Sore harinya nya .
"Dek, ya Bu "Kamu tidak pergi ke masjid untuk sholat Maghrib? Nanti buk, Gilang nunggu teman. Ya sudah kalau kamu pergi pintu pagar jangan lupa ditutup ya! Soalnya ibu sholat Maghrib nya di warung saja. Baik Bu. O ya Lang , kamu ajak ayahmu siapa tau dia mau sholat Maghrib ke masjid juga kalo kamu yang ajak! Ya Bu , nanti Gilang ajak ayah. Bu, emang ayahnya dimana? Ayahmu ada di kamar."
Herra menunggu waktu sholat Maghrib di dalam warung.
"Assalamualaikum, mbak Herra saya mau belanja. Ia mau belanja apa buk ? Gula pasir 1 kg, kopi bubuk yang seperempat 1 bungkus, teh 1 bungkus, terasi satu pak, micin yang seperempat satu bungkus, apa lagi ya? pembeli Herra bertanya dengan dirinya sendiri. Sama rokok sebungkus, rokok yang biasanya. sudah itu dulu mbak, hitunglah berapa jumlahnya ! Baik Bu, tunggu sebentar! Semuanya Rp 80.000,_ buk. Ini mbak uangnya , saya ambil ya buk, nah ini kebalikannya . Terimakasih ya buk, jangan lupa belanja kembali saya doa' kan ibu selalu dimurahkan rezekinya Aamiin."
Herra dan ibu itu sama sama mengaminkan.
"Tante eee..., Gilang nya ada? "Teman teman Gilang bertanya.
" Ada , dek masuk saja! Gilang nya ada di dalam." Jawab Herra.
Blom lama kemudian
" Bu, Gilang berangkat ke Masjid" pamit Gilang.
"Assalamualaikum, buk kami pergi." Gilang memberi salam.
"Loh ayah mu tidak ikut pergi ke masjid juga? Tidak Bu, kata ayah dia sholat Maghrib di rumah saja. Kami pergi Bu, Assalamualaikum...... Waalaikumsalam."
" Ya Allah, kapan lah suami hamba bisa berubah menjadi Imam yang lebih baik bagi keluarga kami ". Herra bertanya di dalam hati.
"Allah hu akbar Allah hu akbar. Alhamdulillah sudah Azan berkumandang ". Kata Herra dalam hatinya.
Kemudian Herra menunaikan ibadah sholat Maghrib sendiri di dalam warung nya.
Selesai sholat Maghrib ,Herra melanjutkan kan membaca Al-Qur'an. Sesudah membaca Al-Qur'an, Herra menyiapkan menu makan malam.
Selesai memasak. Dia pergi ke kamar untuk melihat suaminya. Sesampainya di kamar Herra terkejut melihat kelakuan suaminya. Dia tidur bukan sholat Maghrib.
" Astagfirullah hal azim ya Allah kak, kenapa kamu tidur? Tidak baik tidur di waktu Maghrib begini." Herra menegur suaminya
" Herra maafkan kakak Ra, kakak ketiduran." terang Dimas suami Herra .
"Ya sudah mari kita makan! ". Ajak Herra ke suaminya.
" Kita tunggu Gilang pulang dari Masjid ya Ra ?". Dimas memberi usul.
"Hem" jawab Herra singkat
"Tadi kakak bermimpi kamu dan anak anak meninggalkan kakak seorang diri." cerita Dimas
"Sudahlah kak, itu hanya la mimpi mangkanya jangan tidur waktu Maghrib." Herra menegur suaminya .
"Herra, boleh kakak bertanya? Mau bertanya apa si kak ? seperti nya serius sekali." Herra bertanya.
Di ambilnya tangan Herra kemudian digenggam.
" Ra kita menikah sudah lama, mungkin sekitar 16 tahun tapi mengapa sikap Herra ke kakak masih dingin , tak pernah tersenyum kalo kita sedang bersama. Dulu kakak ingat waktu sering bermain ke rumah kamu, kamu ceria dan suka bercanda. kenapa setelah kita menikah kamu tak pernah tersenyum atau pun tertawa dengan kakak ? Kenapa Ra ?"
Herra diam bingung mau menjawab apa.
" Ayo Ra Jawab kakak? Apa blom ada cinta di hati kamu untuk kakak?"
"Kamu ngomong apa si kak, Herra beginilah ngak ada yang berubah. sebelum kita menikah sampai sekarang masih seperti ini. Itu hanya perasaan kakak saja. Nah hampir lupa kan tujuan Herra kesini mau ajak kamu makan malam. Ayo kak ! Kita ke dapur sambil nunggu Gilang."
Dimas berjalan beriringan dengan Herra menuju ke meja makan sambil menunggu Gilang pulang dari Masjid.
Selesai makan malam, mereka masuk kamar masing masing. Sebelum masuk kamar Herra menutup warung.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
☆White Cygnus☆
bagus kak.
2024-03-07
0
Sayuri//acuario
Gemes banget, deh!
2024-02-21
0