain. bila ada masalah, dari salah seorang dari kita. bersama-sama saling menguatkan, menghadapi, dan menyelesaikan." Terang findi dengan antusias.
"Terimakasih ya teman-teman. alhamdulillah kalian sudah, menerima aku sebagai teman baik. mudah-mudahan kita kedepannya. hubungannya lebih dekat dan dalam lagi."
"Amiin." Jawab mereka berbarengan dengan senyum sumringah dibibir masing -masing.
"Oh ya teman-teman. gimana cara mengerjakan mapel matematika nya?"
"Ini sih gampang! Tinggal kamu tambah dengan bilangan satunya. contoh ; 10+13\= 23. cara menyelesaikan begini; 0+3\=3 dan 1+1 \=2. Lalu, digabungkan jadi 23." Rasti antusias menjawab mapel matematika.
"kalau matematika bentuk pengurangan? cara kerjanya gimana?"
"Ini sama saja, sangat mudah! soalnya ada bilangan seperti ini; 50-23\= 33. cara menyelesaikan begini; dari angka belakang mulai kita mengurangi bilangan. mulai dari 0-3\= 7, karena bilangan nol tidak ada nilai, jadi pinjam angka didepan, dan bilangan kedua, 5-2 \=3. dan jika digabungkan jadi 37."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Layla
Buat saya, ini sih cerita yang harus masuk ke dalam top chart semua platform.
2024-02-23
3