Bab 8 Papah pulang!

Berhari-hari telah terlewati, sangat baik, penuh warna, suka cita, dengan bersama-sama teman-teman baiknya. alhamdulillah semuanya ada, dan sangat mendukung selama ini. dengan banyak kata semangat dari mereka, untuk hidup lebih baik serta penuh keceriaan.

"Mah, lihat baju olahraga ku dikursi?" tanya kak Handi, pada mama yang sedang menyapu rumah.

"Mama, sudah letakkan dimeja setrika. disitu juga, ada celana training mu. mama sudah setrika dengan rapi."

"Baik mah, terimakasih."

"Kamu mau kemana nak?"

"Biasa mah, teman-teman ngajakin main bola bareng di lapangan."

"Pulang jam berapa nak? Ini siang hari, kamu malah main bola."

"Tidak tahu juga mah, mungkin agak sore."

"Baiklah, hati-hatilah dan jaga diri dengan baik."

Dan tak lama, dari jaraknya kepergian kak Handi untuk bermain bola. Nila terbangun dari tidurnya, dan ngajakin aku main boneka. boneka yang terbuat dari sarung, dan terus-terusan mengguncangkan bahu, tanpa kata lelah, selalu mengajak bermain. meski suaranya mulai pelan-pelan dan seperti hilang tenggelam di tenggorokan. dia sangat bersemangat dan tidak ada kata menyerah ataupun berpasrah diri.

"Kak ayo main. Nila, ada boneka yang cantik." celoteh riang adikku, membangunkan lamunanku mengenai sikap kak handi, yang seperti memusuhi.

"Selama ini kak Handi mendiami ku dirumah. entah apa maksudnya. selalu saja, memberikan tatapan tajamnya itu. apa salah dariku, ya Allah. apa dia begitu membenciku?" batin berbicara dari hati ke hati.

"Hmm, kakak. Ayo main."

"Ayo kita mainin bonekanya."

"Yaa horeee."

Hari minggu adalah, hari yang menyenangkan bagi semua anak-anak. namun aku malas kemana-mana, dan dirumah hanya kebosanan yang menemani waktuku yang terbuang banyak. aku bermain boneka, bersama dengan adikku, hanya untuk menyenangkannya. apapun itu, aku lakukan untuk bisa membahagiakan adik perempuanku satu-satunya. wajahnya begitu berseri, dengan bermain boneka sarung bersamaku. sungguh pemandangan yang menggemaskan, bagi orang-orang dewasa yang menonton kami bermain.

"Assalamualaikum dik."sapa kak Ari, dengan lambaian tangan, pada kami yang sedang bermain boneka.

"Waalaikumsalam kak."jawab kami berbarengan dengan mata menatap serius.

"Adik-adikku ini, sedang main apa?" tanya kak ari dengan nada candaan.

"Ini kak, boneka." ucap balas dari adikku Nila.

"Kak Ari, kemana saja tadi pagi? Kenapa baru pulang kak?"tanyaku padanya dengan sedikit ada rasa penasaran.

"Ini kakak, ada kerja kelompok dirumah teman."

"Kakak, jarang dirumah. rumah begitu sunyi tanpa adanya kakak."

"Hmm, kamu rindu kakak ya?"

"Rindu juga, bukan kak. hanya saja, kami merasa tidak ada teman dirumah. kak Ari, sudah tahu toh! kak Handi, terus-terusan pergi main sama temannya dan jarang dirumah. kenapa kalian sibuk dengan diri sendiri? lalu, waktu buat kami? mana coba kak?"

"Iya deh, kakak bakal mengajari kamu membaca. supaya adikku yang cantik ini, tetap dikelas yang diinginkan."

"Benarkah kak?"

"Iya dong, kalian adalah adik perempuanku yang manis dan menggemaskan."

"Terimakasih kak Ari, kakak yang manis juga." ucap Nila sebagai perwakilan aku.

"Ok, kakak mau istirahat dikamar. kalian lanjut bermain dan bersenang-senang."

"Hmmm."

Jam dinding berbunyi, menyanyikan lagu merdu dan terdengar nyaring ditelinga. sebuah pertanda waktu memasuki sore, ternyata sudah pukul 15.30. saatnya aku beranjak dari tempat, dan pergi kekamar mandi. segalanya sudah disiapkan, dari pakaian rumahan, ditata rapi dimeja setrika, peralatan mandi, semuanya ada dikamar mandi. Aku hanya langsung menggunakan nya, karena mamaku adalah sosok ibu yang penuh tanggungjawab dan sangat diandalkan dalam hal kebutuhan rumah tangga.

"Nila, ayo dik. mandi supaya segar!"

"Kak, nanti aja deh."

"Ini sudah sore loh. nanti mama marah-marah lagi, kamu tidak mandi. apalagi bau badanmu asem. Sangat tidak enak dicium."

"Kak Dilla, bawel juga deh. aku masih mau main kak."

"Mainnya bisa dilanjut lagi."

"Tapi kak, masih mau main."

Dengan gerakan cepat oleh tangan ini, aku merapikan bonekanya kedalam lemari serta menguncinya. Nila susah untuk diajak kerjasama apalagi masalah kebersihan. mama terus berpesan padaku, agar memperhatikan Nila, yang susah mandi. Itulah mengapa disaat mama, sedang tidur atau tidak ada dirumah. akulah yang ditugaskan untuk memerintahnya mandi dan bersih-bersih. Jika perlu aku yang memandikan Nila. dan sementara aku memilih pakaian yang akan dikenakan Nila, ada ketukan keras diluar pintu rumah kami, sedang aku kunci, oleh karena aku merasa takut tanpa adanya orang tua di rumah.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." sahutku dengan disertai, mengintip celah pintu yang berlubang, memastikan siapa yang datang.

"Papah." ucapan dalam diam.

Aku yang sempat melamun, dengan segera membukakan pintu untuk papah, kedatangannya yang selalu aku nanti-nantikan, sehingga dia berdiri di hadapanku, dengan senyum sumringah yang menyapa putri tersayang. sungguh pemandangan yang manis dan luar biasa.

"Oh, ternyata anakku yang membukakan pintu, untuk papah?"

"Papah kok baru pulang?"

"Maaf, papah baru bisa pulang nak."

"Kenapa pah?"

"Papah menunggu hasil tani, sayang."

"Papah sudah menjualnya?"

"Iya."

"Mana pah? aku mau uang pah." menadahkan tangan pada papanya untuk diberi uang.

"Kecil-kecil sudah pintar minta uang."

"Papah, aku butuh jajan di sekolah."

"Apa?! Kamu sekolah nak?" wajah papa terheran-heran memandangku.

"Apa papah belum tahu?"

"Iya sayang. papa baru tahu hari ini."

"Mama belum mengabari papah?"

"Mamamu gak pernah bilang."

"Papa aku sekolah itu sudah dua minggu loh!"

"Benarkah?"

"Selama dua minggu juga, aku nungguin papah. Aku mau bilang, aku sekolah pah."

"Sayang, gimana ceritanya. Kamu bisa sekolah nak."

"Waktu itu, aku bilangin mama. mah aku mau sekolah."

"Lalu?"

"Mamah mencarikan aku baju seragam di lemari. tapi.. bajunya sudah bolong dan tak layak pakai. lalu, mama membawaku kerumah tante. minta baju seragam disana."

"tante yang mana itu nak?"

"Tante Pindu pah."

"Ooh."

"Lalu sekarang bajunya ada dikasih sama kamu nak."

"Iya pah."

"Baiklah papah, bakal belikan kamu baju seragam baru, tas, dan sepatunya. Apa kamu suka ide papah?"

"Benar pah?"

"Iya sayang."

Dekapannya yang hangat, membuang segala kerinduan dalam dada. papah akhirnya pulang ke rumah, setelah dua minggu menunggunya pulang. namun, ada yang aneh. papah seperti menangis dalam posisi aku dipeluknya. ada rembesan-rembesan air yang mengaliri kebawah punggung. kenapa papah bersedih? apa itu karena kerinduan yang tertahan, dengan putri kesayangan papah? usap-usapan hangat di kepala, terus-terusan mengulang beberapa kali, kalau dihitung sudah sepuluh kali. apa papah begitu sakit? saat tahu aku sekolah? ada apa dengan papah?

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam!"jawab papah dengan semangat.

"Papah kapang pulang?"mama bertanya dan menyalami papah dengan takzim.

"Ini baru tadi. satu jam lalu."

"Mah, apa benar Dilla kembali sekolah?"

"Iya pah. maaf mama, belum bisa mengabari."

"Kenapa?"

"Takut mengganggu pekerjaan papa di kota."

"Gak kok mah. papa malah senang ada kabar gembira ini."

"Papa gak marah?"

"Kenapa?"

"Mama tidak beritahu papa. mengenai Dilla sekolah."

"Gak kok. mama sudah jelaskan alasannya."

"Syukurlah, pa."

"Mah, papa sudah pulang!"sapa kak Handi, dari habis main bola.

"Iya nak. tuh, papamu sedang makan bareng Dilla dan Nila.

"Papah."

"Handi sini nak, makan bareng kita."

"Tidak pah, Handi sudah kenyang."

"Ya sudah kamu, bersihkan badanmu saja dulu dan makanlah sesudahnya."

"Baik pah."

"Papa pulang!"kak Ari, melangkah kearah kami dan menyalami tangan papah takzim.

"Kamu habis bangun tidur Ri?"

"Iya pah."

"Biasakan tidur tuh, jangan terlalu lama. ini sudah jam berapa? gak baik anak bujang tidur kelamaan.

"Baik pah. aku pamit mandi dulu."

"Mah, mana Ferdi?"

"Dia dalam ayunan, sedang bobok pa."

"Ya udah setelah bangun. mandiin Ferdi, dan beri pada papa. papa kangen mereka, dan mengajak anak-anak bermain."

"Pah, mama pamit ke dapur dulu. ada masakan belum mama selesaikan "

"Hmmm."

"Anak-anak masih mau tambah makanan?"

"Cukup pah."jawab mereka serempak dan sambil senyum-senyum kecil.

"Baiklah nak, tunggu papah diruang keluarga. papa mau membersihkan badan dulu."

"Iya pah."

Mereka semuanya sudah berkumpul di ruangan keluarga. mengobrol, bercanda, dan nonton TV film kesayangan. kak Handi terus mengajak papah mengobrol, tentang kehebatan bermain bola di lapangan. papah sangat antusias mendengar, kehebohan kak Handi menjelaskan kehebatan main bola. aku melihat kak Handi, begitu bahagia bisa bersama papah. sedang kak Ari, seperti menjaga jarak pada papah. dia hanya bicara seperlunya saja, tidak pernah saya lihat kak Ari, bercerita tentang kepintarannya di sekolah. apa yang terjadi pada mereka? mengapa juga kak Handi seperti menganggap aku musuh. Ini benar-benar membuatku bingung.

Episodes
1 Bab 1 Niat Sekolah
2 Bab 2 bertemu kepsek
3 Bab 3 Tes Masuk Sekolah Oleh Pak Kepsek
4 Bab 4 Masa Lalu Ortu (POV MAMA)
5 Bab 5 Hari Pertama Sekolah
6 Bab 6 Mengenal Satu Sama Lain
7 Bab 7 Empat Gadis Imut, Adalah Bestie!
8 Bab 8 Papah pulang!
9 Bab 9 Belajar Membaca, oleh Abang Ari laksmana
10 Bab 10 Masa Lalu Ortu (POV PAPA)
11 Bab 11 lulus Membaca, Dan Besti Bersambut Riang
12 Bab 12 Rencana berlibur, ikut papah ke kota
13 Bab 13 Satu Minggu Sudah Liburnya, Aku Pun Ikut Papah Ke Kota P
14 Bab 14 Singgah Dirumah Kakek-Nenek Tua
15 Bab 15 Tiba Di kota P, Dan Bertemu Kakak Sepupu Citra
16 Bab 16 Pagi Di Kota P, Dilla Dibawa Keliling Pasar
17 Bab 17 Dua Hari Di kota P, Dilla Bosan Dan Rindu Kepada Bestie
18 Bab 18 Upah Cokelat Dibagi Papah, Dilla Hanya Dapat Bagian Kecil
19 Bab 19 Malam Terakhir Di Kota P, Paginya Kami Pulang Kampung
20 Bab 20 (POV) Citra Lusia
21 Bab 21 Tiba Dirumah, Mamah, Adik-Adik Menyambut Gembira
22 Bab 22 Hadiah Dari Tante Mita, Aku Dan Adikku Membukanya
23 Bab 23 Dilla Kelas Empat SD, Nila Baru Masuk SD
24 Bab 24 Kelas Baru dan Guru Baru
25 Bab 25 Bertemu Ibu Guru Baru, Belajar Masih Momen Libur
26 Bab 26 Seminggu Hanya Absensi Guru Dan Belajar Mandiri Di Kelas
27 Bab 27 Papah Ke Jakarta?
28 Bab 28 Mata Pelajaran Matematika, Solusi Adalah Kalkulator.
29 Bab 29 Hadiah Dari Jakarta Oleh Papah
30 Bab 30 Tas Baru Dan Sorakan Meriah Bestie-bestie
31 Bab 31 Mata Pelajaran Agama, Oleh Bapak Baskoro Ayahanda Abdil
32 Bab 32 Ceritaku Pada Mamah, Setelah Pulang Sekolah
33 Bab 33 Kakek Datang Ke Rumah, Mamah Malah Bercerita Masa Kecilku
34 Bab 34 Malam Senin Penuh Rasa Luka
35 Bab 35 Tibalah Mapel Matematika? Aku Dan Bestie Dapat Seratus
36 Bab 36 Dua mapel sekarang, PKN dan IPA setelah dua Minggu Lalu
37 Bab 37 Bernyanyi Seru Bareng Bestie, Menyambut Mapel Masuk
38 Bab 38 Menunggu Jam Mapel Terakhir Masuk Dan Bergosip
39 Bab 39 Marilah Kita, Belajar Bahasa Indonesia, Teman-teman
40 Bab 40 Pulang Ke Rumah Masing-Masing, Dilla Dan Rasti Berbeda
41 Bab 41 Mapel Jumat Diganti Dengan Gotong Royong Bersih-Bersih
42 Bab 42 Berolahraga Ria Di Pagi Hari
43 Bab 43 Rasti Mengajak Bermain Di Pelabuhan Labuang
44 Bab 44 Pulang Sekolah, Di Rumah Rasti Dan Membahas Matematika
45 45 Malam Hari Yang Mencemaskan Di Empat Rumah
46 Bab 46 Mari Kita Hadapi Bersama-sama
47 Bab 47 Agama Penting, Dan Setoran Doa Untuk Guru Agama Di Kelas
48 Bab 48 Belajar IPS Dan saling tanya jawab antar teman
49 Bab 49 Mari Teman2, Kita Sama2 Bercerita Perubahan Tahun Ketahun
50 Bab 50 Gotong Royong Membersihkan Halaman Sekolah, Rasti Dilla?
51 Bab 51 Olahraga Lagi, Dan Bertemu Siswa Di Sekolah Sebelah
52 Bab 52 Kak Ari Pekerja Di Pelabuhan Kapal Dan Kak Handi Juga
53 Bab 53 Menguntit Abang Sampai Ke Pelabuhan Kapal
54 Bab 54 Aku Belajar Di Kesunyian Malam
55 Bab 55 Amukan Ibu Guru Oleh Kecurangan Kami Murid-Muridnya
56 Bab 56 Berdiskusi Di Pohon Mangga, Rasa Menyesal Berbuat Curang
57 Bab 57 Belajar Mengenal Pemerintahan Desa Dan kecamatan Sendiri
58 Bab 58 Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
59 Bab 59 Pulang Sekolah Aku Dapati Si Kecil Ferdi Ngompol Nangis
60 Bab 60 Belajar Bahasa INA Dengan Memahami Cerita Dan Menjawabnya
61 Bab 61 Makan Es Kelapa Buatan Kak Ari, Di Siang Hari Panas-panas
62 Bab 62 Menanam Bunga-Bunga Cantik Di Pekarangan Sekolah
63 Bab 63 Adu Kekuatan Di Pagi Hari
64 Bab 64 Sepulang Dari Sekolah, Erwin Di Marahi Mamanya
65 Bab 65 Tamu Di Malam Hari, Datang Temui Papah Dengan Mobil Taksi
66 Bab 66 Membawa Adik Kecil Ke Sekolah
67 Bab 67 Ketahuan Ibu Guru, Bawa Bayi Kecil Dalam Tas
68 Bab 68 Cerita Setelah Ketahuan Oleh Ibu Guru
69 Bab 69 Cerita Mama Setelah Pulang Sekolah, Katanya Ferdi Nakal
70 Bab 70 Ujian Semester Ganjil Berakhir, Kami Bersenandung Riang
71 Bab 71 Papah Pulang Dari Kota, Ketika Di Hari Ke Empat Libur Sekolah
72 Bab 72 Malam Yang Tak Biasanya
73 Bab 73 Murka Handi, Aku Mendapati Masa Lampau Buruk Dan Berduka
74 Bab 74 Dilla Dipaksa Untuk Jujur
75 Bab 75 Kekecewaan Dan Amarah Besar Kedua Orang Tua
76 Bab 76 POVE Ari Laksmana
77 Bab 77 Murka Papah Yang Tidak Tertahan Lagi
78 Bab 78 Handi Mendapat Pelajaran Dari Papahnya
79 Bab 79 POVE PAPAH!
80 Bab 80 Desakan Mama Kepada Handi
81 Bab 81 POVE MAMA!
82 Bab 82 Dapat Teman Baru Di Kelas Dari Kalimantan
83 Bab 83 Sisi Lemah Mino Dihadapan Kami Berempat
84 Bab 84 Pertama Kali Berkemah, Kami Bersorak Gembira Menyambut
85 Bab 85 Hari Pertama Di Perkemahan Tepat Di Atas Gunung
86 Bab 86 Berburu Bendera Merah Putih Untuk Menjawab Teka-Teki
87 Bab 87 Tepar Nya Kami Sepulangnya Dari Perkemahan
88 Bab 88 Pamit Mino Sebelum Pulang Ke Kalimantan
89 Bab 89 Paman Pinjam Motor, Kenapa Marah?
90 Bab 90 Kemarahan Nenek Oleh Aduan Paman
91 Bab 91 Luapan Air Mata Di Rumah Tetangga
92 Bab 92 Lebaran Fitri Pertama Bagiku
93 Bab 93 Ujian Semester Genap
94 Bab 94 Tragedi Naik Kelas Lima
95 Bab 95 Amir Pulang Ke Rumahnya
96 Bab 96 Kabar Amir Pindah Sekolah
97 Bab 97 Patah Hati, Amir Pindah Sekolah
98 Bab 98 Ibu Guru Mungil, Ramping, Dan Cantik
99 Bab 99 Perkenalan Pertama Ibu Guru Cantik, Senyuman Gigi Kelinci
100 Bab 100 POVE Guru Cantik
101 Bab 101 Cerita Kami Di Pelabuhan
102 Bab 102 Dilla Melamun Di Teras Rumah
103 Bab 103 Jadwal Mata Pelajaran Kelas Lima
104 Bab 104 Tema Peta Konsep Terkait Hiburan
105 Bab 105 Bernyanyi Bareng Nila Dan Ferdi
106 Bab 106 Tugas Berat Bagi Kami Semua
107 Bab 107 Nila Kegirangan Melihat Bintang Jatuh
108 Bab 108 Alat Pernapasan Manusia
109 Bab 109 Malam Yang Penuh Nyamuk
110 Bab 110 Bertemu Ibu Guru Cantik
111 Bab 111 Tanya jawab Peninggalan sejarah Hindu-Budha dan Islam
112 Bab 112 Nila Batuk-batuk Dan Ferdi Juga Demam Tinggi
113 Bab 113 Mamah Merasa Capek Dari Sekolah
114 Bab 114 Yuk Belajar Matematika
115 Bab 115 Erwin Heran Dengan Kedatangan Kami
116 Bab 116 Menulis Surat at-Tin.
117 Bab 117 Pencuri Kecil Di Pelabuhan (Jeruk Cina)
118 Bab 118 Kebohongan Kecil Rasti Menyelamatkanku
119 Bab 119 Menyimak Cerita Tokoh Srikandi Tari
120 Bab 120 peraturan perundang-undangan
121 Bab 121 Rasa Malas Dilla Setelah Sekolah
122 Bab 122 Malam Bersenda Gurau
123 Bab 123 Tumbuhan Hijau
124 Bab 124 Kangen Papah!
125 Bab 125 Keragaman kenampakan dan pembagian wilayah waktu di Indonesia
126 Bab 126 Ferdi Menangis Minta Bertemu Papah
127 Bab 127 Belajar dan Menyimak
128 Bab 128 Main Jingkrak Disamping Rumah Rasti
129 Bab 129 Setoran At-Tin
130 Bab 130 Rasti Jatuh Cinta?
131 Bab 131 Nur Aini?
132 Bab 132 Kapal Berlabuh Indah Dilautan
133 Bab 133 Semester Genap
134 Bab 134 Syakillah Ada Pacar?
135 Bab 135 Musim Buah Mangga
136 Bab 136 Bermain Ketapel
137 Bab 137 Mangga Depan Rumah
138 Bab 138 Teguran Main Di Samping Rumah
139 Bab 139 Cerita Luka Keluarga
140 Bab 140 Sekolah Dirobohkan?
141 Bab 141 Berita Amir Sekolah
142 Bab 142 Kami Numpang Belajar
143 Bab 143 Masuk Siang
144 Bab 144 Rezeki Ikan Pagi
145 Bab 145 Aku Kerja Di Sekolah
146 Bab 146 Menyambut Bulan Suci
147 Bab 147 Hasil Kerjaku Di Bulan Suci
148 Bab 148 Hari Kemenangan Bersama
149 Bab 149 Amir Berulah Di Sekolah Kami
150 Bab 150 Sanksi Untuk Amir
151 Bab 151 Abang Handi Di Sengat Ikan Pari
152 Bab 152 Abang Handi Terbaring Lemah
153 Bab 153 POVE MAMA!
154 Bab 154 Abang Handi Kesakitan
155 Bab 155 POVE Rasti!
156 Bab 156 Abang Handi Pulih Total
157 Bab 157 Penamatan Qur'an Sekampung
158 Bab 158 Patah hati, Bu Syakillah!
159 Bab 159 POVE Syakillah!
160 Bab 160 Kemarahan Untuk Bu Syakillah!
161 Bab 161 Menjelang Ujian Nasional
162 Bab 162 POVE HANDI!
163 Bab 163 Ujian Nasional
164 Bab 164 Nilai Ujian Nasional Tinggi
165 Bab 165 Sisi lain ibu Rasti!
166 Bab 166 Perpisahan Sekolah
167 Bab 167 Kabar Bu Syakillah menikah!
168 Bab 168 Mata Haru Papah!
169 Bab 169 POVE PAPAH!
170 Bab 170 POVE MAMA!
171 Bab 171 Akhir Sebuah Kisah!
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Bab 1 Niat Sekolah
2
Bab 2 bertemu kepsek
3
Bab 3 Tes Masuk Sekolah Oleh Pak Kepsek
4
Bab 4 Masa Lalu Ortu (POV MAMA)
5
Bab 5 Hari Pertama Sekolah
6
Bab 6 Mengenal Satu Sama Lain
7
Bab 7 Empat Gadis Imut, Adalah Bestie!
8
Bab 8 Papah pulang!
9
Bab 9 Belajar Membaca, oleh Abang Ari laksmana
10
Bab 10 Masa Lalu Ortu (POV PAPA)
11
Bab 11 lulus Membaca, Dan Besti Bersambut Riang
12
Bab 12 Rencana berlibur, ikut papah ke kota
13
Bab 13 Satu Minggu Sudah Liburnya, Aku Pun Ikut Papah Ke Kota P
14
Bab 14 Singgah Dirumah Kakek-Nenek Tua
15
Bab 15 Tiba Di kota P, Dan Bertemu Kakak Sepupu Citra
16
Bab 16 Pagi Di Kota P, Dilla Dibawa Keliling Pasar
17
Bab 17 Dua Hari Di kota P, Dilla Bosan Dan Rindu Kepada Bestie
18
Bab 18 Upah Cokelat Dibagi Papah, Dilla Hanya Dapat Bagian Kecil
19
Bab 19 Malam Terakhir Di Kota P, Paginya Kami Pulang Kampung
20
Bab 20 (POV) Citra Lusia
21
Bab 21 Tiba Dirumah, Mamah, Adik-Adik Menyambut Gembira
22
Bab 22 Hadiah Dari Tante Mita, Aku Dan Adikku Membukanya
23
Bab 23 Dilla Kelas Empat SD, Nila Baru Masuk SD
24
Bab 24 Kelas Baru dan Guru Baru
25
Bab 25 Bertemu Ibu Guru Baru, Belajar Masih Momen Libur
26
Bab 26 Seminggu Hanya Absensi Guru Dan Belajar Mandiri Di Kelas
27
Bab 27 Papah Ke Jakarta?
28
Bab 28 Mata Pelajaran Matematika, Solusi Adalah Kalkulator.
29
Bab 29 Hadiah Dari Jakarta Oleh Papah
30
Bab 30 Tas Baru Dan Sorakan Meriah Bestie-bestie
31
Bab 31 Mata Pelajaran Agama, Oleh Bapak Baskoro Ayahanda Abdil
32
Bab 32 Ceritaku Pada Mamah, Setelah Pulang Sekolah
33
Bab 33 Kakek Datang Ke Rumah, Mamah Malah Bercerita Masa Kecilku
34
Bab 34 Malam Senin Penuh Rasa Luka
35
Bab 35 Tibalah Mapel Matematika? Aku Dan Bestie Dapat Seratus
36
Bab 36 Dua mapel sekarang, PKN dan IPA setelah dua Minggu Lalu
37
Bab 37 Bernyanyi Seru Bareng Bestie, Menyambut Mapel Masuk
38
Bab 38 Menunggu Jam Mapel Terakhir Masuk Dan Bergosip
39
Bab 39 Marilah Kita, Belajar Bahasa Indonesia, Teman-teman
40
Bab 40 Pulang Ke Rumah Masing-Masing, Dilla Dan Rasti Berbeda
41
Bab 41 Mapel Jumat Diganti Dengan Gotong Royong Bersih-Bersih
42
Bab 42 Berolahraga Ria Di Pagi Hari
43
Bab 43 Rasti Mengajak Bermain Di Pelabuhan Labuang
44
Bab 44 Pulang Sekolah, Di Rumah Rasti Dan Membahas Matematika
45
45 Malam Hari Yang Mencemaskan Di Empat Rumah
46
Bab 46 Mari Kita Hadapi Bersama-sama
47
Bab 47 Agama Penting, Dan Setoran Doa Untuk Guru Agama Di Kelas
48
Bab 48 Belajar IPS Dan saling tanya jawab antar teman
49
Bab 49 Mari Teman2, Kita Sama2 Bercerita Perubahan Tahun Ketahun
50
Bab 50 Gotong Royong Membersihkan Halaman Sekolah, Rasti Dilla?
51
Bab 51 Olahraga Lagi, Dan Bertemu Siswa Di Sekolah Sebelah
52
Bab 52 Kak Ari Pekerja Di Pelabuhan Kapal Dan Kak Handi Juga
53
Bab 53 Menguntit Abang Sampai Ke Pelabuhan Kapal
54
Bab 54 Aku Belajar Di Kesunyian Malam
55
Bab 55 Amukan Ibu Guru Oleh Kecurangan Kami Murid-Muridnya
56
Bab 56 Berdiskusi Di Pohon Mangga, Rasa Menyesal Berbuat Curang
57
Bab 57 Belajar Mengenal Pemerintahan Desa Dan kecamatan Sendiri
58
Bab 58 Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
59
Bab 59 Pulang Sekolah Aku Dapati Si Kecil Ferdi Ngompol Nangis
60
Bab 60 Belajar Bahasa INA Dengan Memahami Cerita Dan Menjawabnya
61
Bab 61 Makan Es Kelapa Buatan Kak Ari, Di Siang Hari Panas-panas
62
Bab 62 Menanam Bunga-Bunga Cantik Di Pekarangan Sekolah
63
Bab 63 Adu Kekuatan Di Pagi Hari
64
Bab 64 Sepulang Dari Sekolah, Erwin Di Marahi Mamanya
65
Bab 65 Tamu Di Malam Hari, Datang Temui Papah Dengan Mobil Taksi
66
Bab 66 Membawa Adik Kecil Ke Sekolah
67
Bab 67 Ketahuan Ibu Guru, Bawa Bayi Kecil Dalam Tas
68
Bab 68 Cerita Setelah Ketahuan Oleh Ibu Guru
69
Bab 69 Cerita Mama Setelah Pulang Sekolah, Katanya Ferdi Nakal
70
Bab 70 Ujian Semester Ganjil Berakhir, Kami Bersenandung Riang
71
Bab 71 Papah Pulang Dari Kota, Ketika Di Hari Ke Empat Libur Sekolah
72
Bab 72 Malam Yang Tak Biasanya
73
Bab 73 Murka Handi, Aku Mendapati Masa Lampau Buruk Dan Berduka
74
Bab 74 Dilla Dipaksa Untuk Jujur
75
Bab 75 Kekecewaan Dan Amarah Besar Kedua Orang Tua
76
Bab 76 POVE Ari Laksmana
77
Bab 77 Murka Papah Yang Tidak Tertahan Lagi
78
Bab 78 Handi Mendapat Pelajaran Dari Papahnya
79
Bab 79 POVE PAPAH!
80
Bab 80 Desakan Mama Kepada Handi
81
Bab 81 POVE MAMA!
82
Bab 82 Dapat Teman Baru Di Kelas Dari Kalimantan
83
Bab 83 Sisi Lemah Mino Dihadapan Kami Berempat
84
Bab 84 Pertama Kali Berkemah, Kami Bersorak Gembira Menyambut
85
Bab 85 Hari Pertama Di Perkemahan Tepat Di Atas Gunung
86
Bab 86 Berburu Bendera Merah Putih Untuk Menjawab Teka-Teki
87
Bab 87 Tepar Nya Kami Sepulangnya Dari Perkemahan
88
Bab 88 Pamit Mino Sebelum Pulang Ke Kalimantan
89
Bab 89 Paman Pinjam Motor, Kenapa Marah?
90
Bab 90 Kemarahan Nenek Oleh Aduan Paman
91
Bab 91 Luapan Air Mata Di Rumah Tetangga
92
Bab 92 Lebaran Fitri Pertama Bagiku
93
Bab 93 Ujian Semester Genap
94
Bab 94 Tragedi Naik Kelas Lima
95
Bab 95 Amir Pulang Ke Rumahnya
96
Bab 96 Kabar Amir Pindah Sekolah
97
Bab 97 Patah Hati, Amir Pindah Sekolah
98
Bab 98 Ibu Guru Mungil, Ramping, Dan Cantik
99
Bab 99 Perkenalan Pertama Ibu Guru Cantik, Senyuman Gigi Kelinci
100
Bab 100 POVE Guru Cantik
101
Bab 101 Cerita Kami Di Pelabuhan
102
Bab 102 Dilla Melamun Di Teras Rumah
103
Bab 103 Jadwal Mata Pelajaran Kelas Lima
104
Bab 104 Tema Peta Konsep Terkait Hiburan
105
Bab 105 Bernyanyi Bareng Nila Dan Ferdi
106
Bab 106 Tugas Berat Bagi Kami Semua
107
Bab 107 Nila Kegirangan Melihat Bintang Jatuh
108
Bab 108 Alat Pernapasan Manusia
109
Bab 109 Malam Yang Penuh Nyamuk
110
Bab 110 Bertemu Ibu Guru Cantik
111
Bab 111 Tanya jawab Peninggalan sejarah Hindu-Budha dan Islam
112
Bab 112 Nila Batuk-batuk Dan Ferdi Juga Demam Tinggi
113
Bab 113 Mamah Merasa Capek Dari Sekolah
114
Bab 114 Yuk Belajar Matematika
115
Bab 115 Erwin Heran Dengan Kedatangan Kami
116
Bab 116 Menulis Surat at-Tin.
117
Bab 117 Pencuri Kecil Di Pelabuhan (Jeruk Cina)
118
Bab 118 Kebohongan Kecil Rasti Menyelamatkanku
119
Bab 119 Menyimak Cerita Tokoh Srikandi Tari
120
Bab 120 peraturan perundang-undangan
121
Bab 121 Rasa Malas Dilla Setelah Sekolah
122
Bab 122 Malam Bersenda Gurau
123
Bab 123 Tumbuhan Hijau
124
Bab 124 Kangen Papah!
125
Bab 125 Keragaman kenampakan dan pembagian wilayah waktu di Indonesia
126
Bab 126 Ferdi Menangis Minta Bertemu Papah
127
Bab 127 Belajar dan Menyimak
128
Bab 128 Main Jingkrak Disamping Rumah Rasti
129
Bab 129 Setoran At-Tin
130
Bab 130 Rasti Jatuh Cinta?
131
Bab 131 Nur Aini?
132
Bab 132 Kapal Berlabuh Indah Dilautan
133
Bab 133 Semester Genap
134
Bab 134 Syakillah Ada Pacar?
135
Bab 135 Musim Buah Mangga
136
Bab 136 Bermain Ketapel
137
Bab 137 Mangga Depan Rumah
138
Bab 138 Teguran Main Di Samping Rumah
139
Bab 139 Cerita Luka Keluarga
140
Bab 140 Sekolah Dirobohkan?
141
Bab 141 Berita Amir Sekolah
142
Bab 142 Kami Numpang Belajar
143
Bab 143 Masuk Siang
144
Bab 144 Rezeki Ikan Pagi
145
Bab 145 Aku Kerja Di Sekolah
146
Bab 146 Menyambut Bulan Suci
147
Bab 147 Hasil Kerjaku Di Bulan Suci
148
Bab 148 Hari Kemenangan Bersama
149
Bab 149 Amir Berulah Di Sekolah Kami
150
Bab 150 Sanksi Untuk Amir
151
Bab 151 Abang Handi Di Sengat Ikan Pari
152
Bab 152 Abang Handi Terbaring Lemah
153
Bab 153 POVE MAMA!
154
Bab 154 Abang Handi Kesakitan
155
Bab 155 POVE Rasti!
156
Bab 156 Abang Handi Pulih Total
157
Bab 157 Penamatan Qur'an Sekampung
158
Bab 158 Patah hati, Bu Syakillah!
159
Bab 159 POVE Syakillah!
160
Bab 160 Kemarahan Untuk Bu Syakillah!
161
Bab 161 Menjelang Ujian Nasional
162
Bab 162 POVE HANDI!
163
Bab 163 Ujian Nasional
164
Bab 164 Nilai Ujian Nasional Tinggi
165
Bab 165 Sisi lain ibu Rasti!
166
Bab 166 Perpisahan Sekolah
167
Bab 167 Kabar Bu Syakillah menikah!
168
Bab 168 Mata Haru Papah!
169
Bab 169 POVE PAPAH!
170
Bab 170 POVE MAMA!
171
Bab 171 Akhir Sebuah Kisah!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!