"Lili pasti tidak akan menolak kembali ke rumah ini," ujar Rida dengan yakin.
Dia pikir, Lili tidak akan menolak dibawa masuk ke keluarga Sudarmono. Dengan iming- iming kemewahan dia pasti tidak akan menolak.
Agus berjalan kembali ke tempat duduknya, merenungkan ide yang diberikan oleh sang istri.
"Lili sudah menikah dengan Galang, pasti Tuan Dimas tidak akan mau," kata Indrajaya.
Indrajaya mengatakan hal yang masuk akal, mana mau seorang CEO menikahi istri dari asistennya sendiri.
"Indrajaya, benar, panggil Indira aku akan berbicara dengan dia," titah Agus kepada sang istri.
Rida belum mau beranjak, ia belum menyerah membuat alasan agar Lili yang di nikahkan dengan CEO grup Gumintang.
"Sayang, kenapa masih diam. Kamu panggil anakmu!" seru Agus membuat lamunan Rida buyar.
"Sebentar sayang, aku memiliki sebuah rencana," Rida menarik kursi lalau duduk berhadapan dengan sang suami.
"Habisi Galang, dan ambil kembali Lili ke rumah ini," ujarnya.
Rida menambahkan jika Galang sudah menghilang dari dunia ini, maka dia bisa berkumpul dengan sang putri tanpa rasa malu.
Selain itu, nama baik Lili akan kembali menjadi bagus lagi. Keluarga mereka akan utuh kembali.
"Benar juga, ini adalah ide yang sangat berlian," kata Agus.
Dia senang dengan rencana Rida, dalam benaknya di akan segera kembali dengan putrinya tanpa rasa malu.
Agus langsung menitahkan Indrajaya, untuk mengerahkan anak buahnya membunuh Galang.
"Tuan, kenapa harus membunuh. Bukankah ini terlalu berbahaya?" Indrajaya meminta Agus menimang-nimang keputusannya.
"Indrajaya, kamu itu hanya pengurus rumah! Kenapa selalu mengganggu keputusan,Tuanmu!" bentak Rida.
Rida kesal karena Indrajaya terus menggangu rencananya. Pendapat mereka selalu bertolak belakang. Dan pendapat Indrajaya lah yang sering di dengar.
"Saya hanya mengingatkan saja. Nyonya, menikahkan putri anda itu sudah rencana yang sangat bagus," ucanya dengan menatap sang nyonya lembut.
"Tidak! Aku tidak mau putriku menikah dengan CEO grup Gumintang!" teriaknya lalu pergi meninggalkan ruangan kerja Agus.
Agus heran, kenapa sang istri bersikeras tidak menjodohkan putrinya. Padahal sang CEO perusahaan Gumintang masih sangat muda dan tampan. Bukan pria tua sepertti dirinya.
...----------------...
"Brak!" Rida pintu kamar Indira terbuka keras, lalu menutup dengan keras lagi.
"Aduh, Mama, bikin kaget aja!" seru Indira.
"Brengsek! Indrajaya terlalu berani mencampuri urusan kita!" maki Rida.
Dia ingin sekali menyingkirkan Indrajaya dari rumah Sudarmono. Tapi, mengusir dia tak segampang mengusir Lili. Dia memiliki pengaruh besar di keluarga Sudarmono.
Indira menarik tangan Rida agar duduk di sampingnya. Ia meminta sang mama mengatakan perlahan agar dia bisa memahami yang ibunya katakan.
"Indrajaya mengusulkan kepada papamu, untuk menikahkan kamu dengan CEO perusahaan Gumintang," geram Rida.
Padahal dia sudah memberikan solusi untuk menarik Lili ke rumah sebagai gantinya. Agar dia yang menjadi tumbal pernikahan bisnis.
"Menikah? dengan CEO Gumintang?" ucapnya dengan wajah berseri, ia kembali mengingat wajah sang CEO.
Indira tersenyum tipis, "Kenapa tidak disetujui saja."
Wajahnya berubah memerah, dia mendadak merasa malu tahu jika ingin dinikahkan dengan pria tampan.
Rida mengerutkan keningnya, dia sudah membela mati-matian di depan papanya. Tapi, Indira justru menyetujuinya.
"Sayang, kamu tidak salah?Kamu belum mengenal mereka dengan baik, bagaimana kalau dia pria tua yang sudah memiliki istri dan anak?" ujar Rida.
Rida tidak mau anaknya menjadi istri kedua, itu pasti akan menyiksanya. Terlebih, hartanya tidak akan jatuh semua kepada dirinya. Harus dibagi kepada istri tuanya.
"Mama ngomong apa sih? CEO Gumintang itu masih muda, hanya berjarah beberapa tahun denganku," jelas Indira.
Indira menceritakan jika pemimpin Gumitang itu sangat tampan. Dan pastinya sangat digandrungi para wanita. Jika dia bisa menikah, maka itu suatu keberuntungannya. Mendapatkan suami ganteng dan warisan yang banyak pastinya.
"Mama, kenapa kamu gegabah mengajak Lili kembali? untung Indrajaya tidak setuju," omelnya setelah puas menceritakan ketua grup Gumintang.
“Maksud kamu?”
“Mama sudah susah payah mengusir Lili kenapa mama malah membawa masuk lagi,” Indira melipat kedua tangannya.
Ia mengatakan jika Lili memang kembali ke keluarga ini, sangat sia-sia usaha dan tenaga yang di keluarkan kemarin. Uang yang sudah keluar untuk orang-orang yang terlibat dalam pengusiran Lili.
Indira tahu jika semua kerusuhan yang terjadi itu ulah ibunya. Dia tidak tutup mata dengan semua yang terjadi, hanya saja dia lebih banyak diam.
“Kamu tahu?” tanya kaget. Indira mengangguk cepat.
Rida sudah berusaha untuk tidak melibatkan sang anak, dia hanya ingin tahu jika semua itu berjalan dengan semestinya.
“Mama, apa kamu tidak khawatir jika Lili kembali semua akan berjalan seperti yang mama mau?” Indira menanyakan efek dari rencana sang mama.
Ia menambahkan jika itu terjadi, maka Lili akan mendapatkan power lagi. Dia bisa melawan balik dengan kekuatan yang dimiliki sekarang.
“Grup Gumintang itu bukan perusahaan kecil,” papar Indira.
Semenjak keluar dari tempat pelelangan dia mencari tahu tentang perusahaan Gumintang. Meskipun, tidak ada profil dari lengkap nama CEO-nya. Seakan sengaja di rahasiakan, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menemuinya.
Dan dirinyalah salah satunya yang beruntung bisa bertemu dengannya, jika memang dia diminta untuk menikah dia tidak menolak.
“Kamu yakin?” tanya Rida lagi.
“Tentu saja, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Menjadi nyonya pemilik perusahaan Gumintang,” katanya dengan senyuman licik.
Indira memiliki sifat yang tidak jauh dari ibunya, sama-sama gila harta. Mereka berdua akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Seperti yang sudah dia lakukan kepada Lili dan Galang.
“Indrajaya,” panggil Rida.
“Iya, Nyonya,” katanya menarik ponsel dari telinganya.
Rida mengajak Indrajaya berbicara di halaman belakang, dia menanyakan rencana yang sedang dijalankan olehnya.
“Seperti yang Nyonya katakan, membunuh Galang dan menarik Nona Lili ke rumah,” jawabnya cepat.
“Indrajaya, jangan lakukan itu lagi. Indira sudah setuju, bilang sama suamiku. Dia lebih mempercayaimu daripada aku,” pintanya.
Indrajaya berdiri, mohon pamit untuk segera menghadap kepada tuannya.
“Bagus, jika Nyonya sudah sadar,” ucapnya sambil berlalu pergi.
“Ya, untung saja aku memiliki anak yang pandai,” gumamnya.
Indrajaya mengetuk pintu ruangan kerja Agus, ia masuk setelah dipersilakan.
"Bagaimana? Kamu sudah menyebarkan para anak buah?" tanya Agus.
"Tuan, masih kah kita membunuh Galang? Nona Indira setuju dengan pernikahan bisnis ini?" tanya Indrajaya.
Menurutnya sudah tidak penting lagi Galang dibunuh atau tidak.
"Indrajaya? dia tetap harus dibunuh, tapi sebelumnya kita bisa memanfaatkanya." Agus menyeringai.
"Maksud,Tuan?" Indrajaya belum bisa menangkap pembicaraan majikanya. Memanfaatkan dia seperti apa yang tuannya maksudkan.
Agus berdecak, "Indrajaya, kamu sudah ikut aku berapa lama? Masih tidak memahamiku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
merry jen
LG lgg LBH milihh selingkh dan ant triny ketimbng ank kndung dan istri sah nyaa ,,LBH Percy mulut ularr pdhll mrkk gk ad baik baik nyaa klo mnsia baik baik gk mngkin ngerbut posisi org lain hnya demi harta moga hdp Klian berdua hncurr
2024-02-24
4
G
lanjut thor please
2024-02-23
0