"Bangun nak, jam berapa ini? nanti kamu telat ke sekolah."
"Hmm, iya mah. aku siap-siap nih." Dilla bangun dan menarik selimut dalam lipatan lemari.
"Jangan lupa, kamu gosok gigi dengan benar."
"Iya mah. Siap deh."
Seperti biasanya Dilla, membersihkan seluruh tubuh dengan bersih dan baik. Dilla berpikir mamanya, terlalu memikirkan hal-hal tentang dirinya. dari kebiasaan Dilla, kurang memperhatikan kebersihan, dan juga kesehatan yang sering lupa makan, oleh karena bermain seharian. Dilla yang terus maunya bermain, ya kalau sudah main lupa segalanya. Itu yang selalu membuat cemas mamanya, hingga biasa menjadwal keseharian anaknya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. seorang ibu tentu, harus menjadi terdepan bagi anaknya dalam kebaikan.
"Mah, aku sarapan dulu. Dan sesudahnya langsung berangkat sekolah." Ari sudah siap-siap berangkat ke sekolah.
"Mah, lihat kaos kaki aku, seperti ada di rak sepatu. Mana yah?" Handi bertanya pada ibunya, karena merasa kesusahan mendapatkan kaos kakinya.
"Coba kamu cari dimeja teras rumah, kayaknya mama letakkan disitu tadi."
"Oh ya, jangan lupa makan. mama hanya memberimu, jajan 5 ribu sehari. Takutnya, kamu kelaparan di sekolah, sebelum jam istirahat sekolah."
"Baik mah." Handi bersarapan dimeja makan, bersama kakak dan mamanya.
Menu pagi hari, adalah nasi goreng, dengan lauk telur sambal dan susu manis sebagai pelengkap sarapan. Tidak ada percakapan, hanya dentingan sendok beradu, sambil melahap makanan dengan tandas. mereka pun pamit untuk pergi ke sekolah.
"Nak, sudah selesai mandinya. lekas kenakan baju, dan kesini sarapan. Ibu juga akan merapikan pakaian dan rambutmu." sapanya pada Dilla anak sulung perempuan.
"Iya mah, masak apa hari ini ma?"
"Nasi goreng, telur sambal, dan susu juga."
"Asyik..! mah. aku suka nasi goreng."
"Setelah kamu berpakaian, tolong sekalian panggil Nila kesini! buat kamu sarapan bersama. kemudian, mama akan mengantarmu ke sekolah bersama Nila?"
"Mama, mau antar Dilla sekolah?" binar bahagia di wajahnya.
"Tentu nak, aku mau pastikan dulu. Kamu baik-baik di sana."
"Pokoknya ikuti pelajaran seperti anak-anak lainnya. Bersikap baik selama di sekolah. jaga dirimu baik-baik di sana."
"Mama cemas, aku buat salah disekolah?"
"Jujur iya nak."
"Mama lebay deh. Aku tentu bukan anak, yang nakal seperti anak laki-laki."
"Tapi ingat nak, kamu sekolah dalam masa percobaan. kalau kepala sekolah, mendapatimu berulah dan merugikan murid-murid lainnya. Mama yakin, kepala sekolah bakal keluarkan kamu dari sekolah."
"Dilla bakal bersikap sopan pada bu guru, pak guru, dan teman-teman."
"Baiklah sayang, semangat! hari ini adalah, pengalaman pertama kamu bersekolah dan jaga dengan baik kesempatan serta jangan sia-siakan waktunya. OK."
"Hmm."
Segalanya sudah dipersiapkan oleh mamanya. seperti biasa, pakaian Dilla sudah tertata dengan rapi dimeja setrika. Dilla tinggal mengenakan dan bersiap-siap ke sekolah. mamanya sosok ibu siap siaga, apapun akan disiapkan dengan cepat dan lincah. kebersihan tampilan anak, merupakan bagian dari hidupnya yang harus dijaga dan tuntutan menjadi ibu idaman bagi anak-anaknya.
"Mah, aku sudah siap."
"Baiklah, sini mama merapikan pakaian, serta rambutmu."
"Sudah selesai. Ini uang jajan, mama masukkan dikantong celanamu. gunakan uang ini, saat jam istirahat ya nak."
"Iya mah."
"Sayang, ayok sarapan dulu, sebelum berangkat ke sekolah."
"Baik mah." Berlangkah kemeja makan dengan menggenggam tangan kecil adiknya, membawanya ikut makan bersama.
"Kakak suapi. Nila, tidak bisa makan dengan benar. lihat, makananku berjatuhan di meja."
"Sini kakak suapi makan."
"Kakak, sehabis sekolah kita main ya."
"Kakak, mungkin pulangnya siangan. Nila, pasti sudah tidur, saat kakak pulang."
"Tidak apa kak, Nila tetap nungguin kakak pulang."
"Hmm." Berlalu dengan mengenakan sepatu dan tas untuk berangkat sekolah.
"Ayo nak, gandeng juga tangan adikmu." mengeratkan pegangan tangan dengan adiknya.
Setiba di depan sekolah, suasana begitu ramai, dengan banyaknya anak berlarian dari taman sekolah, masuk dalam kelas. Dilla merasa tidak asing, dengan cewek yang melambaikan tangan padanya. seorang cewek, dengan ikat rambut kuda, berkulit putih, dan ada bando kupu-kupu di kepala. dan tak lama, si cewek mendatangi Dilla, menyapa dengan sumringahnya.
"Dilla kamu benar, sekolah disini bersamaku?"
"Iya benar, nanti kita sama-sama satu kelas."
"Benarkah?"
"Kamu setuju?"
"Hmm, iya sangat setuju."
"Alasan?"
"Kita besti kan?"
"Hmm."
"Tante, biar saya yang antar Dilla, masuk dalam kelas. Tante boleh pulang, dan beristirahat dirumah."
"Apa tidak apa-apa nak?"
"Saya yang akan jaga Dilla tan, selama bersamaku Dilla akan baik-baik saja."
" Baiklah, Tante amanah kan Dilla padamu nak. Tolong jaga Dilla, dengan sangat baik."
"Insya Allah tante."
"Dilla sayang, tolong jaga sikap terhadap para guru dikelas, teman-temanmu juga. bersikaplah sopan pada mereka, orang-orang disekitar."
"Baik, ibu peri. Hihihi."
"Pintar mengejek, mama kamu ya?"
"Ampun mah, sakit pipiku." Dilla merasa sedikit sakit di pipinya, oleh cubitan mamanya yang gemas ulah anaknya.
Mereka melangkah menuju kelas, dalam ruangan kelas masih sunyi. banyak bangku-bangku yang masih kosong. anak murid hanya beberapa saja dalam kelas, selebihnya masih ada diluar, bahkan masih ada yang belum datang ke sekolah. sementara menunggu pukul 08.00, Dilla dan Rasti mengobrol dan bermain dibangku mereka. Banyak hal yang mereka perbincangkan, soal mainan, pelajaran sekolah, dan teman-teman semuanya.
sebentar lagi akan masuk jam pelajaran. para murid-murid pun memasuki ruangan kelas.
"Wah ada teman baru?" tanya seorang murid laki-laki.
"Ras siapa dia?" Nanda bertanya dengan raut wajah keheranan.
"Dia murid baru disini? pindahan dari mana Ras?" tanya findi dengan rasa penasaran.
"Oh, perkenalkan dia siswa baru disini. dia teman aku. nama dia adalah Dilla Arelita."
"Manis ya temanmu ini dan akan menjadi teman kita semuanya."
"Hmm." Jawabku sangat malu.
Alhamdulillah dengan banyaknya waktu mengobrol kami tadi. yang ditunggu-tunggu pun tiba. guru yang aku dapati dikelas, dihari pertama aku masuk sekolah. seorang ibu guru bernama Hesti sasiati. satu guru dengan mencakup seluruh mata pelajaran sekolah dasar yang ia bawakan, kepada kami murid-muridnya. Ibu guru menatapku dengan bahagia. dia tahu siapa aku? mamaku siapa? sepertinya dia tahu, banyak tentang diriku? yang aku ketahui, beliau adalah nenekku, sepupu jauh dari kakek oleh mama dan benar saja! dia menegur dan mempersilakan aku untuk perkenalan diri.
"Nama saya Dilla Arelita, saya bersaudara enam orang. saya punya kakak laki-laki dua, dan adik perempuan dua, dan satu lagi adik laki-laki. kalian bisa memanggil namaku, dengan Dilla saja."
"Baiklah silahkan duduk nak."
"Hari ini, ibu akan mengajari kalian, mata pelajaran berhitung. mapel matematika, Ok. silahkan kalian semuanya, duduk di bangku masing -masing. dengar dan simak penjelasan ibu dengan baik. setelahnya ibu akan memberi kalian, PR untuk dikerjakan dirumah."
"Baik ibu guru."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments